Aku Bukan Dia

Aku Bukan Dia
112


__ADS_3

Telpon Dila berdering, dia yang sedang mandi buru-buru memakai handuk dan menerima telponnya.


"Ya?"


Dila membulatkan matanya, dia menutup mulutnya dan mengusap wajahnya.


"Benarkah?" tanya Dila memastikan.


Dia diam sejenak dan menatap jam dinding.


"Ok, sebentar lagi aku ke kampus" ucap Dila.


Dia langsung kembali mandi dengan cepat dan terburu-buru. Dia juga mengeringkan dan meluruskan rambutnya dengan alat catok dengan cepat dan membuat tangannya terkena panas alat catok rambut. Wajahnya meringis kesakitan, dia menggerakan tangannya untu mengurangi rasa sakitnya.


Dila keluar dan turun, juga menyapa penjaga lain yang menggantikan Michael. Menghentikan taksi dan cepat-cepat masuk.


Sampai di dekat aula perkumpulannya, langkahnya melambat, dia mendengar seorang wanita bicara dengan tenang dan lugas.


~Suara ini?~ ucap hati Dila yang merasa akrab dengan suara itu.


Dila membuka pintu dan melihat kerumunan orang. Beberapa orang menatapnya dan memberikan jalan padanya. Orang-orang itu membelah dan menunjukkannya pada wanita yang sedang bicara. Jelas membicarakannya, tentang foto itu.


"Dina!" seru Dila.


Dina teman sekolahnya bersama Bondan Beni. Dina tersenyum dan melambaikan tangan.


Mata Dila berkaca-kaca, dia selalu merasa bahwa Dina menjadi penghalang baginya. Entah itu dulu hingga saat terakhir mereka bertemu di pemakaman Beni.


Dila berlari menghampirinya dan memeluknya. Hari ini dia merasa telah diselamatkan oleh ucapan Dina yang mengatakan bahwa foto itu milik orang lain. Dina menyampaikan beberapa fakta dan bukti yang sama sekali tak menyinggung tentang Rania. Hal yang sulit Dila lakukan.


"Makasih!" bisik Dila di pelukannya.


Dina melepas pelukan Dila.


"Agak aneh sih, tapi ya udahlah. Akhirnya kamu ngerti kan kalo aku itu baik luar dalem" ucap Dina.


Dila tersenyum dan mengaitkan tangannya ke lengan Dina. Dia mengajaknya pergi darisana, dia sudah tak peduli dengan respon teman seperkumpulannya itu.


Chloe dan Lisa menatap kepergian Dila dan Dina. Lisa menjauh dari Chloe, kemudian Chloe menatap kesal pada Lisa yang menjauh karena ternyata Chloe menyebarkan berita bohong.


Yudi dan Jolie yang berdiri agak jauh dari sana tersenyum dengan riang. Terutama Yudi, rencananya berhasil. Dia meminta Jolie mencari tahu tentang senior yang mengambil jurusan seni dan pindah ke London, Dina. Seseorang yang bisa membuat kabar foto itu mereda tanpa mengemukakan nama Rania.


Sementara Jolie menatap senang dan mengaitkan tangannya ke lengan Yudi.


"Pacarku, aku lapar. Ayo kita makan!" ajaknya.


Yudi menghela, dia berjalan dengan diseret Jolie.

__ADS_1


"Makan dimana? Di restoran tempat ku bekerja saja, agar aku bisa sekalian bekerja" pinta Yudi.


"Ah....tidak mau, aku maunya yang jauh!" ucap Jolie manja.


Yudi meringis merasa geli dengan sikap Jolie.


"Ayo!" Jolie menariknya lebih kuat.


"Hei, jangan lupa, kau harus upload klarfikasinya di grup!" Yudi mengingatkan.


"Iya, iya!" jawab Jolie.


Sementara Dila menuju restoran yang sama. Dina tersenyum karena Dila begitu senang bertemu dengannya.


"Kau sudah tak peduli dengan postingan itu?" tanya Dina sambil menyantap pesanannya.


"Dari awal aku sudah tak peduli, tapi ada yang aneh" ucap Dila.


"Apa?"


"Ada rasa sakit saat melihat dia bersama orang lain" ucap Dila dengan sekilas bayangan Yudi dan Jolie juga Marvin dan Chloe.


"Siapa? Marvin? atau..."


Dina melihat Yudi sedang bersama Jolie dan mendapatkan perhatian manis darinya.


"Yudi?" lanjut Dina dengan menyuapkan pasta yang dia gulung di garpunya.


"Ya, kalian sering bertemu kan?" ucap Dina.


Dila minum dan melap mulutnya.


"Sejak awal bertemu, dia mengatakan untuk tak mempedulikannya lagi. Jadi aku akan melakukan sesuai keinginannya" ucap Dila terlihat kesal.


"Hmmm" Dila merespon singkat.


"Apa seseorang bertakdir memiliki hubungan dengan pria yang sifatnya sama?" tanya Dila tiba-tiba setelah mereka diam sesaat.


Dina menatap Dila, dia minum dan menaruh gelasnya di meja.


"Maksudnya?" tanya Dina tak mengerti.


"Misalnya begini, seorang wanita pernah punya pacar seorang posesif, dia sudah mencoba keluar dari hubungan itu dan berhasil. Kemudian bertemu dan mencoba mencintai lagi. Tapi pria itu punya sifat yang sama. Apa itu adalah takdirnya?" tanya Dila.


"Kurasa Yudi tak posesif, dia cenderung acuh. Kau berbicara tentang Marvin? Hindari, jauhi kalau bisa cepatlah lulus dan pulang. Kau harus menyelamatkan diri" ucap Dina.


"Hei, kau ini tahu saja aku bicara ke arah mana. Lagi pula kenapa harus selalu membawa nama Yudi. Aku sudah menganggapnya sebagai teman biasa. Tolonglah! Dan dengan Marvin, ya, kurasa aku akan menjauhinya" ucap Dila kesal.

__ADS_1


"Jangan bicara berbelit-belit. Aku ini temanmu dan tahu sifat mu" ucap Dina.


Dila tersenyum, mengakui ucapan Dina benar, dia sangat tahu, lebih tahu dari Rania dan Vero.


"Aku menginap di rumah mu ya?" ucap Dina.


"Tentu saja, memangnya mau dimana lagi?" ucap Dila sambil berdiri.


Saat berbalik, langkahnya terhenti dan menatap Yudi yang lengannya dipeluk Jolie. Dila melihat tangan Jolie yang mengusap tangan Yudi. Dan Yudi membiarkannya, sembari sesekali tersenyum merespon ucapan Jolie.


Tak sengaja Yudi melihat Dila dan Dina. Dia melepaskan tangan yang dipeluk Jolie untuk melambai pada mereka. Dina menghampiri dan menjabat tangan Yudi. Sementara Dila juga menghampiri dengan berjalan perlahan.


"Aku tidak lihat kalian tadi" ucap Yudi.


"Aku lihat, tapi karena kalian sedang mesra, jadi aku nggak ganggu" ucap Dina.


Jolie tersenyum, dia mengalihkan pandangannya pada Dila yang masih diam meski ada sedikit senyuman di bibirnya.


"Ayo bergabunglah" ajak Jolie.


Dina menatap Dila yanga memandang menu yang dipesan mereka.


"Nggak, aku sudah kenyang. Kami mau pulang, iya kan?" ucap Dila yang akhirnya bicara.


"Hmm" angguk Dina.


Yudi melihat tangan Dila yang memegang tasnya.


"Pulang ke London?" tanya Yudi.


Dina mengangkat kedua alisnya, merasa Yudi lupa untuk menyembunyikan sebab Dina kesana. Yudi pun menyadarinya, kemudian Dila memasang wajah herannya.


"Darimana kau tahu Dina di London?" tanya Dila.


"Aku yang beritahu!" ucap Jolie.


Dina dan Yudi salah tingkah dengan tambahan ucapan dari Jolie. Dila menatap Jolie dengan heran.


"Kenapa?" tanya Dila.


"Mereka saling mengenal, kakaknya Jolie adalah teman Dina, iya kan?" ucap Yudi dan menatap Jolie dengan kesal.


"Ouh, iya. Kakak ku, dia teman kakakku" jawab Jolie.


Dila masih heran, tapi tak bisa mengatakan apapun. Dia melihat respon Dina mengangguk dengan alami, Dila pun percaya.


"Sudah ya, aku mau istirahat. Kami pulang dulu" ucap Dina dengan lambaian tangannya.

__ADS_1


Dila juga ikut pergi tanpa bicara karena dia melihat Jolie kembali mengaitkan tangannya di lengan Yudi.


Dila masih diam, ada sesuatu yang dia lupakan, hal yang ingin dia tanyakan pada Dina. Tapi karena dia lupa, dia memutuskan akan menanyakannya jika ingat.


__ADS_2