Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Mari barter!


__ADS_3

"Apa anda baik-baik saja?" kata suara seorang gadis.


Pemuda itu melihat terpal disingkap dan bertatapan dengan kakek yang pertama dilihatnya tadi. Karena terintimidasi oleh aura si kakek, pemuda itu tidak menjawab si gadis.


"Halo? Aku tanya, apa anda baik-baik saja? Chi dalam dantianmu kacau sekali, dalam keadaan yang abnormal itu apa anda tidak merasakan apapun?" kata Mu Lian.


Si pemuda terkejut karena Mu Lian mengetahui keadaan tubuhnya. Selain mempelajari ilmu bela diri aliran sektenya, pemuda itu juga mempelajari jurus yang dapat menyembunyikan kondisi tubuhnya yang turun temurun itu.


Tidak akan ada yang bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi pada tubuhnya meski kultivator tingkat tinggi sekalipun, contohnya saja pria yang berdiri di sebelah pemuda bermulut pedas itu juga tidak menyadarinya.


Kecuali Ahli Alkimia, karena jurus tersebut diadaptasi dari bagaimana seorang Ahli Alkimia membuat pil. Sehingga, seorang Ahli Alkimia pasti sangat sensitif terhadap jurusnya ini.


Pemuda itu menatap Mu Lian dalam diam. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan Ahli Alkimia. Dia pun teringat kepada seseorang yang sedang terbaring lemah karena telah melindunginya.


"Salam, namaku Xu Jing dari klan Xu. Aku tidak menyangka anda bisa melihat kondisi tubuhku. Kondisi ini sudah bawaan dari lahir, jadi aku sudah terbiasa dengan kondisi dantian yang kacau ini," kata Xu Jing sambil menangkupkan kedua tangannya.


"Hmm, menarik sekali. Aku merasa tubuhmu itu seperti kuali yang sedang memproses tanam herbal," kata Mu Lian antusias. Ucapan Mu Lian mengklarifikasi dugaan Xu Jing.


"Wahai Ahli Alkimia terhormat, maukah anda membantu saya? Saya tahu saya lancang, tapi saya benar-benar ingin meminta bantuan anda. Berapapun akan saya bayar untuk mendapatkan pil dari anda," kata Xu Jing.


"Oh? Apa pil itu untuk anda? Bukankah kondisi tubuh anda turun temurun? Seingatku tidak ada pil yang bisa menyembuhkan kondisi turun temurun seperti itu," kata Mu Lian melanjutkan,


"Sejujurnya, aku pun baru belajar Alkimia belum lama ini. Pengetahuanku terbatas mengenai kondisi abnormal anda itu,"


"Sebenarnya pil ini untuk senior saya. Dia terkena racun seribu musim, jadi saya menginginkan pil Zhen dan beberapa pil internal," kata Xu Jing melanjutkan setelah lama diam,


"Mungkin kami juga membutuhkan beberapa pil purifikasi,"


"Tentu. Bayarannya...bagaimana kalau dengan harta karun? Aku yakin anda pasti sudah dapat beberapa harta karun bukan begitu?" kata Mu Lian sambil mengamati ekspresi Xu Jing.


Xu Jing hanya diam. Setelah berusaha mati-matian mendapatkan harta karun, dia harus menyerahkannya begitu saja?


Namun perasaan tersebut hilang begitu saja setelah mengingat seniornya yang terbaring lemah. Xu Jing akan memberi harta apapun yang dia miliki, masalahnya, harta karun yang dia dapatkan itu adalah milik sektenya.


Didapatkan dari bekerja bersama-sama. Untuk menggunakan harta karun tersebut, Xu Jing harus meminta ijin kepada rekan-rekannya.


Xu Jing pun meminta ijin untuk mendiskusikan hal tersebut dengan rekan-rekannya. Pemuda itu ingin segera kembali ke rekan-rekannya hingga tak sadar diikuti oleh Master Yi.


"Pfft, HAHA! Serius? Aku baru kepikiran melakukan barter menggunakan harta karun. Ide bagus!" kata Ling Zizhou. Dengan begini, mereka tidak perlu repot-repot bertarung dengan kelompok lain.


"Lian'er. Masuklah, biar kami yang menyelesaikan transaksi. Aktifkan mimikri untuk jaga-jaga. Kita tidak tahu apakah pemuda itu memiliki niat tersembunyi," kata Meng Zhi.


Mu Lian mengangguk. Sebelum masuk, Mu Lian menyerahkan beberapa botol pil internal dan pil purifikasi.


Sedangkan untuk pil Zhen, Mu Lian menyerahkan 2 botol, mengingat bahan membuatnya, hati Burung Zhen, langka.


Xu Jing kembali bersama 2 pemuda dan 1 pria paruh baya. Mereka kembali 20 menit kemudian. Wajah rekan-rekannya itu terlihat sangat muram, amarah memancar dari mata mereka.


Ketika Xu Jing dan rekannya tiba dimana ia dan Mu Lian bertemu, hanya ada Meng Zhi dan Ling Zizhou disana.


Ekspresi si pria paruh baya memburuk, "Ah Jing, dimana gerobak yang kau ceritakan? Kau yakin mereka tidak menipumu?"

__ADS_1


"Benar, senior. Aku yakin sekali gadis itu Ahli Alkimia. Kemana perginya gerobak itu..." kata Xu Jing tidak melanjutkan kata-katanya.


"Tidak perlu mencarinya, transaksi akan dilanjutkan oleh kami," kata Meng Zhi melangkahkan kakinya.


Si pria paruh baya dan 2 pemuda yang berada disamping Xu Jing segera menyentuh jian mereka yang masih disarungkan di pinggang mereka.


"Wow, wow. Kalian mau membeli pil dari kami atau berniat menyerang kami dan mengambil paksa pil-pil ini?" kata Ling Zizhou yang juga segera mengeluarkan jian miliknya dari kantung dimensional.


"Mohon tenang, senior! Maafkan kami tuan-tuan!" kata Xu Jing yang berusaha mencairkan suasana.


"Astaga, aku hanya ingin menunjukkan kualitas pil-pil ini kepada kalian, dengan begitu kita bisa mendiskusikan harga yang tepat," kata Meng Zhi menggeleng.


Meng Zhi tidak bisa menyalahkan mereka. Mereka sudah bertarung selama satu minggu penuh sehingga insting bertarung mereka masih tinggi-tingginya.


Lempar saja batu kepada mereka, dijamin, mereka akan menganggap lemparan batu tersebut sebagai sikap agresi dan balas menyerang.


Mendengar ucapan Meng Zhi, si pria paruh baya sedikit rileks namun tetap memegang senjatanya. Meng Zhi tidak memperdulikan hal tersebut dan berjalan menghampiri kelompok Xu Jing.


"Ini pil internal kualitas tinggi, pil purifikasi kualitas sedang dan pil Zhen kualitas unggulan," kata Meng Zhi mengambil satu butir dari masing-masing botol untuk ditunjukkan.


"!"


Xu Jing dan rekan-rekannya hanya bisa terdiam. Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut mereka selama beberapa saat. Karena menurut mereka, pil-pil tersebut juga termasuk harta karun.


"Kami bersedia barter dengan anda, silahkan pilih, ini harta karun yang berhasil kami kumpulkan selama 7 hari ini," kata pria paruh baya langsung merubah sikapnya.


Pria itu mengeluarkan beberapa barang; 5 jian dengan aura yang cukup unik, 3 qian dengan aura yang unik juga, bijih-bijih besi berharga, batu ajaib sebagai bahan pembuat alat ajaib, bahkan ada 2 kuali diantara barang-barang tersebut.


Xu Jing mengamati kakek yang sedang menilai kuali ditangannya dengan penuh ketakutan. Untung saja dia berhasil menenangkan seniornya dan tidak membuat masalah di depan kakek satu ini.


Setelah melewati diskusi, kedua belah pihak sepakat untuk menukar 2 botol pil Zhen, 5 botol pil purifikasi dan 15 botol pil internal dengan 2 jian dan 1 qian berharga serta 2 kuali.


Xu Jing dan rekan-rekannya pun sebenarnya mendapatkan beberapa harta berharga ini dengan merebutnya dari kelompok lain, jadi mereka harus menyiapkan hati untuk berpisah dengan harta berharga tersebut.


Namun setidaknya, pada kesempatan kali ini, mereka mendapat pil berharga yang dapat menyelamatkan rekan-rekan mereka.


Setelah menyelesaikan transaksi, Xu Jing dan rekan-rekannya pamit undur diri namun tiba-tiba, sebuah gerobak muncul begitu saja dari udara kosong dan seorang anak perempuan jangkung turun dari belakang gerobak.


"Lian jie menanyakan apakah ada kelompok lain yang seperti kalian di sekitar sini," kata Xiaojia datar.


"...maksudnya?"


"Yang membutuhkan pil seperti kalian," kata Xiaojia menjelaskan.


Xu Jing dan pria paruh baya saling menatap. Namun karena banyak yang harus didiskusikan akhirnya pria paruh baya itu menyuruh rekan-rekannya membentuk lingkaran.


Isi dari diskusi itu adalah menentukan kelompok mana saja yang akan diserahkan informasinya. Mereka mempertimbangkan kelompok-kelompok yang sering berkomunikasi dan yang sering bentrok dengan mereka.


Alhasil, si pria paruh baya memberitahu agar Mu Lian dan yang lain pergi ke pegunungan tenggara dan selatan.


"Aku tidak tahu secara pasti tapi terakhir kulihat, mereka pergi ke arah itu. Kusarankan, sebaiknya anda menemui kelompok-kelompok yang kusebutkan tadi karena aku berani menjamin bahwa mereka orang-orang yang jujur," kata si pria paruh baya.

__ADS_1


Setelah memberitahu informasi mengenai klien-klien potensial Mu Lian, Xu Jing dan rekan-rekannya pun pergi.


Berbeda saat pertama kali datang ke lokasi pertemuan, kini ekspresi pria paruh baya dan 2 rekan Xu Jing yang lain begitu gembira.


Alasan pertama adalah karena mereka mendapatkan pil dengan kualitas bagus, dan yang kedua adalah mereka bisa membalas, maksudnya, membantu teman-teman mereka.


...


"Hmm? HAHAHA, bagus, bagus! Pria itu semakin kuat. Apa tidak ada pil yang kualitasnya lebih tinggi?" kata seorang pria dengan luka di mata sebelah kanannya.


Luka itu masih segar, infeksi menyebabkan pelupuknya bengkak. Kelopak yang seharusnya agak timbul menjadi datar karena bola mata pria itu hancur.


Alasan mengapa luka dimatanya itu belum sembuh sepenuhnya adalah luka fatal di perutnya. Dengan meminum pil kehidupan tingkat rendah, proses penyembuhan hanya berpusat pada luka di perutnya itu.


"Tidak ada senior. Pil yang senior minum adalah pil kehidupan terakhir," kata seorang gadis dengan suara bergetar.


"Sudah kubilang jangan berikan pil itu kepadaku. Setelah menerima pukulan dari pria itu aku yakin bahwa aku tidak akan selamat, huft.


Apa sampai disini? Padahal aku ingin sekali bertemu dengan pria itu dan memamerkan perkembanganku," kata pria itu muram namun matanya memancarkan kebanggaan karena kehilangan nyawa di tangan orang yang lebih kuat darinya.


Hukum di dunia ini memang seperti itu. Jadi pria itu tidak menyimpan dendam kepada pria yang telah melukainya seperti ini. Dia hanya sedih karena perjalanan kultivasinya terhenti sampai disini saja.


Pria itu mengamati gadis dan para pemuda yang menemaninya menunggu ajal. Kenangannya berlatih bersama pemuda dan pemudi di depannya ini muncul begitu saja, menandakan bahwa waktunya semakin dekat.


Pria itu mengalihkan pandangannya ke sekelilingnya. Dinding-dinding gua setinggi 15 meter sudah menjadi rumah sementara mereka selama beberapa terakhir ini.


Permukaan hitam dan halus yang kadang menampilkan pemandangan langit malam selalu menjadi penghiburan baginya.


Ketika sedang menikmati saat-saat terakhir dalam hidupnya, suara sayup-sayup anak kecil membuatnya nyaris melompat.


"Pil kehidupan, pil internal, pil raga, pil purifikasi, kualitas sedang dan diatasnya...kami bersedia menukarnya dengan harta karun kalian!"


Semua yang ada disana saling menatap dan baru tersadar setelah seorang pemuda berlari dari arah mulut gua untuk memberitahu semua yang ada disana bahwa ada sebuah gerobak lewat di depan gua yang sedang mereka diami.


Pada sisi kanan dan kiri gerobak diapit oleh 2 anak berusia 12 tahun dan 2 pemuda. Saat ini mereka sedang ditahan oleh salah seorang rekan mereka.


"Bagaimana senior?" kata pemuda itu.


"Bagaimana? Tentu saja kita harus mendapatkan pil-pil itu!" kata pria itu kini dipenuhi semangat untuk hidup.



Mini teater



Xiaoleng: Astaga Xiaohan, kenapa tubuhmu bau gosong?



Xiaohan dan Xiaoqiu: Pfft, HAHAHA

__ADS_1


__ADS_2