Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Kondisi aneh


__ADS_3

"Aku akan memeriksa secara menyeluruh seperti permintaan anda sekalian, tapi tetap saja aku ingin melihat keadaan yang terluka," kata Mu Lian.


"Kalau nona memaksa, silahkan ikuti kami," kata Du Luhan.


"Aku akan mengikuti dari belakang," kata Mu Lian.


Du Luhan dan Xu Tian berlari secara kompak tanpa kendala. Mu Lian mengangguk puas setelah melihat keduanya kompak meski rival.


"Anda berdua sangat kompak meski saling mengakui sebagai rival satu sama lain," kata Mu Lian tersenyum. Du Luhan dan Xu Tian pun sama-sama terpeleset karena salah mendarat.


"..."


"Ayo. Kenapa diam saja? Dimana anda merawat orang-orang yang terluka?" kata Mu Lian.


Du Luhan dan Xu Tian melanjutkan perjalanan dalam diam. Keduanya sama-sama sepakat untuk tetap diam.


Mu Lian di bawa ke rumah pohon yang relatif baru, wangi-wangi segar kayu masih tercium dan getah yang digunakan untuk mengecat rumah kayu masih belum kering sempurna.


Getah-getah tersebut bertujuan untuk mengusir serangga dan menyembunyikan keberadaan mereka dari makhluk buas.


Ukuran rumah tersebut sangat besar dan luas, dan banyak yang berlalu lalang membawa olahan kulit pohon yang berfungsi sebagai perban, dan tanaman herbal yang berfungsi sebagai penahan sakit dan peredam gejala.


Mu Lian ingat bahwa tanaman tersebut bisa dikonsumsi tanpa perlu diolah terlebih dahulu. Solusi cepat apabila tidak memiliki pil.


"Kalian kehabisan pil? Sayangnya, beberapa hari ini kami belum bisa menjual pil karena harus beristirahat beberapa hari lagi," kata Mu Lian mengingat kondisinya saat ini belum fit.


"Tidak masalah, silahkan beristirahat sebanyak-banyaknya. Semenjak berevolusi, banyak sekali daun tiga kelopak yang bertumbuhan. Meski begitu, kami juga mengambil tanaman yang paling unggul untuk kemudian dikembangbiakkan di sini," kata Xu Tian.


Pertama-tama Mu Lian dibawa ke dahan di atas rumah pohon besar tersebut, dimana disediakan rumah pohon khusus untuk membudidayakan daun tiga kelopak.


Daun tiga kelopak bisa langsung diletakkan di permukaan dahan, nanti akar-akarnya yang meruncing langsung menggali kedalam dan memposisikan diri.


Akar daun tersebut hanya bergerak jika didekatkan dengan sesama tumbuhan saja, jadi meski akar-akarnya terlihat sedikit mengerikan, sangat aman dipegang manusia.


Mu Lian melihat tumbuhan yang menyerupai daun klover, yang sering disebut-sebut sebagai daun keberuntungan.


Warna daunnya hijau toska dan ukurannya sebesar jari kelingking. Ada bintik-bintik di bawah kelopak daunnya.


Setelah puas mengamati daun tiga kelopak, Mu Lian diantarkan ke ruangan khusus pasien rawat intensif.


Mereka harus dirawat intensif karena tidak bisa di treatment menggunakan pil. Berada dalam kondisi tidak membaik tapi tidak menurun juga.


Yang terlihat dari luar hanyalah orang-orang yang sedang tertidur pulas. Padahal Mu Lian tidak merasakan adanya aliran chi dari orang-orang yang jatuh koma itu.


Seperti ada yang memblokir dantian orang-orang tersebut dari dunia luar. Bahkan ada beberapa orang juga yang mengalami kondisi sangat aneh, kondisi ini menarik perhatian Mu Lian sehingga Mu Lian melepas kalung ajaib yang terkalung di lehernya.


Xu Tian dan beberapa orang yang ada disana terpengaruh oleh aura Mu Lian yang keluar bebas. Du Luhan hanya memandang aneh XU Tian dan orang-orang tersebut.


"Hei, ada apa denganmu?" kata Du Luhan. Xu Tian hanya diam sambil memejamkan mata.

__ADS_1


"Ah, maaf. Aku harus melepas kalung ini agar bisa mengerahkan energi spiritualku. Kalau bisa, aku minta tolong untuk merahasiakan ini ya Senior Xu," kata Mu Lian.


Namun Mu Lian yakin bahwa dia tidak mungkin bisa menutupi jati dirinya sebagai mutiara semesta.


Yang pertama, auranya sangat kuat. Yang kedua, Mu Lian harus melepas pasang kalung ajaib untuk menggunakan energi spiritualnya secara bebas. Selama ini tidak ada kalung ajaib yang mampu bertahan terpapar dengan energi spiritual Mu Lian.


Ketika Mu Lian melihat Xu Tian menggeleng, Mu Lian pun tidak terlalu memikirkannya. Bagaimanapun juga kondisinya memang sulit untuk disembunyikan.


Awalnya, Du Luhan tidak percaya bahwa Mu Lian adalah mutiara semesta namun melihat Xu Tian dan yang lain menatap Mu Lian seperti menatap harta berharga, Du Luhan pun hanya menggumamkan 'kau bercanda'.


"Tidak bercanda. Nah sekarang, aku ingin meminta ijin kepada kalian untuk menggunakan indera spiritual, kata Mu Lian tanpa berbasa-basi mengerahkan indera spiritualnya untuk memeriksa pasien-pasien secara menyeluruh.


"!"


Mu Lian hanya mengerahkan endera spiritualnya di dalam ruangan saja sehingga hanya orang-orang yang ada di dalam ruangan saja yang heboh ketika merasakan energi spiritual Mu Lian yang sangat kuat.


"Gila! Kau merasakannya?"


"Lihat bulu kudukku sampai berdiri,"


Orang-orang ada di luar sedikit bingung karena mendengar kebisingan dari ruang intensif. Namun Xu Tian segera memberitahu orang-orang yang ada diluar ruangan agar tidak memasuki ruangan dulu.


Karena saat ini, Mu Lian sedang mengeluarkan jarum super tipisnya dan megoperasikannya dengan telekinesis.


Mu Haocun mengajarkannya agar menggunakan jarum-jarum ini apabila Mu Lian ingin melihat kondisi tubuh pasien dalam sudut pandang paling kecil, yaitu jaringan-jaringan hingga sel-sel terkecil.


Mu Lian mengerahkan energi spiritualnya yang berbentuk sulur-sulur, memeriksa pasien pertama. Setelah mempelajari memanipulasi energi spiritual tingkat lanjut, Mu Haocun berpesan agar Mu Lian sering menggunakan tehnik tersebut.


"Aneh.." gumam Mu Lian.


Dengan melapisi jarum-jarum tipis itu menggunakan chi miliknya, Mu Lian memeriksa saluran khusus chi yang terhubung langsung dengan dantian seseorang.


Mu Lian memeriksa secara mendetail bahkan sampai ke meridian-meridian paling penting. Dan ada beberapa orang yang meridiannya terblokir sesuatu seperti jaring laba-laba. Namun jaring-jaring tersebut sedikit lebih padat dan terbuat dari kumpulan kristal.


Mu Lian terlalu asik memeriksa pasien sehingga tidak menyadari kedatangan Ling Zizhou dan Meng Zhi.


"...kami bersumpah atas nama leluhur kami, kami akan membawa rahasia ini sampai kuburan," suara Du Luhan sayup-sayup terdengar.


"Loh? Zhi ge? Ah Zhou? Oh iya kalian membantu menjemput orang-orang yang pulang latihan ya, aku lupa," kata Mu Lian.


"Kamu ini ceroboh sekali," kata Ling Zizhou melirik ke arah Xu Tian dan Du Luhan.


"Oh, maksudmu ini? Aku tidak bisa memeriksa pasien dengan leluasa jika masih memakai kalung. Lagipula, aku tidak bisa selamanya menyembunyikan kondisiku. Sewaktu-waktu kalung ini rusak lagi, bagaimana?" kata Mu Lian.


"Lian'er benar. Tapi, jangan sembarangan mengungkap kondisimu ya. Ah Zhou hanya khawatir, aku pun begitu," kata Meng Zhi melanjutkan, "Bagaimana keadaan mereka?"


Mu Lian menjelaskan apa yang ditemukannya. Hingga saat ini Mu Lian menjelaskan akan mengamati sesuatu yang memblokir meridian pasien-pasien tersebut selama beberapa hari ke depan.


Selagi dirinya beristirahat dari aktivitas berat seperti membuat pil, Mu Lian masih bisa mengamati pasien-pasien tersebut.

__ADS_1


"Aku akan mendiskusikan ini dengan kakek. Mudah-mudahan ada solusinya saat aku bisa mulai membuat pil lagi," kata Mu Lian kemudian pamit pulang.


Du Luhan dan Xu Tian mengantar Mu Lian sampai depan rumah pohon. Ketika Mu Lian dan yang lain cukup jauh, Du Luhan menoleh ke arah Xu Tian dan berkata, "Aku tidak salah dengar kan, kalau nona Lianlian bilang bahwa dialah yang membuat pil-pil itu?"


"Kau mendengarnya? Aku kira aku salah dengar," gumam Xu Tian. Satu misteri lagi terungkap.


Mu Lian meninggalkan rumah pohon dengan tergesa-gesa, menghiraukan Xu Jing yang membuntutinya hingga ke depan portal.


Setibanya di depan gerobak, Mu Lian melambaikan tangan ke arah mata-mata Hong Bai pada puncak pohon tak jauh dari gerobak kemudian memasuki gerobak.


Karena malam sudah cukup larut dan anak-anak sudah pada tidur, Mu Lian bisa berdiskusi dengan Mu Haoucun sampai pagi.


Kesimpulan sementara yang didapatkan dari diskusi tersebut adalah menunggu hasil pengamatan selama beberapa hari ke depan.


Selain mengamati kondisi pasien-pasien, Mu Lian juga mulai membiasakan diri dalam kultivasi lagi. Tidak kembali melakukan kultivasi secara sekaligus melainkan sedikit demi sedikit.


Setiap hari Mu Lian melakukannya dengan durasi yang singkat. Baru kemudian ditambahkan lagi hingga durasi yang sering Mu Lian gunakan seperti biasanya.


Sesekali, Mu Lian juga menonton Ling Zizhou berlatih dengan Master Yi dan Meng Zhi. Latihan tersebut bisa dibilang sangat kacau.


Ling Zizhou harus mengendalikan aura Asuranya agar Meng Zhi tidak terluka sedangkan Meng Zhi harus mengendalikan chi miliknya agar aura Asura Ling Zizhou tidak menyerang dirinya.


"Tunggu Zhi ge! Nah sudah," kata Ling Zizhou.


"Eh! Jangan banyak-banyak, aura mu menyakitkan tahu!" kata protes Meng Zhi.


"Jangan banyak bicara! Rasakan alirannya!" tegur Master Yi.


Mu Lian hanya menggeleng. Apa boleh buat, dirinya pun belum bisa memberikan solusi yang tepat untuk Ling Zizhou dan Meng Zhi.


Sedangkan untuk Xu bersaudara yang berlatih tak jauh dari Mu Lian, meningkat dengan pesat setelah diberi arahan oleh Mu Lian.


Waktu itu Mu Lian secara tidak sengaja menemukan kekurangan dari kultivasi Xu bersaudara kemudian secara cepat menemukan apa masalahnya.


Xu Jing, yang sangat candu merasakan peningkatannya, segera menyarankan untuk berlatih di dekat Mu Lian. Siapa tahu, Mu Lian secara tidak sengaja menemukan solusi untuk mempercepat kultivasi Xu Jing dan Xu Ke.


Sayangnya, Mu Lian belum menemukan 'kekurangan' dari kultivasi Xu Jing dan Xu Ke. Apalagi ketika Mu Lian dihadapkan dengan ekor berbulu putih di belakang Xu Jing dan Xu Ke.


Telinga mereka berdua pun menyerupai serigala berbulu putih. Wajar saja Mu Lian menjadi salah fokus. Biasanya, Xu Jing, Xu Ke, Xu Tian dan rekan-rekan mereka dapat bertransformasi menjadi manusia seutuhnya.


Mu Lian tidak menyangka jika orang-orang dari klan Xu sedang berkonsentrasi penuh melakukan kultivasi, mereka akan memunculkan sebagian wujud mereka.


"Maaf, aku belum melihat sesuatu dari kalian. Semangat terus ya," kata Mu Lian.


"Tidak masalah. Kalau begitu, besok kami minta bantuannya lagi ya," kata Xu Jing dengan antusias.


Melihat Xu Jing terlihat tetap semangat, Mu Lian pun tidak jadi memeriksa Xu Jing. Yang menganggu pikiran Mu Lian saat ini adalah kondisi Meimei yang sedikit aneh.


Chi milik Meimei terasa tidak stabil karena sering naik turun secara tiba-tiba. Selama satu minggu penuh Mu Lian membagi perhatiannya kepada pasien-pasien intensif, Latihan Xu bersaudara, Ling Zizhou dan Meng Zhi.

__ADS_1


Selama waktu tersebut, Mu Lian seperti hampir mengetahui apa yang terjadi pada tubuh Meimei namun sayangnya karena terpotong oleh diskusi panas mengenai keadaan pasien-pasien intensif, Mu Lian melupakan petunjuk yang sudah susah payah didapatkannya itu.


__ADS_2