
"Untuk apa Ini Tar” kataku protes,
“Sudah diam, jika kau ingin bertemu dengannya kamu harus memberi hal baru untuk menarik perhatiannya, kalau kamu dibawah wanita itu, akan membuatmu kalah sebelum bertanding,” katanya,
Benar sekali aku terlihat berbeda ditangan tari, baju beraksen gelombang berwarna cerah memperlihatkan leher jenjangku dan bagian pundak, di padukan dengan celana
Tidak sampai disitu rambutku panjangku dibentuk dan di buat sedikit bergelombang di bagian depan,
Aku disulap seperti gadis korea
“Wah aku terlihat berbeda Tar” kataku takjub dengan kemampuannya mengubahku.
“Ayo, tapi sebelumnya kuatkan dulu hatimu apapun yang terjadi, kamu tetap tenang, dan tetap menjaga sikap, ia sudah menganggapbmu sudah menikah dengan Felix . dan itu bukan salahnya. Kamu yang meninggalkannya,” kata Tari menasihati ku menggebu-gebu.
“Baik ma “ kataku ia terkadang seperti Mama bagiku.
Kurasakan jantungku kembali berdegup cepat, Iya benar saja, selesai pertandingan Mohan beserta Team Frans lagi duduk bercanda. Suasana gembira terlihat jelas diraut wajah mereka.
Pertandingan basket di menangkan team Frans tentu saja mereka semua bergembira,
Pikiranku jadi teringat saat aku bersamanya dulu seperti ini, bedanya sekarang personilnya sudah ganti. Mohan yang dulunya musuh sudah jadi anggota, dan tidak lupa juga cewek –cewek borjous. Tiara dan Vera dan dan satu orang bintang bersinar saat ini. Orang yang mampu mengantikan posisiku dihati Frans yang sekarang lagi duduk menempel disamping Frans, terlihat ia sangat perhatian pada pemuda tampan itu, Tangannya mengusap wajah Frans dengan tissue.
Sebelum kami mendekat Mohan menatap kami dengan mulut yang menganggap dan mata menatap kami seolah tidak percaya.
‘Fai..!” Mohan menatap dengan masih terdiam tidak percaya.
Seketika itu suasana menjadi hening seketika mata mereka menatapku, seolah melihat orang yang bangkit lagi dari kematian,
“Iya ampun Frans teriakku dalam hati ingin berlari memeluk tubuhnya ,yang bermandikan keringat, Tapi aku menahan diri dan menatap dan menyapa mereka dengan ramah .
“Fai kamu cantik bangat. Agus teman team Frans bercanda dan menggodaku.
“Apa kabar Fai”
“Aku baik Mas” Kataku bercanda, menyambut tangannya.
Tidak seperti biasa, Mohan seperti itu, kalau biasanya ia akan lebih aktif, kali ini ia begitu kaku, apalagi melihat Tari sahabatku, Ia begitu sungkan dan tidak enak, dari situ aku merasa ada sesuatu diantara keduanya,
“Hai Frans” kataku menyapanya tapi tatapan Matanya menatapku dengan tatapan tidak berkedip kaget, jelas terlihat dimatanya.
“Baik” kata Frans, dengan wajah menyelidiku ,aku tau tatapan matanya ia mencari cincin ditanganku, Memastikan cincin itu sudah melingkar belum dijariku, apa sudah jalur kuning apa belum, Sayangnya belum
Ia berpikir kalau kami sudah menikah, Tiba tiba suasana jadi canggung karena kedatangan kami dengan Tari.
__ADS_1
“Ah menganggu saja kata Vera si cewek yang kupanggil dari dulu si nenek lampir,
‘Iya kok jadi diam begitu sih,” kata Tiara yang ikut.
menimpali yang selalu jadi kompor meleduk dari dulu.
Mereka semua terdiam mengikuti . jelas sekali kecangungan itu terjadi, Tapi sepertinya bukan hanya aku ,tapi entah apa yang terjadi antara Tari dan Mohan, mereka berdua terlihat diam
Kalau biasanya Tari ceria bila bertemu dengan Mohan. Kali ini ada yang berbeda
Tapi ada satu juga yang membuat aku kaget diluar dugaan. Tiba tiba Tiara merangkul tangan Mohan akrap layaknya seorang kekasih,
Kutatap sahabatku yang kali ini wajahnya mendung seribu kesedihan diwajahnya yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
“Ada apa Tari bisikku dalam hati. melihatnya yang selalu tertunduk seolah kehilangan kepercayaan diri.
Ini bukan lagi karena hanya semata karena diriku,
sepertinya banyak yang aku lewatkan yang aku tidak ketahui.
Tiara pacaran dengan Mohan, wanita yang dulu kata dia sangat membencinya, kini merangkul tangannya dengan sangat mesra, membuat hati sahabatku sepertinya terluka.
“Aku tidak lama-lama kok, hanya menyapa kalian karena kita akan sering bertemu lagi,” kataku.
“Kamu kuliah lagi kata Vera sepertinya ingin memanas manasin Tari , karena matanya licik melihat sahabat ku yang malang.
Pulang kemalang dan bertemu dengan Felix sepertinya banyak memberiku pelajaran hidup.
“Kita pergi saja sayang ” kata adela “Disini mulai panas katanya dengan manja, menarik tangan Frans.
“Iya” kata Tiara, sepertinya mereka sekarang menemukan pasangan masing-masing. Tiara akhirnya berpasangan dengan Mohan.
Tapi Frans menolak ajakan Adela, tiga kuntilanak bersatu, menggambarkan mereka bertiga yang tiba tiba akrab ,
“Aku mau bicara berdua dengan Faila dulu,” kata Frans,
“Mau apa “ kata Adela yang bersikap sok manja membuatku ingin menjambak rambutnya. Tatapannya begitu bengis melihatku,
Tapi Tari sahabatku sepertinya tidak ingin aku tinggal, Entah apa yang terjadi pada wanita malang ini, ia seperti kehilangan jati diri bahkan tidak berani bersuara sedikitpun, ia terlihat seperti seekor domba di antara kerumunan kuda jantan.
“Lain kali saja kami ada sesuatu yang mau diurus,” kataku pamit aku menarik tangan Tari yang dari tadi terlihat aneh dimataku
“Ada apa Tar Kamu terlihat sangat aneh?” Aku mencoba menatapnya setelah jarak kami jauh dari mereka,
__ADS_1
“Tidak apa-apa Fai”
“Tidak “kamu harus jujur padaku, kamu ada apa dengan Mohan?,” aku langsung ke intinya,
Dia terlihat kaget aku mengatakan itu, wajahnya terlihat sangat sedih lagi dari sebelumnya.
“Ayo dong ceritakan” kataku
“Aku sudah hancur Fai” katanya dengan airmata hampir tumpah, Aku berpikir kalau hal buruk telah terjadi.
“Bagaimana kalau kita kekamarmu saja,’ kataku, tidak ingin didengar orang, apapun yang ceritanya nanti,
Harusnya satu mata pelajaran lagi tapi demi sahabatku, aku rela lagi padahal baru pertama masuk,
ia menarik nafas dalam, rasanya berat untuk menceritakan padaku,
“Ada apa Tar?” tanyaku lagi padanya,
“Aku harus mulai dari mana Fai,” mulutnya, begitu susah untuk bicara
“Aku sudah rusak Fai katanya tiba –tiba dan Ia memelukku, aku bingung dengan ucapannya,
“Tar… katakan dengan benar apa yang terjadi.” kataku
Tapi wajahnya masih terbenam di perutku, dan belum mau melepaskan pelukannya kurasakan tubuhnya bergetar menahan gejolak dalam hatinya, sepertinya beban itu begitu berat,
“Aku sudah kotor, Fai”
“Kamu ngomong apa Tar?” kataku belum begitu paham dan tidak percaya,
Kutarik tubuhnya menatap matanya, aku tidak percaya dengan apa yang aku dengar
“Aku sudah rusak fai,aku sudah tidak punya harga diri lagi” katanya kemudian.
Pikiranku kalut Tari orang baik- baik, tidak mungkin dia melakukan hal yang aneh-aneh, dia orang taat agama.
Tidak mungkin kalau dia merusak dirinya sendiri kataku dalam hati, ingin memaksanya terus bicara, karena dari tadi,ia hanya bicara sepotong- potong dan membuatku mau mati rasanya, karena penasaran.
“Siapa yang melakukanya?” Ia langsung
diam kembali dengan sangat lama, aku bahkan tidak sabar menanti jawabannya, “Siapa Tar?” kataku mengulang, “siapa melakukanya ?Ok Apa kamu dipaksa ? apa kamu disakiti?” Kataku ingin mendapat jawaban ia menggeleng, terus ?”
“Aku yang memberikannya” katanya kemudian
__ADS_1
“Sama siapa??”
sahabat terbaikku kehilangan kesuciannya , Pada seorang yang sudah menjadi sahabatnya bagaimana rasanya, ketika teman sendiri merusak kita dan tidak ingin bertanggung jawab kecewa ,marah itu sudah pasti,