Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Lima tanaman katalis


__ADS_3

"Ukh, bukan yang ini juga," kata Mu Lian mengerang.


"Tidak apa-apa, jijie. Masih ada dua puluh Array lagi yang belum kita coba," kata Xiaoxiao menghibur Mu Lian yang terlihat cemas.


Bagaimana tidak, dari empat puluh Array dasar yang dipilih Mu Lian dan Xiaoxiao, mereka sudah mencoba dua puluh Array namun tidak juga menemukan hasil.


Belajar dari pengalamannya, Mu Lian tidak memaksakan diri dan hanya mencoba dua Array setiap hari.


Yang membuat Mu Lian cemas adalah cuaca semakin tidak bersahabat. Musim dingin akan segera berakhir.


Namun bukannya cuaca kembali seperti saat musim semi, kini hujan salju semakin deras menyebabkan suhu disekitar semakin turun.


Belum lagi tumpukan salju menyulitkan mobilitas Mu Lian. Salju kini mencapai tulang kering Mu Lian.


Yah, sebenarnya hanya Mu Lian saja yang mengalami, karena Mu Lian memiliki tubuh yang mungil dibandingkan Xiaoxiao, Ling Zizhou dan Han Tengfei.


Setiap kali terjadi hujan salju yang cukup deras, Mu Lian dan yang lain berteduh di lorong tanpa bisa melakukan apapun.


Hujan salju terjadi tiba-tiba dan ketika sedang hujan, salju mampu menimbun seseorang hingga orang tersebut terlihat seperti boneka salju berjalan.


Ketika hujan salju mulai turun, Ling Zizhou dan Han Tengfei langsung mengevakuasi Mu Lian dan Xiaoxiao ke tempat yang aman.


Kedua pemuda itu berjalan dengan santai, kaki mereka seperti melayang dan tidak melesak ke dalam salju.


Hal ini membuat Mu Lian dan Xiaoxiao bersemangat untuk meningkatkan kultivasi mereka!


Dari semua itu, ada satu hal yang membuat hati Mu Lian senang. Yaitu dalam sepuluh hari terakhir ini, Xiaoxiao dan Han Tengfei terlihat semakin dekat.


"Mari kita bereskan semua peralatan dan menunggu salju reda," kata Han Tengfei.


Baru saja dibahas, salju yang merepotkan itu datang. Mu Lian dan Xiaoxiao buru-buru meninggalkan pekarangan, dibantu Ling Zizhou dan Han Tengfei.


Setelah mengantar Mu Lian dan Xiaoxiao ke tempat yang aman, kedua pemuda itu lah yang membereskan peralatan Mu Lian dan Xiaoxiao.


"Hati-hati," kata Han Tengfei kepada Xiaoxiao.


Xiaoxiao yang menjadi sangat pendiam di bawah naungan Han Tengfei hanya mengangguk. Kupingnya sudah sangat merah karena malu.


"Hei! fokus! jangan sampai jatuh!" kata Ling Zizhou melanjutkan sambil berbisik


"Dan wajahmu!"


Mu Lian menggenggam tangan Ling Zizhou dengan sangat kencang karena hampir jatuh.


"Ups. Apa? Kenapa dengan Mukaku?" kata Mu Lian. Cengiran tak pernah hilang dari wajahnya sejak Han Tengfei membantu Xiaoxiao.


"Tidak jadi. Teruskan! Kita sudah hampir sampai," kata Ling Zizhou memutuskan berhenti berdebat karena melihat tumpukan salju tebal sudah menutupi kepala dan pundak Mu Lian.


Ling Zizhou terus menuntun Mu Lian sambil membersihkan salju dari kepala dan pundaknya.


Begitu pula yang dilakukan Han Tengfei.


Mu Lian tidak tahan dan hampir tertawa, namun berhasil menahan tawa bahagianya di detik-detik terakhir.


Ketika tiba di lorong, Mu Lian segera mendekati Xiaoxiao dan menggenggam tangannya.


Kedua gadis itu saling berdekatan hingga terlihat seperti kembar siam hanya untuk mencari kehangatan.


Ling Zizhou dan Han Tengfei kembali ke pekarangan dan membereskan peralatan. Array yang dibuat Xiaoxiao sudah sepenuhnya hilang dibawah tumpukan salju yang baru.


Mata Xiaoxiao tak pernah lepas dari Han Tengfei. Ketika sadar Mu Lian sedang menatapnya sambil tersenyum penuh arti, Xiaoxiao mengalihkan perhatiannya.


"S-sepertinya salju turun hingga siang. Apakah kita akan melanjutkan penelitiannya?" kata Xiaoxiao kaku.


"Ehem. Meskipun aku ingin tetap melanjutkannya, kita tidak akan bisa," kata Mu Lian.


Ucapan Mu Lian bukanlah untuk mengutarakan kepesimisannya, namun memang begitulah adanya.


Mu Lian pun awalnya terkejut menyaksikan musim dingin di Lembah Ufuk Timur.

__ADS_1


Perubahan suhunya terlalu esktrim, menyebabkan fenomena-fenomena aneh yang membuat Mu Lian membelalakkan mata.


Awalnya Mu Lian sudah curiga jika dunia ini merupakan 'dunia lain' yang jauh berbeda dengan Bumi. Mu Lian menyimpulkan hal tersebut setelah melihat peta negeri Mao dan Lembah Ufuk Timur.


Kemudian dirinya semakin yakin setelah melihat apa yang bisa dilakukan seorang kultivator. Selain itu, Mu Lian menyaksikan keganasan spirit beast-spirit beast yang ada di Gunung Kaki Langit.


Dan kini, Mu Lian menyaksikan sendiri iklim yang mirip dengan Bumi namun ternyata sangat asing baginya.


Mu Lian dan yang lain menunggu salju berhenti di dalam sebuah ruangan yang disediakan oleh pemilik penginapan.


Ruangan itu hanya berisi beberapa lukisan dan meja serta kursi makan. Meski di dalam ruangan, Mu Lian dan yang lain tetap mengenakan kaos kakinya karena lantai kayu sangat dingin.


"Ah Zhou! coba hidangan ini. Aku membuatnya berdasarkan catatan yang kau berikan padaku!" kata pemilik penginapan sambil meletakkan beberapa hidangan di atas meja.


Ya. Ling Zizhou membuat pemilik penginapan sibuk di dalam kamarnya untuk meracik resep terbaik dari catatan yang Ling Zizhou berikan.


Catatan tersebut tentu saja diberikan asal oleh Mu Lian. Dulu saat masih di Bumi, Mu Lian selalu browsing resep-resep makanan lezat di internet.


Mu Lian merupakan food enthusiast sejati.


keluarganya tidak kekurangan uang, malah keuangannya bisa dikatakan sangat melimpah.


Dan uang itu Mu Lian habiskan sepenuhnya pada makanan. Mu Lian telah mencicipi dari yang namanya *Rendang, Sichuan hotpot, Tteokbokki, Ramen, Tom Yum Goong (Sup udang pedas), hingga Murgh Makhani.


Pengetahuan Mu Lian di dunia kuliner sangat mendalam, hingga Mu Lian dapat menyebutkan resep-resep masakan tersebut di luar kepala.


Semenjak Mu Lian merasakan masakan Ling Zizhou, Mu Lian tahu bahwa pemuda itu diciptakan untuk menjadi seorang koki. Mu Lian pun mewariskan semua pengetahuannya dari Bumi kepada Ling Zizhou.


"Terimakasih, Paman Guo," kata Mu Lian dan Xiaoxiao.


"Paman Guo, kalau tidak enak, akan kutarik kembali catatanku!" kata Ling Zizhou mengancam Paman Guo.


"J-jangan begitu, Ah Zhou. Paman kan sudah berusaha keras sampai sini," kata Paman Guo memelas.


"Humph! Kalau begitu, berusaha lah lebih keras lagi!" kata Ling Zizhou sambil mengarang apa-apa yang kurang dari hidangan yang baru saja dicicipinya.


Selama sepuluh hari ini, hidangan di penginapan Paman Guo sudah setara hotel bintang 4.


Ling Zizhou mengatakan hal tersebut untuk membuat Paman Guo sibuk hingga tidak peduli pada proses pengekstraksian chi!


Yah, sikap Ling Zizhou seperti itu pada Paman Guo juga sebenarnya karena standar hidangan enak dalam pandangan Ling Zizhou terlalu tinggi.


"Oh, kalian meninggalkan kakek tua ini sendiri?" kata Master Zhengheng sambil duduk di sebelah Ling Zizhou.


"Master!" kata Mu Lian dan yang lain bersamaan.


"Salju turun dengan sangat deras, sebaiknya kita makan dulu," kata Master Zhengheng.


Master Zhengheng yang dulu tidak pernah makan jika dibutuhkan, mungkin Master Zhengheng hanya makan lima kali dalam sebulan, jadi sering makan setelah kelompok Mu Lian sering datang ke penginapan.


Master Zhengheng bukanlah orang terlalu taat pada tradisi 'tidak boleh mengobrol ketika sedang makan'.


Jadi Master Zhengheng selalu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang Mu Lian dan Xiaoxiao lontarkan padanya.


Hari ini pun Mu Lian dan Xiaoxiao menceritakan bahwa Array yang mereka coba belum menunjukkan hasil.


Master Zhengheng menyediakan penjelasan secara analisis Array dari penjelasan Mu Lian dan Xiaoxiao.


Setelah lebih dari dua puluh menit bertukar pikiran, Mu Lian dan Xiaoxiao memutuskan untuk melanjutkan penelitian di rumah Mu Haocun.


"Kalian benar-benar ingin menyelesaikan penelitian ini sendiri? Apa mau kakek ini membantu?" kata Master Zhengheng menawarkan bantuan.


Menurut Master Zhengheng mereka bisa mencari Array setingkat grandmaster agar penelitian segera membuahkan hasil. Namun memang Array setingkat grandmaster pun tidak menjamin hasil yang memuaskan.


Mu Lian tidak mau menghabiskan terlalu banyak energi, Array tingkat grandmaster terlalu menghabiskan energi, lagipula hanya Master Zhengheng seorang grandmaster yang mereka miliki saat ini.


Master Zhengheng harus membasmi Egui dan membantu Mu Haocun di pengekstraksian chi sebenarnya yang dipimpin oleh Mu Haocun.


Melihat Mu Lian dan Xiaoxiao sudah memantapkan hati, Master Zhengheng hanya bisa tertawa kecil dan mengatakan untuk tidak bergantung pada Array saja.

__ADS_1


Array bisa diaktifkan jika bahan-bahan nya tepat. Tentu saja dari Array dasar, bisa didapatkan modifikasi sesuai dengan keinginan dengan 'bahan yang tepat'.


Mendengar penjelasan Master Zhengheng, Mu Lian dan Xiaoxiao menepuk kening mereka. Karena terlalu fokus pada Array, mereka melupakan hal yang cukup penting. Keduanya pun mengucapkan terimakasih pada Master Zhengheng.


Empat jam kemudian, hujan salju mereda. Mu Lian, Ling Zizhou dan Han Tengfei menggunakan kesempatan ini untuk pulang.


Malamnya, ketika Mu Haocun pulang untuk beristirahat sejenak, Mu Lian menyampaikan rencananya.


"Ambil semua yang kau butuhkan. Kakek masih menyimpan tanaman-tanaman itu di gudang penyimpanan," kata Mu Haocun.


Mu Lian hanya mengangguk. Sebelum masuk musim dingin, Sekte Embun Pagi melakukan panen besar-besaran.


Beberapa murid yang lebih tua menyisihkan hasil panen mereka kepada Mu Haocun untuk membuat diri mereka terlihat baik di mata Mu Haocun.


Mereka menggunakan cara itu karena berpikir 'siapa tahu Mu Haocun memberikan satu-dua tips kepada mereka'.


Sayangnya, bukan hanya beberapa murid itu saja yang memiliki pemikiran tersebut, namun nyaris seluruh sekte pun berpikiran sama.


Mu Haocun tidak merasa terbebani di hadapan orang-orang yang hendak mengambil perhatiannya dan menerima semua tanaman-tanaman herbal tersebut.


Tanaman-tanaman tersebut dimasukkan ke dalam botol-botol kaca ajaib yang terdapat mantera untuk menjaga kesegarannya.


Keesokan harinya, dengan ide baru dan semangat baru, Mu Lian dan Xiaoxiao memulai penelitian mereka.


Mu Lian mengambil tanaman-tanaman yang telah ditentukan bersama dengan Mu Haocun. Mereka berdiskusi sepanjang malam dan mengambil lima tanaman yang biasanya digunakan sebagai katalis. Tanpa basa-basi, Mu Lian memulai pengekstraksian chi.


Ling Zizhou dan Han Tengfei terlihat lebih santai karena mereka berada di rumah Mu Haocun. Meski begitu, mereka tetap mengunci gerbang dan menyebarkan indera spiritual mereka di sekitar perimeter.


Han Tengfei duduk di aula resepsionis sambil menatap kedua gadis yang sedang berkerja dengan sangat giat.


Sedangkan Ling Zizhou, sang koki pribadi di rumah Mu Haocun pergi ke dapur dan mulai menyiapkan bahan-bahan untuk dimasaknya nanti.


Hari itu Mu Lian dan Xiaoxiao mengganti liver spirit beast dan cakar spirit beast menjadi tanaman ajaib. Tanaman itu seperti rumput dengan warna toska. Satu lagi seperti daun kelor dengan warna keemasan.


Setelah menempatkan kedua tanaman ajaib itu di tempat masing-masing, array diaktifkan kemudian Mu Lian memulai pengekstraksian chi.


Xiaoxiao menatap Mu Lian yang sedang mengoperasikan api pilnya lekat-lekat hingga dia hampir lupa caranya bernapas.


Xiaoxiao tak pernah berhenti merasa kagum melihat api berwarna lilac itu. Namun sepertinya ada perbedaan pada api itu diantara hari-hari sebelumnya.


Mungkin karena Xiaoxiao sudah melihat api pil milik Mu Lian selama sepuluh hari, jadi Xiaoxiao mampu mengamati perbedaan yang terlihat meski sekecil apapun.


Bagaimana mengatakannya? Api itu terlihat sedikit...melemah. Xiaoxiao menghampiri Mu Lian setelah melihat proses pengekstraksian chi selesai. Kalau benar ada yang tidak beres, sebaiknya mereka menghentikan dulu penelitiannya.


"Apa kau baik-baik saja jiejie?" kata Xiaoxiao cemas.


"En. Bagaimana denganmu? Aku merasakan energi spiritualmu sedikit tidak stabil," kata Mu Lian. Xiaoxiao hanya tersenyum.


Kedua gadis itu menyadari satu sama lain jika mereka tidak seperti biasanya. Dan mereka tahu sebabnya, mereka terlalu memforsir energi spiritual mereka selama sepuluh hari terakhir ini.


Mereka paham kondisi ini tidak bisa dihindari, namun mereka menolak untuk mundur. Setelah rasa penasaran mereka muncul, mana mungkin mereka berhenti sebelum menemukan jawabannya?


Beberapa saat kemudian, salju mulai turun dengan deras. Kedua gadis itu kemudian menghentikan penelitian hari itu dengan berat hati.


Mereka mencoret kedua tanaman ajaib yang digunakan hari itu. Tidak sepenuhnya dianggap gagal, hanya dikesampingkan untuk sementara.


Sejujurnya, Mu Lian merasa malu karena pada akhirnya Mu Haocun lah yang menyediakan solusi dalam penelitian ini.


Namun Mu Haocun bersikeras mengatakan bahwa dirinya hanya memberi beberapa petunjuk, usaha yang dilakukan Mu Lian dan Xiaoxiao lah yang akan menentukan keberhasilan penelitian ini pada akhirnya.


Xiaoxiao berpamitan setelah hujan salju reda, mengatakan bahwa besok mereka akan memulai lebih awal agar tidak terlalu terburu-buru.


Mu Lian hanya mengangguk, menganggap besok akan sama seperti hari biasanya.


.........


Note:


* Makanan-makanan ini diungkit karena selera Mu Lian adalah yang kental, kuat serta pedas 😂

__ADS_1


__ADS_2