Aku Bukan Dia

Aku Bukan Dia
115


__ADS_3

Marvin sembuh, Dila menjadi dekat kembali dengannya. Mereka kembali berangkat ke kampus bersama dan menghabiskan waktu bersama.


Tapi hati Dila masih gusar, dia merasa bukan kedekatan Marvin dan Chloe yang membuatnya merasa sakit. Kini saat bersama Marvin pun dia masih merasakan hal yang aneh di hatinya.


Marvin sedang menerangkan keadaan klinik setelah dia kembali membantu di sana. Dila hanya menatap kosong pada wajah Marvin. Situasi ini semakin membuat Dila tak betah berlama-lama dengan Marvin.


Dia sering meninggalkan Marvin saat dia sedang menerima telpon atau pergi ke kamar mandi. Setelah itu Dila mengirim pesan bahwa dia sedang ingin sendiri. Marvin kecewa, tapi tak bisa memaksakan diri lagi. Dia lebih banyak mengalah kali ini, berharap Dila merasa nyaman.


Dila menatap jendela apartemennya. Gelas di tangannya berisi kopi yang satu jam lalu dia buat untuk menghilangkan pusing di kepalanya. Tapi tak setegukpun dia meminumnya. Dia menaruhnya kembali di meja dan duduk.


Beberapa saat kemudian Lisa mengajaknya untuk hang out. Dila langsung menyetujuinya, dia bersiap dan pergi. Tak lupa dia mengirim pesan pada Marvin kemana dia akan pergi. Berusaha untuk tetap menjaga hati Marvin sebagai pacarnya.


Lisa mengajak Dila ke sebuah club. Mereka masuk dan duduk di depan barista. Dila memesan cola dan Lisa memesan minuman beralkohol.


"Kenapa hanya memesan cola? Kau tak pernah mencoba minuman yang lebih menantang" ucap Lisa.


"Tidak, rasanya tidak enak" jawab Dila singkat.


Di sisi lain di club malam itu, Jolie sedang minum dan mulai mabuk. Yudi menemaninya malam itu, karena hari ini hari terakhir mereka menjadi pasangan kekasih sesuai perjanjian dua bulan lalu.


Yudi yang tegas tak menerima Jolie untuk menjadikannya pacar selamanya, membuat Jolie kesal tapi tak bisa marah. Jolie melampiaskannya pada minuman keras.


Jolie tersenyum pada Yudi dan memeluknya.


"Pacarku, aku sangat menyukaimu" bisik Jolie di telinga Yudi.


"Sebaiknya kau pulang, kau sudah mabuk!" ajak Yudi.


"Tidak, tidak, tidak! Hari ini aku mau bersama mu sampai pagi" ucap Jolie seperti anak kecil.


"Kau bilang hanya akan merayakan perpisahan kita, kenapa jadi begini?" ucap Yudi pelan di telinganya.


Jolie melepas pelukannya dan mundur.


"Aku nggak mau putus!" teriak Jolie.

__ADS_1


Semua orang menatapnya, termasuk Dila dan Lisa yang sedang minum. Mereka menoleh ke arah Jolie yang berteriak sambil memecahkan sebuah gelas.


"Aku mau jadi pacarmu selamanya, bukan hanya dua bulan!" Jolie masih berteriak.


Yudi berusaha mencegahnya, tapi Jolie terus mundur tak mau dipegangnya.


"Kita pulang ya!" aja Yudi perlahan.


"Tidak!" Jolie menolak.


Dia mengambil gelas milik orang lain dan meminumnya. Yudi mengambil kesempatan itu untuk memeluknya dan menariknya keluar. Yudi berhasil, namun menariknya adalah perkara yang cukup sulit. Jolie berpegangan pada meja bar dan membuat Yudi kesulitan menariknya.


"Kenapa Yudi? Kenapa? Kenapa kau mau melakukan semua hal demi Dila? Kau bilang dia hanya teman, tapi kau menjaganya seperti menjaga cinta mu"


Jolie meracau saat Yudi bisa menariknya keluar, dia mengatakan hal yang ingin dia katakan tepat saat melewati Dila dan Lisa.


Lisa yang teman sekamarnya menganga heran dengan tingkahnya. Sementara Dila terkejut dengan ucapan Jolie yang mengatakan bahwa Yudi melakukan segalanya untuknya.


Dila berjalan mengikuti mereka dengan langkah perlahan. Lisa tak melihatnya, dia meneruskan minum dan bicara dengan orang sekitarnya yang membicarakan Jolie.


Yudi menatap tangan yang membantunya, dia terkejut saat melihat itu adalah Dila.


"Kamu?" ucap Yudi.


"Apa nggak susah bawa dia pake motor gini? Dia mabuk berat loh!" ucap Dila datar.


Yudi menatap Jolie yang mengusap wajah Dila.


"Ouh....Dilaaa, ouhh ...kebetulan, aku sangat kesal....kepada mu. Kenapa? Apa yang membuat dia begitu melindungi mu?" ucap Jolie.


Yudi menundukkan pandangannya. Dia tak bisa menahan mulut Jolie untuk meracau. Dila hanya menatap Yudi yang sudah ketahuan olehnya. Dila menawarkan diri untuk memeluk Jolie dan mengantar mereka. Yudi tak punya pilihan, dia pun perlu orang untuk memegangi Jolie yang tak bisa diam. Mereka pun pergi memakai motor bertiga malam itu.


Jolie meracau semua yang dia lakukan untuk membuat hubungan Dila dan Marvin membaik. Yudi kesal mendengarnya, tapi perjalanan menuju rumah Jolie masih lama.


Dila menangis mendengarkan Jolie meracau. Dia memegang erat jaket Yudi dengan ujung jemarinya. Semakin merasa yakin bahwa Yudi masih menyayanginya.

__ADS_1


Sampai di depan rumah Jolie, Dila menghapus air matanya dan menyembunyikan wajahnya dari Yudi. Dia membantu Yudi mengantar Jolie ke kamarnya.


Dila keluar dan berdiri dekat motor Yudi, sedangkan Yudi sendiri masih meminta teman Jolie untuk membantu menjaganya agar tak sampai keluar kamar.


Yudi keluar dan melihat Dila, langkahmya terhenti. Yudi tak tahu harus menjelaskan apa. Yudi takut Dila merasa kesal padanya karena semua yang terjadi.


Dila berjalan menjauhi motor Yudi, dia hendak berjalan kaki menuju apartemennya. Yudi hanya diam menatapnya pergi. Saat Dila berjalan jauh, Yudi menyusul dengan mendorong motornya agar tak ketahuan dia mengikuti.


Tapi Dila tahu dia mengikutinya, dia membiarkan Yudi dan tetap berjalan hingga apartemen. Dila masuk ke dalam dan menyapa Michael yang melihat Yudi di luar.


Dila hanya tersenyum, dia masuk ke lift dan menekan nomor lantai yang ditujunya. Tapi Dila tak bisa menahan diri, saat pintu lift terbuka di lantai apartemennya, Dia menutupnya dan kembali turun.


Marvin yang saat itu sedang menunggu Dila, melihat pintu lift terbuka dan tahu bahwa itu Dila. Dia terheran saat pintu lift kembali turun.


Dila berlari ke arah Yudi yang sedang siap menaiki motornya. Dila langsung menarik bahu Yudi dan menatapnya. Nafas Dila terengah, dia sesekali menelan dan berusaha mengatur nafas.


"Kenapa? Apa alasannya?"


Dila ingin mengetahui alasan Yudi melakukannya. Yudi hanya diam.


"Kau berusaha membuat semua orang yakin bahwa foto itu bukan aku, kau membuat janji pada Jason untuk memperbaiki hubungan ku dengan Marvin. Kenapa? Apa alasannya? Katakan padaku! Apa kau begitu ingin aku jauh dari mu? Apa kau begitu tak ingin aku merepotkan mu lagi?" Dila menangis.


Yudi tak bisa menatap wajah Dila yang selalu menangis karenanya.


"Maafkan aku, aku tak bermaksud membuatmu menangis lagi" ucap Yudi.


"Kau sangat tahu apa yang aku inginkan, kenapa harus repot melakukan semua hal yang tidak berguna ini? Kenapa tak kau peluk saja aku saat Marvin ragu padaku, dan katakan bahwa kau akan selalu ada di sisiku. Itu sangat mudah, kenapa kau membuat semua ini jadi rumit" Dila tak bisa menahan lagi.


"Aku...." Yudi tak bisa menahan air matanya.


"Aku hanya butuh kamu Yud, sejak dulu. Aku mau kamu tetap di sisiku. Kenapa begitu sulit melakukannya untukku" Dila hampir terduduk di jalan.


Yudi meraihnya dan memeluknya dengan erat.


"Maafkan aku, maafkan aku!" bisik Yudi di dekat telinga Dila yang masih menangis.

__ADS_1


Tangan Yudi mengusap kepala Dila yang menangis di pelukannya. Marvin melihat semuanya, dia diam menatap pemandangan yang menyakitkan itu.


__ADS_2