
Umur mami Frans usia lima puluh, tetapi wajah nya masih fres dan cantik seperti umur tiga puluh tahun.
Sementara aku wanita yang paling malas olahraga, ia menarik selimutnya dan memaksaku bangun, mendorongku kekamar mandi. Mami selalu mendukung, agar bisa memiliki body seksi katanya agar Frans mau jadi kekasihku.
“ Bajumu masih yang kemarin? kamu belum mandi?” tanya Mami, ia selalu sabar dan tenang melihat sikapku.
“Aku lagi malas, Mi”
“Baiklah Fai, mungkin nanti kita olah raga bersama,” ucap Mami, ia sangat maklum dengan sikapku.
Entah kenapa kepalaku berat diajak bangun bawaan pengen tidur saja rasa cemburu itu membuatku ingin tidur, aku tidak ingin kehilangan Frans, aku membasuh wajahku dengan air seadanya dan gosok gigi ganti baju, aku turun kedapur dan bersikap ceria seperti biasa
Di meja makan sudah ada ke empat laki- laki tampan anak-anak mami. Regi, karena hari minggu dia pulang ke rumah yang, biasanya tinggal di asrama sekolah militer(Akmil) di Magelang Jawa Tegah
“Pagi Fai.” sapa Regi lelaki bertubuh tinggi tegap itu menunjuk kursi di sampingnya “Duduk sini.” Menarik kursi.
“Kapan datang?”
“Kemarin sore,” jawabnya makan dengan buru-buru, terbiasa makan cepat saat latihan militer membuat terbiasa, melakukannya di rumah juga.
Arjun si bontot lagi fokus p ke layar ponsel milik dan Kak Dion seperti biasa dia akan lebih banyak mendengar dari pada bicara, ia cuek dan sikapnya dingin seperti kulkas dua pintu.
Pangeranku, belahan jiwaku, Frans masih berkutat dengan serapan di dalam piringnya. Aku tersenyum manis padanya, aku melupakan kemarahannya tadi malam, aku memang pemaaf padanya. Tidak peduli ia semarah apa padaku, aku selalu memaafkanya, melihatku tersenyum ia hanya besikap biasa saja,
Tapi tidak mengapa ia bersikap cuek, melihatnya saja pagi ini, sudah membuatku bahagia, apa lagi kalau ia sudah tersenyum padaku, dunia seolah di penuhi gambar love-love.
Papi, menyungkan roti gandum ke depanku dan tidak lupa juga memberiku segelas susu tanpa lemak, papi dan mami syudah memperlakukan diri ini seperti putri mereka.
“Makasih Pi,” ucapku
“Iya, Fai”
‘Inilah calon keluargaku kelak, aku nanti akan jadi menantu di rumah ini’ ucapku dalam hati.
Melihat cowok- cowok tampan itu wanita mana yang menolak jadi menantu di rumah ini, tentu tidak ada yang menolak,
‘Ah tampannya, beruntungnya diriku di kelilingi cowok tampan yang baik dan perhatian dan paling berutungnya mereka menggapku sebagai keluarga di rumah, menerimaku dengan segala tingkah dan kepolosan dan kebodohanku’ ucapku dalam hati.
Mami sudah selesai olah raga, menjatuhkan panggulnya di kursi, di samping si bontot, kepala di sandarkan di bahu Arjun, ia yang sedari tadi masih sibuk memegang ponsel.
“Mami keringatan, bajuku jadi basah,” protes menoleh bajunya yang kena air keringat mami.
Memulai obrolan di meja makan, membuat kelurga ini begitu sempurna di mataku dan susah untuk berpaling dari rumah mereka.
__ADS_1
Papi yang sangat mencintai Istrinya, tidak pernah sungkan -sungkan memamerkan kemesraan di depan anak- anaknya, membuatku iri dengan mami Frans, karena ada seseorang yang begitu mencintainya, selalu menuruti semua kemauan istrinya.
“Kita perlu jalan- jalan lagi nih,” kata mami tiba- tiba,
“Ayo kita kemana?”Papi selalu sejalan dengan pemikiran istrinya
Ah beruntungnya mami, karena selalu di mengerti, karena wanita memang , selalu ingin di mengerti.
“Sory mi, aku ga bisa ikut,”ucap Frans, kami ada latihan persiapan untuk pertandingan bulan depan
“Aku bisa mi…," sahut Arjun dan Regi, Dion .
“Ok kita berangkat berarti iya b Frans ga ikut"
“Fai kamu gimana?" tanya papi, beliau melirikku.
“Bisa mi, aku ikut saja liburan bosan di rumah"
“Ah tumben , tapi lakikmu kagak ikut.” Mami menujuk Frans
“Ga papa mi, aku ikut”
*
Hingga malam tiba, hatiku belum tenang.
Pikiran-pikiran itu membuatku ingin gila, sikap murahan itu muncul lagi, mencintai Frans membuatku nekat.
Aku mengetuk kamar Frans,
“Ada apa Fai?” tangannya, hanya membuka daun pintu setengah.
Aku mendorong pintunya menerobos masuk.
Ia mengibaskan tanganya di udara saat aku menerobos masuk, ia menatap sinis padaku.
“Aku mau tidur di sini,” kataku.
“Apa yang kamu lakukan Fai, ini sudah jam berapa, keluar …!”
Harga diriku sebagai wanita memang sudah tidak ada.
“Aku tidak mau,” kataku
__ADS_1
Ia menarik tangan ini agar aku pergi, aku memeluk leher Frans memburu bibirnya dengan paksa. Aku menjelma menjadi wanita murahan wanita yang takut kehilangan.
“Apa yang kamu lakukan?” Frans melepaskan tanganku dari lehernya.
“Aku ingin bersamu Frans selamanya,” kataku melapaskan pakianku bagian atas “ Aku tidak mau, kamu sama orang lain, kamu harus tetap bersamaku”
“Fai, apa kamu sudah gila?”
“Kamu tidak boleh sama orang lain Frans, aku harus jadi milikmu.” Aku menanggalkan pakaianku dengan tubuh tanpa tetutup sehelai benang.
Aku mendekatinya mengapai lehernya kembali, bukan sambutan hangat yang aku dapat tapi tatapan jijik dari Frans.
“Kamu benar-benar sudah gila, Fai, pakai bajumu nanti Papi dan Mami melihatmu.”
“Aku tidak perduli, kamu milikku, tidak boleh sama wanita itu, kamu tidak boleh meninggalkanku,” ucapku ingin memeluknya lagi.
“Hentikan Fai” Ia mendorong tubuh ini, dengan tatapan sinis.
“Aku hanya ingin bersamu aku mencintaimu aku ingin punya anak dari kamu agar kamu tidak meninggalkanku,” ucapku takut kehilangan Frans. Aku memburu bibir itu lagi tetapi tiba-tiba ….
Pak ….
Satu tamparan keras mendarat di pipi ini
“Kamu wanita murahan Fai, aku jijik, sama wanit yang tidak bisa menjaga harga diringya, pergilah sana aku muak melihatmu,” kata Fran tetapi aneh, sedikitpun aku tidak merasa terhina ataupun terluka.
Aku memungut pakaianku memakainya kembali, Frans membelakangiku,membiarkanku berpakaian.
Aku sudah rapi barulah keluar dari kamar Frans dengan bersikap tenang. Kembali ke kamarku, tidak ada rasa malu sedikitpun!atau merasa terluka, aku bersikap biasa saja, merebahkan tubuh ini di ranjang lalu tidur lansung terlelap,
“Terimakasih Frans,” kataku tersenyum mengusap bibir ini dan tidur.
Bersambung ….
Bantu Vote iya ikut lomba nih
tolong tekan like dan tanda hati iya kakak. Baca juga karyaku yang lain.
-Berawal dari cinta yang salah. (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
__ADS_1
-The Cursed King(ongoing)
-Bintang Kecil Untuk Faila(ongoing)