
Mu Lian dan Xiaoxiao mengikuti pria dengan sash berwarna kuning itu melewati keramaian dan memasuki tempat yang semakin jarang penduduk.
Tak jauh di depan, merupakan ujung desa dan memasuki pepohonan cemara. Mu Lian berhenti sejenak karena ragu. Apakah akan menunggu Ling Zizhou atau terus mengikuti pria itu?
"Ehem, hei! Tunggu! Master Mu! Aku sangat membutuhkan obat racikan anda! Kakekku berada dalam keadaan kritis!" seru Xiaoxiao sambil mengejar pria itu.
Permukaan tanah yang tidak rata membuat pijakan Xiaoxiao goyah, telapak kakinya kemudian terpelintir dengan keras hingga Xiaoxiao jatuh terjerembab.
Mu Lian yang sedang memikirkan akan mengejar pria itu atau tidak mendengar seruan Xiaoxiao kepada pria itu namun terlambat menyadari bahwa Xiaoxiao sedang jatuh.
"Aduh!" kata Xiaoxiao meringis.
"Xiao'er!" kata Mu Lian berlari menghampiri Xiaoxiao. Pria itu pun mendengar seruan Xiaoxiao dan berbalik untuk melihat Xiaoxiao ketika Xiaoxiao terjatuh.
Kejadian yang tidak terduga itu membuat pria dengan sash kuning menaruh simpati kepada Xiaoxiao sehingga ia memutuskan untuk membantu gadis itu.
"Nona tidak apa-apa?" kata pria dengan sash kuning.
Pria itu melihat Mu Lian yang sedang memeriksa pergelangan kaki Xiaoxiao yang sudah bengkak itu dengan profesional. Keraguan menghampiri hati pria itu.
Mu Lian yang mendengar suara seorang pria menanyakan kondisi Xiaoxiao, otomatis menghentikan pemeriksaan yang tengah dilakukannya pada pergelangan kaki Xiaoxiao.
Apalagi Mu Lian merasakan tatapan yang melekat pada dirinya. Mu Lian tidak mau jika pria itu menjadi curiga.
"Bagaimana ini? pergelangan kaki mu bengkak, Xiao'er. Apakah kakimu terasa sakit?" kata Mu Lian sambil menunjukkan akting gadis lemah.
"Oh, hiks. Lian jie...hiks...kakiku sakit sekali," kata Xiaoxiao langsung mengerti maksud ucapan Mu Lian dan meniru akting Mu Lian.
Melihat kedua gadis itu bertingkah seperti gadis 'normal', pria itu menurunkan kewaspadaannya kemudian meminta ijin untuk memeriksa pergelangan kaki Xiaoxiao. Setelah itu, dia memberi sebuah botol porselen kepada Xiaoxiao.
"Pergelangan kaki nona terkilir. Ada *ligamen yang robek jadi mohon hati-hati saat menggerakkan kaki anda. Kalau bisa istirahatkan kaki nona selama beberapa hari ke depan ini.
Aku akan memberikan obat untuk mengompres sekaligus membantu mempercepat penyembuhan ligamen luar," kata pria itu. Mata Mu Lian bersinar ketika mendengar diagnosis dari pria itu.
Sejauh pengamatan Mu Lian bagaimana cara pria itu menangani Xiaoxiao serta hasil akhir diagnosis yang dilontarkannya, Mu Lian dapat memastikan bahwa pria itu memiliki latar belakang dalam hal pengobatan.
Seberapa dalam pemahamannya Mu Lian belum tahu, karena dirinya pun belajar pengobatan secara otodidak. Bisa dibilang Mu Lian adalah seorang amatir dan yang bisa menilai pria di depannya ini hanyalah Mu Haocun yang sudah menjadi pro.
Mu Lian menerima botol porselen tersebut. Kualitas botol yang diterimanya bagus, lebih bagus daripada yang diterima Paman Bei. Apakah isinya hanya pakan ternak dan rumput liar lainnya?
Mu Lia belum bisa memastikan karena saat ini dia sedang berusaha mengulur waktu hingga Ling Zizhou datang. Xiaoxiao sedang terluka jadi Mu Lian tidak mau mengambil resiko.
Mu Lian menggenggam tangan pria itu kemudian mulai bercerita kisah tragedi mengenai kakek Xiaoxiao yang sedang sakit.
Sesekali Xiaoxiao menambahi bumbu yang membuat kisah itu menjadi terdengar menyedihkan.
Pria itu yang awalnya hendak melepaskan diri dari genggaman Mu Lian akhirnya hanya bisa pasrah menunggu kedua gadis itu selesai bercerita.
"Lian'er! Xiao'er!" kata Ling Zizhou. Pemuda itu menghampiri Mu lian Xiaoxiao dan pria itu dengan kecepatan tinggi.
Ketika Ling Zizhou berhenti tepat di sebelah Mu Lian, angin berhembus dengan kuat membuat debu-debu serta daun-daun berterbangan.
Belum sempat mengolah apa yang terjadi di depannya, tiba-tiba pria itu terangkat dari tanah. Ling Zizhou mengangkat pria itu seperti sedang mengangkat kucing!
"Apa yang kau lakukan?" kata Ling Zizhou. Suaranya tidak senyaring biasanya, malah terdengar sangat rendah. Namun udara disekelilingnya terasa sangat dingin dan tekanan yang sangat kuat keluar dari tubuhnya.
"Oh, akhirnya kau datang juga Ah Zhou. Xiao'er tanpa sengaja jatuh dan kakinya terkilir," kata Mu Lian.
Udara dingin dan tekanan yang sangat kuat tersebut menghilang setelah kata-kata yang dilontarkan oleh Mu Lian.
__ADS_1
"Benar. Maafkan atas kecerobohanku ini hehe. Kenapa tiba-tiba aku jatuh ya?" kata Xiaoxiao.
"Kalian ini. Sudah kubilang untuk menungguku," kata Ling Zizhou sambil menghela napas.
Merasakan nyawanya terselamatkan dari perasaan tertekan yang baru saja dialaminya, pria itu angkat bicara.
"Anak muda, sepertinya terjadi kesalahpahaman di antara kita. Ayo kita bicarakan secara baik-baik," kata pria itu.
"Bah! Kesalahpahaman? Hanya orang-orang yang tak punya mata yang melihat ini sebagai kesalahpahaman," kata Ling Zizhou mendengus.
Pria dengan sash kuning tidak menyerah dan terus membujuk Ling Zizhou dengan kata-kata halusnya. Sedangkan Ling Zizhou membalas dengan kata-kata pedasnya. Maka terjadilah pertengkaran kecil antara Ling Zizhou dengan pria itu.
Mu Lian dan Xiaoxiao tidak peduli dengan pertengkaran kecil tersebut. Xiaoxiao mencari posisi duduk yang nyaman untuk dirinya kemudian mengistirahatkan kakinya yang terkilir hingga Mu Lian memberi keputusan akan langkah apa yang akan mereka ambil.
Xiaoxiao menatap Mu Lian yang sedang mempelajari isi botol porselen yang diberikan oleh pria dengan sash kuning itu.
"Bagaimana, Lian jie?" kata Xiaoxiao setelah Mu Lian menutup botol itu kembali.
"Kualitas bahan-bahannya lebih bagus dibandingkan dengan obat yang dibeli beberapa pelanggan sebelumnya.
Bukan berarti menyerupai yang aslinya ya, karena obat ini hanya bagus untuk mengompres dan meringankan rasa sakit saja," kata Mu Lian.
Benar. Dibanding impostor lain, Mu Lian lebih suka impostor yang satu ini. Kata-katanya halus dan pada setiap ucapannya, pria itu mampu menjaga emosinya. Belum lagi pria itu memiliki sedikit pengetahuan dalam pengobatan.
Firasat Mu Lian mengatakan bahwa pria dengan sash kuning ini adalah impostor pertama yang memiliki hubungan dekat dengan pria berpakaian hitam.
Meski Mu Lian belum bertemu dengan impostor satunya, Mu Lian sudah memutuskan untuk tidak melepaskan pria dengan sash kuning ini.
"Ah Zhou, ucapanmu di restoran benar. Kita menangkap ikan yang besar," kata Mu Lian tiba-tiba. Ling Zizhou dan pria itu kemudian berhenti bertengkar.
Mendengar ucapan Mu Lian, Ling Zizhou dan Xiaoxiao mulai menyerang pria itu dengan kata-kata.
"Benar. Kami sangat mengenal Master Mu dan ketika kami mendengar Paman berpura-pura menjadi Master Mu, tentu saja kami tidak tinggal diam," kata Xiaoxiao.
"Kalian mengenal Master Mu?" kata pria itu sambil menyipitkan matanya, dia sedang memutar otak untuk menyangkal kata-kata Xiaoxiao.
"Tidak banyak yang mengetahui sosok asli Master Mu. Dan kalian, yang masih remaja, mengakui bahwa kalian mengenal Master Mu? Apakah orang yang kalian kenal tersebut bukan penipu seperti yang kalian tuduhkan padaku?" kata pria itu.
Xiaoxiao dan Ling Zizhou tertegun dengan jawaban pria itu. Bagaimanapun caranya, mereka tidak akan bisa membuktikan bahwa Mu Haocun adalah Master Mu yang asli karena pasti semua orang termasuk pria ini pun tidak tahu.
"Nak. Tolong jangan begini. Masa depanmu masih panjang, jadi jangan berbuat ceroboh dan merusak masa depanmu. Aku tahu kau memiliki tingkat kultivasi yang tinggi. Namun jangan gunakan kekuatanmu itu untu-"
"Ah Zhou," potong Mu Lian. Pemuda itu tidak akan segan-segan jika terlalu dibuat sekesal itu.
"Lepaskan dulu. Kita kembali ke penginapan, sekarang," kata Mu Lian sambil memegang lengannya. Tubuh Ling Zizhou sudah sangat gemetar karena menahan marah. Wajahnya kini merah padam.
"Ayo. Xiaoxiao butuh istirahat," kata Mu Lian. Ling Zizhou akhirnya melepas pria itu kemudian menggendong Xiaoxiao di punggungnya.
Melihat Ling Zizhou dan Xiaoxiao sudah jauh di depan, Mu Lian menyampaikan pesan untuk yang terakhir kalinya kepada pria itu sebelum berbalik pergi.
"Anda tahu bahwa di dunia ini ada beberapa tanaman yang meskipun efeknya tidak terlalu berpengaruh besar namun dengan tanaman katalis yang tepat dapat mempengaruhi pikiran seseorang?"
Pria itu tertegun mendengar ucapan Mu Lian. Dia hanyalah seorang amatir dalam dunia pengobatan, pengetahuannya mengenai tanaman pun hanya sebatas permukaan saja.
Apakah keputusannya salah menerima tawaran orang berpakaian hitam di saat dirinya berada dalam keadaan sulit? Ucapan Mu Lian membuat hati pria itu goyah.
Namun beberapa saat kemudian, pria itu mengubah pikirannya. Masih ada seseorang yang harus dilindunginya, sebisa mungkin dia menghindari sesuatu yang beresiko mencelakakan dirinya dan orang yang ingin dia lindungi itu.
...
__ADS_1
"Jadi ini obat yang diracik pria itu?" kata Mu Haocun sambil memeriksa isi botol porselen yang diberikan oleh Mu Lian.
"En. Bagaimana menurut kakek?" kata Mu Lian sambil menatap Mu Haocun yang duduk di sebelah dirinya.
Di kasur seberang duduk Master Yi dan Ling Zizhou, sedangkan Meng Zhi duduk di sebuah kursi dekat tempat tidur Mu Haocun. Mereka juga menatap penasaran ke arah botol porselen tersebut.
"Tidak ada yang spesial. Bahan-bahannya tepat untuk obat kompres, racikannya halus, tercampur rata. Tapi lebih bagus racikan yang dibuat Lian'er," kata Mu Haocun tersenyum.
"Em, terimakasih, kakek, meski bukan itu poin pentingnya. Setelah kami berbicara dengan orang-orang yang membeli obat racik dari para penipu itu, kami juga memeriksa obat racik yang mereka beli," kata Mu Lian sambil tetap menatap Mu Haocun.
Mu Haocun yang merasakan ada sesuatu yang tidak beres langsung berubah seratus delapan puluh derajat dan mulai menanggapi dengan serius.
"Apa yang kau temukan?" kata Mu Haocun.
Mu Lian pun menjelaskan tentang tanaman yang dapat mempengaruhi pikiran seseorang.
Hanya judulnya saja yang mempengaruhi pikiran seseorang, namun menurut buku yang Mu Lian baca, efeknya sama seperti zat adiktif seperti narkotika.
Dan berdasarkan buku tersebut, orang-orang yang sudah mengkonsumsi obat itu dalam jumlah yang cukup banyak akan berubah seperti boneka. Pikiran mereka dapat dengan mudah dipengaruhi dari luar.
"Ini buruk. Sudah berapa lama mereka mengkonsumsi obat yang dibeli dari penipu-penipu itu?" kata Meng Zhi.
"Sudah hampir sebulan. obat-obat itu hanya memiliki sedikit efek untuk menyembuhkan penyakit yang dituju dan meningkatkan dosis tanaman berbahaya tersebut," kata Mu Lian.
Satu bulan bukanlah perkiraan yang dapat dipercaya karena siapa tahu orang-orang itu telah melaksanakan kegiatan jual beli obat berbahaya itu secara sembunyi-sembunyi.
"Astaga! Aku benar-benar ingin membunuh si @$%&^# itu! Master tidak melihat betapa tidak tahu malunya si @$%@^@^ itu! Sungguh menjengkelkan!" kata Ling Zizhou merengek pada Master Yi yang duduk disebelahnya.
"..." (Mu Lian dan Meng Zhi)
Master Yi hanya melirik ke Ling Zizhou kemudian menghela napas. Tidak ada gunanya juga menggunakan kata-kata pada anak ini. Yang ada masuk ke telinga kanan dan keluar dari telinga kirinya.
"Mempengaruhi pikiran orang ya. Kalau aku jadi orang itu, aku akan menggunakan kesempatan itu untuk menggerakkan massa sesuai keinginanku, baik untuk menggulingkan kekuasaan ataupun mengumpulkan dukungan untukku sendiri," kata Master Yi setelah lama diam.
Mu Lian dan yang lain menatap Master Yi dengan terkejut. Perkataan Master Yi ada benarnya juga. Mereka menatap lama Master Yi, menunggu kata-kata selanjutnya, namun sepertinya hanya sepanjang itu saja kata-kata yang dilontarkan Master Yi.
"Yang aku takutkan sama seperti yang telah dikatakan Master Yi. Dilihat darimanapun kasus ini ada hubungannya dengan sekte aliran sesat," kata Meng Zhi.
"En. Sebaiknya kita menjelaskan hal ini pada Master Zhengheng," kata Mu Haocun.
Ling Zizhou pun pergi untuk menjemput Master Zhengheng. Tak lama, Master Zhengheng datang dengan wajah memerah.
"Siapa yang berani menyakiti muridku?!" kata Master Zhengheng.
Oh. Ketika Mu Lian dan yang lain sedang mendiskusikan impostor Mu Haocun, Xiaoxiao sedang dirawat di kamar oleh Meimei. Sepertinya Master Zhengheng mengetahui bahwa Xiaoxiao cedera karena mengejar impostor itu.
Mu Haocun mempersilahkan Master Zhengheng untuk duduk terlebih dahulu kemudian Mu Lian pun mulai menjelaskan apa yang telah dijelaskannya kepada Mu Haocun dan yang lain.
"Ini, merupakan temuan yang dapat membantu misi kami. Terimakasih atas informasinya," kata Master Zhengheng sambil menangkupkan kedua tangannya.
Master Zhengheng tidak menduga akan menerima bantuan lagi berupa informasi penting ini, padahal dia belum berkontribusi apa-apa dalam kasus pencemaran nama baik Mu Haocun.
.........
Note:
* Ini merupakan gambar ligamen atas yang robek (kalau dilihat berdasarkan gambar, kaki terpelintir ke arah dalam)
__ADS_1