
Wuuusssh.
Liuzhi dan Jiaojiao jelas-jelas merasakan angin kencang ketika satu tentakel si rakus melewati mereka.
Namun Liuzhi dan Jiaojiao tidak merasakan sakit pada tubuh mereka. Keduanya penasaran kemana perginya tentakel itu.
Keduanya mendongak dan mendapati ujung tentakel itu melayang hanya beberapa senti saja di atas kepala mereka.
Benda berwarna hitam itu diam tak bergerak dan akhirnya jatuh hendak menimpa keduanya. Secara refleks, Jiaojiao mendorong Liuzhi yang sedang memeluknya.
Buum.
Untung saja keduanya segera menyingkir. Dari suaranya saja, tentakel itu memiliki berat berpuluh-puluh kilogram.
"Jiao'er!" kata Liuzhi bergegas memeriksa Jiaojiao.
"Ah Liu!" kata Jiaojiao membiarkan Liuzhi memeriksa tubuhnya. Biasanya gadis itu malu ketika Liuzhi terlalu dekat padanya dan berusaha menghindar dengan mengajaknya ribut.
Namun itu dilakukannya ketika masih di Lembah Ufuk Timur. Setelah melakukan perjalanan bersama-sama, kini Jiaojiao jadi lebih bisa jujur pada perasaannya.
"Maaf, aku terbawa suasana sehingga hampir mencelakai kalian, em, aku akan mengurus bangkai si rakus. Kalau kalian sudah selesai, bilang saja," kata Lu Yiming menghela napas. Enaknya jadi anak muda..
LIuzhi dan Jiaojiao tidak mendengar ucapan Lu Yiming dan terus berada di dunia mereka selama beberapa saat.
Setelah itu keduanya memutuskan untuk segera membuat pil dan mulai berjualan. Prioritas utama mereka saat ini memang mencari pemasukan.
Liuzhi dan Jiaojiao sepakat untuk memberitahu Lu Yiming identitas mereka namun tetap merahasiakan siapa guru mereka.
"Senior Lu. Terimakasih sudah mau mengantar kami ke sini. Sebenarnya, kami adalah ahli Alkimia dan tanaman herbal yang kami petik ini untuk kami gunakan sendiri," kata Liuzhi.
"Ahli Alkimia?! Benarkah? Tak kusangka, mereka sedekat ini," kata Lu Yiming berpura-pura.
Liuzhi mengamati ekspresi Lu Yiming yang sepertinya tidak seterkejut yang terlihat. Apa yang di katakan Jiaojiao benar?
"Tenang saja. Tak ada yang bisa mengalahkanku di dunia ini karena sebenarnya aku berasal dari Baihu, Zhongjian" kata Lu Yiming. Lu Yiming megatakan asal-usulnya karena Liuzhi dan Jiaojiao juga telah mengatakan identitas yang sebenarnya.
"Benarkah? Apa anda ada hubungannya dengan klan Jian?" kata Liuzhi antusias.
"Apa anda seorang "Baihu"?" kata Jiaojiao penasaran. Jiaojiao mengamati Lu Yiming dari ujung kepala sampai ujung kaki namun tak menemukan kemiripan dengan seorang Baihu.
Tidak ada telinga harimau putih, kumis kucing ataupun ekor harimau putih pada Lu Yiming. Lu Yiming menggeleng.
"Tidak. Aku bukan seorang Baihu tapi aku berasal dari cabang klan Jian," kata Lu Yiming mengeluarkan identitasnya yang berupa giok berbentuk persegi berwarna putih susu.
Pada sisi kanan dan kiri permukaan giok terdapat goresan-goresan menyerupai bekas cakaran. Terdapat chi yang hanya ada pada diri seorang Baihu.
Dengan begitu, Liuzhi dan Jiaojiao semakin yakin bahwa identitas Lu Yiming asli. Tak ada yang bisa memalsukan identitas yang dikeluarkan dari klan besar seperti klan Jian.
"Woah," kata Liuzhi dan Jiaojiao bersamaan. Keduanya mengamati giok itu dengan kagum.
"Baiklah kalau begitu, kita mulai saja sebelum jemputan kita datang," kata Liuzhi.
Sebelum pergi, keduanya telah mengumpulkan tanaman herbal, cukup untuk membuat pil kehidupan, pil internal, pil raga dan pil kultivasi.
Tanaman herbal tersebut disimpan di dalam kantung dimensional khusus. Benar, seorang ahli Alkimia diharuskan memiliki dua kantung dimensional dimana satu kantung dimensional digunakan untuk menyimpan alat dan bahan untuk membuat pil.
"Apa disini sudah aman?" tanya Liuzhi kepada Lu Yiming. Lu Yiming mengangguk.
"Sudah. darah dari si rakus akan membuat spirit beast di sekitar sini takut. Dan jemputan kita tiba sekitar satu jam lagi," kata Lu Yiming menambahkan.
Proses Alkimia itu sendiri mampu menarik perhatian kultivator di sekitar oleh sebab itu Liuzhi dan Jiaojiao memilih daratan yang ditandai si rakus ini sebagai pilihan pertama mereka.
Tanpa basa-basi, Liuzhi dan Jiaojiao mengeluarkan kuali masing-masing. Sekilas, kuali milik Liuzhi dan Jiaojiao terlihat seperti terbuat emas, padahal sebenarnya terbuat dari perunggu.
Perunggu terebut bisa menyerupai warna emas karena memiliki karakteristik khusus yang mampu menunjang ahli Alkimia membuat pil menggunakan kuali berbahan dasar perunggu tersebut.
__ADS_1
Lu Yiming mengamati kedua 'bos' nya yang sedang berkutat dengan kuali dan tanaman-tanaman herbal melayang mengelilingi mereka.
Lu Yiming tetap waspada kalau-kalau ada kultivator yang melewati daerah ini. Matanya menyapu hingga beberapa ratus meter sambil sesekali mmperhatikan Liuzhi dan Jiaojiao.
Dua puluh menit kemudian, keduanya nampak gembira meski dipenuhi keringat. Lu Yiming menatap pil kehidupan yang dibuat oleh Liuzhi dan pil kultivasi yang dibuat oleh Jiaojiao.
Sepertinya keduanya telah membagi tugas agar dapat membuat bermacam-macam pil. Lu Yiming penasaran dengan kualitas pil-pil tersebut sehingga menghampiri keduanya.
"Oh? Satu pil kehidupan kualitas tinggi, tiga pil kehidupan kualitas sedang?" kata Lu Yiming tak percaya.
Pil kultivasi yang dibuat oleh Jiaojiao pun termasuk ke dalam kategori bagus meski masih kualitas rendah.
"Hmph, kalau perutku kenyang, tentu saja aku dapat membuat pil yang lebih baik lagi!" kata Liuzhi bangga.
"Ah Liu, aku lapar," kata Jiaojiao. Wajahnya terlihat sedikit pucat sehingga Liuzhi menyuruh Jiaojiao istirahat.
Selama satu jam itu, Liuzhi berhasil membuat empat pil kehidupan, empat pil internal dan empat pil raga.
"Maaf, aku benar-benar lelah jadi aku hanya bisa menghasilkan satu pil kualitas sedang," kata Liuzhi dengan lesu.
"Apa yang kau katakan? Pil ini akan terjual dengan harga yang tinggi! Ini minumlah sedikit," kata Lu Yiming memberikan mata air kabut nya kepada Liuzhi. Jiaojiao pun telah diberikannya tadi.
"Um, ini, kau tidak akan menganggap kami berhutang beberapa tetes mata air kabut bukan?" kata Liuzhi ragu-ragu. Jiaojiao menatap Lu Yiming dengan curiga.
"Ahahaha, tentu saja tidak. Memangnya aku orang yang pelit?" kata Lu Yiming. Lagipula, setelah ini, kedua bosnya akan mendapat uang yang cukup banyak dan dia akan mendapat beberapa botol mata air kabut lagi.
Anggap saja investasi dengan bunga yang tinggi. Lu Yiming mengeluarkan senyum bisnis terbaiknya untuk menenangkan kedua bos remajanya itu.
"Oh iya, menurutmu kita menjual pil ini melalui rumah pelelangan atau tidak?" tanya Liuzhi.
"Sebaiknya begitu, anda bisa menitipkannya padaku karena menjual beberapa botol pil dalam sekali waktu sangatlah membahayakan," jawab Lu Yiming jujur.
"Astaga, apa sebaiknya satu satu dulu? Bagaimana kalau anda terluka?" kata Jiaojiao khawatir. Kalau Lu Yiming terluka, siapa yang akan menjadi bodyguard mereka?
"Hmm, baiklah. Ini, kupercayakan kepadamu," kata Liuzhi menyerahkan beberapa botol porselen kepada Lu Yiming.
"Akan kupastikan menjualnya dengan harga tinggi. Oh iya, kalian bisa meminjam inti spirit beast kepadaku. Gunakan untuk menyewa kamar dan makan siang. Tetap di dalam kamar sampai aku mendatangi kalian, titipkan saja namamu kepada resepsionis," kata Lu Yiming.
Mulut Liuzhi dan Jiaojiao terbuka melihat kantung yang sangat gendut yang baru saja dikeluarkan Lu Yiming dari kantung dimensionalnya. Liuzhi menerima kantung tersebut sambil menimbang-nimbangnya.
Tak disangka, bodyguard mereka kaya! kantung itu terasa berat dan padat, hingga nyaris meletus. Liuzhi dan Jiaojiao tersenyum canggung karena harus meminjam inti spirit beast milik Lu Yiming.
Beberapa menit kemudian, sebuah gondola menghampiri mereka. Liuzhi dan Jiaojiao sudah membereskan peralatan serta sisa bahan tak terpakai dan tak lupa untuk menghilangkan bau tanaman herbal agar tak ada orang yang curiga.
Gondola tersebut melayang beberapa meter di atas mereka kemudian melayang turun setelah dekat. Seorang pria berusia empat puluh tahun dan anak laki-lakinya yang berusia tujuh belas tahun mengoperasikan gondola tersebut.
"Ah, rupanya anda berhasil bertahan di pulau ini," kata si pria tengah baya.
"En. Terimakasih sudah mau menjemput kami," kata Lu Yiming.
"Kalian telah membayarku, tentu saja aku akan tetap ke sini meski kalian telah menjadi pupuk untuk pohon yang ada di pulau ini," kata pria itu.
Lu Yiming membantu Liuzhi dan Jiaojiao naik kemudian duduk dengan tenang tanpa mengambil hati akan apa yang diucapkan pria itu.
Di negeri Chou, orang-orang sudah terbiasa melihat seseorang yang baru saja dikenalnya beberapa saat yang lalu dalam keadaan tak bernyawa jika orang tersebut tidak berhati-hati. Jadi pria itu hanya mengucapkan fakta.
Liuzhi, Jiaojiao dan Lu Yiming tiba di pusat ibu kota Chou empat jam kemudian. Semakin dekat dengan ibu kota pohon-pohon semakin tinggi dan rindang. Makanya gondola terbang dengan ketinggian yang cukup tinggi.
Gondola melayang turun menuju terminal yang berada tepat dibawahnya, menembus beberapa dahan pohon.
Semakin turun, semakin sedikit cahaya matahari yang terlihat, membuat suasana ibu kota sangat muram.
Jiaojiao mengamati keadaan di sekelilingnya dengan cemberut, dia tidak begitu suka disini. Begitu muram, serius dan tidak ada yang menyenangkan untuk dilihat.
Lihat saja paman-paman tinggi dan kekar dengan wajah yang begitu tegang itu. Mereka terlihat begitu emosionional hingga tersenggol sedikit saja mereka pasti menghunuskan senjata mereka.
__ADS_1
Liuzhi menyadari tatapan suram Jiaojiao pada gondola yang berada tak jauh dari sisi kanan mereka. Gondola yang dipenuhi kultivator dengan wajah serius.
"Jangan menatapnya lama-lama," bisik Liuzhi. Jiaojiao langsung berpura-pura mendongak ke atas ketika salah satu paman itu balik menatapnya. Nyaris saja!
Setelah gondola mendarat, ketiganya keluar dari terminal secara bersama-sama baru kemudian berpisah.
(daratan yang mengelilingi daratan utama/ibu kota)
Liuzhi dan Jiaojiao segera pergi makan siang sedangkan Lu Yiming pergi menuju rumah pelelangan.
Liuzhi dan Jiaojiao berjalan dengan sangat hati-hati agar tidak menabrak siapapun di sepanjang perjalanan.
Jiaojiao meniru Liuzhi yang terus menatap ke bawah namuun tetap berhati-hati agar tidak menabrak siapapun.
Lagipula tidak ada yang bisa dilihat-lihat. Di kanan dan kiri Jiaojiao hanya ada kultivator dan kultivator yang penuh intimidasi.
Liuzhi akhirnya memilih restoran sederhana yang terletak di depan penginapan yang jarang pengunjung.
Restoran itu hanya memiliki empat meja kayu di pekarangannya dan empat ruang privat di lantai dua. Liuzhi memilih duduk di pekarangan saja.
"Astaga, untuk minum saja kita harus menghabiskan 20 inti spirit beast berukuran sedang," kata Jiaojiao.
Apa boleh buat, meski negeri Chou tidak kekurangan air, namun siap yang mampu meminum air berwarna hitam itu?
Harga yang dibawar Liuzhi dan Jiaojiao adalah satu botol mata air kabut. Liuzhi hanya bisa memakan santapan dalam diam.
Biaya hidup di negeri ini sangat mahal. Keduanya tidak sabar untuk segera keluar dari negeri ini. Liuzhi dan Jiaojiao berharap misi Lu Yiming sukses.
...
Di depan rumah pelelangan.
Lu Yiming sedang menunjukkan identitas palsunya kepada penjaga dan menunggu giliran untuk bertemu salah satu broker rumah pelelangan.
(ilustrasi rumah pelelangan)
Meski antrian mengular, dengan tubuh kuat mereka, semua yang mengantri di depan rumah pelelangan tetap sabar menanti untuk masuk ke rumah pelelangan.
Satu jam kemudian, Lu Yiming di bimbing menuju salah satu ruangan privat diantara ruangan-ruangan yang ada di dalam pagoda.
"Selamat siang, ada yang bisa kubantu?" kata si broker dengan sopan dan mempersilahkan Lu Yiming untuk duduk.
"Aku ingin melelang beberapa botol pil," kata Lu Yiming datar.
Si broker yang sedang menuang mata air kabut di secangkir gelas sampai tak sadar isinya tumpah kemana-mana sedangkan orang yang mengantar Lu Yiming sampai terbentur pintu.
"Maaf? Maksud anda, pil yang dibuat oleh Ahli Alkimia?" kata si broker masih menumpahkan mata air kabut ke seluruh meja.
Lu Yiming meringis melihat si broker sedang membuang-buang inti spirit beast ke meja begitu saja.
Tangan Lu Yiming merebut teko berisi mata air kabut dari si broker kemudian meminum isinya langsung dari teko.
Si broker tak peduli dengan perbuatan Lu Yiming dan segera memerintah orang yang baru saja terbentur pintu itu untuk segera memanggil seseorang. Mungkin saja atasannya.
"Oh, Ahli Alkimia yang terhormat anda hendak menjual pil apa?" kata si broker tersenyum semanis mungkin.
Lu Yiming merasa akan muntah melihat senyuman palsu si broker itu. Apalagi ketika dirinya merasakan pergerakan sekelompok orang di luar ruangan privatnya.
Ternyata rumah pelelangan ini cukup licik karena mengepung orang yang hendak menjual pil. Lu Yiming meletakkan teko yang sudah kosong itu ke meja kencang-kencang hingga teko tersebut retak kemudian menghunuskan jiannya.
"Aku bukan Ahli Alkimia. Dan aku tidak suka jika privasiku diganggu. Suruh orang-orang yang menunggu di luar, termasuk yang bersembunyi di langit-langit untuk enyah dari sini sebelum aku memporak porandakan ruangan ini dan mencari rumah pelelangan lain!" bentak Lu Yiming.
__ADS_1