Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Satu lemparan tiga yang kena


__ADS_3

Kejadian hari ini benar-benar bisa mengubah segalanya hanya dengan waktu yang singkat, Impian untu kembali akur dengan Frans membuatku juga ragu


Melihatku tidak merespon, apa yang Ia katakan. Ia berhenti bicara. Tentang masa depan kami .


“Maaf iya Fai” kalau membuatmu shock seperti ini, bukan hanya kamu Fai! aku juga sakit disini, jauh lebih sakit kata Frans menunjuk dadanya.


Frans mendesain sendiri bentuk rumahnya. Ia menyiapkan juga kamar untu sikembar yang didesain sangat unik. Satu kamar besar dibuat sekat untuk Arden dan Aretha


“Fai kamu tidak ada Niat meniggalkan aku lagi kan?


Aku baru saja bermimpi ingin memiliki keluarga kecil. Tolong jangan rampas mimpi itu.Jangan seperti Pelangi yang datang tiba-tiba membawa keindahannya,Tapi disaat merasa senang dan bahagia kemudian Ia menghilang membawa serta keindahannya.


Tapi aku tidak tau harus menjawab apa aku masih shock dengan apa yang aku alami,


“Aku tidak tau harus berkata apa Frans, Aku masih bingung Jadi tolong berikan aku waktu menenangkan pikiranku.


“Baiklah “ saya mengerti! kata Frans Tapi wajahnya terlihat ada rasa takut. Takut Ia tidak bisa lagi bertemu dengan anak-anaknya.


Kalau ditanya hatiku, aku akan katakan. Aku ragu untuk melihat kelurga Frans.


Mereka berdua tertidur dengan lelap, menatap wajah polos bak malaikat membuatku merasa tenang,


Aku dan Frans mendampingi mereka berdua tidur menempati dua sisi ranjang besar milik Frans aku dipinggir di samping Aretha dan Frans disisi Ranjang di sebelah Arden, mereka berdua tidur di ditengah. Sekilas terlihat seperti keluarga sempurna.


.


Keluarga yang Tadinya ingin kami mulai bangun dengan Frans. Sepertinya lagi-lagi takdir mempermainkan hidup kami.


Kami berdua bagai membangun sebuah istana pasir, saat ombak datang istana itupun runtuh dan lama-lama lenyap


“Apakah kami membangun istana kami, dari pasir di Tepi Pantai?” aku membatin


Kami berdua masih tertidur, tapi kedua bocah itu sudah bangun duluan . Sepertinya lapar padahal di rumah Frans tidak ada yang mau dimakan ataupun mau dimasak.


Aku Bisa tidur baru pagi hari, membuat tubuhku berat untuk bangun, Aku melirik Frans mendengar suara krusuk –krusuk membuatnya terbangun . menemani kedua anak itu,


Membawanya mereka berenang, memesan makanan dan memandikan , memberi makan semua, Ia lakukan sendiri tanpa membagunkankanku,


Melihat Ia bisa menyelesaikan pekerjaan mengurus anak-anak seperti itu membuat hati antara sedih dan senang . Satu sisi bisa senang karena bisa melihat anak-anakku bisa merasakan kasih sayang dari ayah kandungnya. Bukan kami tidak ingin menjadi keluarga yang utuh . Tapi keadaan yang membuat kami berat untuk mewujudkan impian itu


Kami saling menyayangi satu sama lain tapi sepertinya selalu ada badai sejak dulu yang selalu ada dalam perjalanan kami kadang aku menatap lagi kebelakang bertanya pada Hati”Apa kami memang , tidak ditakdirkan bersama?

__ADS_1


Aku bangun mereka berdua sudah ganti baju , bahkan baju –baju sudah disiapkan Frans dalam lemari kamar yang sudah disiapkan Frans untuk anaknya.


Setelah membasuh muka , aku ikut duduk, melihat Frans menjaga mereka


“Mau serapan Fai? itu sudah ada di atas meja saya pesan


“Kamu yang lakuin sendiri Frans?


“Iya” mereka anak-anak baik penurut!


Benar saja Arden yang biasanya pecicilan mendadak anteng jadi pendiam di tangan Frans .Apa batinnya Tau , kalau Frans itu ayahnya.


,


“Dia kenapa jadi pendiam begitu tiba-tiba? Aku bertanya pada Frans .Ia sedang melihat kearah kolam renang dengan tatapan dengan wajah penuh pertanyaan.


“Ada Apa?


“Mami apa kita mau pindah kerumah Om ini?


Mendengar pertanyaan polos anak kecil itu kami terdiam dengan Frans kami saling menatap.


“Memang kenapa Abang tidak suka?


Aku bisa lihat wajah kecewa, di wajah Frans ketika Ia di panggil Om.


Bagaimana kalau mami bilang ! kita mau tinggal disini berempat sama Om Frans. “Mau gak?


Matanya menatap kami saling bergantian .Pada akhirnya menggeleng,


“Aku mau sama Bunda sama Papi saja”


“Aretha juga sama , mau sama Papi saja”


Wajah Frans berubah , ada perasaan sedih pasti ,


“Pasti ada waktunya Frans! beri mereka waktu kita hanya berusaha” aku memberinya semangat.


“Tapi kita orang tuanya Fai ! tidak bisa kita merawatnya ,wajah penuh harapan besar,


“Kita jangan membahasnya lagi setelah kejadian tadi malam. Saya rasa belum waktu yang tepat . JIka kamu Tanya bagaimana perasaanku , aku sangat kecewa Frans. Jadi jangan membahas dulu saat ini kataku

__ADS_1


Haris dan Dino datang menjemput kami. Kedua bocah kembar ini sudah tidak sabar ingin pulang . Melihat Haris datang menjemput Aretha melompat lompat kegirangan begitu juga abangnya. Ia berlari menghampiri Haris.


Lelaki Tampan , berbadan tegap itu memang sangat dekat dengan Arden


“OM Haris mau jemput kami .Iya?


“IYa .mau jemput Arden disuruh Papi. Ia ingin main bola sama Arden dan sama Om juga”


“Boleh siapa takut! Dengan gayanya sok cool .Arden terkadang bertingkah dewasa melebihi umurnya


Wajah Frans sangat mendung saat kami pamit pulang meninggalkan rumahnya , yang baru-baru ini baru Ia beli dan menjual apartemennya. Berharap anak-anaknya bisa tinggal bersamanya. Membangun satu keluarga .Tapi impian itu sepertinya akan melewati jalan terjal.


Tidak tau reaksi kakak nantinya jika kelakuan ibunya. Ketahuan sama Kak Hendro bisa-bisa . Ia juga tidak d ijinkan menemui darah dagingnya.


‘Daaaa Om Aretha si cantik melambaikan tangannya .Tapi tidak untuk si Arden disuruh pamit pada Frans saja rasanya berat melakukanya, Tidak tau apa yang terjadi pada mood Arden hari itu.


JIka ada asap, tentu ada api, Tidak mungkin Mami melakukan hal Nekat seperti kalau tidak ada yang menghasutnya.


Maminya Frans sepertinya salah memilih teman untuk bergaul.Ia memilih teman sosialitanya yang setiap kali memamerkan kekayaannya.


Maminya Frans mengikuti gaya mereka disaat yang tidak tepat. Disaat tidak ada suaminya menyokong keuawangannya. Ia menumpang tenar pada keluarga Adella


Adella menjadi penyokong kehidupan loyal , Maminya Frans walau anak-anaknya menyuruhnya berhenti Tapi Maminya seperti tidak ingin dianggap remeh oleh teman-temanya. Ia melakukan apapun demi bisa tampil seperti teman-temanya.


Ayahnya Adella yang seorang penjabat. Pada saat ini Ia mencalonkan dirinya sebagai caleg di satu daerah dan didukung beberapa Partai.


“Kenapa Mami ga minta padaku aku bisa memberikan apa yang Ia mau/Aku membatin


Melihat Adella dengan postingan-postingan menyindir apa yang dialami anakku. Aku akhirnya mengirimnya ke penjara menemani sahabatnya Vera.


Ia sepertinya lupa. Jika duit bisa melakukan semuanya. Aku memang sudah lama ingin mengirimnya kea hotel Prodeo. Tapi saya pikir lebih baik melupakan masa lalu. Tapi melihatnya tidak pernah berubah. Ia Ratu fitnah. Dan ratu fitnah berulah lagi


Aku mengirimnya ke Penjara


Ia dituntut dengan banyak tuntutan.Pencemaran nam baik, pembohongan publik , kasus pornografi, dan pemerasan dan penipuan , Tuntutan berderet ia terima. Bukti yang sudah lama aku kumpulkan.


Saat itu orang tuanya ingin menemuiku, ingin berdamai tentu saja aku tidak mau menemu kedua orang tua itu.


Saat itu juga Haris memberi serangan pada Ayahnya Adella Ayahnya. yang saat ini mencalonkan diri jadi wakil Rakyat. Bukan hanya itu , Aku sudah lama mengawasi Ibunya Adella akhirnya menemukan celah atas perbuatannya.


Ia membeli tas Palsu dan barang mewah hasil curina.Ia diseret ke penjara. Satu lemparan, tiga burung kena sekaligus.

__ADS_1


Kasus yang menjerat Istri dan anak semata wayangnya . Partai akhirnya mengeluarkan dari Ayah Adella dari daftar caleg partainya.


__ADS_2