
"Mei'er, apa yang terjadi? Kenapa ruangan jadi gelap gulita?" kata Mu Haocun melalui alat komunikasi.
"Aku tidak tahu...sebentar-"
"Kami merasakan array diaktifkan dan posisinya bahkan berubah," kata salah seorang pendekar bayangan.
"Benar, diaktifkan saja sudah memiliki resiko tinggi karna kita tidak tahu apa fungsi array ini apalagi ini posisinya berubah," sahut rekannya.
Meimei teru meletakkan jempolnya pada alat pengidentifikasi agar Mu Lian dan Mu Haocun mendengar penjelasan kedua pendekar bayangan tersebut.
"Menurut anda, apa yang sebaiknya kita lakukan?" kata Mu Haocun. Array adalah sesuatu yang tidak boleh dipegang oleh sembarang orang, sebaiknya menyerahkan permasalahan array kepada ahlinya. Klan Xuanwu adalah pilihan yang tepat.
"Kami akan mencari titik terlemah array dan berusaha semaksimal mengganggu keseimbangan array ini,"
"Benar hanya ini satu-satunya cara paling aman,"
Ketiga pendekar bayangan sepakat untuk mencari jalan keluar paling aman. Setelah mendapat persetujuan dari Mu Haocun, salah seorang pendekar bayangan mulai melacak titik lemah array.
Meimei dan kedua rekannya melindungi orang tersebut dari gangguan luar. Mu Haocun menghela napas panjang kemudian berkata,
"Ah Yi, sebaiknya kau pergi keluar dan membantu dua pendekar bayangan yang ada di belakang gerobak. Hatiku sedikit tidak tenang melihat kegelapan yang pekat ini," kata Mu Haocun.
Master Yi mengangguk. Dia mengelus kepala Mu Lian sebelum akhirnya bangkit dan keluar ruang kendali.
"Apa maksud kakek?" kata Mu Lian penasaran.
"Ini adalah legenda turun temurun dari dunia ini, sudah dipercayai sejak lama. Bila kalian menemui kegelapan yang sangat pekat, berhati-hatilah dengan sesuatu yang mengintai dibaliknya," kata Mu Haocun tersenyum.
Mu Lian terdiam. Mungkin karena sudah banyak menyaksikan keajaiban di dunia ini yang berada di luar nalar manusia, Mu Lian langsung memercayai ucapan Mu Haocun. Bulu kuduknya berdiri hingga Mu Lian merasa ada sesuatu yang menatapnya.
"Jangan khawatir, kau aman di dalam sini. Tidak tahu tuh, bagi yang ada diluar sana," kata Mu Haocun tertawa ketika melihat Mu Lian melirik ke belakang, ke kiri dan kanannya.
"Kenapa kakek terlihat tenang?" kata Mu Lian malu karena kedapatan melirik sana-sini.
"Selama 'sesuatu' itu dapat ditebas menggunakan senjata, itu artinya 'sesuatu' itu memiliki bentuk fisik. Menurut kakek, bertahan dari serangan fisik lebih mudah daripada serangan yang lebih mematikan contohnya serangan ke dalam jiwa," kata Mu Haocun.
Mu Lian mencatat fakta penting tersebut dalam hatinya. Tak lupa ia juga menanyakan berbagai legenda yang ada di dunia ini kepada Mu Haocun.
Apabila di Bumi legenda hanyalah cerita karangan yang dibuat leluhur agar generasi penerus memetik hikmah dibaliknya, di dunia ini sebaliknya.
Legenda adalah cerita nyata yang diturunkan baik itu berupa lisan maupun tulisan agar generasi penerus dapat mempertahankan diri terhadapnya.
Mu Lian mendengarkan Mu Haocun dengan serius. Namun beberapa menit kemudian, Mu Lian menangkap adanya perubahan pada kendali mengapung.
Cahaya disekeliling kendali mengapung ini...adalah tanda bahwa sistem keamanan sedang aktif dalam mode paling tinggi. 'Sesuatu' itu telah tiba.
Meski diluar nampak tenang, Mu Haocun tetap memiliki kekhawatiran terhadap makhluk yang sedang menyerang mereka.
"Kakek, sini gantian. Harus aku yang berdiri di kendali mengapung kalau mau mengaktifkan semua fitur keamanan yang ada pada gerobak," kata Mu Lian.
Benar saja. Setelah kendali dipegang kembali oleh Mu Lian, kendali bersinar lebih terang begitu pula dengan gerobak. Proses transformasi yang sering terlihat pada film Transformer pun terjadi.
__ADS_1
Sayangnya gerobak bukanlah Bumblebee dan gerobak terbuat dari kayu. Meski kayu yang menyusun gerobak merupakan kayu paling kuat di dunia ini yang berasal dari Pohon Puncak Tertinggi, kayu tetaplah kayu.
Dan transformasi yang terjadi pada gerobak tidak terlalu signifikan. Seperti ketika seseorang membuka kipas, pelat-pelat kayu tiba-tiba membuka dan mengelilingi gerobak. Hal tersebut memudahkan Meimei, Master Yi dan 4 pendekar bayangan bertarung diluar gerobak.
Keempat pendekar bayangan berdiri pada pelat-pelat kayu, mengelilingi gerobak. Meimei mengatasi serangan yang datang ke muka gerobak. Sedangkan Master Yi, menangkis semua serangan di atap gerobak.
"OOONG"
Terdengar suara mengerikan yang menyertai makhluk misterius itu. Jarak pandang sangat pendek ditengah-tengah kegelapan sehingga Meimei, Master Yi dan keempat pendekar bayangan bergerak secara insting.
Untungnya, cahaya yang berasal dari gerobak membantu mata mereka untuk cepat beradaptasi ditengah kegelapan yang pekat ini.
Mereka dapat menangkap bentuk seperti akar tanaman dengan kekerasan seperti metal serta ujungnya yang sangat tajam. Pantas saja ketika mereka menangkis serangan makhluk itu, terdengar seperti dua metal saling bertemu.
"Clang!"
Baru saja semuanya beradaptasi dan membalikkan keadaan, tiba-tiba saja serangan menjadi tak tertahankan. Makhluk itu beberapa kali melukai keempat pendekar bayangan.
Bahkan Meimei dengan mata spesialnya dan Master Yi yang belum terkalahkan pun mulai menunjukkan luka di sekujur tubuh mereka. Bukan luka fatal namun luka sayat tersebut cukup dalam.
Apakah makhluk itu bertambah gesit? Tidak. Ada beberapa 'akar' yang berhasil mereka lukai dan yang menyerang mereka saat ini tidak memiliki luka tersebut. Seperti akar baru.
"Uakh!"
Salah seorang pendekar bayangan menjerit frustasi karena tidak berhasil menahan serangan yang datang kepadanya.
"Apa makhluk ini bertambah banyak?! Kenapa jadi susah sekali menangkis semua serangan yang datang!" kata Meimei jengkel.
"DAK!"
Salah satu akar berhasil mendaratkan pukulan ke gerobak. Permukaan tak kasat mata yang melindungi daerah tersebut sedikit beriak kemudian menimbulkan gelombang ke daerah sekitar.
"Kerja yang benar! Kalau sampai ada akar-akar yang berhasil mendarat pukulan ke gerobak..." kata Master Yi mengancam.
Yah, Master Yi dan Meimei juga terluka karena memilih untuk terluka dari pada akar-akar tersebut berhasil mendaratkan pukulan ke gerobak.
Mendengar ancaman Master Yi, keempat pendekar bayangan pun termotivasi kembali dan berharap agar rekan mereka segera menemukan titik lemah array di ruangan ini karena tepat pada saat itu serangan semakin menjadi. Lagi dan lagi.
...
"UAKKH!" salah seorang petugas keamanan menjerit kesakitan.
Saat Array berubah rombongan penyusup dan klan Xuanwu sedang memancing petugas-petugas keamanan yang mengejar mereka ke dalam jebakan yang telah disediakan.
Ada 30 orang yang mengejar namun untungnya petugas-petugas keamanan itu terpisah satu sama lain. Kini hanya tersisa 12 orang petugas keamanan yang terjebak bersama rombongan tersebut.
Kedua kelompok itu terkejut ketika secara tiba-tiba, suhu di ruangan menurun drastis. Suasana di ruangan berubah menjadi muram seperti terkena efek hitam putih pada aplikasi photo editor.Tak hanya itu saja, muncul badai es yang sangat mematikan.
Bukan badai salju melainkan badai es. Es sebesar kerikil bahkan melebihi ukuran kerikil berjatuhan dimana-mana. Bahkan melukai seseorang dengan tingkat kultivasi pembentukan inti diantara klan Xuanwu.
__ADS_1
Sebenarnya yang membuat situasi sangat berbahaya adalah suhu yang sangat dingin hingga menyebabkan radang dingin pada angggota tubuh paling lemah, contohnya ujung tangan dan ujung kaki.
Jika cuaca ekstrim tersebut dapat melukai seseorang dari klan Xuanwu, yang berasal dari Zhongjian, orang-orang dari dunia bawah, si petugas keamanan dan rombongan penyusup merasakan penderitaan yang luar biasa.
"Cepat cari titik terlemah array ini kalau tidak orang-orang ini akan mati!" seru salah seorang dari klan Xuanwu.
3 orang yang berdiri dengan sikap meditasi sempurna dan memejamkan mata hanya mengernyit mendengar gerutuan rekan mereka.
Mau bagaimana lagi, mereka sudah lelah mempertahankan array yang mereka buat dadakan ini ditengah cuaca seekstrim ini.
12 petugas keamanan dan 10 orang penyusup duduk di tengah-tengah array yang dioperasikan oleh 7 orang dari klan Xuanwu, menjaga semuanya agar tetap hangat dan juga melindungi dari bombardir es-es yang sangat menyakitkan itu.
3 orang yang bertugas mencari titik lemah array berdiri diluar array yang dibuat oleh 7 orang tersebut. Mengorbankan diri mereka sendiri. Dan memang ketiga orang inilah korban luka-luka dari klan Xuanwu.
Darah menetes dari kepala salah seorang dari ketiga pahlawan itu. Sebelum tubuhnya jatuh ke lantai dia berkata,
"Segi enam, bagian Barat Laut dan Timur Laut...hati-hati pada sesuatu yang ada diantaranya..."
"Saudara Rong!"
Kedua rekannya memiliki luka yang lumayan parah, darah membasahi wajah keduanya namun Saudara Rong baru saja terkenal es berukuran bola golf sehingga jatuh tak sadarkan diri.
"Utara, cepat cari arah utara!" kata salah seorang dari 7 orang yang menjaga array perlindungan.
"Sebentar! Ah, pantas saja Saudara Rong menyuruh kita berhati-hati. Bagian itu memiliki aura kegelapan yang sangat pekat," kata salah seorang dari 2 orang yang berdiri di luar array. Dia menunjuk ke arah di belakang orang-orang yang sedang berkumpul di tengah array.
"Kalau begitu, aku akan menangani titik Barat Laut!"
Kedua orang itu segera pergi ke titik yang mereka pilih. Saat keduanya berdiri di depan titik tersebut, keduanya mengeluarkan kapur yang biasa digunakan para Ahli Array menggambar pola array.
Satu tangan mereka bergerak dengan cepat untuk membuat simbol. Mantra diaktifkan, pada retina mata kedua orang itu tergambar sebuah pola yang dapat menyingkap array paling tersembunyi sekalipun.
Benar saja, sebuah sudut, bagian dari susunan array ruangan ini pun terlihat. Keduanya langsung menimpa titik tersebut dengan pola baru yang mereka gambar. Kemudian keduanya segera mengaktifkan array tersebut.
"ZZT"
Terjadi tolak menolak antara kedua array yang berbeda yang mengakibatkan suara aliran listrik. Namun keduanya tetap menjaga agar array yang mereka gambar tersebut tetap aktif.
Proses tersebut sebenarnya sangat normal terjadi ketika seorang Ahli Array sedang mengintervensi sebuah Array. Metode yang sering dipilih jika ingin membatalkan sebuah array, secara aman.
Saat keduanya sedang fokus dalam proses intervensi, tiba-tiba saja keduanya merasakan aura yang sangat berbahaya dari dinding utara. Nafsu membunuh terpancar dari dinding tersebut membuat keduanya ingin segera pergi dari sana.
Sayangnya jika sedang melakukan intervensi, seorang Ahli Array harus menyelesaikan proses tersebut sampai akhir.
Kalau tidak akan sangat berbahaya. Apalagi, keduanya tidak sehandal Master Zhengheng. Penalti yang akan mereka terima karena berhenti ditengah jalan akan sangat membahayakan.
Sebentar lagi. Keduanya merasakan bahwa proses intervensi berada di penghujung jalan. Benar, keduanya tidak peduli meski harus mengorbankan tubuh mereka. Daripada mendapat penalti lebih baik terluka sedikit bukan?
Tubuh kedua anggota klan Xuanwu itu sudah hampir mencapai batas. Keduanya sudah gemetar akibat luka-luka yang ditimbulkan hujan es, belum lagi radang dingin yang mulai menjalar dari ujung jari-jari mereka.
__ADS_1
Oh, satu lagi. Dinding utara terlihat beriak dan sesuatu akan keluar dari baliknya. Semua yang ada diruangan itu tahu betul karena semakin lama, aura mematikan semakin terasa dari dinding tersebut.
"AWAS!"