
Jakarta.
Dila melakukan semua perintah yang diberikan oleh Fajri. Dia memang bertugas membantunya selama Vero pergi. Sementara itu Arumi duduk termangu di kursi yang biasa Vero duduki. Mengingat manisnya cara Vero meyakinkan bahwa dia sangat mencintai dirinya.
Yudi sibuk dengan semua pekerjaan dapur, para kru dapur juga sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Dila masuk ke dapur dan meminta pesanan dari seorang pelanggan.
"2 Fettucini dan 2 Aglio olio" ucap Dila sembari menaruh struk di meja.
Yudi menatapnya, makin hari melihat Dila yang kini tak sering berdandan membuatnya serasa melihat Rania hadir menemaninya lagi. Senyum selalu tersungging pada Dila saat Yudi mengingat kedekatan mereka sebelum Rania pergi.
Dila yang tertarik pada Yudi pada pandangan pertama menjadi lebih percaya diri bahwa Yudi juga menyukainya. Dila memandang Yudi sebagai sosok yang keren, chef dengan dada bidang, juga dengan wajah yang tampan.
Berkali-kali masuk dengan semua pesanan yang ada mereka mulai saling bertukar sapaan manis.
"Chef ganteng, pesanan untuk meja 12 Carbonara dan Aglio Olio" ucap Dila.
"Ok, cantik!" jawab Yudi spontan.
Semua kru menatap kedekatan mereka. Beberapa dari mereka membicarakannya juga bertaruh bahwa mereka akan menjadi pasangan suatu hari nanti.
Di penghujung hari, saat restoran tutup, Arumi pamit terlebih dahulu. Dia merasa lelah dengan semua pekerjaannya hari tadi. Fajri menyusul dengan membawa bungkusan makanan yang dia pesan sebelumnya yang akan dia makan di rumah.
Sementara Dila masih sibuk dengan laptop dan mengerjakan beberapa foto yang akan dia unggah di media sosial mereka.
Yudi yang sudah lama berdiri di pintu dapur menatap Dila yang serius menatap laptopnya. Dia berpikir untuk membuatkannya carbonara kesukaannya. Dia kembali ke dapur dan memasak.
Dalam hening suasana restoran itu, Dila mendengar suara orang memasak di dapur. Dila menghampiri dan melihat untuk memastikan. Saat masuk ke dapur, Dila melihat Yudi yang begitu tampan sedang memasak carbonara kesuakaannya.
Yudi melihat Dila masuk kemudian tersenyum.
"Aku membuatkan Carbonara untuk mu, kau pasti lapar. Dari tadi yang kau pegang hanya laptop saja" ucap Yudi sambil menuangkan Carbonara di atas piring saji.
__ADS_1
Dila merasa sangat tersentuh karena Yudi masih tinggal untuk menunggunya. Dia menghampiri Yudi dan menyentuh tangannya.
"Terimakasih!" ucap Dila dengan lembut.
Yudi membulatkan matanya tak menyangka Dila akan sedekat itu dengannya. Dia menatap bibir Dila yang dalam bayangannya adalah Rania.
Senyum Dila melengkapi kerinduan Yudi pada Rania. Senyum yang sama persis. Tanpa berpikir lagi, Yudi mencium bibir Dila yang menurutnya sangat manis.
Awalnya Dila terkejut, namun dia terbawa perasaannya yang juga suka pada Yudi. Dia membalas cumbuan Yudi hingga beberapa lama.
Saat Yudi mulai tak bisa mengontrol hasratnya, dia mendorong Dila dan terdiam menggigit bibirnya sendiri.
"Maafkan aku!" ucap Yudi sadar bahwa yang di hadapannya adalah Dila bukan Rania.
Dia menyesalinya, ciuman yang dia berikan bukanlah untuk Dila melainkan untuk Rania yang dia rindukan. Dia sadar, jika Dila tahu yang sebenarnya, dia akan merasa sakit hati dan sedih.
Dila yang masih ingin merasakan kecupan Yudi, menarik pinggang Yudi dan kembali menciumnya. Yudi kembali terbawa perasaan, namun dia berusaha untuk menghentikannya. Sekali lagi, dia menahan bahu Dila.
Dila menyerah, dia terdiam dan menatap Yudi yang memejamkan mata seolah hal ini tak seharusnya terjadi. Namun dia suka dengan semua ini.
Yudi melepas apronnya dan menaruhnya di meja. Dia pergi keluar dari dapur kemudian pulang menggunakan motornya.
Dila termangu sendiri, dia menggigit sedikit bibirnya mengingat kecupan Yudi yang sangat lembut yang masih terasa di bibirnya.
Dila tersenyum sendiri, kemudian dia menyantap Carbonara yang dibuatkan untuknya. Menyantapnya dengan sesekali tersenyum merasa Yudi akan segera jatuh dalam pelukannya.
Selesai makan, Dila mencuci piringnya kembali juga wajan yang dipakai Yudi untuk memasak tadi. Dengan ceria dan semangat, Dila juga berdendang sambil mencuci.
Yudi yang merasa khawatir karena meninggalkan Dila sendirian di restoran berhenti di persimpangan jalan. Beberapa lama terdiam, hatinya benar-benar dilema, dia ingin kembali namun takut untuk menghadapi Dila. Kemudian Yudi mengambil nafas dalam, dia memutar balik motornya dan kembali ke restoran.
Saat dia masuk ke dapur, dia melihat Dila sedang mencuci piring sambil berdendang. Namun yang dilihatnya bukan Dila, Yudi melihat Rania di sana.
__ADS_1
Jantungnya berdegup kencang, Yudi tersenyum, orang yang dicintainya ada di hadapannya. Berjalan melangkah perlahan sambil mengumpulkan semua kerinduannya yang sangat dalam, Yudi menarik bahu Rania dan menatapnya.
Dila yang terkejut, membulatkan mata di hadapan wajah Yudi yang sedang mendekat untuk menciumnya. Dengan senyum di bibirnya, Dila menyambut bibir Yudi yang menyentuh bibirnya.
Kali ini, Yudi benar-benar melepaskan semua hasrat kerinduannya. Dia membuka cardigan yang dipakai Dila dengan perlahan, kemudian mengecup lehernya. Dila yang terbawa arus hasrat Yudi pasrah dan hanya mendesah.
Yudi kembali mencium bibir Dila, kemudian dia berhenti dan menatap Dila yang di matanya adalah Rania.
"I love you Rania, aku benar-benar merindukan mu Rania ku" ucap Yudi berbisik sambil mencium telinga Dila.
Dila terkejut dengan ucapan Yudi. Dia mendorong Yudi dan menamparnya dengan keras. Kemudian memperbaiki pakaiannya yang hampir semua terbuka.
Yudi terkejut dan meraba pipinya sendiri yang terasa panas ditampar oleh Dila. Yudi terdiam melihat wanita yang ada di hadapannya adalah Dila. Kembali dia menyesal.
"Aku bukan dia, aku bukan Rania, aku DILA. D...I...L...A"
Ucap Dila sambil menarik kerah baju Yudi kemudian mendorongnya dengan keras. Dia pergi dengan menabrak tubuh Yudi yang terdiam juga menunduk karena malu.
Dila pergi membawa tasnya, berjalan dengan cepat mencari taksi dan masuk kemudian pergi menuju rumah Arumi.
Sementara Yudi terduduk di lantai, dia menyesal. Perbuatannya bukan hanya menyakiti Dila tapi juga mengkhianati perasaan Rania yang mencintainya. Dia tak bisa menahan hasrat meski sadar bahwa Dila yang sekarang bersamanya bukan lah Rania yang selalu dia rindukan.
Kedua tangannya mengusap kepalanya, rasa penyesalan yang begitu besar.
"Aku memang bodoh!" ucap Yudi.
Di rumah, Dila mandi dan menangis dalan cucuran air yang mengalir ke kepalanya.
~Belum pernah aku merasa sakit hati seperti ini, aku kira dia menciumku karena mulai menyukai ku. Tapi ternyata karena mengingat Rania, wanita menyebalkan itu. Seandainya dia ada di hadapan ku, aku akan menjambak rambutnya dan mengatakan bahwa aku sangat tidak menyukainya~
Dila benar-benar kesal, hatinya mengumpat dan melontarkan kata-kata kasar untuk Rania yang sama sekali tak dikenalnya.
__ADS_1
Dila ingin mengamuk, melempar semua barang seperti yang dia lakukan sebelumnya. Namun terhenti saat melihat Arumi tertidur lelap. Dia mulai mengendalikan diri dan mengatur nafas.
"Lihat saja Rania, aku akan membuat Yudi berubah. Dia akan lebih suka pada Dila yang berpenampilan menarik dibandingkan mu yang polos" gumamnya sambil menatap cermin.