Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Kesedihan yang mendalam


__ADS_3

“Kita pulang saja” aku sedikit takut.


Hujan sudah berhenti, saat jalan kembali kerumah, ada sekelompok remaja duduk minum-minum. Di pojokan jalan yang akan kami lewati, sekarang aku menyesal kenapa harus keluar tadi.


“Frans aku takut ” Kataku


Tiba-tiba, Ia berjongkok didepanku.


“Naiklah,” pintanya.


“A-a-apa yang ingin kamu lakukan?” Tanyaku sedikit gelagapan


“Menggendong mu,cepat naik, cepat, kalau kamu tidak ingin kita celaka karena ulahmu “kata Frans dengan wajahnya terlihat cerah diterpa cahaya lampu jalan.


Jantungku berdetup-detup dengan kencang, antara takut ragu dan rasa tidak enak, bercampur jadi satu.


Karena hubunganku dan Frans bukan dalam porsi yang tepat, dalam melakukan gendonga-gendongan saat ini, kami dalam perang batin saat itu,


Tapi daripada terjadi sesuatu aku menuruti Frans,


“Tapi aku berat Frans!” kataku


“Tidak usah di beritahu aku sudah tau Faila” ini bukan yang pertama ”kata Frans


“Oh”iya benar, dulu aku selalu minta digendong padanya .


“Cepat Faila”


Aku menurut saja, digendong olehnya walau tau ia mungkin berat. Tapi beban sebesar aku tidak akan masalah untuk Frans. Otot-ototnya aja menyembul di balik kaos yang di pakai, kaos itu memperlihatkan betapa keras otot-otot tangan Frans.


Aku tanpa sadar aku memeluk lehernya dengan erat, menahan rasa takutku, ketika kami melewati para anak muda –muda yang lagi minum –minum itu, suaranya terdengar keras seperti orang lagi berantem.


Aku menahan Nafasku ,beberapa lama kupendamkan wajahku dipunggung kokoh milik Lelaki itu.


Aku bernafas lenga karena mereka tidak menganggu kami. Malah seorang menyapa dengan sopan.


“Kenapa bang ceweknya ?” Tanya seorang pada Frans yang duduk lebih dekat kearah jalanan


“Lagi sakit bang, Permisi iya,” kata Frans dengan sopan, ternyata masih ada yang waras dari antara mereka.

__ADS_1


“Monggo-monggo” mas kata mereka.


“Udah aku turun kata Pada Frans . tapi Ia tidak menggubrisnya, Ia terus menggendongku” Apa Ia tidak mendengarku” Bisikku dalam hati. Frans aku turun kataku lagi.


Ponselkku ada panggilan masuk aku merogoh, saku jaket.


Tapi melihat nama Felix di layar ponselku. Hatiku panas dan marah. Aku membiarkannya, panggilan itu beberapa kali.


“Frans bisa kamu menurunkanku?,” kataku pada Frans tapi Ia diam


“Angkat saja ,mungkin penting kata Frans.


“Ia benar siapa yang menelpon jam 2 pagi lewat kalau tidak darurat. Tapi berhubung itu dari Felix, aku mengabaikannya,dan tidak berniat sedikitpun mengangkatnya, mau darurat ataupun sekarat aku tidak peduli.


Karena aku tidak mengangkatnya. Ia menghubungi Frans kali ini


Tapi tidak begitu dengan Frans Ia mengangkatnya dengan cepat.


“Halo,ada apa?” kata Frans dengan menahan kemarahan


“Apa Faila bersamamu, berikan padanya ponselnya aku mau bicara dengannya ,”terdengar jelas suara itu entah apa maksud Frans. Ia menyalahkan speakernya.


“Ini,” kata Frans yang masih menggendong tubuhku,


“Halo” kataku menahan rasa yang bergejolak dalam dadaku.


“Halo Fai” Kamu belum tidur iya aku tau itu, karena besok kamu akan menikah iya..Haa haaa haaa. Nada bicaranya seperti orang mabuk.


Fai kamu masih disana?”


“Iya katakan, kamu mau mau ngomong apa felix.”


“Aku ingin mengucapkan selamat padamu Fai. Maaf karena seri-“ Skip dulu


Kami, sudah sampai didepan pintu ”Tolong turunkan aku Frans,” kataku Tanganku menutup layar ponsel dengan satu telapak tanganku.


Ia menatapku, aku menyuruhnya masuk kedalam duluan.


“Di sini bahaya Faila, apa kamu tau itu?”

__ADS_1


Aku masuk, tapi sedikit menjauh dari Frans, aku ingin meluapkan amarahku pada Felix yang menghancurkan hidupku , aku ingin memaki-makinya.


Tapi percuma, ia lagi mabuk mungkin tidak sadar apa yang ia katakan padaku saat ini


Aku diam menarik nafas, aku melangkah masuk mendengarkan ia mengoceh sendirian.


Aku melihat Frans masuk duluan kedalam rumah, aku berdiri diam . Aku diam ketika satu kata yang tak pernah aku dengar keluar dari mulut Felix


“Fai maafkan aku, karena aku pernah menyakitimu, aku tidak pernah mengungkapkan kata ini selama kamu disini. Aku mencintaimu Fai,” mendengar dua pengakuan itu aku menangis terisak isak. Aku sedikit menjauh dari pintu masuk agar Frans tidak mendengar tangisanku


“Apa yang kamu lakukan pada hidupku Felix, kenapa kamu menghancurkan hidupku sejauh ini, sebesar itukah dosaku padamu?” aku hanya mencintainya apa itu salahnya. Apa bedanya sama kamu , yang masih mencintai mantan tunanganmu, Ia sangat membenciku saat ini Felix. Ia menganggap ku murahan apa kamu puas sekarang. Menarilah di atas deritaku sekarang. Aku tidak pernah meminta ini padamu, tapi kenapa kamu melakukanya” Aku terisak-isak pada felix yang mungkin tidak sadar dengan apa yang aku katakan. Tapi hatiku sedikit lega ketika aku mengeluarkan uneg –uneg dalam hatiku.


“Fai kenapa kau menangis?” tanya felix


“Karena kamu menghukumku dengan sangat berat, mungkin jika kamu mengaku pada saat aku disana “ mungkin saat ini tidak akan terjadi felix, Kamu tahu aku sangat tersiksa saat ini, aku merasa bersalah hanya karena pengakuanku padamu”


“Maafkan aku, aku bukanya ingin menghukumu, tapi aku membenci Frans, karena kamu lebih memilihnya dari pada aku” kata Felix.


“Tapi ia sangat membenciku, saat ini, bukanya hanya Dia bahkan keluarganya juga felix, semua orang menghinaku, aku tidak berani keluar karena kamu.


Kamu menghukumku” Aku masih terisak dengan bahu naik turun karena menahan gejolak di dalam hatiku, inginku keluarkan semuanya pada Felix tapi-“


“Kamu masih lama dengan acara tangis-tangisanya, aku mau pakai ponselku” Kata frans yang berdiri tepat di belakangku .Aku berdiri kaget menatap wajah.


Tatapannya sinis, mungkin ia salah paham lagi. Karena aku menangis, ia menarik dengan kasar ponsel miliknya, untungnya aku sudah mematikan panggilan itu


.


Jam sudah menunjukkan jam 3 pagi aku masih duduk di depan teras rumah, kini aku takut masuk kedalam kamar, aku takut tidak bisa tidur dan merasakan ketakutan nantinya dan traumaku malah kambuh lagi,


Memang sudah agak lama tidak kambuh lagi, sejak aku mencoba berdamai dengan diri sendiri dan memaafkan kakak dan kakek .Tapi saat ini, aku takut dengan kondisiku, kesedihan yang aku rasakan sangat menyiksa


Karena orang yang aku cintai sangat membenciku Satu pernikahan yang tidak diinginkan dan sudah diputuskan kapan akan diakhiri, bahkan dibenci orang tua yang tadinya sangat menyayangi kini rasa benci itu lebih besar dari rasa sayang yang di terima selama ini. Kalau sudah seperti ini dimana ada letak semangat hidupku lagi


Bahkan aku merasa hatiku bagai diperas dan diremuk-remuk habis itu disiram air panas


Aku mengangkat kakiku keatas kursi dan memeluk lututku menutup kepalaku.


“Apa kau ingin berencana ingin tidur diluar juga saat ini?” suara itu mengagetkanku lagi yang mataku hampir saja tertutup ingin mulai tidur.

__ADS_1


“Felix?? A-a-apa yang akan kamu lakukan di sini, bagaimana kamu tiba-tiba disini,” aku kaget panik bagai mimpi.


Follow IG @sonatha-nata


__ADS_2