
Belum sempat Mu Lian menjawab, suara Meng Zhi terdengar dari alat komunikasi. Meng Zhi mengatakan bahwa dia sudah dekat jadi Xu Tian menon-aktifkan alat ajaibnya.
Tak lama kemudian, Meng Zhi dan Ling Zizhou terlihat berdiri di gondola masing-masing dan berhenti tepat di hadapan Mu Lian dan yang lain.
"Gerobak sudah tiba dengan selamat, ayo, kita juga segera pergi dari sini. Ah Yi sedang melacak anggota anda yang lain," kata Meng Zhi kepada Du Luhan dan Xu Ke.
"Hmmm, sejujurnya aku belum pulih sepenuhnya," kata Du Luhan.
"Begini saja, anda kembali ke gerobak dengan yang lain. Biarkan kami yang menjemput rekan-rekan anda," kata Mu Lian.
Du Luhan hanya bisa menatap Mu Lian dalam diam. Karena sampai saat ini, Mu Lian terlihat baik-baik saja meskipun sudah menggunakan banyak sekali chi. Du Luhan belum pernah melihat Mu Lian mengkonsumsi pil chi dari awal hingga saat ini.
"Baiklah, kalau begitu kami menunggu di dekat gerobak saja," kata Du Luhan tanpa basa-basi lagi.
Semuanya naik ke gondola masing-masing. Karena Xu Jing belum bisa menggunakan chi miliknya, Xiaojia dan Xu Jing menumpang di gondola Meng Zhi.
Bisa dikatakan perjalanan kembali ke gerobak sangat mulus tanpa adanya gangguan. Mungkin karena semua yang mengejar Mu Lian dan yang lain melarikan diri dari Master Yi yang menakutkan.
Dan semua yang mengawasi dari kejauhan pun segera menghilang tanpa jejak setelah melihat Master Yi.
Yang cukup menghabiskan banyak waktu adalah menjemput rekan-rekan Du Luhan, Xu bersaudara dan klien-klien lama Mu Lian.
Saat orang 10 orang terakhir dari salah satu klien Mu Lian tiba di dekat Mu Lian, dua minggu telah berlalu.
Mereka harus berhati-hati agar lokasi terkini gerobak ajaib tidak ketahuan makanya membutuhkan waktu yang lama untuk berkumpul kembali.
Untungnya tidak ada yang tertinggal dan semuanya bisa berkumpul dengan rekan-rekan mereka. Dan semuanya tinggal pada satu pohon yang sama, meski berbeda dahan, tapi semuanya dapat mengunjungi satu sama lain dengan mudah.
Xu Tian dan dua kelompok lain, menggunakan alat ajaib yang mereka bawa dari sekte masing-masing untuk menyembunyikan lokasi mereka.
Namun yang mengejutkannya lagi, gerobak ajaib, yang diparkir pada dahan pohon paling tinggi, tiba-tiba mengeluarkan pohon yang tak kalah megah serta indahnya dari pohon-pohon disekeliling mereka.
Du Luhan, Xu Tian, Xu bersaudara serta yang lain tidak mengetahui asal-usul pohon misterius itu. Yang bisa mereka pastikan dari pohon tersebut adalah adanya perisai yang melengkapi keamanan disekitar mereka.
Semua yang berada diluar tenang kembali dan mengerjakan kegiatan seperti biasa setelah mengamati pohon misterius selama beberapa saat.
Berbeda halnya dengan orang-orang diluar, Mu Haocun, Master Yi, Ling Zizhou, Meimei dan Meng Zhi sempat heboh karena pohon misterius itu.
Karena pohon misterius tersebut adalah pohon yang berada di dalam gerobak, yang selalu melayang di atas Cermin Langit.
"Gila! Pohon itu benar-benar tumbuh jadi sebesar ini!" kata Ling Zizhou mengamati ruang kendali yang selama ini tidak beratap kini ditutupi akar-akar pohon berwarna kebiruan.
Secara otomatis akar-akar tersebut menjadi atap bagi ruang kendali. Ketika Ling Zizhou menyusul yang lainnya, Ling Zizhou berjalan diantara akar-akar tersebut.
"Lian'er, pohon ini..." kata Mu Haocun.
"Pohon ini sedang menyerap chi dari luar. Aku mengaktifkannya sehingga pohon ini tumbuh besar kemudian bisa menyerap chi untuk mengisi ulang chi yang telah digunakan di dalam gerobak," kata Mu Lian.
"Apa tidak masalah kalau pohon ini terus tumbuh? Bisa-bisa pohon ini menembus gerobak," kata Ling Zizhou menggaruk kepalanya ketika melihat pohon misterius belum menunjukkan tanda-tanda berhenti tumbuh.
"Memang aku menyuruhnya untuk terus tumbuh hingga keluar sana. Untuk menyerap chi diluar sana, aku menggunakan media pohon misterius," kata Mu Lian.
"Tunggu bukankah ini berbahaya? Gerobak kan bagian darimu juga?!" kata Meimei khawatir.
Namun setelah Mu Lian menjelaskan bahwa pohon akan tumbuh sesuai keinginan Mu Lian dan tidak akan merusak bagian gerobak, semuanya pun menjadi tenang.
Berdasarkan penjelasan Mu Lian, pohon akan keluar dari bagian "void" yaitu bagian tengah-tengah gerobak, seperti yang telah Mu Lian gambarkan pada bagian dalam gerobak.
Bagian gerobak yang tidak pernah diinjak oleh siapapun selama ini. Ternyata misteri pun terpecahkan juga.
__ADS_1
Bagian tersebut bertujuan sebagai pintu penghubung pohon misterius dengan dunia luar. Mu Lian hanya harus membuka atap serta menyingkirkan kain terpal gerobak saja.
Mu Lian menjelaskan bahwa dirinya memang sudah merencanakan ini semua ketika masih dalam tahap perencanaan.
Karena menurutnya, tempat seajaib ini tidak mungkin menggunakan chi yang disediakan darinya saja.
Bahkan Mu Lian sangat enggan menggunakan chi dari kristal misterius yang selalu berada disamping pohon misterius itu.
"Karena sekarang kita menetap di Gua Sejati ini, aku tidak bisa menunda-nunda lagi untuk mengisi ulang chi yang dibutuhkan Gerobak Ajaib," kata Mu Lian.
"Hmm? Menetap? Kau benar juga, karena kita tidak bisa keluar dari sini, sebaiknya kita mulai menganggap tempat ini sebagai rumah," kata Mu Haocun.
"Iya, meskipun kita harus hidup berdampingan dengan tetangga-tetangga yang sangat menyebalkan," kata Ling Zizhou.
"Tapi tidak semuanya bukan? Setidaknya tetangga-tetangga dekat kita tidak begitu," kata Meng Zhi.
Lagipula, jika ada yang berani macam-macam, Master Yi bahkan tetangga-tetangga dekatnya itu akan bersatu untuk mengusir orang-orang menyebalkan.
...
Tiga bulan telah berlalu. Mu Lian dan yang lain sudah terbiasa dengan rumah baru mereka. Mungkin karena merasa senasib dan seperjuangan, semuanya saling mendukung dan menghibur satu sama lain.
Tidak butuh waktu lama agar orang-orang yang berasal dari sekte yang berbeda itu akrab satu sama lain.
Bahkan kini mereka saling berkunjung meski hanya untuk memamerkan progress kultivasi ataupun hal sepele seperti otot mereka yang semakin terlihat.
Para pria selalu bangga dengan tubuh kuat yang dimilikinya dan selalu membandingkannya dengan temannya.
Kaum minoritas, para wanita, setidaknya lebih normal daripada para pria. Bertegur sapa, bergosip, bertukar resep masakan dan lain sebagainya.
Mu Lian pun tidak mau ketinggalan dengan kegiatan sekelompok wanita tersebut yang berasal dari latar belakang yang berbeda.
Dan karena Mu Lian muncul dari Gerobak Ajaib, keberadaan Mu Lian sebagai salah satu anggota Gerobak Ajaib pun dengan sangat cepat tersebar di kalangan tetangga-tetangga dekatnya.
Meski Du Luhan, Xu Tian, dan Xu bersaudara tidak membocorkan rahasia dibalik Gerobak Ajaib, semua klien Mu Lian yang lain sudah dapat menduga garis besar mengenai Gerobak Ajaib.
Jadi semuanya tidak merasa aneh dengan kemunculan Mu Lian yang tiba-tiba. Semuanya pun tidak akan terkejut dengan kemunculan wajah-wajah baru dari Gerobak Ajaib.
Mereka dengan sangat cepat terbiasa dengan keberadaan Mu Lian dan menyapanya seperti saat ini,
"Halo, sedang jalan-jalan?"
"Iya, apa daerah ini terlarang?" tanya Mu Lian. Ada beberapa daerah yang tidak boleh dimasuki karena keamanan di daerah tersebut sangat rendah, jika lengah bisa-bisa musuh tahu keberadaan Gerobak Ajaib dan yang lainnya.
"Tidak, disini masih aman. Kalau beberapa kilo ke arah utara dari sini sudah tidak aman,"
"Baiklah, kalau begitu kami kembali saja ke jalan yang tadi. Ngomong-ngomong, apa anda melihat Ah Zhou?" kata Mu Lian.
Pria tegap itu menunjuk ke satu arah, berdasarkan ucapannya Ling Zizhou terlihat ke arah yang ditunjuknya 20 menit yang lalu.
Mu Lian mengucapkan terimakasih kemudian pergi ke arah yang ditunjuk. Xiaobai yang sedang 'duduk' dengan santai di kepala Mu Lian terus melihat sekelilingnya dengan tatapan ingin tahu.
Namun sayangnya, Mu Lian tidak menemukan Ling Zizhou. Mu Lian kembali ke gerobak dengan kecewa.
Keinginannya yang menggebu-gebu untuk memberi bocoran resep masakan yang baru saja didapatkannya tadi sore harus dipendam begitu saja.
Masih ada hari esok, Mu Lian meyakinkan diri sendiri. Ling Zizhou, kalau tidak dicegat setelah memasak makan malam, pasti baru bisa ditemui keesokan paginya.
Mu Lian terlambat mencegat Ling Zizhou karena harus mencatat semua resep yang baru didapatkannya siang itu ke atas kertas.
Mu Lian yang tanpa sadar membalas sapaan orang-orang berlalu begitu saja secepat angin berhembus, dan baru tersadar ketika telah menginjakkan kakinya di Taman Herba Utara.
__ADS_1
"Lian jie, apa kita tidak menjemput Xiaohan dan Xiaoqiu?" kata Xiaobai.
Semenjak tiga bulan yang lalu, Xiaohan dan Xiaoqiu selalu pergi ke tempat Du Luhan. Kadang-kadang mereka menginap dan baru pulang keesokan paginya.
"Biarkan saja mereka. Disini aman, jadi tidak perlu khawatir," kata Mu Lian. Langkahnya mantap ke arah kediaman Mu Haocun.
"Ah, Lian'er. Bagaimana kabarmu? Apa Xiaohan dan Xiaoqiu masih suka menginap di tempat Senior Du?" kata Meng Zhi.
"Oh, Zhi ge...aku ...baik-baik saja. Ya, malam ini sepertinya mereka menginap. Zhi ge, aku akan menemui kakek, sampai nanti lagi," kata Mu Lian canggung kemudian segera pergi meninggalkan Meng Zhi.
"Lian jie? Kenapa buru-buru begitu? Apa kalian bertengkar?" kata Xiaobai bingung.
"Bukan begitu...aku tidak mau membuang-buang waktu Zhi ge...yang bisa dihaiskannya bersama Mei jie," kata Mu Lian kemudian melanjutkan "Yah, mungkin kau akan mengerti ketika dewasa nanti,"
Mu Lian tidak bisa menjelaskan kepada Xiaobai lebih detail bahwa Mu Lian sedikit canggung menemui Meng Zhi maupun Meimei sebelum keadaan keduanya kembali normal. Setidaknya itulah yang dijelaskan Mu Haocun kepada Mu Lian.
Dua bulan yang lalu, Meimei dan Meng Zhi jadi jarang keluar dari kediaman mereka. Mereka keluar setiap 3 minggu hanya untuk makan dan minum kemudian kembali mengurung diri.
Dan setiap berpapasan dengan salah satu diantara keduanya, Mu Lian mendapati kondisi mereka seperti; mata yang tidak fokus dengan napas yang pendek-pendek.
Keadaan Meimei dan Meng Zhi tidak dapat disembunyikan sehingga yang lain pun mengetahui apa yang sedang terjadi diantara Meimei dan Meng Zhi.
Anak-anak tidak diijinkan mendekati kediaman Meimei dan Meng Zhi maupun mendekati Teras Langit Barat Laut. Setidaknya wilayah tersebut terlarang untuk beberapa waktu.
"Hmm, baiklah," kata Xiaobai tidak mengungkit masalah mengenai Meimei dan Meng Zhi lagi. Sebaliknya, Xiaobai tiba-tiba menghilang ketika Mu Lian sedang berjalan menuju kamar Mu Haocun.
Aneh. Biasanya Xiaobai tidak menghilang ketika Mu Lian hendak bertemu dengan Mu Haocun. Orang selain Mu Lian yang diterima oleh Xiaobai adalah Mu Haocun.
Mu Lian hanya bisa menggeleng karena kepintaran Xiaobai. Xiaobai tahu bahwa pertemuan antara Mu Lian dan Mu Haocun malam ini sedikit serius dan membutuhkan sedikit privasi.
Tanpa mengetuk, Mu Lian membuka kemudian menutup pintu kamar. Mu Lian berjalan ke arah meja yang disinari bulan.
"Kakek, boleh aku bergabung?" kata Mu Lian sambil duduk di hadapan Mu Haocun.
"Hehe, coba ini. Teh herba dengan formula racikan baru. Kakek membuatnya setelah..." kata Mu Haocun menjelaskan sambil menuangkan teh untuk Mu Lian.
Mu Lian mendengarkan Mu Haocun sambil meminum tehnya dengan tenang. Menunggu Mu Haocun menyelesaikan apa yang ingin dikatakannya kepada Mu Lian.
Aroma teh yang sangat segar membuat pikiran Mu Lian semakin jernih. Pertanyaan-pertanyaan yang hendak diutarakannya jadi semakin tersusun rapih.
Ketika mata Mu Lian bertatapan dengan Mu Haocun, Mu Lian pun melontarkan pertanyaan-pertanyaan tersebut,
"Kakek, ada yang ingin kakek katakan selain teh herba ini bukan?" kata Mu Lian melanjutkan "Dalam tiga bulan ini kakek terlihat semakin cemas dan ingin mengatakan sesuatu kepadaku tapi entah mengapa kakek menahannya,"
"Ah, Ahahaha-Ahahaha kau ini ada-ada saja, apa yang..." Mu Haocun tidak melanjutkan kata-katanya karena mengetahui bahwa Mu Lian tidak bisa dibohongi.
"Baiklah, kau benar. Kau ini semakin lihai membaca kakek ya," kata Mu Haocun melanjutkan "Ayo, ikuti kakek ke ruang memorial,"
Mu Haocun sedikit terkejut mendapati adanya ruangan baru yang belum pernah dikunjunginya. Mu Haocun menjelaskan bahwa baru satu bulan yang baru ruangan tersebut dibuat olehnya.
Dalam ruangan itu disimpan berbagai benda-benda yang memiliki kenangan masa lalu Mu Haocun. Baik itu kenangan baik maupun buruk.
Mu Lian memahami Mu Haocun yang tidak ahli dalam mengungkapkan perasaannya maupun menjelaskan hal selain tanaman herba.
Saat pertama kali mengungkapkan niatnya untuk mengangkat Mu Lian menjadi cucu pun, Mu Haocun harus susah-susah menyerahkan kipas sebagai bahan sogokan. Kipas tersebut menunjukkan kesungguhan Mu Haocun kepada Mu Lian.
Jadi, orang yang mengungkapkan sesuatu dengan aksinya, meminta Mu Lian untuk mengikutinya. Tentu saja Mu Lian menurut karena mengetahui pasti ada alasan dibalik aksi Mu Haocun.
Mu Lian sudah menyiapkan diri agar bisa mengikuti Mu Haocun memasuki ruang memorial. Namun apa yang ada didalamnya membuat Mu Lian tertegun.
Apalagi benda yang berada di tengah ruangan. Sangat mencolok diantara lautan benda-benda yang berada di ruangan memorial.
__ADS_1