
Dalam kapal mewah itu sepanjang perjalanan, hari yang menggembirakan untukku,aku berharap ini jangan cepat berlalu biarkan aku menikmati saat saat menyenangkan ini,aku begitu ingin berada di situasi ini dari dulu, mungkinkah ini kebahagian yang tertunda?dalam hidup pasti ada saat senang dan saat susah,aku bersyukur masih bisa merasakan saat senang bersama Frans.
Saat ini hal yang paling aku inginkan dulu, aku ingin sekali pergi bersama dengan Frans dari dulu, hal itu tidak pernah kesampaian,karena selalu ada maslah hingga tidak ada kesempatan bahkan dalam sekedar membahas liburan, tapi hari ini kami melakukanya walau banyak yang berbeda tidak seperti situasi aku begitu menggebu gebu mengejar Frans , kini Frans yang lebih perduli padaku,ia tampak sangat berusah mengambil hatiku,berusaha agar aku bahagia bersamanya serta meyakinkan hatiku, aku masih bersikap sungkan padanya, karena waktu yang lama menjadikanku berbuat sikap seperti ini,mudah mudahan ini cepat berlalu,aku ingin suasana cair lagi. bagiku Frans sudah mantan suamiku, tapi Frans tidak menghiraukannya, ia bersikap apa adanya, tidak ada sungkan tidak ada sikap malu-malu,aku tidak tau ia emang seperti ini apa hanya sementara, sepanjang dalam kapal kami hanya tertawa,kami sangat bahagia,kami melupakan masa lalu kami, berenang , memancing, belanja, itu yang kami lakukan.
Frans juga banyak tertawa dan sangat bahagia,seperti mendapat momen paling sempurna dalam hidupnya,melepaskan beban yang sudah lama ia tanggung, tapi kalau sudah malam tiba, kami tiba-tiba terasa sepi karena kami masuk kamar masing-masing.padahal dalam hati masing masing ingin selalu bersama,tetapi bagaimana mengungkapkannya?
Malam ini malam kedua kami berada dalam kapal, saat lelah berkeliling kapal tepat jam 24:00 Frans melepaskan genggaman.
“Kita sampai disini, kita akan berjumpa besok pagi lagi,” ucap Frans antara mata dan bibir terlihat sangat berbeda
“Baiklah”
“Ah… tapi Fai…”
“Iya?
“Apa kamu mau tidur di kamarku, maksudku bagaimana kalau kita menempati satu kamar saja,” ucap Frans terlihat tenang menatapku.
“Iya itu lebih baik”
“Ka-ka-kamu mau?”
“Iya”
Lagian jaman sekarang mana ada yang tahan akan ajakan seperti itu, untuk saat ini aku tidak perduli Frans mantan suamiku ataupun mantan pacarku, bagiku ia tetap orang yang aku cintai, hanya keadaan yang memaksa kami berpisah, ia tetaplah ayah dari anak-anakku.ini adalah kesempatan yang pas untukku,tidak bisa aku pungkiri keinginan biologis ku,ini adalah hal yang tidak tabu untuk hubungan suami istri.
Ini sudah terbayangkan di pikiranku sebelum perjalanan ini,aku tidak bisa berbohong kalau aku makin bersemangat karena membayangkan hal ini
Saat aku masuk kekamarnya, tiba-tiba Frans meraih daguku dengan lembut.
__ADS_1
“Fai maa-“
Sebelum ia minta maaf aku menyambar bibir Frans terlebih dulu bodoh amat dengan semua aturan ini dan itu.
Aku ******* duluan bibirnya, aku tahu Frans juga menginginkan itu, aku bisa melihat tatapan matanya mulai saat kami tiba Frans sudah sangat menginginkan kissing itu dariku, tapi karena ia menghargaiku ia menahan diri.
Tapi aku tidak akan membuatnya menunggu lama, aku akan memberikannya malam ini.
Aku melepaskan dekapanku dari tubuhnya, ia hanya tersenyum manis mengusap bibirku, kali ini ia yang melakukanya, melakukanya dengan sangat lembut menuntunku duduk di sisi ranjang di kamarnya,
“Aku punya wine Fai, apa kamu mau menikmatinya?” tanya Fans menatapku dengan tatapan mata berbinar.
“Iya boleh” Frans menyodorkan satu gelas berwarna bening.
Baru juga satu tegukan, saat mau tegukan kedua tapi bibir Frans sudah menempel lagi di bibirku, aku tidak bisa berkutik saat saat ia menyedot semua wine yang yang ada di mulutku, menghisapnya tanpa tersisa, mataku hanya bisa mengejap-ngejap dengan tubuh menegang, ia menikmatinya dari mulutku lidahnya bergerak bebas mengeliat bebas di setiap rongga mulutku, aku merasakan sengatan listrik mengaliri tubuhnku, pertama kalinya merasakan semua itu dari Frans, apa aku menikmatinya dari Frans lagi kali ini? Itu sudah sangat lama, bahkan aku sudah lama bagaimana rasanya di sentuh.
Tangan Frans meletakkan gelas yang aku pegang tadi , aku menurut bagai kerbau di cocol hidungnya ini antara cinta dan keinginan yang kuat, sudah berpaduh jadi satu,
Frans berhasil membuka atasan yang aku kenakan, ia memang pintar tidak membiarkan sedikit jeda untukku, tidak membiarkan otakkku berpikir dengan normal.
Hingga Frans sudah menindih tubuhku, baru aku membuka mata, kami sudah benar-benar polos entah kapan ia melakukannya, aku benar-benar di buat terbuai dengan ******* dari manisnya bibirnya tidak aku sadari tangannya juga bekerja membuka semua pakaian yang aku kenakan.
“Frans…” suaraku berat bahkan aku sendiri tidak mendengar suaraku.
“Aku mencintaimu, Fai…” ucap Frans mendaratkan satu kecupan hangat di atas dadaku.
Pikiranku menolak tapi bagian dariku menginginkannya bahkan sangat menginginkannya atas dasar cinta, aku membiarkannya walau salah.
Perlahan Frans membuka kakiku, ia melakukanya dengan sentuhan yang lembut seakan ia tidak ingin menyakitiku.
__ADS_1
“Frans… aku takut”
“Percayalah, aku akan melakukanya dengan pelan aku tidak akan menyakitimu lagi”
Aku sangat gugup, bahkan lebih gugup dari malam pertama bersama Frans dulu.
Ia mengarahkannya benda miliknya dan bibirnya sibuk menyusuri setiap inci dari tubuhku, hingga satu dorongan yang di lakukan Frans membuat terlonjak kaget.
“Au…sakit”
Tidak lama di pakai membuat milikku terasa sangat sempit, Frans yang pertama memasukinya dan berharap ia satu-satunya yang melakukanya.
Kami bagai pengantin baru yang tertunda melakukan malam pertama, entah berapa ronde kami melakukannya malam itu, rasa sakit itu hanya saat pertama, seterusnya malah membuat ketagihan.
“Fai, kenapa masih sangat sempit?”
“Itu karena kamu yang pertama memasukkanya Frans dan ini untuk kedua kalinya setelah malam pertama kita dulu”
“Itu artinya sama denganku juga Fai”
“Bohong. Aku tahu itu bukan pertama untukmu”
“Memang bukan, tapi saat malam itu, aku puasa hingga saat ini,
Ia melakukan aksi menyenangkan dan menuntaskan permainan terakhir,ini adalah permainan yang menjadi bunga bunga rumah tangga,banyak rumah tangga awet karena dihiasi hubungan suami istri, aku benar-benar lemas, aku sangat bersyukur sudah melampiaskan hal yang aku tunggu selama ini,kebahagiaanku semakin lengkap karena Frans begitu hebat dalam urusan ranjang,ia sempurna dalam hal urusan ini,aku keluar dari kamar mandi, hanya dibalut selimut dan tertidur pulas,aku begitu
Bersambung
.
__ADS_1