Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Anjing bercahayakan bulan


__ADS_3

Xu Tian mengemukakan asumsinya tersebut kepada semua ketua termasuk Du Luhan dan Du Luhan pun memberitahu kabar terbaru ini kepada Mu Haocun.


"Penculikan sudah terjadi separah itu?" kata Mu Haocun mengelus dagunya. Wajahnya masih pucat namun matanya memancarkan keingintahuan yang sangat besar.


Pemandangan kontras yang dilihat Du Luhan itu membuatnya bimbang untuk memberitahukan masalah di luar namun pada akhirnya Du Luhan memilih untuk memberitahu Mu Haocun.


"Kakek, kami pamit tidur, sampai ketemu besok," kata Xiaohan, Xiaoqiu dan anak-anak yang lain.


Xiaoleng, Xiaojia, Xiaobao, Xiaohua, Xiaofu dan Xiaoqi tetap tinggal untuk membereskan alat-alat makan dan menyeduhkan teh.


Keenam anak itu juga biasanya tidur agak larut karena harus mengasuh adik-adiknya jadi Mu Haocun pun tidak pernah melarang keenam anak itu masih berkeliaran jam segini.


Du Luhan dan Mu Haocun berdiskusi mengenai kasus penculikan yang semakin marak terjadi selama 2 jam penuh. Xiaoleng dan yang lain sudah kembali ke kamar dan tidur.


"Terimakasih sudah menyempatkan waktu anda mendengar permasalahan kami. Aku sebaiknya kembali...anda...terlihat kurang sehat. Selamat beristirahat, maaf mengganggu waktu istirahat anda," kata Du Luhan menatap Mu Haocun dengan khawatir.


"Sampai ketemu besok," kata Mu Haocun santai.


Du Luhan buru-buru menarik Xu bersaudara keluar Gedung Pertemuan Utara dan ditemani Mu Lian mereka keluar gerobak.


"Tunggu, Senior Du. Kalau anda butuh alat komunikasi, ajak saja Zhi ge atau Ah Zhou dalam tim eksplorasi," kata Mu Lian.


Du Luhan menggeleng, "Kami sedang mengurangi jadwal eksplorasi dan memproritaskan meningkatkan kultivasi.


Setidaknya, minuman yang cukup penting agar keseimbangan suhu tubuh kami terjaga karena kultvator juga manusia biasa,"


"Baiklah, tapi jangan segan mengajak mereka berdua jika alat komunikasi dibutuhkan!" kata Mu Lian.


Kelompok klan Xu yang menjadi korban dalam penculikan sebenarnya membawa alat komunikasi namun alat ajaib itu berhasil dirusak dan berhasil mengelabui Xu Tian sendiri.


Sinyal yang harusnya diterima jika orang yang membawa alat ajaib tersebut dalam bahaya malah tidak ada dan ditunggu beberapa hari pun sinyal tersebut tidak pernah diterima Xu Tian.


Mu Lian pun menyimpulkan bahwa si penculik memiliki cara untuk mematikan alat ajaib tersebut tanpa ketahuan.


Du Luhan hanya mengangguk dan pergi tanpa berkata apa-apa lagi. Sepertinya keputusannya sudah bulat untuk tidak melakukan eksplorasi lagi dalam waktu dekat.


"Sampai jumpa besok!" kata Xu Jing sambil melambaikan tangan. Mu Lian membalas.


Mu Lian segera kembali masuk gerobak karena besok pagi harus mengajar. Beberapa hari terakhir ini mereka bisa bersantai sekaligus mengejar ketertinggalan pelajaran karena Meimei sedang dalam kondisi stabil.


"Lian jie!" Xiaobai muncul entah darimana kemudian bertengger di atas kepala Mu Lian.


Malam itu, meski Mu Lian dan Xiaobai masing-masing memikirkan sesuatu, keduanya tertidur dengan lelap.


Keesokan paginya Mu Lian bangun dan bersiap-siap. Mu Lian menemukan ada sesuatu yang berbeda dari Xiaobai. Xiaobai jadi terlihat lebih dewasa dan lebih bijaksana.


Mungkin karena setiap hari dia mempelajari warisan pengetahuan yang diturunkan dari ibunya. Sedikit demi sedikit hasilnya semakin terlihat.


Setelah selesai bersiap-siap, Mu Lian pergi sarapan bersama dengan yang lainnya. Xu bersaudara dan Du Luhan sudah ada di Gedung Pertemuan Utara bersama anak-anak.


Suasana sudah ramai begitu Mu Lian mendekati Gedung Pertemuan Utara. Gelak Tawa anak-anak terdengar sampai luar.


"Selamat Pagi kakek, selamat pagi semuanya," kata Mu Lian.


"Pagi Lian'er,"


"Pagi Lian jie!"


Begitu sarapan selesai didistribusikan, semuanya makan dengan lahap. Mu Lian menangkap Xiaoleng dan Xiaobao saling melempar tatap. Keduanya berkomunikasi secara sembunyi-sembunyi.


Mu Lian baru mengerti apa yang diinginkan dari kedua anak itu ketika pelajaran berlangsung. Saat belajar bersama Mu Haocun, yang mempelajari pengetahuan umum di dunia ini, keduanya bertanya mengenai niendan.


Mereka penasaran apa yang membuat niendan berbeda dengan jiendan. Kemarin malam, mereka mendengar tentang kasus penculikan yang melibatkan makhluk penjaga dunia ini.


"Yang membedakan kita dengan makhluk legenda, makhluk mitos maupun makhluk lainnya adalah tentu saja struktur tubuh.


Tubuh makhluk-makhluk tersebut diciptakan dapat membuat apa yang kita sebut sebagai jiendan menjadi nyata di dunia ini, termaterialisasi dan dapat disentuh serta dapat digunakan secara real time.


Inti tersebut pun dinamakan dengan niendan. Ada keuntungan dan kerugian memiliki niendan. Dan kerugian yang nyata adalah niendan bisa direbut dari pemiliknya..." Mu Haocun mulai menjelaskan.


Meski tidak terlalu rinci dan detail anak-anak yang pandai itu dapat mendengar inti dari penjelasan yang disampaikan Mu Haocun.

__ADS_1


"Aku belum pernah melihat bentuk asli dari makhluk-makhluk yang kakek sebutkan..." kata Xiaohan. Yang lainnya mengangguk.


Sejak pertama tinggal bersama dengan Mu Lian, anak-anak tidak memiliki kesempatan untuk melihat wujud asli Meng Zhi, makhluk legenda sekaligus orang terdekat mereka.


"Oh? Disini ada 2 orang yang bisa kalian jadikan sebagai materi pembelajaran," kata Mu Haocun sambil melihat ke arah Xu Jing dan Xu Ke yang sedang bersiap-siap mengajar.


Giliran mereka setelah Mu Haocun jadi keduanya sedang mempersiapkan segala macam keperluan.


"..." (Xu Jing dan Xu Ke)


"Lihat! Kami ingin melihatnya!" sontak seluruh ruangan gaduh dengan permintaan anak-anak.


"Ok-ok! Anak-anak, ikuti kami! Kami harus melakukannya diluar!" kata Xu jing ceria.


"Tunggu, Ah JIng!" seru Xu Ke, namun adiknya itu sudah menghambur keluar disusul oleh anak-anak.


Mu Lian mendekati Xu Ke dan memeriksanya, "Ada apa?"


"Ehm,itu...Ah Jing dalam keadaan sangat riskan jika dia kembali ke wujud aslinya makanya kami melarangnya untuk menggunakan wujud aslinya semenjak dia kecil," kata Xu Ke melanjutkan,


"Ah lupakan. Kita sedang di dalam gerobak. Tidak akan ada bahaya di dalam sini bukan? Sekali-sekali anak itu harus dibebaskan kembali ke wujudnya yang asli,"


"Separahh itu kah?" kata Mu Lian. Xu Ke mengangguk.


Xu Ke menjelaskan bahwa dengan bertransformasi menjadi manusia, Xu Jing mendapat lapisan perlindungan tambahan dalam dantiannya sehingga bisa lebih mengontrol aliran chi yang kacu itu.


"Waw!"


"Indah!"


"Keren"


Suara Xu Ke tenggelam diantara suara naak-anak yang semakin gaduh. Sepertinya Mu Lian dan Xu Ke terlalu lama berbicara di dalam.


Mu Lian dan Xu ke segera menyusul ke taman belakang dan melihat seekor anjing seukuran 2 orang dewasa dan tinggi mencapai 4 meter.


Aura disekitarnya memancarkan kekuatan yang luar biasa. Telinganya yang lancip dan bulu-bulunya yang tebal menambah gagah wujudnya secara keseluruhan.


Cahaya berwarna kehijauan itu membuat ekornya yang selalu ingin Mu Lian elus itu menambah kesan gagahnya.


"Hmm? Perasaanku atau memang telapak kakinya memancarkan cahaya?" kata Xiaoqiu.


"Woa!"



(Sumber: pinterest oleh Jade Merien)


[Ha~sudah lama sekali aku tidak berada dalam wujud ini!]


Suara Xu Jing seperti menggema ke dalam pikiran yang lainnya.


Namun Mu Haocun tidak membiarkan Xu Jing menikmati wujudnya dan hanya bersenang-senang sendiri karena pelajaran masih berlangsung.


"Ahem, kita lanjutkan yang tadi kakek jelaskan...kalian masih ingat ada berapa makhluk di dunia ini? Yang ada di hadapan kalian adalah makhluk penjaga yang terdiri dari 12 klan..." Mu Haocun menjelaskan sambil berdiri di samping Xu Jing.


"Kakek, apa fungsi lingkaran cahaya di atas kening Jing ge?" tanya Xiaohua.


"Ah, klan Xu terkenal sebagai pengendara kabut. Tempat tinggal mereka ditutupi kabut dan lingkaran cahaya ini membantu mereka dapat dengan mudah berinteraksi dengan kabut.


Selain itu mereka juga dikenal dengan nama penjaga petir. Jadi mereka bisa mengendalikan kecepatan mereka menjadi secepat petir..."


"Aku ingin lihat!"


"Menurutmu bagaimana rasanya berjalan diantara kabut?


Anak-anak menjadi semakin gelisah karena mendapat pengetahuan baru namun belum bisa dipastikan kebenarannya.


Mereka ingin tahu bagaimana cara mengendarai kabut, bagaimana berlari secepat petir dan lain sebagainya.


"Silahkan para ahli, untuk menunjukkannya kepada anak-anak," kata Mu Haocun. Ekor Xu Jing bergerak kesana-kemari menunjukkan rasa senang namun belum sempat Xu Jing unjuk gigi, Xu Ke ikut berubah dan menawarkan diri.

__ADS_1


"Anak-anak ada yang mau melihat niendanku?" kata Xu Ke agak canggung karena siapapun pasti gugup untuk menunjukkan kelemahannya di hadapan orang lain.


Xu Ke dalam wujud anjingnya, duduk dengan tegap dan kokoh seperti karang ditengan ganasnya terjangan ombak.


Anak-anak yang lebih sensitif sudah merasakan pergerakan chi dari dalam tubuh Xu Ke sedangkan yang lainnya baru merasakan pergerakan tersebut setelah melihat ada cahaya keemasan disekitar perut Xu Ke.


Cahaya tersebut kemudian menjalar ke seluruh tubuh Xu Ke kemudian mulai bercampur dengan lingkaran cahaya yang ada di atas tanda wajik di kening Xu Ke.


"Seperti yang kalian tahu, bahwa tingkat pembentukan inti pada makhluk yang selain manusia dinamakan dengan niendan. Kalian lihat cahaya keemasan? Itu artinya inti Ah Ke merupakan inti yang kuat dan sempurna.


Rata-rata niendan milik makhluk mitos, makhluk legenda makhluk penjaga semuanya memiliki inti kuat dan sempurna yang ditunjukkan dengan warna keemasan.


Mereka bisa mematerialisasi inti mereka ke dunia nyata caranya adalah dengan memperkuat tubuh, memperkuat karakteristik yang mereka miliki..."


"Tapi dengan begitu niendan akan lebih mudah dilacak dan diambil bukan begitu?" kata Xiaoleng. Mu Haocun mengangguk.


"Baiklah, selanjutnya siapa yang mau naik? Oh ah Jing, kau hanya boleh menggunakan seperempat kekuatanmu," kata Xu Ke. Xu Jing hanya bisa cemberut.


Anak-anak bergantian menaiki Xu Jing dan Xu Ke. Yang lebih tua masing-masing membawa anak-anak yang lebih muda agar keamanan anak-anak yang lebih muda tersebut terjaga.


Dan yang lebih muda kebanyakan dibawa oleh Xu Jing yang menggunakan seperempat kekuatannya saja.


"Wohoo!" seru Xiaofu dan Xiaohan dari kejauhan.


"JLEGGAR!" gemuruh petir mengiringi teriakan-teriakan Xiaofu dan Xiaohan.


Mu Lian dan yang lain hanya melihat sekelebat bayangan dibalik kabut-kabut yang muncul entah dari mana. Kabut itu seperti permen kapas. Meleleh seketika ketika terkena air ludah dan hilang entah kemana.


Cahaya-cahaya menyilaukan berkerlap-kerlip membuat permen kapas tersebut hidup. Setelah beberapa ratus cahaya kerlap-kerlip terlihat barulah terdengar gemuruh petir yang menambah maraknya kabut itu.


Cara yang mencolok untuk jalan-jalan di ibu kota, pikir Mu Lian.


Yang tidak Mu Lian sangka adalah ketika Xiaofu tiba-tiba ingin ikut bersama Xu Ke mengendarai kabut dalam kekuatan penuh.


"Selanjutnya!" seru Xu Jing. Xu Jing terbang dengan ketinggian rendah dan jalur yang tidak terlalu panjang sehingga hanya satu menit sudah kembali untuk mengganti penumpangnya.


Xiaoqi naik bersama dua gadis kecil berusia 9 tahun seusia juga dengan Xiaohan dan Xiaoqiu. Wajah mereka bagai pinang dibelah dua. Yang membedakan hanyalah letak tahi lalat mereka.


"Siap? Eh? Xi-Xiaobai?!" kata Xu Jing terkejut merasakan penumpang gelap yang hinggap di kepalanya. Ternyata bola bulu itu adalah Xiaobai. Warnanya yang kontras dengan warna bulu Xu Jing yang toska.


"RAWR!" jawab Xiaobai, mengisyaratkan Xu Jing untuk segera lepas landas.


"Apa? Aku hanya ingin merasakan berjalan dibalik kabut!" kata Xiaobai setelah merasakan tatapan Mu Lian.


"Ehem," kata Mu Lian. Biasanya anak itu tidak pernah akur dengan Xu Jing. Di setiap ada kesempatan Xiaobai selalu saja melandaskan tendangan kecilnya ke wajah Xu Jing.


Pelajaran hari itu dihabiskan dengan membahas makhluk legenda, mitos dan penjaga. Yang tanpa sengaja bisa mengupas tuntas seputaran kultivasi.


Berada di tengah keceriaan anak-anak membuat Mu Lian dan Mu Haocun sedikit rileks namun beberapa hari kemudian Meimei mengalami kobaran lagi dan sepertinya lebih sulit dari yang sudah-sudah.


"Aneh," kata Mu Lian. Mu Lian menjelaskan treatment nya masih sama, tingkat kobarannya memang naik sedikit demi sedikit namun seharusnya Meimei sudah terbiasa dengan itu semua dan bisa melalui kobaran dengan tenang.


"Mungkin Mei jie butuh dukungan moral. Apalagi dia sudah berpisah dengan pasangan dao nya selama 5 bulan lebih malah. Berapa bulan lagi sampai kobaran mereda?" kata Xu Jing.


"Paling lama 2 bulan lagi. Ah, kau benar. Mungkin yang menjadi masalah adalah hatinya...lagi-lagi masalah hati," gumam Mu Lian.


"Sebaiknya kau menemukan cara agar Mei jie bisa berkomunikasi dengan Zhi ge dalam waktu dekat," kata Xu Jing.


"Aku tahu apa yang mereka butuhkan!" kata Mu Lian buru-buru berlari ke arah kediaman Meimei.


Malam sudah larut seharusnya dalam kondisi kritis seperti Meimei, Meimei harus tidur untuk 30 jam ke depan namun Mu Lian yakin hati Meimei yang tidak tenang dapat menganggu pemulihannya sehingga tidur berapa lama pun tidak akan efektif proses pemulihannnya.


"Mei jie..." Mu Lian membangunkan Meimei dengan lembut.


"Emmm....Lian'er?" kata Meimei lirih.


Meimei melihat sosok Mu LIan dalam kegelapan. Kultivasinya sudah menurun sehingga penglihatannya tidak setajam dahulu.


Meimei melihat Mu Lian menggerakkan beberapa selimut dan bantal ke...gondola? Gondola tersebut tergeletak tak jauh dari tempat tidurnya.


"Kau siap? Untuk mendengar suara Zhi ge setelah sekian lama?" kata Mu Lian.

__ADS_1


"Oh!" Meimei lupa kalau gondola memiliki alat komunikasi yang mengalahkan alat ajaib manapun. Suaranya...jernih sekali! Mirip dengan suara aslinya!


__ADS_2