
Arumi ditemani Fajri sedang membantu melayani pelanggan di restoran Vero's Spaghety.
"Bagaimana Subagja Group?" tanya Fajri sambil bekerja.
"Membaik, akhirnya mereka bertiga bisa bekerja sama dengan baik setelah drama terakhir antara Vero dan Dila" ucap Arumi.
"Drama terakhir?" tanya Fajri heran.
"Iya, tepat setelah Rania pulang selesai memberikan pernyataan, Vero habis-habisan memarahi Dila" ucap Arumi.
Arumi berjalan menuju kantornya bersama Fajri untuk menyelesaikan manajemen restoran. Arumi menceritakan drama yang dia maksud.
Vero keluar setelah Saga memberitahu bahwa Rania sudah pulang. Vero mengambil keputusan agar Rania menganggap hal yang dia katakan adalah rahasianya.
Namun Vero tak bisa menahan amarahnya. Dila yang mengejarnya untuk memberikan penjelasan tentang hari dimana dia dan Yudi melakukan hal itu dan berimbas pada Rania. Tapi Vero diam hingga dia masuk ke mobil dan sampai di rumah Ruby.
Dila bersikeras ingin menjelaskannya pada Vero. Namun Vero menamparnya dengan keras. Dila terdiam, air matanya mengalir tanpa sedu sedannya.
"Kau tahu apa kesalahanmu?" tanya Vero.
Arumi berusaha membantu Dila.
"Kau hanya ingin menyingkirkan saudari mu Rania" ucap Vero kesal.
Dila duduk dibantu oleh Arumi.
"Dalam benak mu, dia menjadi alasan semua keserakahan mu. Kau punya hubungan dengan Yudi karena bertekad mengubah perasaan Yudi yang labil. Kau tidak berhasil. Kau melihat dia mampu mengatasi Beni dan mengambil hati Bondan, kau marah akan hal itu. Kau melihat aku lebih memperhatikannya karena dia begitu butuh itu, kau cemburu" lanjut Vero.
Dila menunduk, dia mengakui semuanya dalam hatinya. Arumi hanya menghela.
"Apa yang kamu mau? Kamu sudah paham, kamu itu bukan dia, meskipun dia bisa menjadi kamu. Lalu kenapa harus memaksakan diri untuk menjadi Rania? Aku memberikan perhatian pada seseorang sesuai dengan porsinya. Tapi kamu," tunjuk Vero pada Dila.
Dia menarik nafas untuk kembali bicara.
__ADS_1
"Sikap, ucapan dan perbuatan mu sudah terlampau melewati batas. Aku bisa mentolelir sikap marah mu karena dia menjadi direktur, kau menamparnya, marah padanya tapi dia bersikap baik padamu" ungkap Vero.
Dila terkejut Vero bisa tahu tentang hal itu.
"Kemudian, kau bersikap acuh saat dia terkena musibah ini. Lalu kau mengatakan hal buruk padanya, dia menjijikkan lah, pantas depresi lah. Apa kau dengar tadi yang dia katakan pada penyidik itu? Dia bersyukur bukan kau yang mengalami hal itu. Ingat di kepala mu ucapan itu. Itulah Rania, kau takkan bisa menjadi dirinya, dia pun takkan mau menjadi dirimu" ucapan Vero yang terakhir.
Dia meninggalkan Dila dan Arumi di ruang tengah. Masuk ke kamarnya dengan membanting pintu dengan keras.
Arumi menghela nafas dalam mengingat semua itu.
"Huhff, seminggu Vero tak mau bicara dengan ku dan yang lainnya. Dia diam bersama kepulangan Rania ke rumah ibu asuhnya" keluh Arumi.
"Lalu, bagaimana bisa Dila akhirnya mau menjadi direktur di mall mereka?" tanya Fajri.
"Rania, dia yang minta. Dia juga menelpon Dila untuk mampir ke rumah ibunya untuk makan siang. Entah apa yang terjadi, dia akhirnya mau mengurus mall membantu Vero" ucap Arumi dengan mengangkat kedua bahunya.
"Wah, ternyata Rania sangat berpengaruh ya" puji Fajri.
"Tidak, bukan begitu, dia itu pandai memahami sifat orang-orang di sekitarnya. Jadi dia mampu melakukan hal yang disukai dan menghindari hal yang tidak disukai. Dia membuat orang nyaman bersamanya. Termasuk aku, dia sangat paham aku kritis pada suatu masalah. Dia juga paham aku hanya ingin mereka bersama tanpa konflik lagi" puji Arumi.
"Dia juga sangat baik, hanya ingin kebaikan bagi semua orang" ucap Fajri.
Arumi setuju dengan pendapat Fajri.
"Tapi, apa kau tidak khawatir dengan Yudi kakakmu?" tanya Fajri.
"Tentu saja tidak, Yudi selalu menghubungiku, aku adiknya. Aku tahu kakak ku salah, dia memanfaatkan kebersamaan Dila bersamanya. Tapi dia tetap kakak ku, dia sudah baik-baik saja di Amerika. Dia menjadi chef di restoran kecil di sana. Dia sudah jauh lebih baik sekarang"
"Syukurlah, apa Rania tahu?" tanya Fajri.
"Ya, dia tahu. Aku yang ceritakan, dia tersenyum saat aku bilang dia tetap menjadi chef di sana" jawab Arumi.
"Cerita tentang kebaikan Rania takkan habis. Sekarang dia pun memutuskan untuk hidup bersama ibunya yang kesulitan berjalan. Dia menghindari cinta untuk kebaikan orang yang dicintainya. Tapi dia cukup cerewet saat memperingatkan aku agar selalu setia pada Nuri" keluh Fajri.
__ADS_1
Arumi tertawa. Fajri menceritakan bagaimana mereka pertama kali datang ke Korea untuk operasi plastik.
###
Saga selesai menghadiri sidang putusan pengadilan untuk Davin Collins. Dia terkena banyak pasal, pemerkosaan pada beberapa orang selain Rania, penipuan, investasi bodong dan kejahatan bersama Anita dan Ryan yang ternyata sudah berlangsung cukup lama.
Davin hendak dibawa ke rutan pusat untuk menjalani hukumannya. Dia meminta hal terakhir sebelum dia dipindahkan. Dia ingin bertemu Rania.
Saga menolaknya, terlebih dia sudah melihat Rania sudah lebih baik dan bahagia bersama keluarganya.
"Tidak, aku tidak mengizinkannya meski Rania dengan baik hati mau menemuimu" ucap Saga saat menemuinya untuk yang terakhir.
Davin menyesali perbuatannya pada Rania, saat mendengar rekaman pernyataannya di sidang. Dia menangis melihat Rania menceritakan kembali bagaimana dia memohon pada Davin untuk tak melakukannya. Dia sudah mengatakan bahwa orang yang dia maksud bukanlah dirinya. Tapi Davin terdorong hasrat dan emosi di hati dan pikirannya.
Kini dia menyesalinya, dia menjalani hukuman dari apa yang dia perbuat. Kasus Rania hanya sebagian kecil dari kesalahannya, yang membuka semua kejahatan besarnya.
Saga keluar dari ruang kunjungan itu. Tapi Davin mengucapkan kalimat terakhirnya.
"Katakan padanya, aku sangat menyesal!" ucap Davin.
Saga terdiam namun tak berbalik. Dia pergi, dia bertekad untuk tak mengatakannya pada Rania. Itu hanya akan membuka luka lama baginya. Saga merapikan jas nya dan pergi.
Dia sampai di taman tempat Rania membuka stannya. Menyapa dan memesan makanan darinya. Menatap senyuman Rania yang sama seperti dulu pertama kali bertemu dengannya.
"Apa rencana kalian saat event ini berakhir? Apa kalian akan buka restoran? Makanan kalian sangat enak, aku akan menjadi pelanggan tetap jika kalian buka tempat baru" tanya Saga dengan mulut penuh makanan.
"Kak Nia punya cita-cita bikin restoran. Tapi, aku rasa dia hanya akan menetap di sebuah kedai kecil saja" ucap Ramadhan.
"Kedai kecil pun aku akan jadi pelanggan tetapnya kok" ucap Saga menetapkan hatinya.
"Aku rasa kau hanya ingin menarik perhatian Kak Nia" ucap Ramadhan sambil melayani pelanggan lain.
Saga tersedak, Rania memukul Ramadhan karena telah menggodanya hingga tersedak. Dia mengambilkan tambahan air minum untuknya.
__ADS_1
Bu Vera menertawakan lucunya Saga. Mereka tertawa karena setelah itu Saga menceritakan pengalaman lucunya selama menjadi polisi.