
"Hmm? Dimana ini?" gumam Mu Lian.
Ingatan terakhirnya adalah Mu Lian menunjukkan tanaman-tanaman yang dikumpulkannya bersama Ling Zizhou, Xu Jing dan Xu Ke kepada Mu Haocun.
"Oh iya, setelah itu aku tidur. Aku lupa ini adalah negeri mimpi yang sering kulihat," kata Mu Lian mengehembuskan napas panjang.
Setiap kali dirinya masuk ke negeri mimpi ini, Mu Lian selalu dalam kondisi bingung. Setelah mencoba mengingat-ingat kembali barulah dirinya bisa tenang.
Pemandangan yang akhir-akhir ini selalu dilihatnya; padang rumput menghampar sejauh mata memandang, langit biru tanpa awan dengan angin sepoi-sepoi yang membuat Mu Lian mengantuk, dan tanaman-tanaman herbal yang sangat akrab baginya melayang disana-sini.
Kondisi menenangkan tersebut mendorong Mu Lian untuk melakukan meditasi. Dan anehnya, Mu Lian merasakan bahwa dirinya lebih mudah berkonsentrasi di negeri mimpi dibandingkan di luar sana.
Meditasinya jauh lebih efektif dibandingkan di luar sana. Perasaan akan menghancurkan dinding tak kasat mata pun jauh lebih mudah Mu Lian rasakan, seperti yang dirasakannya saat ini.
...
"Selamat pagi," sapa Mu Lian.
Tangan Ling Zizhou berhenti mengaduk tumisan di dalam wok. Mu Lian heran kenapa Ling Zizhou tidak segera membalas sapaannya,
"Hei? Kau baik-baik saja?" tanya Mu Lian.
"Ah, i-iya. Selamat pagi," jawab Ling Zizhou merasakan kejanggalan pada aura Mu Lian.
Ling Zizhou sering melihat Mu Lian bermeditasi ketika latihan lapangan sore hari. Namun auranya tidak sekuat ketika Mu Lian baru saja bangun pagi-pagi.
Hal tersebut masih menjadi misteri baginya hingga saat ini. Hendak memastikan dugaannya, Ling Zizhou pun lebih memperhatikan Mu Lian saat latihan lapangan sore hari.
Dan dugaannya tepat, aura Mu Lian tidak sekuat pagi tadi. Ling Zizhou terus memikirkan misteri tersebut hingga pertemuannya dengan Xu Jing.
"Hei, tidak biasanya kau membiarkanku menang," kata Xu Jing sambil mengamati Ling Zizhou yang terus terlihat sedang melamun padahal saat ini dirinya sedang melakukan hukumannya.
Ling Zizhou sedang mencukur bulu-bulu kakinya menggunakan belati milik Xu Jing. Bulu-bulu kaki adalah kebanggaan bagi para pria, mencukur habis bulu-bulu tersebut sama saja seperti mencukur habis harga diri mereka.
Namun tak ada reaksi yang ditunjukkan oleh Ling Zizhou saat ini. Hal tersebut membuat Xu Jing jengkel karena tidak bisa melihat wajah kesal Ling Zizhou.
"Hmm? Kau hanya beruntung saja hari ini. Ngomong-ngomong, kau percaya tidak jika seseorang terasa lebih kuat saat orang tersebut baru bangun tidur?" kata Ling Zizhou sambil melirik ke arah Mu Lian yang sedang mengamati tanaman dengan bola bulu di kepalanya.
Ling Zizhou memastikan agar Mu Lian tidak mendengar pembicaraannya dengan Xu Jing. Matanya bertemu dengan Xu Ke, membuat Ling Zizhou buru-buru mengalihkan tatapannya.
"Baru bangun tidur? Itu aneh sekali, eh tapi aku pernah mendengar bahwa meditasi itu bisa dalam bentuk apa saja. Metode tak lazim tersebut biasanya hanya digunakan orang-orang tertentu yang jumlahnya sedikit, hanya bisa dihitung jari," kata Xu Jing.
"Metode tak lazim yah. Apa lagi itu? Sudahlah, bikin pusing saja," kata Ling Zizhou.
Bukan sifatnya untuk memikirkan sesuatu matang-matang. Bertindak impulsif adalah gayanya jadi Ling Zizhou pun fokus pada kakinya saat ini.
"..." (Ling Zizhou)
Ling Zizhou tertegun mendapati kedua kakinya sudah 'botak'. Kemudian melihat bulu-bulu yang bergeletakan di pinggir-pinggir kakinya.
"Oh? Reaksimu lambat sekali," kata Xu Jing menyeringai.
"@&%$#%%! XU JING B*NGS*AT!!"
"BWUAHAHAHA"
Ling Zizhou mengejar Xu Jing sambil menghunuskan belati ke arah Xu Jing. Mu Lian menoleh ke arah kedua pemuda yang mulai berisik itu.
"Malam sudah semakin larut, sebaiknya kita kembali," kata Mu Lian sambl memasukkan panennya malam itu ke dalam kantung dimensional.
"En," kata Xu Ke mengantar Mu Lian pulang.
Di perjalanan pulang, Mu Lian mendiskusikan rencana perjalanan mereka besok. Xu Ke menyatakan bahwa lokasi yang bisa mereka eksplor semakin sedikit, kebanyakan sudah mereka eksplor.
Lokasi yang Xu Ke maksud adalah lokasi di dalam perisai tak kasat mata serta perlindungan alat-alat ajaib. Kecuali kalau Mu Lian ikut dalam eksplorasi yang diadakan setiap bulan dengan lokasi cukup jauh.
"Aku tidak tahu, kakek...apakah kakek akan mengijinkanku. Tapi untuk sementara ini mungkin aku akan menjalani kultivasi tertutup. Terimakasih sudah mau repot-repot mengantar," kata Mu Lian berpamitan sebelum menghilang ke dalam gerobak.
__ADS_1
Xu Ke terus tersenyum hingga Mu Lian menghilang dari pandangannya kemudian senyumnya berubah menjadi senyum kecut.
"Pasti Xu Jing bakalan kecewa mendengar kabar ini," gumam Xu Ke.
Dan benar saja, Xu Jing tampak sedikit kurang sehat setelah mendengar kabar tersebut. Xu JIng nampak melamun seharian penuh sebelum akhirnya Ling Zizhou kehilangan semangat untuk bertaruh dengannya lagi.
"Kau ini kenapa sih?!" kata Ling Zizhou. (Translate:Apa kau baik-baik saja?)
"Hmm?" kata Xu Jing, matanya tidak fokus.
"Tuh kan! Kalau penyakitan kenapa keluar segala sih bukannya di rumah saja?!" kata Ling Zizhou. (Translate: Kau sakit. Pulang dan istirahat saja)
"Sakit? Sakit apa? Aku sehat walafiat kok. Entahlah aku juga tidak tahu kenapa," kata Xu Jing.
"Kok gitu sih?! Tubuh, tubuhmu kok sampai tidak tahu apa yang salah pada tubuhmu sendiri?!" kata Ling Zizhou. (Translate: Jangan begitu. Periksakan tubuhmu kalau tidak tahu. Kau harus menyayangi dirimu sendiri)
Xu Jing hanya diam. Tidak mendapat reaksi dari Xu Jing, Ling Zizhou pun membawa kekesalannya hingga keesokan paginya.
Masakannya jadi sedikit kacau karenanya. Rasanya terlalu manis, ada yang terasa hambar dan lain sebagainya.
Saat ditanya Mu Lian ada apa sebenarnya, Ling Zizhou pun menceritakan keadaan Xu Jing. Mu Lian mendiagnosis Xu Jing hanya kelelahan dan memberikan ter herbal yang diracik khusus untuk kondisi Xu Jing.
Dan untungnya, setelah mendapatkan teh herbal yang diracik sendiri oleh Mu Lian, Xu Jing pun kembali seperti biasanya.
Hari-hari pun berjalan seperti biasanya. Enam bulan berlalu begitu saja semenjak Mu Lian dan yang lain terperangkap di dalam Gua Sejati.
Dan mulai sebulan yang lalu, Du Luhan serta ketua sekte yang lain bersama-sama memutuskan untuk mengadakan pesta penyambutan kelompok eksplorasi.
Sehingga pada bulan keenam ini, mereka pun mengadakan kembali pesta penyambutan, undangan telah dibagikan, persiapan telah dilakukan sejak 2 hari yang lalu.
Mendadak adalah kesenangan mereka jadi tidak ada yang mau repot-repot mengubah kebiasaan tersebut.
Yang membuat Mu Lian terkejut adalah kemunculan Meimei dan Meng Zhi di Gudang Pertemuan Utara saat sarapan. Keduanya terlihat sangat ceria dan melepas rindu dengan semuanya.
"Lian'er! Astaga kau semakin...manis. Sini, aku sangat merindukanmu. Rasanya sudah sangat lama kita tak jumpa," kata Meimei berusaha menghindari topik tinggi badan.
"Ahem, Mei jie? Ah, iya. Aku Juga merindukanmu," kata Mu Lian membalas pelukan Meimei.
"Mei jie hebat, lama tidak muncul kultivasinya meningkat pesat sekali," kata Mu Lian. Semuanya diam. Mengerti dirinya salah bicara Mu Lian pun segera mengalihkan topik.
"Oh, iya. Ada undangan pesta penyambutan kelompok eksplorasi, acaranya akan diadakan malam ini," kata Mu Lian.
"Mereka sudah mulai eksplorasi lagi? Semangat sekali! Sini, coba ceritakan kejadian disaat aku tidak ada," kata Meng Zhi kepada Ling Zizhou.
"Aduh, aku sibuk," kata Ling Zizhou yang tidak bisa lepas dari kuncian maut meng Zhi. Mau berusaha sekeras apapun, Ling Zizhou tetap tidak bisa lepas dari Meng Zhi.
"Fufu, Zhi ge. Ah Zhou itu sibuk dengan teman mainnya," kata Mu Lian membuat Meimei dan Meng Zhi semakin tertarik mendengar cerita Ling Zizhou.
Ling Zizhou pun harus duduk seharian di Gedung Pertemuan Utara untuk menceritakan kejadian apa saja yang Meimei dan Meng Zhi lewatkan. Ling Zizhou dilepaskan ketika pesta penyambutan sebentar lagi dimulai.
Sedangkan, Mu Lian, Xiaobao, Xiaohua, Xiaoleng, Xiaojia, Xiohan dan Xiaoqiu sudah pergi keluar untuk membantu persiapan acara setelah selesai makan siang.
Karena hari itu spesial, Mu Haocun mempersingkat durasi belajar anak-anak dan meniadakan latihan lapangan. Setidaknya mereka harus membantu tetangga-tetangga mereka mempersiapkan acara.
"Kakak cantik, ini kendinya!" kata Xiaohan sambil menyerahkan kendi-kendi berisi sari buah-buahan kepada seorang wanita cantik.
"Kakak, apa benar cara memasangnya seperti ini?" kata Xiaoqiu dengan nada sok imut kepada seorang wanita cantik juga.
"..." (Mu Lian)
Xiaohan dan Xiaoqiu terlihat lebih hiperaktif daripada biasanya diantara wanita-wanita cantik. Wanita-wanita tersebut merupakan anggota dari kelompok gosip serta pencari resep masakan Mu Lian.
Kakak-kakak cantik itu memang menyukai sesuatu yang imut-imut makanya mereka langsung menyukai Xiaohan dan Xiaoqiu.
Padahal biasanya, Mu Lianlah yang menjadi bulan-bulanan kakak-kakak cantik itu. Ups, sepertinya Mu Lian terlalu cepat mengambil kesimpulan karena tak lama, perhatian kakak-kakak cantik itu beralih kepada Mu Lian.
"Nona Lianlian!"
__ADS_1
"Nona Lianlian"
"Ah, nona, cuteness overload!"
"Seperti biasa, nona Lianlian anggun seperti bidadari,"
Dengan sangat cepat, Mu Lian dikelilingi kakak-kakak cantik tersebut, membuat Xiaohan dan Xiaoqiu tertegun.
"Aiya, Lian jie populer sekali!" kata Xiaoqiu.
"..." (Xiaohan)
Untungnya Xu Jing menenangkan massa dan mengingatkan bahwa acara harus dimulai dalam 8 jam lagi sehingga semuanya kembali menyelesaikan tugas masing-masing.
"Errr, Xu Jing. Mu kemana tadi? Aku ikut denganmu saja," kata Mu Lian karena hendak menjelaskan mengapa Ling Zizhou tidak bisa menemaninya sejak tadi pagi.
"Boleh! Sini, kita cek bahan-bahan masakan," kata Xu Jing mulai berjalan menyebrangi pohon di sebelah.
"Sebenarnya aku mau bilang alasan Ah Zhou tidak menemuimu tadi pagi. Zhi ge telah menyelesaikan kultivasi tertutupnya sehingga Ah Zhou ditahan untuk menceritakan kejadian yang dilewatkan Zhi ge selama ini," kata Mu Lian.
"Benarkah?! Wah aku sudah tak sabar ingin bertemu dengannya! Apa Zhi ge akan ikut dalam pesta penyambutan?" tanya Xu Jing. Mu Lian mengangguk.
Xu Jing pun terlihat lebih bersemangat menantikan pertemuannya dengan Meng Zhi. Dia membawa Mu Lian mengecek gudang penyimpanan bahan makanan gabungan, yang khusus dibangun untuk kepentingan bersama.
Dan berguna untuk acara-acara seperti ini. Jadi hasil berburu serta mengumpulkan bahan makanan saat eksplorasi dibagi menjadi dua, satu disimpan untuk kelompok masing-masing satu lagi disimpan di gudang penyimpanan gabungan.
"Ah Jing!" kata seorang pemuda bertubuh jangkung.
"Apa ada yang kurang?" kata Xu Jing memastikan apa ada yang kurang. Kalau ada kelompoknya akan mendonasikan sebagian dari gudang privat kelompok mereka.
"Ada beberapa..." pemuda itu menyebutkan apa saja yang kurang kemudian membawa Mu Lian kembali ke kediaman klan Xu untuk membawa kekurangan tersebut.
Karena terlanjur mengikuti Xu Jing, Mu Lian pun mengikutinya sampai tugas Xu Jing mengantar bahan selesai. Hal tersebut Mu Lian lakukan untuk menghibur Xu Jing yang tidak bisa menemui sahabatnya sejak pagi.
Sepanjang siang, Mu Lian menemani Xu Jing hingga akhirnya, ketika acara sebentar lagi dimulai, Ling Zizhou datang bersama Meimei dan Meng Zhi.
Ling Zizhou terlihat seperti siswa yang baru saja selesai mengerjakan ulangan, cahaya di matanya redup dan terlihat sangat lemas.
Dan baru kali ini, Ling Zizhou gembira bertemu dengan Xu Jing. Ling Zizhou segera bergabung dengan Mu Lian dan Xu Jing.
"Itukah teman mainnya Ah Zhou?" kata Meimei.
"Anak anjing yang lucu. Setuju! Aku menyetujui pertemanan mereka!" kata Meng Zhi.
"..." (Meimei)
"Ah, Senior Meng!"
Baru saja Meng Zhi selesai menyatakan kesetujuannya terhadap pertemanan Ling Zizhou dengan Xu Jing, semua yang ada di sana menyadari kedatangan Meng Zhi dan menghampirinya.
Tak lupa memberi salam juga kepada Meimei, pasangan dao Meng Zhi. Bagi kelompok yang datang dari sekte dunia Zhongjian, mereka tak asing lagi dengan pasangan dao yang ada di hadapan mereka ini.
Meng Zhi pun tak bisa kabur dari orang-orang yang bersemangat menyapanya. Setidaknya ada satu jam Meng Zhi mengobrol dengan orang-orang tersebut sebelum akhirnya Du Luhan menyuruh memulai acara penyambutan.
"Aduh, kenapa aku tiba-tiba bodoh begini?! Maklum, berada di depan legenda membuatku salah tingkah, baiklah kita mulai saja acaranya!" kata seorang pria paruh baya beralis tebal.
Bordiran di lengan pakaiannya yang terbuat dari benang perak menunjukkan gambar harimau yang sangat gagah. Xu Jing menjelaskan bahwa sekte pria paruh baya ini merupakan pengikut klan Baihu.
"Jangan mengatakan apa yang ingin kukatakan!" kata Ling Zizhou jengkel. Xu Jing hanya tersenyum.
Untungnya, Ling Zizhou tidak mulai kejar-kejaran dengan Xu Jing. Keduanya segera berpencar untuk melihat siapa yang bisa menyicipi semua masakan pedas yang ada di pesta ini tanpa minum sedikitpun.
Mu Lian bergabung dengan Meimei yang berhasil keluar dari pusat perhatian massa, meninggalkan Meng Zhi untuk menghandle nya sendirian. Keduanya pun menikmati makanan yang ada dan menikmati suasana ceria malam itu.
Pesta penyambutan dimulai sejak bunga penanda matahari tenggelam bermekaran dan selesai setelah menyambut serta menjamu kelompok eksplorasi yang berhasil pulang dengan selamat.
Inti dari acara malam itu adalah mensyukuri kelompok eksplorasi yang berhasil pulang dengan selamat. Tidak peduli mereka berhasil membawa pulang bahan makanan atau tidak.
__ADS_1
Sayangnya, tujuan penyambutan malam itu tidak tercapai karena setelah ditunggu hingga bunga yang menunjukkan waktu tengah malam bermekaran, kelompok eksplorasi belum terlihat juga.