Aku Bukan Musuhmu

Aku Bukan Musuhmu
Gelisah


__ADS_3

Sorot mata tajam Micho memandang ke arah lalu lalang orang yang yang kini tengah menikmati minuman memabukan. Micho memejamkan matanya, hatinya bergemuruh marah mengingat ucapan Papa Rusdiantoro. Namun, dirinya enggan untuk lupa diri dan kembali berbuat bodoh dengan minum alkhohol.


Micho mengeluarkan ponsel dari sakunya, di bukanya galeri yang memperlihatkan beberapa foto bersama dengan Amara. Foto pernikahan dan foto di pantai yang diambilnya dari ponsel Damar. Micho menghela napas panjang dan mengusap wajah Amara yang tampak imut di sanad Ada Rasa bahagia, sebal, sesak, dongkol, semua berkumpul menjadi satu.


"Kenapa kau selalu membuat aku emosi tingkat Dewa. Di dekatmu membuat aku jengkel, tapi jauh darimu membuat aku stres. Lantas aku harus bagaimana?" Micho mengusap kasar wajahnya. Bayangan wajah cantik istrinya tengah memenuhi otaknya.


"Shitt," umpatnya. Micho lagi-lagi menghela napas kasar. Dadanya semakin sesak saat mengingat nama Rayen.


"Sheyna Amara," gumamnya pelan. Micho mencengkram gelas yang berada di tangannya hingga pecah. Tetesan darah mengalir bercampur dengan air dari tangannya. Perih? Luka itu tak sebanding dengan hatinya yang merasakan sesak dan entah di sebabkan oleh apa.


Bahkan nama Sabrina tidak diingatnya sama sekali. Hanya wajah Amara yang selalu menghantuinya. Entah perasaan yang bagaimana, benci, sayang atau bagaimana Micho tak sanggup mengartikannya. Dendam? Dendam mana lagi yang masih bergelayut di hatinya? Bahkan ketika wanita itu menyebut nama Sabrina, ia juga tak menyukainya.


Micho memggeser lagi galeri di ponselnya, satu foto 4 tahun yang lalu yang selalu membuatnya murka. Akibat ulah wanita itu dia harus kehilangan beberapa tendernya.


***Flashback**"


Micho berjalan dengan cepat membawa beberapa tumpukan berkas penting perusahaan. Di sebuah restaurant dekat dengan universitas ternama dirinya mengadakan pertemuan.


Ditengah ketergesa-gesanya, ia tak melihat jalanan. Saat itu seorang wanita salah satu mahasiswa menabrak dirinya hingga menjatuhkan beberapa berkas dan menginjaknya.


Tanpa berkata apapun, wanita cantik itu pergi. Micho menghela napas panjang. Micho berdiri dan mencoba untuk mengejar wanita itu, namum waktunya sudah sangat dekat dengan pertemuan. Deringan ponsel mengingatkannya untuk segera masuk ke ruangan. Sebuah KTA berada diantara berkasnya. Micho meraihnya dan membacanya.


"Sheyna Amara," gumamnya sambil melihat foto wajah yang tersenyum dan mampu menggetarkan hatinya.Ya, pertemuan itu adalah pertemuan yang sangat menyebalkan bagi Micho, karna ulah Sheyna Amara dia harus kehilangan kerjasama dengan beberapa perusahaan.


**Flashback off**


😃😃😃

__ADS_1


Amara meletakan ponselnya di meja rias, netranya melirik kearah foto pernikahan yang terpampang disana. Mengusap pelan foto yang menampakan wajah tampan suaminya. Suami yang selalu membuatnya sebal saat didekatnya. Membuatnya dongkol dan sesak di dadanya saat berada di sampingnya.


Amara mengedarkan pandangannya, dirinya merasa sepi tanpa Micho. Hatinya berdesir ngilu, sesak tiba-tiba. Amara memejamkan matanya.


"Apa aku mencintaimu, Micho?" ucapnya pelan, mencoba mengeluarkan unek-unek yang menyesakkan dadanya. Amara menghela Nafas kemudian mengeluarkan pelan. Amara mengambil ponselnya mencoba membuat panggilan pada Micho yang ternyata tidak bordering. Lagi-lagi Amara harus merasa sesak dan kecewa.


"Kenapa aku merasa jika aku sepi tanpamu? Kenapa aku baru menyadari jika aku membutuhkanmu? Apa ini yang kamu rasakan setiap harinya ketika kamu harus menunggu Sabrina? rasanya sesak seperti ini ketika kamu menahan gejolak rindu? Apa seperti ini yang kamu rasakan?" ucapnya lirih.


Air Mata Amara mengalir deras. Menyadari perasaanya ketika berjauhan membuat hatinya seakan perih teriris. Amara melirik ponsel yang menunjukan pukul 18.00.


Amara meraih ponselnya, ada panggilan dari Nada disana. Amara segera mengambil ponselnya dan menggeser tombol hijau.


"Halo, Ra." sapa nada.


"Halo nad, ada apa?" tanya Amara sambil mengusap air matanya.


"Kamu sudah siap?" tanya Nada.


"Kamu lupa, hari ini kita ada reoni, apa sudah izin dengan suami?" tanya Nada sambil tertawa. Amara kembali merasakan perasaan yang menyesakkan dadanya. Suami? bahkan sejak siang orang yang di sebutnya suami itu pergi entah kemana.


"Aku bersiap dulu, Aku tunggu di rumah utama ya," ucap Amara.


"Kamu dirumah utama?" tanya Nada.


"Ya, kesinilah Nad. Aku Akan ikut denganmu," Amara tersenyum dan menutup ponselnya.


Amara mencoba menghubungi kontak Micho, lagi-lagi tak ada jawaban dari Micho.

__ADS_1


"Micho, aku ada reoni yang berada di Kafe Mawar, aku minta izin untuk keluar."


Amara mengetik pesan meskipun Micho tak membacanya.


Amara memoles wajahnya dengan make up tipis dan menyambar tas nya. Amara keluar dari kamarnya dan mendapati Rafa di depan kamarnya.


"Kakak, udah di rumah aja," sapanya sambil tersenyum. Rafa menatap wajah Amara dengan teliti.


"Kamu menangis?" tanya Rafa. Amara menggelengkan kepalanya.


"Kamu mengkhawatirkan Micho?" tanya Rafa. Amara mendongakan kepalanya. Rafa mengusap pelan pundak Amara dan tersenyum.


"Micho pasti tidak papa, yakinlah." ucap Rafa.


*****


Di sebuah apartemen, Rayen dan Erika terlibat pertengkaran. Erika mengetahui Rayen yang berstatus sebagai kekasihnya itu datang bersama papanya until melamar Amara.


"Diam Erika, diamlah!"


"Kamu pikir aku harus diam saja saat kamu melamar orang lain begitu? Kenapa dari dulu Wanita murahan itu menghancurkan kebahagianku? Kenapa setelah lama kita berhubungan kau tetap mengharapkannya?" bentak Erika.


"Kau siapa Erika? Lihat dirimu, kau bukan siapa-siapa. Amara jauh lebih baik darimu," ucap Rayen kemudian melenggang pergi. Erika mengepalkan tangannya.


"Amara, Kenapa kemunculanmu selalu mengancam kebahagiaanku? Kenapa?" bentak Erika Erika menghela napas kasar dan mengambil ponselnya.


"Kafe Mawar, lakukan sesuatu untuk Sheyna Amara, jangan gagal. Pastikan hidupnya menderita dan hancur,!"

__ADS_1


Erika menutup ponselnya dan tersenyum sinis setelah melakukan panggilan kepada seseorang di sebrang sana.


😁😁😁


__ADS_2