
"Lepaskan aku," ucap Amara sambil memberontak. Amara menggerakan kakinya dan mencoba lepas. Namun, Micho tak membiarkannya.
"Lepaskan aku, aku mau pulang." ulang Amara. Kini Micho malah membawa Amara ke dalam kamar Micho dan meletakan tubuh kecil Amara disana.
"Diamlah, tampaknya kau tidak baik-baik saja. Bahaya jika kau pulang sekarang dengan mengendarai mobil," ucap Micho sambil melonggarkan dasinya dan melepas jasnya. Amara tampak khawatir dengan Micho. Tampaknya suaminya itu mau melakukan sesuatu.
"Apa perduli mu? Aku tidak membutuhkan perhatian mu Tuan Micho," sahut Amara.
Micho menyunggingkan senyum kemudian mendekat ke arah Amara. Istrinya yang beberapa hari ini tampak hangat itu kini tampak berubah dingin.
Micho mengangkat dagu Amara dan menatapnya dengan tenang. Dia melihat jelas mata Amara yang berkaca. Dia tau pasti apa yang membuat Amara seperti ini, wanita yang saat itu pernah mengungkapkan isi hatinya itu mengetahui Meta tadi mencuri ciuman darinya. Amara duduk dan beringsut ke belakang setelah Micho mendekat ke arahnya.
Micho mendekatkan wajahnya ke arah Amara, hingga menyisakan jarak beberapa centi saja.
"Aku juga tidak perduli, hanya membuang waktu perduli dengan orang yang jutek sepertimu," ucap Micho. Micho melangkah pergi.
Amara membiarkannya, ia memeluk lututnya dan menunduk. Terbesit kesedihan di benaknya, air mata Amara mengalir. Bayangan Meta yang mencium Micho membuatnya sakit. Beberapa hari yang lalu dirinya bertekat mencoba untuk melupakan, nyatanya hatinya tak sanggup untuk melakukan.
Kini Amara harus merasakan sakitnya cinta yang bertepuk sebelah tangan. Merasakan sakitnya mencintai dan tak terbalaskan. Ya, Amara menyadari cinta itu masih saja ada meskipun sudah berlalu lama. Hatinya masih saja merasakan cinta yang sama seperti pertama Kali melihat wajah tampan Micho.
"Menangislah, jika itu membuatmu merasa lega," ucap Micho.
Amara diam, namun dia tau suara itu adalah suara Micho. Mungkin dia tidak tega meninggalkan Amara sendiri. Amara berdiri, hampir saja melangkahkan kaki nya, namun Micho menarik tangannya.
"Tetaplah disini,"
Amara tidak mengindahkan perkataan Micho, ia menarik tangannya dan berjalan menjauhi Micho. Micho bangkit dari duduknya, berjalan kearah Amara kemudian membopong Amara lagi dan berjalan kembali ke tempat semula. Amara terkejut, ia mengayunkan kakinya. memukul pundak Micho.
__ADS_1
"Turunkan aku, turunkan aku!" bentak Amara.
"Aku akan menurunkan mu, jika kau duduk kembali," ucap Micho.
Amara yang tengah emosi benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya. Ia melompat dan turun dari gendongan Micho. Amara melayangkan satu tamparan pada wajah Micho. Micho seketika memegang pipinya yang tampak panas. Netranya memandang ke arah Amara yang kini tengah berderai air mata.
"Hentikan ulahmu yang seperti ini Micho, aku tau posisiku. Aku tidak lebih dari teman bagimu, Aku tau." bentak Amara. Micho terdiam, mengamati Amara yang masih saja berbicara panjang lebar.
"Jangan biarkan aku terluka lebih dalam karna ulahmu. Ketika kau memperlakukan aku seperti ini, sama saja kau itu mempermainkan aku Micho. Bukankan aku pernah mengatakan jika aku adalah wanita yang bodoh karna jatuh cinta pada manusia kaknat sepertimu, aku mohon jangan menyiksaku lebih dalam lagi,,,"
"Cup,"
Micho menyambar bibir mungil merah mereka yang sejak tadi bergerak memakinya itu. Amara terkejut mendapat serangan dadakan dari Micho. Hatinya yang tadi panas emosi dan dongkol seolah mendapatkan kehangatan yang membuatnya merasa nyaman.
Micho memperdalam ciumanya, menyalurkan hasrat yang menggelora di benaknya. Micho membuat gigitan kecil hingga membuat Amara membuka mulutnya. Micho merasakan manis bibir Amara yang selalu menggodanya. Bibir Micho menjelajah masuk, Amara menatap wajah Micho yang tampak sangat tampan.
Amara mendorong Micho saat dirinya mulai kualahan dan kehabisan napas. Micho melepas ciuman panas itu. Mereka saling menatap.
Hening, tak ada kata yang mampu keluar dari mulut keduanya. Hanya deruan napas yang memburu yang terdengar. Amara memejamkan matanya. Tetesan air mata membasahi pipinya. Micho mengusap pipi Amara.
"Apa setelah beberapa waktu kita berteman kau menginginkan hal lain?" tanya Micho sambil memandang Amara. Amara hanya diam tak membalas ucapan Micho.
"Aku minta maaf, bukan seperti itu maksudku," jawab Amara. Micho menghela napas panjang, mendiamkan Amara sehari saja rasanya seperti sebulan. Sebenarnya dia juga merasakan ada yang hilang jika mendiamkan Amara.
"Maafkan Aku," ucap Micho. Micho mengusap pelan pipi Amara. Amara tampak pias. Kenapa dia merasa egois dan seakan meminta Micho untuk mencintainya.
Amara melangkahkan kakinya. Micho menarik tangan Amara. Amara menghentikan langkahnya kemudian berdiri didepan Micho dan memandang Micho dengan sorot mata teduhnya.
__ADS_1
"Beri aku kesempatan, aku akan belajar menjadi suami yang baik untukmu," ucap Micho. Micho tersenyum dan memegang kedua pipi istrinya. Amara memandang wajah tampan yang biasanya dingin itu kini tampak hangat.
"Micho, aku," Amara mencoba untuk menguasai hatinya. Belum sepenuhnya bicara, lagi-lagi Micho menyambar bibir Amara.
"Dilarang protes, mau protes lagi? Maka aku akan menciummu lagi," ucap Micho.
"Belajarlah menjadi istri yang baik mulai saat ini, aku juga akan melakukan hal yang sama." ucap Micho kemudian melangkahkan kakinya. Amara memejamkan matanya merasakan debaran jantung yang tak karuan.
"O iya. Satu lagi," ucap Micho. Amara tampak melirik Micho seakan bertanya, apa?
"Panggil aku, Mas. Jangan lagi memanggil aku Micho." ucap Micho kemudian memakai jasnya kembali. Amara tampak terdiam. Mas? Bagaimana bisa dia memanggil seperti itu?
Micho melangkah pergi, ia menyunggingkan senyum di bibirnya. Moodnya kembali baik setelah mendapat ciuman dari bibir Amara.
"Mau makan sekarang Tuan Bos?" tanya Damar yang ternyata sudah menunggu di sofa depan. Micho tersenyum dan menggeleng pelan.
"Habiskan, aku sudah kenyang." jawab Micho. Damar Mengernyitkan dahinya dan melirik makanan di meja yang masih utuh.
"Makan apa?" tanya Damar sambil menoleh ke arah Micho yang berseri.
"Makan rujak," 😂😂😂. jawabnya.
Damar tampak bingung, tapi berusaha untuk tidak ambil pusing dengan ucapan Micho.
🙏🙏🙏🙏
Maafkan author yang lama up nya ya... akan selalu berusaha semangat meskipun di hadapkan pada kesibukan di nyata yang tak bisa ditinggal..😂
__ADS_1