Aku Bukan Musuhmu

Aku Bukan Musuhmu
Pengumuman


__ADS_3

Cuplikan Novel baru...


Cinta adalah sebuah kata yang tidak lagi bisa dipercaya keberadaanya bagi seorang Marvel Raditya Dika.


Kehilangan sosok ayah adalah hal terberat dalam hidupnya.


Ibu? Bahkan dirinya sangat membenci ketika dirinya harus melihat wajah wanita yang seharusnya bisa membuat ketenangan malah menjadi wanita yang menciptakan luka di setiap napasnya. Wanita yang mempunyai surga di telapak kakinya malah memberikan neraka yang begitu menyesakkan dadanya.


Papanya meninggal karna melihat ibunya mendua. Hingga Radit menjadikan wanita hanya mainannya, cinta? Kata sakral itu tidak ada bagingnya.

__ADS_1


Akankah cinta datang padanya? Siapa gadis yang mampu melukuhkan hati seorang Marvel Raditia Dika? Setelah cintanya pernah berlabuh pada seorang yang nyatanya adalah istri dari kakak angkatnya?



Malam hari yang indah, di dalam sebuah hotel yang mewah. Seorang laki-laki tampan masih setia dengan kesibukannya mencumbu seorang wanita. Peluh membasahi keningnya, dia hampir saja melakukan penyatuan bersama dengan wanita bayarannya setelah lama melakukan pemanasan. Namun, bayangan wanita yang yang mengisi hatinya menyelinap masuk di dalam dadanya, membuat hatinya terbakar rasa cemburu yang membara.


Rasa sakit dan terkejut bercampur menyesakkan dadanya. Bagaimana bisa? Dunia seakan sempit sekali, dari sekian banyak wanita yang kencan dan bersenang-senang dengannya kenapa harus wanita yang mencintai kakak angkatnya yang bisa menggetarkan hatinya?


Radit melempar vas bunga di atas nakas hingga terpecah belah entah menjadi berapa. Selena, wanita yang kini ada di sampingnya terkejut. Dia menatap serpihan vas yang berkeping kemudian menatap wajah tampan seorang Marfel Raditya Dika. Pemuda 27 tahun yang sangat misterius baginya. Wanita yang kini hampir saja telanjang itu merapikan bajunya dan menatap ke arah Radit yang tampak marah.

__ADS_1


"Sayang," sapa wanita itu. Radit menoleh, dilihatnya selena wanita bayaran yang menemani dirinya.


"Kau kenapa?" tanyanya.


Radit melingkarkan tangannya di pinggang selena.


"Maaf, sebaiknya kita akhiri sampai disini," ucap Radit kemudian meraih bajunya. Radit berjalan ke arah balkon, ia meraih botol wine yang berada di meja, ia memegang pelipisnya.


🤣🤣🤗🤗

__ADS_1


Hayokkk tunggu keseruan mereka ya.... Mana dukungannya...


Aku berharap di novel yang ini lebih baik. Mohon dukunganya man teman🤣🤣 Bantu aku promosi.wkwkwkwk....


__ADS_2