
Aku Berdiri tapi seperti berada didunia yang berbeda dari mereka . Aku seperti berada dalam Mimpi.”Bagaimana mungkin seorang nenek ingin mencelakai cucunya sendiri. Padahal Tadi jelas jelas Ia tadi bersikap sayang sayang “Ada apa?
Aku sempoyongan memegang dadaku. Kenyataan itu membuatku syok.
“Ada Mami?. Arjun menggeleng tidak percaya. Seolah Ia merasa asing pada Maminya.
“Maafkan aku.Mami hanya Ingin membuktikan pada mereka kalau mereka cucuku” Aku sayang padanya, aku hanya ingin tau , kalau Ia anaknya Frans bukan Anak Mohan!
“Mendengar itu aku langsung merasa marah dan merasa di fitnah .Aku menatap Frans dengan tatapan tidak percaya.Ia menggeleng dengan putus asa.
Ada apa Ini semua.Aku ingin cepat-cepat kabur dari tempat itu
“Apa yang ingin kamu lakukan , kamu ingin membuktikan apa untuk siapa? suara Papi menggema diruangan Klinik itu.
“Baiklah’ kamu sudah memberikan jawaban atas pertanyaanku selama ini. Saya pikir tadi setelah mereka ada . Saya akan kembali kerumah dan bisa berkumpul dan menimang cucu.Tapi dugaan saya salah. Kamu tidak berubah malah semakin Parah.Mana ada Nenek yang ingin mencelakai cucuna sendiri!.
Baiklah aku sudah memutuskan Kita kepengadilan besok Ayo kita bercerai.Saya tidak tahan dengan kelakuanmu, sungguh memalukan dan keterlaluan. Kata Papi.
“Maafkan aku, bukan begitu Pi ! Aku hanya ingin memastikan apa yang mereka katakan itu tidak benar. Aku hanya beri bubuk kacang , memberinya sedikit saja tadi!
“Sedikit saja Bisa membunuhnya MI ! Mereka berdua sama seperti Frans , tidak bisa terkena kacang, kadang aromanya saja bisa membuatnya Pusing. Aku tidak mengira bisa berbuat sekejam ini. Aku menutup mulutku mundur, rasanya ingin pingsan .
Aku masih memegang jantungku. Yang berdendang begitu hebat ”Hingga anak itu akhirnya bangun , hatiku senang luar biasa dan bersyukur bangat rasanya , doaku terkabul, aku langsung menggendongnya menjauhkan nya dari keluarga itu,
Aku sungguh kecewa pada mereka .Orang yang seharusnya melindunginya malah ingin menyakiti anakku, demi sebuah pembuktian.
JIka Mami ngin tau . Ia bisa melakukan tes DNA.Kenapa harus cara seperti ini.Aku membatin tidak percaya.
.
“Aku akan mengantar pulang!” kata Frans .Tapi aku sudah terlalu shock. Tidak tau mana yang baik dan mana yang benar-benar tulus.
“Tidak, tidak usah!.Aku menolaknya dengan sikap melindungi anak-anak dari mereka. Aku tidak ingin mereka menyentuh lagi.
“Fai aku tidak akan menyakiti anak-anakku” kata Frans. Ia mendekat Tapi aku menjauh seperti seseorang yang mengalami ketakutan
__ADS_1
Rasa shock yang aku alami membuatku bertingkah aneh dan bersikap paranoit. Siapa yang ingin mendekat aku menjauhkan mereka. Aku bersikap mereka ingin menyakiti anak-anakku.
Ketika Papi ingin mendekatiku , aku tidak mau juga
Frans mendekat dan memelukku .Ia menenangkanku yang terlihat mengalami ketakutan
Tidak bisa diungakapan dengan kata-kata, bagaimana kagetnya aku . Mendengar kenyataan pahit itu , orang yang aku anggap akan melindungi anak-anaku justru ingin mencelakainya.
Bagaimana jadinya jika Arden tidak bisa diselamatkan, bagaimana aku memaafkan diriku nantinya,
Tujuan Mami melakukan hal itu . Ia mendapat ide gila itu dari teman-temanya sosialitanya yang meragukan anak itu anak Frans. Mereka bergosip dalam groupnya menantang Mami melakukan hal gila itu bagaimana mungkin seorang ibu menjadikan nyawa seorang anak kecil yang tidak berdosa menjadi ajang pembuktian dari keraguan mereka.
Hatiku, sakit dan kecewa, aku berharap tadinya anak-anakku mendapat kasi sayang dari keluarga ayah kandung mereka pupus sudah harapanku untuk keluarga Frans. Aku terlalu kecewa. Kecewa pada ibu yang melahirkan suamiku.
Hingga merembet pada Frans , aku ikut membenci laki-laki itu walau aku tau . Ia jauh lebih sakit daripada hatiku.
Saat kami berjuang ingin mendapat restu dari kak Hendro disaat kami ingin dipuncak pembuktian, kalau kami sebagai orang tua dari kedua bocah kembar itu mampu menjaga mereka.
Padahal Frans rela melakukan sujud di hadapan kakakku untuk membuktikan penyesalannya. Karena Ia tidak ada pada masa sulit yang aku alami.
Semua Ia lakukan agar Ia bisa bersama dengan anak-anaknya. Tapi Ibunya menghancurkan impian itu. Hatinya sakit ingin marah tapi seperti tidak punya tenaga lagi saat itu.
Apa lagi melihatku yang seolah takut melihat mereka semuanya membuatnya merasa tambah sakit.
Aku keluar meniggalkan tempat itu/
Wanita itu masih meraung-raung minta maaf pada suaminya.
Aku ingin pergi tanganku mengendong kedua anak kembar itu. Frans mendekat ingin menggendongnya , tapi aku menggeleng.
Menolaknya.
“Fai maafkan aku sayang “ Ia memeluk kami bertiga.
Kita akan pergi aku akan mengantarkanmu. Aku tidak bisa menolak lagi , Mobil Frans membawa kami menjauhi rumahnya. Dalam perjalanan kami hanya diam membisu hanya suara dengkuran halus dari kedua anak kembar itu yang terdengar dalam mobil itu.
__ADS_1
Aku menidurkan Aretha dikursi bayinya dibelakang . Ia sungguh tertidur lelap sesekali mataku mengawasi kebelakang. Aku memilih menggendong Arden di kursi depan. Wajah polos yang tertidur pulas itu, membuat ku meneteskan air mata lagi, kali ini semaki dipikir semakin sedih. Aku terus mengusap pipinya
Sampai membuatnya terbangun
“Mami kenapa menangis?”
“Maafkan mami ya. sayang?
“Untuk apa Mi”
“Arden susah tidak sakit lagi kok Mi” jangan menangis lagi. Tapi justru aku menangis meraung memeluknya.
“Aku tidak bisa memaafkan diri Mami kalau terjadi apa-apa padamu tadi sayang!
Uda Mi jangan menangis lagi.Ia mengusap pipiku dengan jari-jari mungilnya.
“Frans kita mau kemana? Ini bukan jalan pulang kerumah kami? Aku baru ngah ketika mobil Frans memasuki perumahan elit di daerah cibubur.
“Tidak mungkin aku mengantarmu keadaan seperti ini Fai.Kakakmu nanti sangat khawatir.
Aku menurut saja .benar kata Frans aku tidak mungkin pulang dengan keadaan seperti saat ini penampilanku berantakan belum juga baju Arden belum diganti.
“Masuklah Fai ini rumah kita kata Frans membuka gerbang rumah berlantai dua itu.
Kata Frans ini rumah hasil kerja Frans. Untuk kami tempati dengan anak-anak. Tapi entah kenapa” kata –kata Frans seolah berlalu begitu saja dari pendengaranku.
Kejadian hari ini benar-benar bisa mengubah segalanya hanya dengan waktu yang singkat,Impian untu kembali akur dengan Frans s membuatku juga ragu,
Melihatku tidak merespon apa yang Ia katakan. Ia berhenti bicara. Tentang masa depan kami .
“Maaf iya Fai” kalau membuatmu shock seperti ini, bukan hanya kamu Fa! aku juga sakit disini, jauh lebih sakit kata Frans menunjuk dadanya.
Frans mengerjai sendiri bentuk rumahnya. Ia menyiapkan juga kamar untu sikembar yang didesain sangat unik. Satu kamar besar dibuat sekat untuk Arden dan Aretha
“Fai kamau tidak ada Niat meniggalkan aku lagi kan?
__ADS_1