
Micho mengeratkan rahangnya, tangannya mengepal kuat. Dengan emosi Micho mencengkram tangan Amara dan menariknya kasar, membuat gadis itu merasakan kesakitan.
Micho menarik tangan dan menggelandang Amara mengikuti langkahnya. Damar dan Radit yang baru saja datang dari belakang, mematung menyaksikan Aksi Micho yang dirasa sangat kasar.
Damar membelalakkan matanya, objek yang dilihatnya adalah Amara, gadis yang beberapa hari lalu di tolongnya bersama Micho. Radit, lelaki tampan itu menatap Amara dengan iba. Ada apa sebenarnya? Damar dan Radit mendekat dan sekarang mereka tau dari bisik-bisik para tamu yang datang bahwa acara pertunangan telah di gagalkan.
Damar dan Radit menyadari sesuatu, keduannya berlari kearah parkiran, Micho telah membawa Amara pergi dari rumah Sabrina Khalista dan melesat entah kemana. Radit dan Damar masuk mobil dan mencoba mengejar Micho yang melaju dengan kecepatan Maksimal.
Amara merasakan detak jantung yang tak beraturan, kecepatan mobil yang dikendarai Micho benar-benar membuatnya takut. Amara melirik Micho yang tampak seperti orang kesurupan. Wajahnya merah padam menahan Amarah.
Beberapa saat kemudian, sampailah mereka di sebuah apartemen. Micho membuka pintu mobil dan kembali menggelandang Amara dengan kasar menuju ke dalam. Gerakan Micho benar-benar membuat Amara kesakitan dan sekarang Micho mendorong Amara hingga Amara terhempas dengan kasar ke atas sofa.
"Ahkk, " pekik Amara. Air matanya mengalir deras. Micho melepaskan Jas yang melekat ditubuhnya, melemparkan asal entah kemana. Amara menyeret tubuhnya belakang Menggelengkan pelan kepalanya.
"Mau apa kamu?" bentak Amara. Micho mendekat dan mencengkram dagu Amara kuat. Mereka saling menatap. Air mata Amara lagi-lagi mengalir deras.
"Kamu harus membayar mahal ulahmu, Nona. Siapa yang menyuruhmu? di bayar berapa hingga kau melakukan hal menjijikkan seperti itu? hah! " bentak Micho.
Amara menggelengkan kepalanya. Tangan Micho benar-benar kuat mencengkram nya kemudian menghempasnya lagi dengan kasar. Amara menghapus air matanya dan berdiri memberikan satu tamparan keras di pipi Micho. Micho tersentak kaget dan memegang pipinya yang terasa panas.
Micho memandang dengan sorot mata benci kepada gadis cantik didepannya. Keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing.
"Nikahi aku dan kamu harus bertanggung jawab sepenuhnya atas hidupku! " ucap Amara.
Micho tercengang mendengar permintaan Amara. Bahkan dirinya tak mengenal wanita didepannya. Wanita itu menghancurkan pernikahannya, lalu atas dasar apa dia meminta pertanggungjawaban? bukankah seharusnya Micho yang meminta pertanggung jawaban dari wanita didepannya?
__ADS_1
"Omong kosong apa yang sedang kau bicarakan, Nona?" ucap Micho dingin, emosinya sedikit mereda. Tetapi sorot mata tajamnya masih saja mengintimidasi Amara.
"Setelah mencuri mahkotaku, lalu kamu ingin pergi dan bahagia diatas penderitaan ku? Aku tidak akan membiarkan itu terjadi Tuan Micho aditya Pratama yang terhormat," ucap Amara penuh dengan penegasan.
Micho terbelalak kaget, ucapan wanita didepanya begitu tidak masuk akal baginya. bagaimana bisa dia menuduhnya seperti itu, bahkan dia menolong wanita didepannya. kenapa malah wanita ini menganggap dirinya merenggut Mahkotanya? Fik manusia didepannya salah paham dengannya.
Jadi kau pikir aku merenggut kesucian mu, Nona? Kamu harus membayar mahal atas semua kelakuan mu padaku . Akan aku biarkan dirimu menderita dengan prasangka mu sendiri. batin Micho.
"Apa kau mabuk? kau pikir aku minat dengan tubuhmu yang kecil itu? menjijikkan! " ucap Micho kemudian melenggang pergi. Amara menghela napas panjang kemudian menghadang langkah Micho.
"Berhenti atau aku akan menghancurkan hidupmu," ucap Amara lantang. Seketika Micho menghentikan langkahnya. Micho menatap gadis yang menghancurkan pertunangannya dengan sorot mata tajamnya dan kembali mengepalkan tangannya.
"Kamu pikir kamu siapa? beraninya mengancamku! Aku tidak takut dengan ancaman mu, tulis berapa maumu." ucap Micho sambil melemparkan cek kearah Amara.
"Kamu pikir uangmu bisa menggantikan apa yang telah kau hancurkan? Bahkan semua yang kamu miliki tidak mampu menggantikan kerugianku, Tuan Micho." bentak Amara sambil merobek cek yang di lemparkan Micho.
Brak !!
Keduanya menoleh, Rafa, Damar, Radit dan beberapa orang lainya datang ke apartemen itu. Rafa dengan wajah emosi berjalan kearah Micho. Rafa memberikan Bogem mentah di pipi Micho. Micho tampak memegang pipinya kemudian membalas hantaman Rafa. Keduannya terlibat baku hantam dan saling membagi pukulan dan tendangan.
Radit dan Damar berusaha untuk melerai, tapi naas, Rafa juga Micho tak bisa untuk dicegah. Sedangkan Nada dan Dinda yang baru datang segera mendekat kearah Amara dan memeluknya erat.
Didepan pintu seseorang tengah tersenyum kemudian mengambil ponselnya.
Kak, lihat. walaupun para preman itu gagal menjalankan misi dariku. Ternyata ada kejutan yang sangat membahagiakan saat ini. aku rasa kita perlu bermain sedikit untuk menambah seru Drama ini. Bukankah ini yang kamu inginkan, Kak? 3 bersahabat Micho, Rafa dan Damar bercerai berai?? lakukan sesuatu untuk memperindah drama yang terjadi. kirim.
__ADS_1
" Berhenti," teriak Amara yang berlari kemudian berhenti diantara Rafa dan Micho. Keduanya menghentikan pertengkaran ketika tangan mereka berada di pipi kanan dan kiri Amara. Amara memejamkan matanya, hatinya terasa was-was jika pukulan 2 orang itu menghantam dirinya.
"Minggir, " teriak Micho dan Rafa bersamaan.
"Aku akan tetap di sini sampai kalian berhenti berkelahi." ucap Amara. Tangan Rafa dan Micho bersamaan mendorong Amara kemudian melanjutkan perkelahian. Amara terkejut ketika kakinya tak lagi sanggup untuk menahan tubuhnya. Tangan kekar menarik pinggang Amara hingga adegan intim mereka menghentikan Micho dan Rafa bertengkar.
Tangan kekar itu milik Radit, Radit memandang wajah cantik Amara dengan sorot mata teduh.
"Bisa menjelaskan apa arti semua ini? Hanya aku yang bisa mendapatkanmu, diantara mereka yang mengabaikan mu," ucap Radit. Amara segera berdiri. Netranya menatap Rafa dan Micho secara bergantian.
"Lanjutkan perkelahian kalian, sampai malaikat maut datang menjemput nyawa kalian," ucap Amara kemudian melenggang pergi. Micho dan Rafa saling memandang sinis.
"Apa maumu? Apa yang kau rencanakan Micho? jangan mencoba menghancurkan ku dengan memperalat adikku," ucap Rafa tegas, Micho menghela napas panjang. Otaknya mencoba mencerna perkataan Rafa.
"Cihhh,,, jadi dia adikmu? Pantas saja sombong sepertimu, " ucap Micho sinis. Rafa menarik kerah Baju Micho dan memberikan satu pukulan di pipi Micho.
"Jaga bicaramu, Tuan Micho Aditya Pratama! "
"Singkirkan tanganmu, Tuan Rafa yang terhormat. Angkat kaki dari sini sebelum aku melakukan sesuatu, kau tamu dan mengusik ketenangan ku." tegas Micho.
"Aku tidak akan pergi sebelum kau mengabulkan apa yang menjadi permintaan adikku," bentak Rafa.
"Aku tidak akan melakukan apapun untuk mengabulkan permintaan adikmu," bentak Micho.
"Berarti kau memilih untuk menyelesaikan urusan ini dengan otot, okey Micho kita nikmati malam ini dengan indah." ucap Rafa, Rafa memberikan beberapa pukulan dan tendangan yang berhasil di tepis oleh Micho. Perkelahian mereka begitu tegang hingga pada saatnya prayoga datang dan membuat mereka menghentikan perkelahian.
__ADS_1
🤭🤭🤭🤭🤭🤭