Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Bertemu Mohan


__ADS_3

Pagi itu, sesuai waktu yang sudah di sepakati, kami liburan ke salah satu pantai di daerah Banten , kebetulan  Papi  juga  baru  buka  cabang Restauran di sana,


 Saat tiba di pantai.


Melihat  pantai  dan berjalan jalan di tepi pantai, bisa membuat hati ini sedikit terhibur


“Kak Faila lihat sini!” Regi mengarahkan lensa  cameranya ke arahku mengambil beberapa gambar.


Dion   biasanya,  duduk diam seperti batu  setiap kali liburan. Tapi kali ini ia   dan sesekali  di memeluk pundakku,  memperlakukanku seperti  adek perempuannya, tidak ketinggalan si bontot yang ikut -ikutan dengan gaya alainya.  Kami bersenang-senang walau tanpa Frans, menghabiskan liburan hari itu.


Matahari  sudah mulai  pergi  meninggalkan cakrawala,  membawa  semua  cahayanya di gantikan awan yang sudah mulai  gelap.


“Ayo,”  ajak mami  merangkul lenganku. “Ada apa Fai dari tadi pagi kamu kelihatan murung ada  masalah sama Frans?”


“Tidak, Mi hanya sedikit pusing saja, sepertinya  aku kurang  istirahat”


“Cerita  sama mami,  kalau ada masalah sayang , mami pasti cari solusinya.” Mami Frans selalu ada untukku.


“Tidak ada Mi, terimakasih Mi, karena selalu ada untukku, jangan pernah berubah iya Mi.” Aku memeluk, mami sudah seperti sosok ibu untukku.


“Baiklah sayang.” Mami membelai kepala ini dengan hangat.


Aku tidak bisa menyembunyikan kegelisahanku,  aku terus saja memikirkan ‘Frans,  dia lagi ngapain?   bersama siapa? dan dimana ?’


Tetapi untuk pertama kalinya,  aku tidak ingin meneleponnya,  walau hatiku rindu, tapi tamparan  yang aku terima malam itu, harusnya  sudah jadi alasanku untuk meninggalkannya, tapi hatiku seolah terbuat dari lempengan-lempengan batu aku tidak membenci ataupun marah padanya, aku juga  tidak merasa sedih.


Saat  sudah malam aku memilih keluar dari penginapan dan duduk di luar, dinginnya angin malam aku tidak menghiraukan nya. Terlalu  sibuk  dengan pikiranku, tidak  menyadari ada seseorang yang tiba-tiba duduk di sampingku


Mataku  menatap pemandangan laut,  hembusan angin yang sejuk menyapu kulitku, sesekali ku pejamkan mata ini menikmati hembusan angin laut. Tidak sengaja mata ini menatap ke samping.


“Astaga!”Pekikku terkejut.


 Tubuhku terjungkal  dan terduduk ke belakang,  karena kaget,  seseorang  duduk di sampingku, tanpa permisi, tanpa menyapa.


“Bikin kaget saja, datang gak bilang- bilang tanpa permisi juga,” ucapku marah.


 “Iya ampun Nona, aku sudah permisi  beberapa  kali,  tapi situnya  yang  gak  dengar,”ucapnya membela  diri.


“Kamu  siapa?” tanyaku padanya.


“Kamu  juga siapa?”Ia  balik bertanya


“Aku  bertanya, kamu balik bertanya, bagaimana sih,” ucapku protes aku masih merasa jengkel karena membuat jantung berdetak tidak stabil.

__ADS_1


“Iya, kamu bertanya,  aku juga  bertanya.” Ia bercanda.


“Iya,  karena aku pikir  kamu setan"


Tiba- tiba ia tertawa,  karena aku menyamakan  dengan sosok mahluk kasat mata.


“Terus  niatnya, mau ngapain tadi kesini”


“Niatku sama seperti kamu, melihat  pemandangan malam,” ucap lelaki itu .


“Untung  aku gak pegang kayu  tadi, kalau iya bisa- bisa kamu  kena pukul,” kataku.


“Maaf, maaf deh nona manis.” Lelaki itu terlihat sopan.


“Baiklah,  aku  terima maafnya,”  kataku lagi.


 “Eh aku Mohan.” Ia  menyodorkan tangannya, tapi mendengar nama itu, aku sontak melihatnya dari atas sampe ke bawah.


Aku  belum menjawab, benarkah ia Mohan  yang di bilang bang Niko?


‘ Apa mungkin Mohan yang ini,  saingan Frans yang membuat aku dan Bang Niko jadi pelampiasan kemarahan Frans?’


Aku masih mengamatinya


“ Tidak,  aku Faila panggil aja Fai,,” kataku menyambut uluran tangan.


Saling menyebut nama dan bersalaman, tetapi hati ini masih  dilanda  penasaran dengan  sosok  lelaki tampan yang  wajahnya  mirip orang- orang  timur dengan hidung mancung  badan  tinggi.


 Apakah ini orangnya , aslinya jauh lebih tampan, aku  masih mengingat , seseorang di  foto Instagram yang kulihat,   merangkul lengan seorang wanita  cantik,   dipastikan dia adalah  wanita penyebab diri ini ingin di tinggalkan Frans.


Wanita  yang  bernama Adelia itu yang membuat hati ini patah hati dan orang  bernama Mohan  yang membuatku dan Bang Niko jadi pelampiasan kemarahan Frans.


“Apa  yang kamu pikirkan?” tanya Mohan otak kecilku berputar- putar menyebut nama,  Mohan, Mohan berpikir.


“Apa kita satu kampus? Tanyaku penasaran.


“Iya”


“Apa  kita pernah bertemu?” aku bertanya semakin penasaran.


 Menurut pengakuan  Mohan, ia mengenalku,  tapi aku tidak mengenalnya, saat itu juga aku merasa seperti artis papan Atas,  sekelas Raisa, mana mungkin ada  seseorang yang mengenalku tapi aku tidak mengenalnya.


“Iya sering, sering bangat malah,” pungkasnya dengan yakin.

__ADS_1


“Benarkah, di mana?”


Aku menyalahkan otakku yang payah, dalam hal mengingat, otak ini  tidak mampu memproses hal-hal berat aku pelupa.


“Di kampus.”


“Jangan-jangan,  kamu mengikuti sampai ke sini juga,” kataku menuduh.


Berharap ada pengagum rahasia, capek mengikuti  Frans bertahun tahu begitu lama, berharap ada yang mengikuti, ada pengagum rahasia.


Ia tertawa. "Tidak sedekat itu juga kali kita,”


“Oh kirain,” ucap ku  dengan menahan malu.


“Aku  melihatmu tadi dengan kelurga Frans di pantai, Apa frans ga ikut?”


“Tidak ,dia ada latihan,” jawabku, tapi aku masih penasaran pada lelaki yang bertubuh tingg ini.


“Oh"


“Oh  gitu, btw ini makin larut nih, aku takut  di cariin, “ kataku  beranjak  dari tempat  kami mengobrol.


“Ok, duluan saja.” Ia masih duduk menatap


Meninggalkan Mohan  yang masih duduk , alasanku pergi karena, aku  tidak ingin Lelaki itu bertanya ini-itu,  apapun dariku  tentang Frans


Sejak malam itu aku  aku  tidak  bertemu  lagi  dengan Mohan hari


Hingga kembali ke Jakarta,


Bersambung ….


Bantu Vote iya kakak ikut ivent


karya  keempatku, tolonng tekan like dan tanda hati iya kakak. Baca  juga karyaku yang lain.


-Berawal dari cinta yang salah. (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-The Cursed King(ongoing)

__ADS_1


-Bintang Kecil Untuk Faila(ongoing)


__ADS_2