
"Seharusnya kami yang bertanya, bagaimana bisa kamu menjadi tangan kanan papaku untuk melakukan kejahatan?" tanya Micho.
"Papa?" tanya Bianca meyakinkan. Rafa menatap ke arah Bianca dan juga Rafa beegantian. Pikirannya telah melayang memikirkan hal yang rumit.
"Ya, papa Prayoga. Bagaimana bisa kau bekerja sama kemudian menjebloskannya kedalam penjara?" tanya Micho.
Hati Micho hancur menerima kenyataan papanya begitu jahat. Dan sekarang harus menerima kenyataan jika patner kerja papanya adalah Bianca, orang yang dianggap baik, dan sempat ditolongnya sehingga hubungan dirinya dan Rafa memburuk.
"Maksud kakak?" tanya Bianca penasaran. Dia juga mencerna ucapan Micho sehingga sedikit mengetahui arah pembicaraan Micho.
"Lupakan, Bianca. Aku kecewa, aku pikir kau wanita baik-baik. Nyatanya kau melakukan hal yang menjijikkan. Apa yang kamu dapatkan dari semua itu? Harta?" tanya Micho sinis. Micho mengambil cek dari saku jasnya dan memberikan di tangan Bianca.
"Kau bisa mengisinya sesuka hatimu," lirih Micho.
Bianca tampak menitihkan air mata. Bagaimana bisa dia berada dalam posisi yang sulit? Menjadi patner dan juga orang yang tega menjebloskan patrnernya yang notabenenya adalah orang tua dari orang yang sangat baik padanya.
__ADS_1
"Kak, aku..."
"Lupakan, setidaknya kau juga melakukan hal yang baik dengan berkata jujur kali ini." ucap Micho tampak kecewa kemudian melangkahkan kakinya.
Rafa menatap ke arah Bianca. Wanita cantik yang selama ini mengusik pikirannya. Bagaimana bisa Bianca melakukan ini? Melihat kekecewaan Micho dan tatapan Micho pada Bianca tak ada sedikitpun rasa cinta. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi dulu?
"Kak Rafa," Lirih Bianca. Menatap Rafa membuat hatinya bergetar hebat. Cinta seperti menyiksanya, Rafa cinta pertama yang baginya adalah impian. Mempunyai cinta namun tak sanggup untuk meraih karna ketidak percaya dirianya. Rafa orang berada dan dirinya hanyalah orang biasa.
Cinta kedua berlabuh pada sosok Andika yang nyatanya kembali merasakan sakit karna tak ada sambutan bahkan membuat dirinya sakit dan harus seperti sekarang.
*****
Micho memberhentikan mobilnya di sebuah arena permainan. Yang bisa menenangkan hatinya ketika dalam kesedihan adalah Melihat anak-anak bermain. Micho memejamkan matanya, wajah Amara terngiang di pikirannya. Namun, ia enggan merusak suasana antara dirinya dan Amara yang baru saja bahagia.
Micho memejamkan matanya, setelah menemui papanya dan menanyakan beberapa hal, kini dia harus menerima kenyataan yang menyesakan dadanya. Andika dan Zahira adalah sepupunya. Itu artinya Sabrina sekarang adalah istri dari sepupunya? Kenapa papanya tega melakukan kejahatan jika sudah diketahui harta itu memang berada dalam genggaman orang yang semestinya? Masih kurangkah harta yang diberikan untuk papanya?
__ADS_1
Micho menghela napas panjang, netranya mendapati Sabrina yang berada di ujung sana. Melihat ke arah pedagang martabat yang ramai pengunjung. Micho mendekat ke arah Pedagang martabak itu dan membeli satu bungkus.
Micho menatap ke arah Santun yang tampak menginginkan martabak itu ia mendekat ke arah mantan kekasihnya itu.
"Ini untukmu, kamu menginginkannya kan?" ucap Micho sambil mengulurkan kantong plastik kepada Sabrina, Sabrina menoleh dan terkejut mendapati orang itu ada disampingnya.
"Micho," ucap Sabrina. Sabrina membalik arahnya, ia menjauhi Micho. Entah, bagaimanapun juga melihat micho adalah hal yang menyakitkan baginya. Sabrina melebarkan langkahnya.Tetapi, Micho masih saja mengejarnya.
"Sabrina, tunggu!" ucap Micho. Sabrina tak mempedulikan teriakan Micho, hingga Micho menarik tangan Sabrina dengan paksa.Mau tidak mau Sabrina menghentikan langkahnya. Sabrina menatap Micho dengan tajam, menepis tangan Micho dengan Kasar.
Saat ini pertemuan keduanya setelah kejadian penculikan itu. Pertemuan setelah Andika dan Bima berhasil merebut kembali perusahaan miliknya, pertemuan setelah Andika berhasil menjebloskan Prayoga dalam jeruji besi. Sabrina memejamkan matanya. Ia takut Micho akan berbuat hal yang nekat.
"Sabrina, Aku mohon beri waktu aku untuk berbicara." ucap Micho.
😀😀😀😀😀😀
__ADS_1