
"Lalu, kenapa menolak Pak Micho? Apa Pak Micho berbuat salah sampai Nona Sheyna marah sekali ketika kita merengek, untung saja ada Nona Nada yang membujuk." ucap Lyli.
"Entahlah, yang penting kita sudah memberikannya." ucap Mela.
"Ya, sebaiknya kamu menghubungi pak Micho dan memberi tau jika kita sudah berhasil memberikan hadiah itu pada pengantarnya." ucap Lyli. Mela mengangguk pelan dan menghubungi ponsel Micho.
Mela Dan Lyli saling berpandangan saat mendengar dering ponsel berada dibelakangnya. Micho yang sempat melamun juga terkejut karna tak mengetahui jika Mela Dan Lily datang ke kantor lagi.
"Bapak belum pulang?" tanya Mela. Micho terdiam dan memandang 2 karyawannya.
"Memangnya kenapa? Aku menunggu kabar dari kalian," ucap Micho. Damar yang baru saja keluar dari kantor memandang 3 orang didepannya.
"Apa kalian berhasil?" tanya Damar. Mela Dan Lyli tersenyum.
"Kalian akan mendapat hadiah, kalian tentang saja." ucap Damar.
"Kalian berhasil?" tanya Micho memastikan.
"Bapak mau bukti?" tanya Lyli.
"Apa kau mengambil gambarnya lagi?" tanya Micho. Lyli tersenyum.
"Aku tidak membutuhkan bukti apapun, ini bonus untuk kalian." ucap Micho Sambil menyerahkan 2 amplop pada Mela dan Lyli. Mela Dan Lyli tersenyum.
"Lalu, bagaimana jika kami berbohong?" tanya Lyli. Micho menatap tajam ke arah 2 karyawannya.
"Kalian akan tersedak, saat ini juga." ucap Micho. Mela dan Lyli tertawa, Micho menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Terimakasih, Pak." ucap keduanya.
Micho mengangguk kemudian melangkah pergi, Damar juga mengikuti langkah Micho. Lyli Dan Mela saling berpandangan.
"Aku rasa pak Micho Bernar-benar jatuh cinta. Nona Sheyna memang istimewa. Aku akan mengabadikan fotonya di ponselku. Dia telah memberikan Keberuntungan hari ini," ucap Lyli. Mela mengangguk pelan.
"Hem, aku tidak akan melupakan hari ini. Nona Sheyna mempermudah kita, aku juga bisa mengirim uang untuk ibu ke kampung lebih awal, ini sudah waktunya ibuku ke dokter." ucap Mela sambil tersenyum.
"Jika lain waktu aku bertemu, aku akan mengucapkan banyak terimakasih padanya," tambah Lyli.
"Sebaiknya kita pulang, ini sudah terlalu larut." ajak Mela sambil mengamati jam yang melingkar di tangannya. Lyli mengangguk pelan dan mereka melangkah pergi.
Micho Dan Damar telah sampai di apartmen, mereka berpisah menuju ke apartmen masing-masing.
"Damar. Ada hal yang ingin Aku bicarakan padamu, kau harus kesini." ucap Micho dengan memegang ponselnya.
"Apa yang ingin kau bicarakan, Tuan? tanya Damar sesaat setelah sampai di apartemen Micho.
"Cari keberadaan Sabrina, aku ingin kamu mencari dan menemukannya," ucap Micho. Damar menghela napas panjang. Dia pikir ada hal lain, nyatanya Bos nya masih saja memikirkan tentang Sabrina.
"Saya akan mencari, O iya. Untuk apa kau meminta Radit kesini? Kau tau, dia akan segera tiba," ucap Damar. Micho mengangguk pelan.
*****
Amara menyandarkan tubuhnya di ranjang, netranya mengamati cincin yang masih berada diatas meja. S inisial itu membuat dirinya berdesir.
"Sengaja ditinggalkan? Mana mungkin, bahkan dirinya tak mengenal. Lalu, kenapa harus mencari aku? Kalung sebagus itu, kenapa bisa di berikan dengan cuma-cuma? Apa ada sesuatu?" gerutu Amara panjang lebar. Amara menghela napas panjang. Tak mau pusing dengan urusan yang tak penting, Amara memilih untuk mengambil kalung itu dan menyimpannya di laci.
__ADS_1
"Ra, aku lapar." Nada yang baru keluar dari kamar mandi berjalan ke arah Amara yang duduk di sofa.
"Lalu?"
"Antarkan aku keluar, apa mau?" tanya Nada sambil tersenyum.
"Aku ngantuk sekali, Nad."
"Kamu menolak?" tanya Nada. Amara cengengesan, Nada meletakkan handuknya kemudian melangkah pergi.
"Nad, tunggu. Aku akan mengantarkan mu," ucap Amara sambil memakai sendal bulu berwarna merah muda yang tampak imut.
"Katamu ngantuk," ucap Nada sedikit kesal.
"Tapi aku juga tidak mau melihamu keluar sendirian," ucap Amara sambil memakai sweater warna merah muda juga.
"Hemm, so sweet." ucap Nada sambil merangkul pundak Amara.
"Lepas nggak?! Kayak pacaran aja kayak gini, menggelikan." ucap Amara sedikit ketus.
"Ini caraku menjagamu, aku takut kamu kabur dari ku." ucap Nada sambil tersenyum tipis. Amara menggelengkan kepalanya kemudian melangkah pergi. Keduanya keluar dari apartemen menuju ke restauran yang berada di depan sana.
😍😍😍😍😍😍
Hay jangan lupa like, komen hadiah, untukku... 🤭🤭🤭🤭🤭
kasih aku semangat.
__ADS_1