Aku Bukan Dia

Aku Bukan Dia
105


__ADS_3

Dila terbangun di sore hari, dia menyalakan ponselnya kemudian langsung ke kamar mandi membersihkan diri sambil mengumpulkan kesadarannya. Dia baru ingat, dia lupa memberitahu Marvin bahwa dia sudah pulang dan tertidur.


"Ahhh....dia pasti khawatir" gumam Dila.


Dia keluar dari kamar mandi dan melihat ponselnya. Tak ada pesan ataupun panggilan tak terjawab.


"Tak ada notif panggilan. Apa dia tahu aku di rumah?" Dila bicara sendiri.


Dia bersiap dan keluar dari apartemen, tatapannya fokus pada pintu rumah Marvin. Dia mendekat dan mengetuk.


"Marvin!" seru Dila.


Tak ada jawaban.


"Kau di rumah?" seru Dila lagi.


Masih tak ada jawaban. Dila ingat bahwa malam ini Marvin mengajaknya makan malam bersama keluarga. Dila segan, dia ingat ucapan Chloe di aula.


"Apa dia terpengaruh dengan ucapan Chloe?" gumam Dila.


Dila mulai ragu pada hubungannya dengan Marvin. Namun membayangkan betapa baiknya Marvin padanya, juga bagaimana dia selalu bersamanya, membuat dia kembali yakin.


"Tidak, Marvin mencintaiku. Dia pasti tak mudah terpengaruh" Dila meyakinkan diri sendiri.


Dila turun dan menunggu, meski tak ada pesan ataupun panggilan dari Marvin. Mengobrol dengan petugas keamanan akan membuatnya tak merasa menunggu.


Tak berapa lama, sebuah mobil parkir di depan apartemen. Kemudian membunyikan klaksonnya. Seorang pria turun dan masuk kemudian bertanya pada petugas.


"Apa kau tahu gadis bernama Dila?" tanya pria itu.


Dila menatapnya.


"Ya, itu aku" seru Dila.


Pria itu menatapnya dari ujung rambut ke ujung kakinya dan menatap ponselnya, mencocokkan foto dengan orang yang ada di hadapannya.


"Bisa aku bantu?" tanya Dila.


"Ya nona, aku diperintahkan Tuan Marvin untuk menjemput anda ke restoran tempat dimana pesta diadakan" ucap pria itu.


Dila diajak olehnya ke restoran tempat dimana makan malam akan diadakan. Dila mwnyetujuinya, dia senang karena Marvin memberinya kejutan.


~Jadi ini alasan dia tak menelpon atau mengirim pesan. Kamu selalu romantis~ ucap hati Dila senang.


Dia masuk ke mobil dan tersenyum lebar. Pria itu menatapnya dari kaca spion. Dila memperhatikan jalan dan melihat sekitar. Perjalanan mereka lancar hingga sampai di restoran.

__ADS_1


Tak ada yang menjemputnya, Marvin juga tak terlihat. Dila keluar mobil dan mencari keberadaan Marvin.


"Dia sedang berada di dekat panggung, Nona!" ucap pria itu.


Dila mengangguk dan tersenyum.


"Thank you" seru Dila.


Mobilnya berlalu, Dila berjalan menuju pesta dan mencari panggung yang dimaksudkan pria itu. Berjalan diantara orang-orang yang sebagian dia kenal dan sebagian lagi tidak. Beberapa mata menatap dengan aneh padanya.


~Ok, mungkin karena aku tidak memakai gaun pesta yang mewah~ ucap hati Dila.


Kemudian seorang master ceremony (MC) mengalihkan perhatiannya.


"Ok guys, ini waktunya untuk pasangan berdansa romantis. Tepuk tangan untuk kalian semua!" seru MC itu.


Dila menatapnya, MC itu Gerald, temannya. Dia terkejut dengan kedatangan Dila. Matanya membulat kemudian beralih pada Marvin yang berdansa dengan wanita lain di sana.


Dila mengikuti arah mata Gerald menatap, matanya membulat melihat Marvin berdansa dengan Chloe. Dila terkejut, dia mengendalikan nafasnya. Gerald turun dan menarik tangan Dila. Dia mengajaknya ke sisi, jauh dari panggung.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Gerald.


Dila masih menatap ke arah Marvin, dia mengalihkan pandangannya pada Gerald.


Tangannya mengepal, kukunya yang panjang menusuk telapaknya. Gerald menatapnya dengan rasa kasihan.


"Sebaiknya kau pergi, aku rasa Marvin sudah merubah keputusannya" Gerald memberi saran.


Dia takut Marvin melihatnya dan merubah keputusan untuk bertunangan dengan Chloe. Mereka takut di usir oleh keluarga jika tetap mempertahankan Dila.


"Kenapa? Apa karena foto yang disebar di sosial media grup kita itu?" tanya Dila dengan menatap Gerald.


"Percayalah, aku benar-benar tak peduli dengan hal itu. Tapi sebaiknya kau pergi"


Gerald meraih lengan Dila dan menariknya. Dia hendak mengajaknya keluar dari pesta. Namun suara Chloe dengan pengeras suara terdengar dan membuat langkah mereka terhenti.


"Oh ada Dila bergabung di pesta ini sekarang" ucap Chloe.


Marvin yang berdiri menatap Chloe di depan panggung berubah ekspresinya mendengar nama Dila. Gerald dan Dila berbalik dan menatapnya.


"Kami merasa sedih dengan masa lalu mu yang kelam. Itu sangat buruk" ucap Chloe.


Wajah cantiknya terlihat berekspresi berbelasungkawa. Tapi senyumannya yang menyudut menyiratkan kepuasannya mengatakan hal itu. Dila menghela dan mengalihkan pandangan pada Marvin yang berbalik dan menatapnya.


Gerald melepas genggaman tangannya dan menjauhi Dila.

__ADS_1


"Terimakasih sudah datang ke acara pertunangan kami. Selamat menikmati pestanya" ucap Chloe.


~Tunangan?~ tanya hati Dila.


Matanya masih menatap Marvin. Chloe turun dari panggung dan hendak mencegah yang Marvin hendak menghampiri Dila dan terlihat ingin mengatakan sesuatu.


Dila berbalik, dia mengatur nafas dan memejamkan matanya sejenak. Kemudian dia berbalik dan berjalan cepat menuju Marvin dan Chloe.


Dila menarik bahu Chloe dan menamparnya saat dia berbalik.


"Itu untuk foto yang bukan aku yang kau sebar di grup sosial media" ucap Dila.


Dia kembali menarik tubuh Chloe dan menamparnya lagi.


"Dan ini untuk kau yang merebut Marvin dari aku"


Dila terengah, Chloe terjatuh karena tamparan Dila keras. Semua orang menatap Dila dengan aneh. Banyak orang yang merasa Dila sangat brutal. Beberapa memasang wajah menertawakan Chloe yang pipinya merah.


Marvin terkejut melihat perangai Dila. Dia menarik tangan Dila yang hendak pergi dari sana.


"Sekarang aku tidak menyesal sudah meninggalkan mu" ucap Marvin.


Dila menganga tak percaya.


"Kau lebih memilih wanita yang membully korban pemerkosaan dibandingkan aku?" ucap Dila.


Dia melepaskan tangan Marvin dari lengannya.


"Aku serius terhadapmu, tapi aku punya keluarga Dila, aku tidak bisa memaksa cinta ku untuk kehormatan keluarga ku" ucap Marvin merasa bimbang.


"Kehormatan? Hahahaha, kamu bilang kehormatan?" Dila menggila.


Marvin menatapnya dengan aneh. Semua orang juga memperhatikannya. Yudi yang menjadi chef di sana juga mendengar keributan dan menyela orang untuk melihat keributan yang terjadi. Setelah masuk ke kerumunan, dia melihat Dila yang berdiri dan bicara di hadapan Marvin.


"Bagaimana jika aku mengatakan padamu bahwa dia bukan aku?" tanya Dila setelah berhenti tertawa.


Marvin menatapnya dengan heran.


"Ya, bagaimana jika aku bilang wanita yang ada di foto itu bukan aku sayang, wanita itu bukan aku Marvin, aku bukan dia!" Dila memeragakan bagaimana dia menjelaskan pada Marvin.


Marvin terdiam, dia baru sadar bahwa dia belum menanyakannya langsung pada Dila.


"Kau bahkan tidak pernah berusaha menghubungiku, mengirim pesan untuk bertanya padaku" Dila mengeluh.


Marvin menunduk, Yudi menggigit bibirnya mendengar perlakuan Marvin pada Dila.

__ADS_1


__ADS_2