Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Bersikap kasar


__ADS_3

“Untuk apa jawabnya dengan sangat enteng “ Apa aku harus bilang WAOH ..gitu..!” katanya meledek


“IYa ampun Gusti  !”


Jangan ada lagi dua manusia seperti dia yang menghuni bumi ini, bisikku kesal.


Aku seperti kehabisan kata –kata dan mendadak merasa lemah, masih dudu terdiam sejenak.


“Baiklah AKU  pamit kataku  ?


“Baiklah dan titip salam untuk kekasihmu itu !” katanya kemudian membuatku hampir terjatuh,


“Apa maksudnya!”  bisikku dalam hati dan ingin cepat cepat kabur dan menghilang dari hadapannya.


Iya lelaki yang kau cintai”itu katanya kemudian,


“Oh !” tadi ia mendengar aku menghubungi Frans kataku dalam hati


“Baiklah” kataku dengan tulus tidak ada niat membahas dia saat itu


Aku mengambil tasku dan melangkah pergi meninggalkannya, Aku sungguh minta Maaf karena banyak salah kata benar-benar dari dalam hatiku,


“Sampaikan maafku untuk om dan tante !”  kataku,


“Untuk apa ? kata  Felix masih mengundang perdebatan, menyampaikan pada mereka kalau kamu kabur dengan kekasihmu dan membatalkan pernikahan kita  sepihak !” katanya emosi


“Aku tidak kabur dengan siapapun” Bukan ini yang kau harapkan kita tidak jadi menikah kataku.


“Mau menikah mau tidak !”  tidak ada untungnya untukku !” katanya kemudian dan dia berdiri kali ini kita sama sama berdiri,


“Kamu memang manusia batu yang paling menjengkelkan !”  kataku putus asa dengan nafas tertahan karena sesak menahan emosiku yang ingin meledak,


“Apa bedanya sama kamu ?


“Apa maksudnya emang ada apa denganku.?” Tanyaku penasaran.


“Munafik !” dan murahan!”   katanya lagi dan dia duduk dengan sikap enteng setelah dia membuat hati ini Panas


Bisa bisanya ia duduk begitu saja dan menyalahkan televisi yang kau matikan tadi.

__ADS_1


“Murahan?” kataku marah bercampur penasaran, aku berdiri didepannya menghalanginya pandangannya menonton TV.


Ia masih diam mengacuhkankanku,”Katakan !” suaraku meninggi dan sedikit terbawa emosi melihat sifatnya yang menghinaku, kalau ia tidak menuduhku munafik dan mengatai aku murahan,mungkin aku akan mengabaikannya.


Ia diam menatapku dengan sangat tajam lebih tepatnya melotot padaku,”Katakan Kataku lagi” sedikit memaksa dan mengundang badai.


“Apa yang perlu aku katakan”Katanya Ia berdiri dan menjatuhkan tubuhku di sofa dan menindihnya dari atas,


‘Eh kaget dan mata bulatku melotot karena kaget bukan itu yang aku harapkan dari manusia Es ini, yang au harapkan penjelasan yang mengataiku Munafik dan murahan, aku munafik dibidang apanya .?” itu yang kau ingin tanyakan kataku dalam hati bukan yang seperti ini.”


Aku menghindar dan mendorong tubuhnya , Matanya menatapku sangat tajam , emosi sepertinya sudah mengaliri tubuhnya Nafasnya naik turun dan tangannya keras menahan kedua pundakku yang berada dibawah tubuhnya,


“Apa yang kamu lakukan ..?” aku mendorong tubuhnya sekuat tenagaku,  tapi tidak berhasil sedikitpun, kekuatan badannya yang kekar  tidak akan sepadan mengimbangi tenaga seorang wanita seperti aku.


“Apa yang aku lakukan.?” Menghabisimu saat ini !” katanya padaku dengan wajahnya masih dalam menahan emosi,


“Lepaskan “ Kau  menyakitiku, kataku berusaha mendorong tubuhnya


“Kau jauh lebih menyakitiku Faila !”  kata dengan kemarahan dan wajahnya mengeras dan pegangan tangannya makin erat menggenggam pundakku,


Bahkan tangannya yang tadi aku balut sepertinya tidak dihiraukannya lagi,


DIa sangat menakutkan kalau lagi marah”  aku mulai diam.  Jika aku menjawabnya lagi,  kejadian seperti di Hotel akan terulang lagi nanti “DIamlah Faila !: Kataku mencoba menahan diri dan menutup mataku cengkraman tangan dipundakku sangat menyakitkan, Rasa sakit yang ia lakukan pada bulan lalu di hotel belum pulih kini ia menyakiti lagi, Diamlah Faila ´Diamlah Faila !


Menutup mata dan diam itulah cara agar aku selamat saat ini,


Frans tidak pernah menyakitiku secara fisik bahkan ia tidak bisa melihatku menangis kataku dalam hati,


“INi’ Iya Allah .!”


Tempramental bangat orangnya, dan tidak bisa mengontrol emosinya. kalau lagi marah. Air itu lagi –lagi mengaliri pipiku, bukan karena semata merasakan sakit cengkraman tangan Laki-laki itu. Tapi  ketika wajah Frans laki-laki yang aku gilai dan kukejar-kejar hampir bertahun-tahun kini diambil orang.  tempatku disisinya sudah digantikan orang lain sepertinya,


Hatiku sakit, bahkan lebih sakit dari cengkeraman tangan Felix yang kokoh.


“Kau jauh lebih menyakitiku Faila, katanya kemudian dan menyeka airmata dengan sangat kasar, seolah aku tidak berhak untuk menangis, aku sontak membuka mataku


Wajahnya begitu dekat dengan wajahku, bahkan aku bisa merasakan Nafas hangat dari hidungnya,


Tapi dengan gilanya otakkku malah , malah membayangkan wajah Frans saat ini, Karena selama hidupku hanya ia yang baru menyentuhku dan dalam otakku dan dalam hati ini selamanya hanya Dia.

__ADS_1


“Apa itu adil untukku,  HAaaa !” Kamu memikirkan orang lain tapi kamu memeluk tubuhku..!


Mataku menatapnya. Apa dia bisa membaca pikiranku bisikku dalam hati.Apa karena pelukan yang aku lakukan tadi.?


Tapi itukan sebuah kecelakaan, dan saya pikir itu tidak berpengaruh padanya,  karena ia tidak memiliki perasaan padaku.


Tubuhnya masih dengan posisi diatasku , tapi tangannya tidak mencengkram pundakku lagi. Lututnya menopang tubuhnya agar tidak menindihku,


Tapi wajahnya masih menunjukkan kemarahan belum ada tanda akan Reda, aku diam dan menyimak, takut di sakiti lagi secara Fisik,


“Kenapa Diam !” bentaknya membuatku kaget,


Mataku menatapnya. “Apa dia bisa membaca pikiranku” bisikku dalam hati.Apa karena pelukan yang aku lakukan tadi.?


Tapi itukan sebuah kecelakaan, dan saya pikir itu tidak berpengaruh padanya,  karena ia tidak memiliki perasaan padaku.


“Kenapa Diam !” bentaknya membuatku kaget,


“Aku  hanya meminjamnya,  aku sudah meminta maaf padamu tadi karena tidak senagaja memeluknya itu karena ada Petir !”  kataku sedikit membela diri.


“Bukan itu maksudku Failaa !


“ HA ?” aku membaca inti dari kemarahannya tapi sayang otakku lagi lagi payah dalam merespon.


“Kamu pernah bilang kamu sangat membenciku” karena itu kamu ingin menikah denganku” Sekarang jelaskan apa Maksudnya..!”


Dia menarik tubuhku dan mendudukkannya  kembali, pundakku terasa  sakit dan meringis, menunduk mencari alasan sekaligus menyimak pertanyaannya


“Oh iya aku pernah ngomong seperti padanya,


“OH, Iya ampun apa yang aku harus aku katakana !”  bisikku dalam hati masih pura pura meringis manja,  berharap ia melepaskan aku kali ini,


Karena aku tidak tau memberikan jawaban yang tepat jika salah menjawab lagi bisa bisa dia emosi lagi,


“IYA ampun siapapun”  Apapun tolonglah aku “ selamatkan aku” berharap ada bantuan saat itu, agar lepas dari tekanan manusia batu es Ini,


“Bicaralah Faila “ katanya lagi dan kali ini tangannya memegang kedua sisi wajah bulatku,


“Aku tidak ingat pernah ngomong seperti itu kataku terlihat seperti orang  lupa ingatan,

__ADS_1


“OH !”  begitu rupanya kalau aku memberikan ini mungkin kamu akan mengingatnya !”  katanya dan memegang kedua lengan tanganku dan dengan cepat kilat bibirnya sudah menyambar mulutku dengan sangat kasar,


BERSAMBUNG ….


__ADS_2