
Ia benar melakukanya,” Ya ampun Frans apa yang kamu lakukan, aku belum bilang setuju. Ia sudah melakukanya.” Ada apa dengan otakmu pagi ini” bisikku dalam hati, hingga benar- benar gelap.
Ia melakukan tehnik jurus totok di bagian saraf belakangku membuatku pingsan. Seperti jurus- jurus kungfu China difilm aksi yang sering di telivisi.
Frans selain jago basket, Ia juga kerap ikut latihan bela diri. Tapi aku tidak berharap mendapatkan ini darinya. Ia melakukanya padaku
Baru beberapa jam aku baru sadar kembali dari pingsanku , Ulah Frans yang belakangan ini sering kali membuatku kebingungan,
Satu hal, aku tidak ingin membohongi kak Hendro lebih dalam lagi. Karena sering kali kebohongan satu, akan menyeret kebohongan lain untuk menutupi yang satu aku tidak ingin terjerat dalam satu rantai kebohongan yang ditimbulkan Frans.
Saya Pikir . Kejujuran dan berterus-terang yang pantas aku berikan pada kakakku, atas segala yang Ia sudah di berikan, dan sudah berkorban padaku.
Aku harus siap menerima apapun resikonya,
Wajahnya panik kak Hendro, menungguiku di samping ranjang. Aku membuka mataku dan mengerjapkan beberapa kali memulihkan pandanganku , memastikan lelaki Tampan pembuat masalah itu tidak berada dalam ruangan itu lagi,
“Fai”Bagaimana keadaanmu?
“Aku, sedikit pusing tapi sudah tidak apa-apa jangan cemas kak!
“Mommy jangan sakit dong. Bunda juga sakit . mommy jangan sakit lagi! Wajah Aretha mengemaskan.
Tari datang dengan batuan kursi roda. Ia juga sangat khawatir .mendengarku pingsan membuatnya ikut khawatir,
“Eh. Bun ngapain. Ia langsung sigap membantu istrinya.
“Pelan-pelan. Ia memegangi tangan istrinya membantu berdiri.
Tari tidak boleh melakukan apa-apa di rumah. Karena Ia haruskan beristirahat total demi janinnya.
“Fai! kamu sudah tidaka apa-apa?
“Hammm ! aku menganguk,
Aku menarik nafas panjang rasanya sesak,
Setelah Tari masuk kembali ke kamarnya . Aku memutuskan memberitahukan semuanya pada kakak.
“Aku ingin bicara pada kakak!”
__ADS_1
“Iya ! Ia menatapku dan duduk kembali.
“Kak” ingatanku sudah kembali,
“Apa? Wajahnya terhenyak tidak percaya. Apa maksudnya Fai?
“Iya ingatanku sudah kembali
“Bagaimana bisa terjadi.Apa yang kamu rasakan? kita akan Kerumah sakit. Apa yang dikatakan Frans padamu! membuatmu bisa sampai shok seperti itu.
‘Kak maafkan aku , aku sudah mengingatnya saat aku pulang dari London, beberapa minggu lalu. Aku tidak ingin menyembunyikan semua ini dari kakak aku ingin tau seperti apa tadinya Frans dan kelurganya, aku ingin tau seperti apa-apa orang-orang yang dulu menyakitiku,
“Fai apa yang kamu lakukan, Itu sangat menyakiti hatiku!” Wajah terlihat kecewa,
Saya ingin tau kebenaran kak . saya tidak mau membuat keputusan yang salah. Dan aku menyesalinya nanti.
Kak aku berterimakasih atas semua apa yang kakak lakukan untukku . Aku tau, semua itu untuk kebaikanku Niatku tadinya, Hanya ingin tau kenapa kakak membenci mereka semua tapi kak! Ada hal lain yang membuatku shok tidak percaya.
“Apa?
“Itu! Aku seperti berat untuk mengatakannya,
Ia diam, menatapku dengan tatapan serius, dan duduk di sisi tempat tidur,
“Aku dan Frans masih suami istri, aku juga baru mengetahuinya kakak.
“Lah. Bagaimana bisa? wajahnya menegang tidak percaya. Tapi kamu bukan waktu itu kalian sudah menanda tanganin surat perceraian dan bukannya sudah menyelesaikan semua berkasnya?.
“Sayangnya tidak kak, aku hanya menandatangani surat kontrak pernikahan itu,
“Terus bagaimana?
“Frans menuntut haknya sebagai Ayah si kembar.
“Apa maksudnya? Ia ! tidak punya hak, aku akan pastikan itu. Kamu pilih dia apa pilih anak anak?
Suasana semakin ribet, kakakku berpikir Itu alasan Frans untuk mendapatkan hak asuh sikembar sekarang . Ia berpikir kalau Frans memang masih istrinya harusnya Ia mencariku selama 4 tahu,.Kalau di pikir pikir , memang ada benarnya juga. Tapi menurut cerita Frans Ia sakit dan tidak ada waktu untuk mencari mereka.
“Jangan berharap pada keluarga Itu, kamu selalu jadi bahan lelucuan dari mereka nanti Fai! . Kamu akan selalu jadi gosip mereka nantinya
__ADS_1
“.Aku tidak setuju kamu kembali pada Frans. Bagiku 4Tahun Itu sudah cukup membuktikan. Kamu dengannya sudah tidak apa-apa Aku berharap banyak padamu.jangan ada lagi cerita antara kalian,aku sangat berharap kamu mau mendengarku kali ini,ini untuk kebaikan kita bersama.aku sudah berpikir matang matang keadan kamu.saya pikir inilah keputusan terbaik buat kalian.jadi dengarkan ucapan ku kali ini,aku mohon.
“Tapi saat itu , Ia sakit kak, Ia mengalami sakit Parah,
“Tetap saja Fai. kita sudah 5 bulan di Jakarta. Ia tau kalau Ia menganggap mu Istrinya akan datang menemuinya, Tapi mana. Ia tidak menemukan Kamu bilang . Ia baru tahu kalau anakmu si kembar baru kemarin di Bali benar bukan?
Ini mencurigakan Fai.Ada Kepiting di balik bakwan.
Jika kamu memaksa, ingin akur dengannya aku tidak bisa melarang kamu ,Tapi kamu harus memilih anakmu atau Frans .Kamu tidak bisa memiliki dua-duanya.
Seperti dungaanku, kakak akan berat menerima Frans kembali. Ia membuat pilihan yang berat untukku disuruh memilih antara anak-anak atau Frans .Tidak muda bagiku,
Tapi aku tetap memilih anak-anakku. Demi apapun di Dunia ini. Bagiku merekalah duniaku.
Tari ikut senang mendengar aku ingatannya sudah pulih Ia selalu memberi solusi padaku untuk setiap masalah walau kadang pilihan yang Ia berikan pilihan yang berat Tapi terkadang sangat tepat . Tapi bersyukur punya sahabat sepertinya
‘Aku bukannya membela kakakmu! Faila. Kenapa baru sekarang Ia ngomong kalau kamu istrinya kemana Ia selama ini?
Mendapat Penolakan dari keluargaku, membuatku berpikir panjang lagi untuk kembali rujuk dengan Frans.
Aku memintanya ingin bertemu dan membicarakan semuanya.
Wajahnya terlihat lelah. Baju kemejanya di gulung sampa sikut tangannya, dasinya sudah longgar tidak rapih lagi, Pria tampan itu kini duduk didepanku, menatapku dengan manik mata coklatnya. Hatiku sungguh tidak tega melihat Ia kecewa nantinya.
“Maaf Fai, aku terlambat!
“Tidak apa-apa Frans aku baru menunggumu 10 menit
‘Ada apa Fai?. Kamu ingin bicara apa padaku?
“kita pesan minum dulu iya! Kamu terlihat lelah
Ia tersenyum memperlihatkan gigi putih yang berbaris rapih. Matanya mengawasiku .Aku berusaha bersikap tenang seolah tidak terjadi apa-apa.
Hingga pesanan kami tiba aku masih membiarkannya menunggu.
Bukanya membuatnya cemas menunggu, tapi aku yang memilih momen yang tepat untuk memberitahukanya.Tiba tiba meraih minuman, dalam gelas porsi jumbo menghabiskannya dengan beberapa kali tegukan. Mataku terbelalak melihatnya , sepertinya Ia tidak sabar mendengar apa yang ingin aku katakan.
‘Sudah!” Ia menunjukkan gelasnya tangannya sigap menarik beberapa lembar tissue melahap mulutnya
__ADS_1
Ia menatapku dengan sikap siap mendengar,
“Frans!