
Tiba di luar rumah.
“Baiklah, aku akan tinggal di apartemenku”
“Kamu tidak mau ikut ke rumah Fai”
“Tidak Mi, aku akan tinggal di apartemenku, maaf atas sikap Kak Hendra,” ucapku.
“Fai, kamu mau kemana? Kamu tidak ikut dengan kita ke rumah?”
“Tidak Pi nanti apa kata orang aku mantan isti Frans tapi tinggal satu rumah, aku akan tinggal di apartemen, nanti aku akan ku telepon lagi”
“Fai, aku akan mengantar,” ujar Frans’
Frans mengantarku ke rumah ke apartemen, sepanjang jalan aku memilih diam, aku tidka tahu apa keputusanku sudah benar apa belum, aku memilih Frans dari pada anak-anakku.
“Kamu tidak apa-apa Fai?”
“Tidak apa-apa aku turun di hotel sana saja. Aku butuh waktu sendiri”
“Fai apa kamu menyesal?”
“Tidak Frans aku hanya butuh waktu sendiri”
“Baiklah,” ucapnya kemudian. Lamaran yang di tolak membuatku dalam situasi sulit
Aku tidak tahu apa pilihan yang aku pilih sudah tepat atau bukan di satu sisi aku tidak ingin kehilangan anak-anakku. Namun, aku juga tidak ingin kehilangan Frans juga. Jika bisa berharap aku ingin memiliki dua-duanya.
Jika aku merasakan rasa sakit yang amat dalam seperti ini, terus. Bagaimana dengan Frans? Apakah Ia merasakan sakit seperti yang aku rasakan? Rasanya tidak adil bila aku sendiri yang mengalami kesedihan ini.
Aku memutuskan untuk menemui Felix lelaki yang hampir jadi suami, aku ingin berbaikan dengannya. Aku ingin minta maaf padanya karena mengingkari janji yang pernah aku ucapakan padanya.
Aku membatu lagi dihadapan Felix dengan segala lamunan panjang yang tidak berujung.
“Apa begitu susah untuk memilihnya? Tanya Felix . Aku mengangguk tanpa sadar .Padahal aku tidak tau yang . Ia Tanya Lamaran yang ditolak kakakku cepat juga sampai ke telinga Arvind,
__ADS_1
“Kenapa dulu kalian berpisah kalau kamu tau akan mau bersamanya
Aku sontak terbangun .
“Aku minta maaf Kak Felix”
“Aku mencintaimu Faila, keluargaku sungguh berharap untuk pernikahan kita”
“Cinta tidak bisa di paksakan Kak, aku sudah berusaha, Namun hati ini tetap padanya”
Lelaki yang berstatus sebagai polisi itu diam dengan waktu yang lama,a ku tahu itu berat untuknya, karena ia sangat berharap aku dan ia akan menikah tahun, ini tetapi mungkin kami belum, berjodoh.
Aku memilih Frans ayah dari anak-anakku dan ia juga mantan suamiku aneh memang bahkan akan banyak yanga kan mencemooh hubungan kami nantinya karena aku dan frans belum lama juga memutuskan bercerai. Tetapi kali ini kami menikah kembali.
“Maksudku kenapa kamu memilihnya bukannya akan tambah sakit jadinya jika kamu tersakiti lagi,” ujarnya kemudian.
“Oh sudah takdir jika harus tersakiti lagi.” Felix memposisikan dirinya mejadi pendengar yang baik, ia juga menampung ceritaku.
Tapi bagiku tidak” Tadinya aku ingin bicara baik- baik dengannya sehabis itu aku berencana pulang ke Jakarta”
Merasa aku juga tidak ingin punya cerita hidup yang ingin dibagi dengannya, aku pamit masuk mau tidur duluan
“Aku juga sudah mengantuk ni, Aku tidur duluan Iya!.
Melihatku meninggalkan , wajah terlihat kaget apa kamu tidak mau berbagi cerita kenapa kakakmu menolak lamaran itu?”
“Kok . langsung tidur! emang sudah mengantuk?” Tanya Felix ia masih sedih karena aku lebih memilih frans.
“Iya, sudah mengantuk, aku minta maaf jika banyak masalah’ Ia menatapku dengan tatapan sedih.
“Padahal aku sangat banyak berharap untuk hubungan kita Fai,” ujarnya lagi.
“Aku yakin kamu akan mendapat wanita yang tepat,” Aku pulang meninggalkan Felix yang masih diam.
Dulu aku sangat mengagumi tubuh dan wajahnya.
__ADS_1
Urusan sama Felix sudah selesai, ia udah memaafkan ku.
Walau Jauh didalam hati ini aku merasa bersalah karena meninggalkan Felix. Aku berharap pilihanku dengan Frans hal yang tepat yang sudah di tentukan takdir ,cinta kami sudah melewati banyak rintangan ada orang ketiga di antara kami bahkan orang tua Frans tidak setuju kami bersama tapi itu hanya sebagai penghalang saja,ujung ujung nya kami menikah juga,walau harus mengorbankan kebersamaan ku dengan anak-anakku,
Setelah bertemu Felix aku menemui Arvind , aku mau mencurahkan isi hatiku padanya ,walau aku tau tidaka akan bisa menyelesaikan masalah,ia salah seorang yang menginginkan ku jadi istrinya,ia suka sama aku bukan tanpa alasan,walau hanya waktu yang tidak lama berkenalan tapi ia merasa sudah cukup yakin akan pilihannya untuk memilih aku, aku sengaja datang ke rumah asisten rumah tangga Arvid yang rumahnya di sebelah apartemen lelaki yang berprofesi sebagai dokter tersebut.karena aku sudah begitu dekat dengan asistennya,kami sering bercerita panjang lebar.
Malam itu aku kembali tidur diruang depan di depan TV. Walau bapak dan Ibunya Arvind menyuruhku tidur di kamarnya. Tapi bagiku tidak sopan seorang Tamu tidur di Kamar dan yang punya tidur di ruangan depan. Aku masih memiliki moral dan kesopanan.
Tadi. Arvind bilang Ia akan pergi tidur di rumah temannya , maka tidak masalah bagiku tidur sendirian.
Benar saja baru tubuhku direntangkan aku sudah berkelana di dunia mimpi.karena pikiran ku sudah begitu lelah hari ini,situasi aku saat ini sangat menguras energi ku, Walau hanya beralaskan ambal tipis tikar dari bahan kain dan kipas angin tapi semua itu mampu menina bobokan ku sampai bisa terlelap sepeti itu.walau sudah sering tidur di ranjang yang empuk tidak serta merta badan ku harus tidur di ranjang empuk aku bersyukur punya badan yang tidak manja untuk urusan tidur.
05:15 WIB
Suara kokokan Ayam itu membuatku terbangun, suara ayam jantan yang saling pamer suara seolah menunjukkan kebolehannya.
Aku membuka mataku mencoba ikut bangun, Karena suara gaduh datangnya dari dapur ternyata bukan hanya ayam yang sudah bangun ,
Mencoba meregangkan otot-otot dan memutar leher kanan dan ke kiri. Saat itu juga terdiam . melihat sesosok bertubuh atletis lagi-lagi tidur disamping ku. Walau ada ia bikin jarak diantara kami, tetap saja aku merasa malu .”Bagaimana kalau tadi malam aku mendengkur atau mengigau itu kan tidak lucu,
Kakiku sudah mulai normal . Aku memilih ikut membantu Bapak memberi makan binatang peliharaannya.
Bersambung …
Bantu Vote iya kakak untuk karya ini karena ikut lomba , tolong tekan like dan tanda hati iya kakak. Jangan lupa kasih komentar terbaik kalian juga di karya ini dan karya yang lain juga.
Baca juga karyaku yang lain.
-Cinta untuk sang pelakor. (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
-Bintang Kecil Faila(ongoing}
__ADS_1