Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Si Kembar


__ADS_3

"Sebelumnya aku ingin bertanya apakah Mei jie memiliki garis keturunan yang tak biasa?" kata Mu LIan penasaran.


"Aku...sebenarnya setengah Qinglong. Ibuku manusia dan ayahku adalah Qinglong," kata Meimei.


Mu Lian mengingat kembali buku yang pernah dibacanya. Buku tersebut terdiri beberapa jilid dan salah satu jilidnya mengandung semua pengetahuan dari dunia Zhongjian.


Dunia satu tingkat lebih tinggi dari dunia bawah. Dimana hanya ada kultivator tingkat pembentukan inti ke atas sajalah yang ada di sana.


Dunia itu dibagi menjadi lima wilayah yang masing-masing wilayahnya dipimpin oleh makhluk penjaga.


Makhluk penjaga tersebut adalah Qinglong (naga), Baihu (macan), Xuanwu (kura-kura berekor ular), Zhuque (burung vermilion) dan Kilin.


Ternyata Meimei berasal dari garis keturunan Qinglong. Fakta ini bisa menjelaskan semuanya. Mu Lian pun menceritakan asumsinya mengenai anak kembarnya.


Meimei memiliki setengah darah Qinglong menurut perhitungan genetika kemungkinan besar anak Meimei mewarisi darah Qinglong secara utuh adalah jika Meng Zhi merupakan seorang Qinglong murni.


Namun karena Meimei menikah dengan selain keturunan Qinglong maka anaknya akan memiliki kemungkinan mewarisi keturunan ayahnya yaitu burung bangau.


Seperempat darah Qinglong atau bahkan menjadi manusia biasa karena darah Qinglong bisa hilang sepenuhnya jika disatukan dengan darah Meng Zhi.


Pada kasus anak kembar Mei jie, anaknya yang tertidur lelap ini mewarisi darah ayahnya dan ajaibnya, saudara kembarnya mewarisi seperempat darah Qinglong.


Meski hanya seperempat, darah Qinglong akan lebih kuat dari keturunan burung bangau. Pada makhluk legenda dan makhluk penjaga, niendan sudah terbentuk sejak dari buaian ibu.


Nah, karena kakaknya memiliki darah lebih kuat, sang adik kesulitan dalam membentuk niendannya.


Tidak perlu khawatir karena sang adik dengan ajaibnya berhasil membentuk niendan dengan selamat.


"Aku merasakan aura kakaknya pada anak ini," kata Mu Lian mengelus kening anak Meimei yang terus tertidur.


"Jadi maksudmu, kakaknya membantunya membentuk niendan selama ini?" kata Meimei dengan mata berkaca-kaca. Mu Lian mengangguk.


Ketika di Bumi, Mu Lian banyak sekali melihat kasus dimana ketika bayi kembar lahir salah satu nya terlihat lebih kecil dibanding yang saudaranya.


Sedangkan anak kembar Meimei, selain memiliki kesadaran yang tinggi akan saudara kembarnya, sang kakak memiliki perasaan yang kuat satu sama lain.


Sang kakak pun berusaha menjaga dirinya agar tidak memonopoli semua nutrisi untuk dirinya sendiri dan membagi nutrisi tersebut kepada adiknya yang hanya bisa tertidur ini.


Sehingga tak hanya biendannya saja yang mampu membentuk dengan sempurna melainkan tubuh nya pun dapat berkembang dengan baik.


Perbedaan antara kakak dan adik yang lahirnya berbeda beberapa detik ini hanya berbeda sedikit. Beberapa cm saja.


Sejak masa kehamilan, Meimei pun sebenarnya sudah bingung karena perutnya tidak terlalu 'berisik' padahal dihuni oleh sepasang bayi kembar.


Ternyata salah satu anak kembarnya sedang berjuang membentuk niendan. Untungnya, sang kakak perhatian dan membantu adiknya agar bisa membentuk niendan dengan sempurna.


"Aku tidak merasakan ada masalah pada kondisinya untuk saat ini. Denyut nadi, napas semuanya menunjukkan bahwa organ dalamnya pun berfungsi normal.


Aliran chinya pun normal. Mungkin anak ini tidur untuk menyimpan energinya demi membangun niendan selama ini," kata Mu Lian melanjutkan,

__ADS_1


"Sebaiknya kita menunggu kakek. Siapa tahu kakek mengetahui sesuatu yang tidak ku ketahui,"


Meimei terlihat lebih rileks setelah mendengar penjelasan Mu Lian. Ia menggendong anaknya yang dari tadi merengek karena ingin makan lagi.


Tiga puluh menit kemudian, Mu Haocun datang juga dengan diikuti Xiaobao dan Xiaohua. Teh serta masakan yang dibutuhkan Meimei untuk pulih dihidangkan saat itu juga.


Melihat anak sulungnya tertidur pulas di sebelah adiknya sambil menggenggam tangan adiknya, Meimei pun makan dengan lahap.


Apalagi setelah mendengar penjelasan dari Mu Lian sejalan dengan apa yang dijelaskan oleh Mu Haocun. Mu Lian sepertinya semakin lihai dalam mendiagnosis.


"Untuk melihat jangka waktunya mungkin aku bisa memanggil juejiang," kata Mu Haocun.


"Pfft," Meimei refleks menyemburkan air tehnya. Xiaobao yang saat itu sedang mengambil piring-piring kotor di depan Meimei menjadi korbannya.


"Oh, tak masalah. Jangan melihatku dengan tatapan seperti itu. Kedua anak ini cucu ku juga," kata Mu Haocun dengan tatapan penuh kasih sayang.


Mu Haocun sudah memutuskan, Meimei hanya bisa mengamati Juejiang muncul dengan riang. Suasana di kamar pun menjadi meriah, Mu Lian sampai harus mengingatkan juejiang untuk tak berisik nanti anak kembar Meimei bangun.


Xiaobao dan Xiaohua hanya bisa menatap juejiang dengan mulut terbuka.


...


"Ini anaknya?" kata Xiaobai mengamati bayi yang terlelap di kamar yang telah disusun senyaman mungkin. Kamar tersebut dibuat hangat oleh alat ajaib.


Bayi itu tidur terlentang di lautan kain yang terlihat hangat. Wajahnya sangat damai, tanpa beban. Dadanya naik turun dengan teratur.


Jika tidak melihat dadanya yang naik turun, Xiaobai mengira bayi itu hanya boneka. Karena selain gerakan yang menunjukkan bayi itu bernapas tidak ada pergerakan lain yang signifikan.


Alasannya adalah Mu Lian membutuhkan pohon misterius untuk membantunya mengontrol aliran chi di dalam gerobak.


Mu Lian butuh aliran chi yang sangat kuat agar dapat memenuhi kebutuhan bayi yang terbaring tak berdaya di hadapannya ini.


Karena bayi ini tidak bisa bangun apalagi disusui, bayi ini harus diberi nutrisi secara alternatif. Yaitu langsung menggunakan chi murni. Benar-benar dari alam bukan dari Mu Lian maupun Mu Haocun yang memiliki chi tak kalah murni.


Mu Lian merasa bersalah apalagi setelah berjanji untuk tidak lagi menggunakan pohon misterius. Sedangkan Xiaobai langsung mengijinkan karena mengetahui bahwa jika digunakan hanya sebagai medium untuk menyerap chi dari luar gerobak, Mu Lian sama saja seperti tidak menggunakan pohon misterius.


Saking besarnya potensial pohon misterius, hal yang akan dilakukan Mu Lian ini seperti tetesan air di tengah samudra. Sama sekali tidak berarti apa-apa.


Keesokan paginya, tanpa pengawasan Xiaobai, itu pun karena Xiaobai mempercayai Mu Lian sepenuhnya Mu Lian pun mulai menggerakkan pohon misterius.


Orang-orang yang sedang berkegiatan seperti biasanya melihat sebuah pohon besar keluar dari atap gerobak sama seperti ketika pertama mereka tiba di Gua Sejati.


Mu Lian pun sempat diundang ke pertemuan ketua-ketua kelompok karena banyak yang ingin bertanya mengenai pohon tersebut.


Namun setelah mendengar penjelasan dari Mu Lian, bahwa pohon itu dibutuhkan untuk mengontrol aliran chi di dalam gerobak semuanya pun tenang seperti sedia kala.


Berbeda dengan diluar, di dalam gerobak, ada dua atau tiga orang dari selusin wanita hamil yang mulai mengalami kobaran.


Mu Lian membantu sesuai dengan kemampuannya, jika lelah dia beristirahat. Ia harus memilih diantara wanita-wanita itu atau anak Meimei yang sudah seperti adiknya sendiri. Dan Mu Lian memilih anak Meimei.

__ADS_1


Jerit kesakitan terdengar hingga sepenjuru gerobak membuat suasana mencekam. Anak-anak kelihatan gelisah dan banyak yang mulai bermimpi buruk, mimpi mereka berkaitan dengan masa lalu kelam mereka.


Melihat situasi menjadi tak terkendali, Mu Haocun memutuskan untuk meletakkan alat ajaib agar suara-suara tidak terdengar ke sepenjuru gerobak. Memang terlihat kejam, Mu Haocun seperti mengisolasi wanita-wanita tersebut.


Namun sejak pertama menawarkan tempat untuk wanita-wanita itu merawat diri mereka selama kehamilan, Mu Haocun menyuruh Mu Lian tidak memberi janji. Tidak ada kepastian untuk nasib mereka, seharusnya mereka tahu itu.


Seminggu berlalu tanpa terdengar suara jerit kesakitan lagi. Anak-anak kembali berkegiatan seperti biasanya namun terlihat sekilas trauma masa lalu mereka yang kadang muncul ke permukaan.


Pelajaran membantu mereka mengobati trauma tersebut, seperti yang pernah Xu Ke katakan, hanya waktu yang dapat menyembuhkan trauma anak-anak.


Dan dengan menjadi kuat serta berwawasan luas, anak-anak itu memiliki alat untuk menjaga diri mereka dari dunia luar. Selain itu tentu saja untuk belajar menerima serta mencintai diri mereka sendiri.


Masalah anak-anak sepertinya bisa diselesaikan oleh mereka sendiri. Yang membuat Mu Lian heran adalah wanita-wanita itu mengalami kobaran lebih cepat dari perkiraan Mu Haocun. Mungkin karena terpengaruh dengan perubahan drastis di dalam gerobak.


Aliran chi menjadi sangat kuat dan pekat setelah Pohon misterius muncul di permukaan Gua Sejati dan menjadi medium untuk mengalirkan chi ke dalam gerobak.


Wanita-wanita itu kehabisan waktu, begitu pula dengan Mu Lian. Namun Mu Lian tidak memaksakan diri lagi. Ia sudah memilih.


Sebulan kemudian.


Mu Lian menatap langit-langit kamarnya. Pikirannya dipenuhi dengan anak Meimei yang akan terus tertidur selama kurang lebih dua tahun, menurut perkiraan juejiang dan wanita-wanita hamil yang sedang mengadu nasib tak jauh dari kediamannya.


Mu Lian menatap sekeliling ruangan yang serasa lebih kosong karena semalam Xiaobai tidak pulang.


"Kemana anak itu..." kata Mu Lian lirih.


Mu Lian merasa lelah dengan semua kegiatan yang ada, untung saja ia tidak menambah beban kerjanya. Meski dalam lubuk hati yang paling dalam, Mu Lian masih merasa bersalah kepada orang-orang yang gugur saat sedang melakukan eksplorasi.


Begitu pula dirasakannya kepada wanita-wanita yang sedang mengalami kobaran itu. Namun apa daya, Mu Lian hanya manusia. Jika ia bersikeras melakukan semuanya sendirian dan tanpa menimbang-nimbang akibat untuk dirinya sendiri, Mu Lian sendiri bisa hancur.


Mu Lian menepis rasa bersalah yang menggelayuti tubuhnya, memaksanya untuk enggan bangun dan melakukan kegiatannya seperti biasa.


Mu Lian buru-buru keluar kamar dan melintasi pekarangan kediamannya, menuju Gedung Pertemuan Utara.


Tiba-tiba, sekelebat bayangan putih menabrak wajahnya. Sensasi empuk dan halus yang sangat dirindukannya itu terasa di seluruh wajah Mu Lian.


"Lian jie!" seru Xiaobai buru-buru menariknya masuk lagi ke pekarangan kediaman Mu Lian.


"Ada apa?" kata Mu Lian.


"Aku tahu! Aku tahu apa yang harus kita lakukan!"


"Oke, bisakah bicaranya pelan-pelan? Nah bagus, ceritakan apa yang kau maksud barusan,"


"Jadi..."


Xiaobai tidak bisa memberitahu informasi yang didapatkannya secara menyeluruh karena hukum dunia ini sudah mulai mengekangnya.


Xiaobai hanya bisa mengarahkan Mu Lian kepada solusi yang di temukannya. Untungnya Mu Lian menangkap dengan cepat petunjuk-petunjuk dari Xiaobai dan berhasil memecahkan teka-teki tersebut.

__ADS_1


"Astaga, ternyata resep itu bisa digunakan seperti ini," gumam Mu Lian.


__ADS_2