
“Ada hal-hal buruk yang akan terjadinya nanti , bisik orang tua itu dengan wajah terlihat serius.
Baik ceritakan padaku Pak agar aku bisa pergi desakku sama si bapak.
Saat kami lagi obrolan serius tubuh kami membelakangi rumah , sosok dalam topik pembicaraan kami sudah berdiri tepat di belang
Wajahnya tenang dan sorot matanya dingin. Aku ketakutan.
Rasa takut pada si bapak, aku takut Ia membentaknya karena memberitahukan rahasia Arvind
Tapi pikiranku salah , ia menghormati lelaki tua itu.
Jam hampir menunjukkan jam 7 pagi. Si bapak meninggalkan kami berdua,
“Apa kamu mau tinggal bersamaku? Tanya Arvind tanpa basa-basi
Mendengar pertanyaan konyol itu. Aku tidak kaget karena orang tua itu sudah memberitahukan bahayanya .Mungkin inilah salah satu bahaya yang dikatakan bapak
“Tidak”
“Kenapa tidak mau, bukanya kamu suka denganku makanya kamu datang lagi ke sini?”
Aku menatap wajahnya. Benar . wajah itu memang benar wajah Tuan muda. Tuan muda yang tinggal ditempat sederhana ini melarikan diri dari keluarganya.
‘Aku tidak mau tinggal bersama dengan orang yang tidak aku kenal, Tadinya aku menyukaimu karena kamu tampan menjadikanmu pelarian .Tetapi kali ini aku sudah menemuka pelabuhan hatiku’
“Aku tau kamu pasti kesepian, dan tidak bahagia dengannya karena dia akan menyakitimu lagi, karena dia mantan suamimu. Mari tinggal bersama aku akan berikan apa yang kau inginkan,” ujar Arvid.
“Memang apa yang aku butuhkan?” Tanyaku dengan wajah serius,
Mata itu menatapku begitu yakin, Ia mengira wanita yang sudah bercerai itu suaminya kesepian. Jika menikah pasti akan gagal lagi apa lagi menikah dengan orang yang sama. Tetapi aku punya pemikiran semua manusia berhak untuk berubah.
“Kamu membutuhkan kehangatan dari Pria.aku akan memberikan kebutuhan mu itu,aku berjanji padamu, Aku akan memberikannya mari kita tinggal bersama dan melakukan semua yang kita mau, tanpa perlu ada ikatan tinggalkan saja mantan suamimu dan tinggal bersamaku tanpa perlu ada pernikahan.kita bisa benar benar bebas menikmati hidup ini tanpa harus di kekang aturan aturan yang harus di patuhi,nari kita buat hidup itu simpel,melakukan yang kita mau dan yang kita suka aku berjanji hidup kita akan begitu nikmat. Aku laki-laki yang tidak percaya pada namanya Pernikahan,” ujar Alvin.bagiku pernikahan hanya membuat kita terkekang dengan aturan aturan.
Mendengar hal itu ada perasaan seperti nano –nano dalam hati. Disaat butuh teman, ia mengajakku tinggal bersama. Tapi sekali lagi. Pilihan hati ini sudah memilih Frans.
“Aku tidak bisa”
__ADS_1
“Saya sudah paham kok wanita-wanita seperti anda.ia memvonis aku dengan akan ketidaktaun seutuhnya akan aku,baru mengenal sedikit akan kepribadianku.
Perkataan itu sebenarnya membuat sakit hati Tapi kembali ke posisi ke laki-laki ini. Mungkin ia traumanya sama namanya Pernikahan.
Saya tidak punya hak yang istimewa untuk menjelaskan Padanya kalau pernikahan itu tidak semuanya tidak bahagia selamnya. namanya hidup memang begitu banyak liku liku ada orang yang bahagia ada juga yang tidak selalu merasakannya blaa blaaa
Karena aku sendiri korban keegoisan sendiri. Dengan tekat yang bulat tentu saja saya tidak mau menerima ajakannya untuk kumpul kebo. Aku bercerai bukan ingin menghancurkan hidupku,aku bukan wanita bodoh,aku masih memikirkan masa depan yang terbaik untukku,karena aku percaya pilihan itu masih ada dan akan hu usahakan membuat pilihan yang terbaik, Justru berharap mendapat kebahagian dan kini kesempatan kedua akan aku perbaiki kembali.
“
“Saya akan menanggung semua biaya hidup kamu” Ia menawariku dengan gigih.berbagai macam cara ia buat untuk meyakinkan aku,dari janji janji manis hingga akan kebahagiaan.
“Saya akan menikah kembali dan akan bekerja untuk dirinya saya nanti dan suamiku”
“Saya seorang Dokter” Wajahnya semakin serius dan gigih sekali menawariku untuk tinggal bersamanya. Ia tidak suka ditolak baginya penolakan bisa melukai harga dirinya apa lagi yang menolak seorang wanita atau seorang janda itu akan semakin membuat dia merasa rendah,sedangkan wanita yang belum menikah aja mungkin akan mudah ia dapat.
“Aku tau kamu seorang Dokter!
“Darimana kamu tau? Apa yang sudah tau tentang hidupku.? Apa ibu dan bapak sudah memberitahukan mu?
Setelah berbaikan dengan mereka berdua, aku pulang kembali ke hotel menenangkan pikiran dulu, Frans mengerti apa yang aku rasakan, saat aku meminta izin untuk menemui Felix dan Arvind dia tidak puas, ia tahu kalau pilihan yang aku pilih bukanlah pilihan yang mudah. Aku juga bisa melihat ada rasa kecewa di matanya saat ia tidak bisa memiliki kedua anak kembar kami. Tetapi aku yakin suatu saat anak-anak akan mengerti pilihan kedua orang tua mereka meninggalkan keduanya di rumah Kak Hendra.
Aku yakin anak kembar ku akan tahu, kalau ibu dan ayah mereka sangat mencintai mereka berdua,dan berusaha memberikan yang terbaik bagi mereka, aku yakin suatu saat mereka akan mencari kami berdua. Setelah menenangkan pikiran beberapa hari aku menelepon Frans.
“Iya Fai …”
“Frans , ayo kita menikah kembali,’ ucapku dengan yakin.
“Apa kamu mau?” Suara Frans terdengar bersemangat di ujung telepon.
“Tapi Frans, aku tidak mau sayang mewah-mewah aku hanya ingin beberapa prang saja yang hadir untuk pernikahan kita”
“Baik Fai, aku mengerti. Kita akan bicara nanti saja tunggu aku disana,” ujar Frans.
*
Tidak lama kemudian lelaki berwajah tampan itu datang ke hotel untuk menemui ku.
__ADS_1
“Fai, terimakasih karena mau menerimaku kembali,” ujar Frans dengan tangisan. Ia memeluk tubuhku dengan erat.
“Tapi Maaf anak-anak aku tidak bisa membawa anak-anak kita untuk ikut,” ujarku dengan suara bergetar.
“Tidak apa-apa yang penting mereka sehat dan baik-baik saja,” ujar Frans, ia mengerti rasa sedih yang aku rasakan.
“Aku ingin kita menikah di Bali dan tinggal di sana memulai hidup di sana,” ujarku saat itu pada Frans.
Tidak ada bantahan atau sikap ragu dari wajah Frans atas sikapku.
“Baiklah, ayo kita lakukan”
“Baik kita lakukan pernikahan besok”
“Kamu yakin besok?”
“Iya besok saja. Lakukan pemberkatan saja”
Frans menatapku dengan senyuman.
Tamat.
Bersambung …
Bantu Vote iya kakak untuk karya ini karena ikut lomba , tolonng tekan like dan tanda hati iya kakak. Jangan lupa kasih komentar terbaik kalian juga di karya ini dan karya yang lain juga.
Baca juga karyaku yang lain.
-Cinta untuk sang pelakor. (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
-Bintang Kecil Faila(ongoing}
__ADS_1