
"Buka pintu mobil, aku akan mengangkatnya," ucap Micho. Radit turun dan membuka pintu. Micho keluar dan berjalan menuju ke kamar pribadinya.
Micho menaiki tangga, netranya fokus mengamati wajah ayu manusia yang ada di gendongannya. Wajah yang semakin dilihat semakin mempesona. Micho membuka pintu kamarnya dengan satu dorongan kuat dengan kakinya. Micho berjalan menuju ke ranjangnya dan meletakan Amara di ranjang empuk miliknya.
Micho menutup tubuh istrinya dengan selimut tebal, ia juga menyingkirkan anak rambutan yang menutupi wajah ayu istrinya. Micho membuat usapan lembut di pipi Amara. Micho merasakan desiran rasa yang membara di dirinya. Amara bergerak miring, hingga kini wajah mereka begitu dekat.
Micho memejamkan matanya ketika mencium aroma wangi nan lembut dari manusia cantik di depannya. Semakin lama tubuhnya semakin panas. Micho tersadar dan segera mengalihkan dirinya dari hadapan makhluk cantik yang sebenarnya sah untuk di sentuh lebih dari yang dia lakukan saat ini.
Micho membersihkan dirinya dan menggani bajunya dengan kaos oblong dan celana pendek selutut. Micho melirik jam yang sudah menunjukan pukul 01.00 Micho membaringkan tubuhnya di samping Amara dan memejamkan matanya.
😍😍😍
Pagi hari yang sejuk, sinar mentari menerobos ke dalam ruang kamar yang kini dihuni 2 manusia yang saling memeluk. Amara merasakan tidur yang begitu nyaman dan tenang. Merasakan hangat dan lelap. Amara membuka matanya, alangkah terkejutnya dia ketika melihat dia tengah berpelukan dengan manusia laknat yang selalu menghancurkan hatinya. Amara mengucek matanya, berharap Ini hanya sebuah mimpi. Namun nyatanya bayangan di depannya malah semakin nyata.
Aaaaaaaa
teriak Amara sambil mendorong tubuh Micho yang memeluknya denganmu posesif.
__ADS_1
"Apa tidak bisa diam?" suara serak Micho menggema. Amara segera duduk dan mengamati tubuhnya yang masih dengan baju yang lengkap.
"Kenapa kau disini?" ucap Amara sambil mendorong tubuh Micho. Micho bangkit dan menatap Amara dengan sorot mata tajamnya.
"Ini kamarku, siapa yang akan melarangku?" ucapnya. Amara menghela napas panjang. Amara memutar pandangannya dan mengamati kamar besar nan indah ini. Yang benar saja, ini memang bukan kamarnya.
Amara kembali menatap ke arah Micho. Dia ingat jika dirinya sekarang telah menjadi istri sah dari manusia laknat di depannya.
"Antarkan aku pulang, aku akan mengambil baju ganti," ucap Amara. Micho turun dari ranjang dan menyerahkan paper bag pada Amara.
"Pakai itu," ucapnya. Amara mengambil paper bag itu dan melihatnya. Baju itu ukuranya sama dengan ukuranya.
Micho berjalan ke arah dekat jendela. Paper bag tadi adalah baju setelan yang biasanya akan dia taruh di walk in closed di setiap ulang tahun Sabrina. Dan kenapa tadi malam dirinya lupa tidak menyiapkan pesta kecil untuk Sabrina, ia malah memilih tidur di samping Amara.
Micho mengusap kasar wajahnya. Apa ini artinya dia sudah bisa move on setelah datang Amara di kehidupannya?
Beberapa menit berlalu, Amara telah selesai mandi. Ia menggunakan setelan cantik yang tadi di berikan oleh Micho. Rambutnya yang basah di gulung tinggi hingga menampakkan leher jenjangnya. Begitu membuat pintu, tubuh Amara terpaku saat netranya beradu dengan tatapan mata Micho yang memandangnya.
__ADS_1
Keduanya tampak terkejut, Amara segera merapikan rambutnya dan menyisirnya.
Micho tampak memandang setiap gerak Amara, bibirnya tersenyum tipis kemudian berganti masuk ke dalam kamar mandi.
***
Amara membuka pintu kamarnya, berjalan ke arah tangga dan mencari jalan untuk menuju ke dapur. Netranya memandang ke sana kesini, 4 tahun lalu dia pernah kemari mencari Micho untuk meminta pernikahan dengannya. Dan kini, benar saja dia telah menjadi istri sah darinya. Amara memejamkan matanya, harus bahagia atau terluka?
"Pagi, kakak ipar." suara itu membuat Amara sadar darinya lamunanya. Amara memutar langkahnya dan menatap wajah orang yang berada di belakangnya.
Sejenak mereka saling memandang, Radit tenggelam dalam perasaan yang campur aduk. Senang atau harus bersedih? Amara, wanita yang selama ini mengusik hidupnya telah ada di depannya. Tetapi, wanita yang telah mengusik hatinya adalah kakak ipar nya.
"Radit?" ucap Amara. Wajahnya berbinar, Amara berjalan dan mengamati wajah radit ia memastikan jika dirinya tidak salah orang.
"Radit, ini beneran kamu?" tanya Amara. wajahnya berbinar, tetapi berbeda dengan wajah Radit yang tampak kecewa.
"Amara,Kakak ipar?" ucap Radit lirih. Radit memejamkan matanya. menemukan kenyataan ini begitu mengiris hatinya. Amara tersenyum dan menepuk pundak Radit.
__ADS_1
"Hey apa kabarmu?" tanya Amara. Radit hanya tersenyum kaku kemudian melangkah pergi. Amara hanya menatap punggung Radit yang menjauh darinya. Amara merasa ada yang tidak beres.
**""