Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Kamu harus sembuh


__ADS_3

Aku  hanya  diam saat  Frans memegang tangan ini, aku tidak ingin mengatakan apa-apa dan tidak mau hal lain. Saat itu aku hanya ingin mencari pekerjaan.


“Tolong jangan pergi Fai,” ucap Frans.


Tiba-tiba Bang Niko datang entah dari mana, di ikuti anak-anak yang lain.


“Fai  kamu  tidak  apa-apa?” Niko meneliti wajahku.


“Tidak apa- apa Bang,” balasku melepaskan tangan Frans.


“Tetapi  kamu  berdarah  Fai!”Semua  mata menatap kearah ku, Frans ikut  berdiri.


Ternyata  kening ini  terluka  aku sendiri  tidak menyadarinya.


Pantesan aku  merasa  pusing , Mohan  sepertinya  melempar  tas  ransel  milik nya  dan mengenai kepalaku.  entah  apa  isinya  membuat  kening ini  berdarah.


Bang  Niko menarik tanganku, ingin  mengobati  luka ini.


Ternyata   Frans juga  menarik  tangan ku, tarik - tarikan pun terjadi  kali ini, entah  apa  yang  terjadi  di  antara   dua sahabat ini


“Aku  bisa  mengobatinya,,” ucap Frans menata tajam pada Niko.


“Aku pulang, kepalaku  sangat  pusing,” kataku


“Aku  akan  mengantarmu pulang.” Niko  berjalan di depanku


Sepertinya   Frans  tidak terima, ia  menarik tanganku  ia tidak ingin  Niko mengantarku.


“Jangan lagi, aku benar-benar pusing,” kataku  dengan lemas.


Frans menyerah  bang Niko  membawaku  menaiki motor  gede


 miliknya  memeluk   dari  belakang  menyandarkan kepalaku  ke


badannya. Bukannya ingin bermesraan tapi aku  benar - benar  pusing


beberapakali bang Niko, membenarkan   pegangan  tanganku,  karena aku tertidur di punggungnya,  khawatir  aku akan   jatuh  bang  Niko  juga  memegang tangan ini agar tida jatuh.


Aku membuka  mataku  sudah  berada  di ranjang rumah sakit,  aku  beranjak  ingin  kabur,  menyadari  kami  berada  di rumah  sakit . Rumah sakit Adelia  cibubur ketakutanku  semakin menjadi-  jadi  kala  aku melihat  para  Dokter  memakai  jubah kebesaran mereka


Tubuhku gemetaran, meringkuk memeluk  lututku. Rumah  sakit  salah


satu tempat yang  menakutkan  bagi ku, aku  merasa rumah sakit  tempat


pembunuhan  dan penjagalan tubuh  manusia


“Tenanglah  Fai, tidak  akan terjadi apa- apa,”  bisik Niko  memenangkan ku.

__ADS_1


Tubuh ini  masih  gemetaran, aku punya penyakit phobia rumah sakit,  tubuhku masih gemetar melihat aku ketakutan, Bang Niko  memelukku  untuk menenangkan.


“Tenanglah  adek kecilku,  semuanya akan  baik - baik  saja. Kamu  harus  melawan  ketakutan itu,  kamu   harus  melawan  penyakit  itu.


Kamu harus   sembuh,  hanya  kamu  yang  bisa  menyembuhkan  dirimu  bukan  orang  lain,” ujar Bang Niko seolah-olah aku adalah adik kecilnya dan  sudah mengenal diriku dan penyakitku


Aku menyimak  perkataan  bang Niko,  pelukan lelaki  berdarah  batak ini  begitu  menenangkan  jiwa membuatku tenang, ia bagai  seorang  kakak  menenangkan adiknya, seperti itulah  kehangatan  yang aku dapat  dari  bang  Niko,


“Apa  bang Niko mengetahuinya semua penyakitku?”Aku bertanya,  menatap  kedalam  matanya,  mencoba mencari jawaban lewat mata itu.


“Iya,”  jawabnya  pelan.


“Sejak  kapan?” tanyaku penasaran.


“Sudah  lama, Fai”


“Bang Niko sudah tahu kalau aku puya penyakit, lalu kenapa baru sekarang memberitahuku?”


 Jantungku berdetak lebih cepat. Aku  terdiam, mencoba  mengingat kembali, sejak kapan bang  Niko  mengetahui   penyakitku, padahal menyimpannya rapat aku  simpan  di lubuk hati paling  dalam, aku   tidak ingin  siapapun tahu.


“Apa  Frans  juga  tahu?” tanyaku lagi


“Tidak.” Ia menggeleng.


“Baguslah”


                                   *


Mendapat suntikan, akhirnya tubuh ini tenang juga.


Setelah beberapa jam istirahat di ranjang ruma sakit aku sudah merasa sehat, dokter  mengizinkan  kami  pulang,  Bang  Niko  masi  setia  menemaniku  layaknya  seorang  kakak  menjaga  adik.


Saat kamu keluar dari rumah sakit, Niko membawa ku  ke  sebuah  taman,  duduk  melihat  bintang di  langit ,  begitu indah,  begitu menenangkan melihatnya, ia membiarkan  aku beberapa  lama  bermain  dengan pikiranku  sendiri, bang Niko duduk  di  sampingku  dengan  senyum  yang  manis  bahkan sangat  manis,


Mungkin  kalau  Bang  Niko  tidak  menceritakan  bahwa  ia  sudah  bertunangan  mungkin  aku  sudah  lama  Jatuh cinta  padanya.


Tapi  bang  Niko  orang  yang  jujur, ia  menceritakan  padaku,  bahwa  ia  sudah  di jodohkan  dengan  Paribannya, dengan  perjodohan khas  orang batak, anak  dari Pamannya.  Tunangannya  kuliah  di  UKi  mengambil  jurusan  Kedokteran. Wanita yang beruntung bisa mendampingi  lelaki baik dan punya jiwa sosial yang tinggi, perduli antar sesama itulah yang sering aku lihat dari Niko.


“Fai!” Panggil Bang Niko


“Ya”


“Kita  harus  bicara Fai … dengar  baik-  baik. Hidup  itu  selalu  ada  dua  sisi  Jahat  dan baik, malam  dan  siang dan  kamu  tidak  boleh  membuat  selalu  siang”


Aku hanya mendengar dan menyimak  kemana arah pembicaraan  Bang  Niko.


Walau  otak  kecilku dan lambat  dalam berpikir  tetapi aku mencoba  membaca  ke mana  tujuan pembicaraan dan   memahaminya.

__ADS_1


“Fai,  penyakit trauma yang kamu derita selama ini ,  kita  akan mencoba  menyembuhkannya.”


“Apa , menurut abang,  aku ini gila?”


“Tidak  Fai, banyak orang  yang  mengalaminya dan bisa sembuh.”


“Caranya ?” Tanyaku lagi.


“Jangan  menghindarinya  Fai,  kamu  harus mengatasinya  bukan  malah menyimpannya  dalam  hatimu,   kamu  harus mempercayai  orang  dan terbuka  pada orang, itu cara mengatasi penyakit traumamu”


“Abang sudah lama tahu kalau aku sakit?”


“Sudah  lama  Fai’


Mendengar itu ada perasaan  tidak enak pada Bang Niko, sekarang aku mulai mengerti kenapa dia selalu bercanda dan  membuat ke lucuan setiap bersamaku. Ia selalu mengatakan padaku;


“Tidak apa-apa tempatnya ramai”


Ternyata ia sudah tahu kalau aku  ketakutan pada tempat yang sepi, gelap.


“Tepatnya  setahun yang  lalu,  aku  melihatnya  dan menyadari  ada sesuatu yang kamu sembunyikan,  kamu  pikir  aku  bertingkah konyol  dan  sedikit  gila  di  depanmu , karna  apa?   kamunya saja menganggap ku  orang  yang  resah  dan banyak  ngomong , padahal itu  aku lakukan demi  dirimu Fai,” ujar Niko.


“Tapi   kenapa?”


“Untuk  menyelamatkanmu Fai.


“Apa  yang  kamu  alami  di  alami  adekku dari  di  situ aku  menyadari  satu  hal  tentang  dirimu,”


“Tapi adekmu  baik-  baik  saja bukan?”tanyaku


Ia  menggeleng  sedih,


“Kami  kehilangan  dia,  kami terlambat  mengetahuinya  dan kedua  orang  tuaku, begitu juga aku  di  hantui rasa bersalah hingga saat ini,” kata Bang NIko. Karena itulah aku tidak ingin kamu mengalami apa yang dialami adikku.


Bersambung …


Bersambung ….


Bantu Vote iya kakak untuk karya  ini karena ikut lomba , tolonng tekan like dan tanda hati iya kakak. Baca  juga karyaku yang lain.


-Berawal dari cinta yang salah. (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-Bintang Kecil Untuk Faila(ongoing)

__ADS_1


__ADS_2