Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Berusaha mengejarmu kembali


__ADS_3

“Aretha ia bersalaman dengan gaya biasa tapi tidak malu-malu lagi mereka sepertinya sudah sering bertemu


“Apa aku melewatkan banyak hal?” aku membatin


“Hai Fai” ia menyapaku , aku masih diam seolah ada batu besar menyumbat pernapasanku,


“ Bagaimana Ia bisa datang kesini” apa Ia mengikuti kami. apa kebetulan ia datang kesini?


Omongan Dion yang tadi mengingatkanku , Ia mungkin mengikuti kami kesini untuk melihat kedua bocah kembar tersebut.


“Aku menatap wajah itu, kini ia terlihat berbeda, wajahnya tidak sesegar dulu dan terlihat kurus “Apa yang terjadi ?” apa Ia sakit?” Hatiku tidak tega.


“Om temani aku main teriak Arden ia kembali menatapku,


“Apa boleh aku menemani mereka?”


Aku hanya mengangguk tanda mengiyakan, bermain bersama kedua anak itu, Keduanya begitu bahagia membuat hatiku sakit. Menilik kembali kedalam hatiku, apakah aku egois telah memutus hubungan dara antara anak dan bapak.


Aku manusia yang labil, terkadang apa yang putuskan aku sesali dikemudian hari. Tapi melihat ketegaran Frans membuatku manusia paling sadis di bumi ini


Kenapa kedua bocah kembar ini begitu bergembira bermain bersama Frans sejak kapan hubungan mereka sedekat itu? Apa hubungan darah mereka sangat kuat dan hubungan batin mereka antara anak dan bapak?”


Perlakuan pada kedua anak begitu tulus dan terlihat apa adanya dan rasa sayang dia tujukan dengan perhatiannya, dan saat Aretha mengeluarkan ingus dari hidungnya ia mengusapnya dengan sapu tangan dari saku celananya. Dan ketika Arden kebelet minta kekamar mandi.


Ia terlihat jadi Hot dady.


“Oh Frans kamu membuatku menjadi wanita yang jahat, dan ibu yang jahat yang memutuskan hubungan anak dan Ayah. Tapi apa kamu tau itu semua karena kamu? Coba kamu jujur padaku saat itu semua ini tidak akan terjadi. Apa kamu tidak tau kekuatan cinta itu adalah kejujuran dan keterbukaan, sebesar apapun cintamu padaku kalau kamu tidak jujur semua itu akan sia-sia belaka” aku membatin melihat kedekatan mereka.


Hampir dua jam mereka bermain menghabiskan waktu,


Kriiiiing


Kriiiiiiing


Aku tau,kalau kakak akan menelpon, aku menatap lama layar ponselnya dan menatap ke Frans .Apa aku terlalu mengikuti apa kata kakakku?” sehingga aku melukai hati seseorang aku masih membatu dan memutuskan tidak menjawabnya dan aku mematikannya. Aku tidak ingin berbohong pada kakak dan disisi lain aku tidak ingin merusak kesenangan kedua anakku.


“Melamun apa?”

__ADS_1


Frans sudah duduk didepanku dengan keringat membasahi seluruh bajunya dan kening dan wajahnya memerah karena kelelahan.


Aku hanya menggeleng dan tidak tau mau mengatakan apa.


“Apa kabar Fai?” ia menyapa duluan dengan wajah percaya diri membuatku kesal. Tapi kenapa aku harus kesal sih?” aku membatin dengan segala perasaan yang aku alami saat ini


“Aku baik, aku menjawab tanpa menoleh wajahnya.


“Kamu terlihat lebih cantik!” Ia memujiku tapi akau menganggapnya sebagai angin berlalu dan tidak menghiraukannya.


Apa artinya, ia bukan apa-apaku, ia suami adelia musuh besarku, kenapa aku harus peduli “aku mencoba melawan segala perasaanku dengan rasa benci.


Kami berdiam seperti orang lain , ia hanya menatap pada anak-anak dan aku menyibukkan diri dengan membalas cating dari seseorang yang tiba-tiba merindukanku.


Arvind mengirim pesan, Ia memberi kabar kalau ia besok memutuskan masuk kerja lagi sebagai Dokter, Rasanya sangat lucu mengetahui ada seseorang yang sadar , karena nasehat kecil yang aku berikan,


Baru kali aku, menasehati orang berhasil . aku hanya tersenyum membaca pesan masuk darinya kata-katanya penuh rayuan.


Dasar brondong tampan kataku tanpa sadar. Frans yang didepanku yang melihat gelagatku.


“Baiklah kataku memberi kode pada kedua pengasuh itu, untuk menjaga kedua bocah kembar


Kami mencari tempat yang lebih sepi di ruangan sebelah restoran


“Katakan apa Frans?” aku mendesaknya


“Fai aku sudah memutuskan aku akan memulai yang baru lagi”


“Maksudnya apa?”


“Aku sudah memutuskan mengejarmu lagi ..


Aku terdiam mendengar gurawaannya, aku serius Fai, aku akan berusaha membawa kamu dan anak-anak kembali untuk tinggal bersama”


“Frans sudahlah, jangan memulainya lagi” kataku menolaknya.


“Aku serius Fai dengan ucapanku, sampai matipun aku akan berjuang pada anak-anakku darah dagingku walau kamu memutuskan dengan caramu yang terbilang sadis, karena kamu tidak memberiku sedikitpun kesempatan untuk memberitahukan semua kebenaranya,

__ADS_1


Cukup-cukup frans aku pusing mengungkit semua itu jalanin hidupmu dan kami jalani hidup kami”


“Mudah bagimu mengatakannya fai ,tapi apa kamu tau, aku hampir gila karena keputusanmu memisahkan anak-anakku dariku.


Aku menatap tajam kedalam matanya”Jangan menyalahkan ku atas semua tindakanku, karena kamulah yang tidak jujur padaku dan mamimu yang hampir mencelakai anakku.


“Mami sudah tiada Fai” jadi tolong jangan mengungkitnya lagi biarkan ia tenang di dunianya;


“Aaaapa-apa itu benar !?”


Aku tergagap karena aku tidak tau. Air mataku tumpah jauh didalam hatiku aku sangat menyayanginys, dari maminya Franslah kudapatkan kasih sayang seorang ibu yang tidak bisa aku dapatkan dari manapun, tapi Mami berubah sejak adellia hadir di kehidupannya


“Maafkan aku, kapan? Aku menatap Frans ingin rasanya aku memeluknya.


Ia lama menceritakan kembali, ia tidak ingin aku merasa bersalah


“Kapan ?” aku bertanya lagi


“Tepat setelah persidangan itu, kami kalah , papi menekannya dan semua orang menekannya termasuk aku” Wajahnya memerah menahan tangisan rasanya berat untuk menceritakan kembali.


Kami semua menyalahkan Mami tanpa ada yang membelanya, Ia merasa putus asa dan melakukan tindakan nekat di kamarnya. Ia meminum obat tidur satu botol penuh ia over dosis dan tak terselamatkan. Tapi ia sebelumnya menulis surat minta maaf pada kami dan padamu juga Fai”


Ini suratnya. Ia membuka dompetnya dan mengeluarkan lipatan kertas dari kantung dompetnya. Tanganku gemetaran menerimanya bulu kudukku merinding seolah Mami ada disamping kami.


Mataku berkaca-kaca membaca bait demi bait tulisan tangan Mami pada akhirnya ini semu kesalahanku juga, Aku menangis menyesal, aku terus saja tersedu -sedu sampai orang-orang yang di sekitar kami menatapku dengan tatapan bingung .


Ia menyadari kebodohannya yang menuruti semua keamauaan Adella .Ia menyuruh Frans untuk meninggalkan wanita itu dan berjuang untuk mendapatkan kami .


“Maafkan aku frans.!” Aku tidak tau Mami sudah tiada


Ia menghampiriku dan memberi pelukan hangat yang membuatku begitu tenang.


“Mommy..!” Ia langsung melepaskannya bisa-bisa si kembar melapor pada kakakku


Belum menuntaskan semuanya yang terjadi Arden merengek minta pulang karena bajunya lengket kena keringat ia tidak betah.


Ia mengendong Arden ke dalam mobil dan kami pamit meninggalkannya. Aku masih menatapnya sampai jauh. Ada rasa sesak didadaku.

__ADS_1


__ADS_2