Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Di selamatkan seseorang


__ADS_3

Melihatku terdiam.Ia mengerti tidak mau menanyakan tentang kehidupan rumah tanggaku yang suram.


Iya” emang suram aku tidak pernah berpikir rumah tanggaku dengan Frans akan berakhir sakit seperti ini,


“Tetaplah disini” sampai situasinya aman! . Karena kedua bajingan itu dalam pencarian Polisi. Kata Arvind


“Baiklah, aku mengerti


Tapi boleh aku meminjam ponselmu sebentar. Aku ingin mengabari keluargaku! Arvind memberinya tanpa protes. Orang yang pertama aku hubungi adalah kak Hendro . Ia mungkin sudah panik mencariku.


“Halo” Siapa ini? suara itu terdengar serak


“Ini Aku kak. Faila! Ya ampun Failaaa! Kamu dimana? Suara benar-benar panik . Aku sehat kak. Dan baik-baik saja kak.


“Masalahnya Polisi mencarimu kerumah, karena ponselmu di temukan di mayat seorang perempuan muda. Kakak sudah khawatir.”


Aku menjelaskannya semua pada kakak, karena ia juga mencari malam itu, tepat tadi pagi. Polisi mencariku ke rumah karena ponselku terjatuh di tempat kejadian .


Aku menelepon Haris juga . Menyuruhnya menggantikan ku untuk sementara waktu dalam mengawasi Hotel dan Restauran.


“Apa kamu bisa mengantar ku ke kantor Polisi? Aku tidak ingin Polisi mencurigaiku” Arvind menggaruk kepalanya menimang permintaanku.


Ia mengigit bibir bawahnya . Iya ampun hatiku meleleh dibuatnya. Kenapa Ia bisa tampan seperti itu sih?’ batinku, lagi-lagi bergejolak dibuatnya.


Apa ini Jodoh yang kirim Tuhan untukku? Saat aku membutuhkan seseorang untuk kujadikan tempat bersandar . Ia datang bagai pangeran berkuda Putih dengan segala kesempurnaan yang, Ia miliki .Apa ini jawaban Doaku?


“Oi sadar-sadar Faila bangulah, jangan terlalu melayang tinggi” aku berulang-ulang harus mengingatkan diriku. Karena terbuai ketampanan Lelaki ini.


Aku lagi-lagi melamun menatapinya : memalukan!”


“Heeei berhentilah menatapku seperti itu.Itu membuatku risih . Aku tidak punya niat memulai hubungan dengan seorang Janda.Timpal Arvin


Kata-katanya bagai ditampar bolak –balik. Wajahku merah menahan malu saat Ia menghardikku dengan Tegurannya.


“Maaf kataku Menunduk Manahan malu.


Untung hanya kami berdua yang duduk saat itu , akan terasa sangat malu . jika ibunya mendengar teguran itu Tadi.


“kamu dirumah saja. Biar saya yang membuat laporannya kekantor polisi Ia. menawarkan bantuannya.


“Benarkah kamu mau bantu aku?, aku mencoba melupakan teguran memalukan tadi , dengan senyuman yang dipaksakan , rasanya pipiku jadi Kaku,


“ Sudah terlanjur membantu. Biar gak bantu setengah-tengah


“Oh kapan Aku bisa membuka ini? Aku menunjuknya.


“Mungkin besok” Tapi kalau kamu ingin cepat di buka Biar diurut Ibu saja hari ini juga sudah bisa di buka.

__ADS_1


“Oh ibu bisa urut? Aku ingin cepat pulih,


“Bu” Ia memanggil wanita itu


Tapi jawabannya aneh menurut ku , apa aku yang tidak paham ? ah sudahlah aku menghiraukannya.


“Jawaban Wanita pada Arvind pakai “Iya Den” Apa seorang ibu menjawab anaknya dengan sebutan Itu?


Terlihat sekilas terlihat Hormat dan segan. Kaku bangat sama anak sendiri Pikirku sekilass.


“Ia ingin diurut saja Apa Ibu mengurutnya?”


“Ia asal . Ia kuat”


“Aku mengangguk. Tidak ingin menumpang di rumah orang lain malah menjadi beban. Saya haru di popong kemana-mana wanita itu sudah Tua.


Tidak mungkin Rasanya meminta Tolong pada Arvind. Menggotong kekamar Mandi. Saat ditegur tadi menatapnya saja sudah tidak punya muka,


Hanyalanku tentang dijadikan Pacar mendadak buyer.


Berkaca pada diri sendiri. Seorang Janda menyukai lelaki muda tampan. Enak di aku dong.! Dan rugi di didia!


“Aku teriak histeris. Merasakan sakit, tangan keriput wanita itu memegang kakiku . Kelihatannya saja Ia tua . Tapi tenaganya bisa membuatku menjerit-jerit kesakitan. Aku menggenggam kursi mengigit kain semua aku lakukan untuk menahan rasa sakit itu


“Sudah katanya . Aku terengah-engah menahan sakitnya. Rasanya sudah lumayan tapi belum bisa berjalan normal.


“Sudah Non kamu bisa suruh dijemput” Kata ibunya Arvin setelah kami makan siang.


“Bu bisakah aku tinggal beberapa hari ini disini? Ia tersenyum penuh arti. Ia berpikir aku mau tinggal di gubuk mereka karena Arvin.


“Bukan karena Arvin anak Ibu? kataku mematahkan tuduhan dalam benak wanita itu.


Ia menatapku . serius.’Banyak wanita yang melakukan hal seperti itu pada Arvin. Non” pada akhirnya semuanya pergi tidak kuat mental karena banyak hal termasuk dengan sikap dingin Arvind kata wanita itu.


“Percayalah Bu’Bukan karena anak Tampan Ibu itu aku sorang Janda tidak pantas mengharapkan hal itu.


Ku hanya butuh ketenangan dan pelarian, Aku baru bercerai baru hitungan bulan dan rasanya sakit. Saya ingin melarikan diri dari masalah itu, Hanya butuh beberapa hari saja setelah kakiku sembuh aku akan pergi.”Boleh iya bu’ Aku akan mengerjakan semuanya termasuk masak memasak .Aku membujuk wanita itu.


“Baiklah” ia setuju. Dengan kaki tepincang-pincang aku membantu ibu di kebun belakang . Rumahnya untuk memetik sayuaran untuk dimasak nanti malam.


Pak Wino suaminya menangkap dua ekor ayam kampung untuk lauk kami.


Wah rasanya bahagia sekali , saat kita membutuhkannya kita tinggal memetik dan menangkap saja,


Hasratku sebagai koki bangkit. Aku memasaknya dengan ala masakan restoran baik tampilan dan Rasa.


Baru saja kami mau mulai menyantap hidangan itu Arvind tiba matanya menatap menu berderet itu dengan tatapan bingung.

__ADS_1


“Bagaimana Ibu memesannya?


“Ini ada Koki kita kata Ibu Arvind.” Ia hanya tersenyum simpul


Aku tau yang ia pikirkan sama seperti yang ibunya pikirkan tadi. Tapi sekali lagi aku tinggal beberapa hari lagi hanya ingin memenangkan pikiran ditempat tersembnuyi itu.


Acara makanpun selesai.


Sekarang aku berpikir aku akan tidur dimana apakah Ia akan tidur di lantai berasamaku, malam ini?


Ingin rasanya lelaki tampan itu Aku jadikan pelarian lagi. Tapi tidak ingin kejadian itu lagi menghampiri hidupku.


Mengejar lelaki dengan dengan usaha yabg begitu keras. Hampir bertahun-tahun lamanya aku mengejar hatinya hingga akhirnya aku yakin , ia sudah sepenuhnya miliku . Tapi kenyataan pahit datang, ia bukan hanya milikku tapi ada orang lain yang ikut memilikinya.


“Egoisku kah aku. Jika aku marah? Walau aku Tau , bukan Ia yang membaginya tapi Wanita itulah yang berhasil mencuri bagian itu,


Oh kenapa aku melepaskannya dengan mudah padahal aku mendapatkan hatinya begitu lama!


Apakah, ada Cinta yang lain nantinya yang bisa menggantikannya? Tapi entahlah.! Hatiku bertanya, hatiku juga yang menjawabnya.


Duduk menyendiri di teras rumah Arvind. Meratapi keputusan yang aku ambil. Tidak terasa air mataku mengalir, seperti sungai kecil menyusuri pipiku.


“Ahemmm”


Deheman itu meembangunkanku dari lamunanku. Aku menyembunyikan wajah dan mata sembabku dari yang empunya suara.


“Tidak bagus wanita cantik duduk sendirian malam-malam Non.! Bapak Arvin dan Arvin sudah duduk disebelahku. Entah sejak kapan.


“Oh iya pak” Hanya mencari angin segar”


“Iya nanti malah masuk angin jadinya, kalau terus basah-basahan.!


“Oh ternyata mereka melihatku menangis tadi.


“Sini aku periksa tangannya ! Arvin meminta tanganku yang terluka. Terkena air, luka itu perih Tapi aku tidak menyadarinya. Luka dalam hati bahkan terasa lebih sakit.


Jika aku merasakan rasa sakit yang amat dalam seperti ini, terus. Bagaimana dengan Frans? Apakah Ia merasakan sakit seperti yang aku rasakan? Rasanya tidak adil bila aku sendiri yang mengalami kesedihan ini.


Aku membatu lagi dihadapan Arvind dengan segala lamunan panjang yang tidakk berujung.


“Apa begitu sakit? Tanya Arvin . Aku mengangguk tanpa sadar .Padahal aku tidak tau yang . Ia Tanya luka hati apa luka tanganKu.


“Kenapa berpisah kalau kamu tau akan sesakit ini


“Haaa? Aku sontak terbangun tidak ingin berbagi cerita hidupku pada orang yang tidak tepat.


Maksudku kenapa kamu memisakan perbannya ini akan tambah sakit jadinya timpalnya kemudian.

__ADS_1


__ADS_2