
'Apakah Ia ingin balas dendam padaku karena waktu itu aku meninggalkanya?
Oh iya ampun jangan-jangan ia ingin menuntaskan yang waktu itu itu belum terselesaikan?' Otakku di penuhi pikiran-pikiran buruk.Tubuhku panas dingin, dan jantungku rasanya mau melompat
Mobil Fortuner berwarna merah Hati milik Frans melaju cepat menyusuri jalanan ibu Kota hingga tiba di Apartemen milik frans berada di lantai 8 nomor itu masih melekat di ingatanku,
“Ayo,” Ia merentangkan tangannya, membawaku berdiri di depan lift.
Tiiiiiing
Pintu besi, membawa kami menuju lantai atas, tangan Frans yang menekan angka delapan dan angka delapan begitu horror dimataku saat itu,
Aku masih dalam keadaan diam membatu dengan tatapan bigung sedikit ragu setiap kali melangkah, Frans yang memegang erat tanganku, belum berniat melepaskannya.
Dalam Lift ada tiga orang wanita berparas cantik yang menatap Frans, dengan senyuman manja, dengan tawa cegikikan dan saling berbisik, menatap kami , hingga seorang dari mereka mendekat dan minta kenalan,
‘Isss, berani amat ni orang mentalnya terbuat dari baja kali iya apa urat malunya sudah putus kataku bermonolog.
Frans hanya menanggapinya dengan biasa dan kembali mempererat pengangan di pinggangku. Ia bersikap sepeerti itu dan mengacuhkan ketiga wanita berpakaian terbuka itu.
Tapi kode itu, mampu membuat tiga wanita itu, tau diri dan berhenti .
Apa yang ia lakukakan, kenapa ketiga wanita itu langsung mundur teratur aku penasaran. Padahal tadi baru melihat Frans masuk kedalam Lift tadi tingkah mereka sudah mulai aneh ,
Berpikir kalau ketiga wanita itu, mungkin wanita panggilan dari pakaian yang mereka kenakan, dan sikap senonoh mereka yang merayu Frans.
Tiiiiing
Pintu lift terbuka lagi, tubuhku berat untuk melangkah ingin rasanya aku melarikan diri, tapi tubuhku masih lemas dan kehilangan suara.
“Ayo,” ucap Frans menyeret tanganku sedikit memaksa, aku mengeleng tidak ingin mélangkah Tangan kekar Frans tidak sebanding dengan kekuatanku tanganku yang kalah jauh apalagi dengan keadaan sedang sakit dan lemah
Maka aku menurut saja.
~Klik~
__ADS_1
bunyi kartu Frans yang digesekkan kepintu terbuka seakan pintunya menyapaku .Selamat datang kembali, aku menahan rasa geli didalam hati dan menertawakan kekonyolan sendiri.
“Ayo masuk” Frans kembali menyeret tanganku, tapi sepertinya ruangan apartemen milik Frans berubah drastic, kali ini banyak yang sudah diubah dari yang terahir aku datang kesini.
Terahir datang ketempat itu saat beradu kasih dengan frans, walau tidak tuntas dan setengah perjalanan mengakibatkan Frans mengalami siksaan batin akibat hasrat yang tak tersalurkan,
,
Ingatan itu juga sepertinya menghingapi Frans yang tersenyum melihat Sofa dan ada syal warna hijau terlipat rapih.
“Bukankah itu punyaku? Kenapa sih barang-barangku tinggal di sini.
“Fai…! sini duduk,” menunjuk sofa diruang tengah dan membantuku duduk
“Dengar Faila , aku membawamu kesini untuk membantumu untuk memulihkan ingatanmu, aku sudah bilang, tidak akan ada lelaki lain dekat denganmu selain aku,” Frans berubah jadi porsesip
Frans mendadak seperti seseorang yang terobsesi padakudan terlihat seperti takut akan kehilangan,
“Fai, hanya aku yang akan bersamamu selamanya,” ia berbisik dan memegang wajahku sedekat itu membuat jantungku semakin berdetak tak karuan.Walau ada sesuatu serasa hilang dari dalam hatiku, aku tidak merasakan seperti yang dulu lagi. tidak ada lagi kupu-kupu yang menari didalam hatiku seperti biasa.
Aku bersikap biasa dan mengangap omongan Frans hanya sebuah bualan biasa, aku berpikir ia cemburu karena aku merangkul Mohan tadi.
Tapi tiba- tiba, Ia membawa kotak kayu seperti kotak harta karun
“Fai !” mungkin kamu berpikir aku membual dengan caraku membawa paksa kamu kesini, tapi aku punya alasan untuk itu,
“Bukan mohan , orang yang kamu cintai selama ini, tapi aku Fai mungkin bukan kamu yang mencintaiku, tapi aku yang mencintaimu mulai saat ini,” Kata Frans menatapku sangat dalam
Tapi kenapa? Beberapa kali ia membuat pengakuan, tapi kenapa hatiku membeku tidak merespon sedikitpun apa yang terjadi apa hatiku sudah benar-benar tidak ada rasa lagi pada Frans?
Ini sangat berbeda dengan Faila yang dulu, aku dulu begitu menginginkan sentuhan hangat dari Frans, bahkan sangat mengilainya tapi hati bisa berubah bisa secepat itu.
Tangan frans membuka kotak kayu yang berbentuk mirip penyimpanan harta karun itu dan mengeluarkan satu persatu isinya,
Apa ini? mataku melotot dengan kagum, ternyata Frans masih menyimpan barang- barang kami dulu,
__ADS_1
Terlihat satu foto yang aku edit dimana kami seolah melakukan Fhoto pertungan lengkap dengan cincinnya berinisial F&F Faila dan Frans hal yang memalukan yang aku lakukan dulu terlalu memaksa, aku malu mengingat kelakuanku.
Sejak kapan ia mengumpulkan ini dan menyimpanya, padahal dulu setiap aku bertanya dimana barang barang itu, Ia selalu bilang dibuang karna Norak,
“Fai, aku tidak ingin memaksamu untuk mengingatku, tapi aku hanya tidak ingin kamu melakukan kesalahan dan aku memberitahukanmu kebenaranya. Bahwa Mohan hanya sebatas teman, kitalah yang punya hubungan kekasih kata Frans.”
Aku meragukan itu, aku berbisik dalam hati , karena hubungan kita belum ada kesepakatan kata saling mencintai, karena ketika aku mencintainya sepertinya hatinya belum bisa menerimaku. Tapi ketika Hatiku sudah lelah dan tidak berharap lagi, saat itu jugalah dia datang membawa kata-kata manis kalau ia mencintaiku.
“Aku tidak perduli kamu lupa ingatan, saat ini yang penting aku bersamamu, lupa ingatan selamanya tidak masalah padaku, asalkan kamu tetap bersamaku Faila”
Tatapan matanya kembali mengunci mataku,bibirnya tersenyum manis dan tangannya memegan sisi wajahku, mataku mencoba menatapnya.Ia memang sangat tampan, matanyanya yang kontras dengan warna coklat bersinar bagai mata kucing, hidungnya mancung, dan tidak lupa juga wajahnya yang memiliki garis tegas, beribawah dan cool dan berbadan tinggi dan maskulin,
Siapa coba yang akan menolak lelaki ciptaan Tuhan yang terlihat sangat hampir sempurna seperti dia,
Tapi Hatiku merasa ingin pergi jauh meninggalkan kenangan tentang Frans aku ingin membuka lembaran baru dan memulai hidup baru.
Ingin melupakan tentang Frans lelak yang dulu pernah ia kejar-kejar dan lelaki yang membuatnya seperti orang gila,nmengejar Frans bertahun -tahun
Tapi saat ini, aku tidak mengikuti apa kata Frans.
Aku tidak mengharapkan apapun darinya lagi saat ini, aku berharap perasaan ini bertahan selamanya.
bersambung ....
BANTU VOTE DAN LIKE , KASIH HADIAH JUGA IYA AGAR VIWERSNYA NAIK DAN AUTHORNYA SEMANGAT UP 3 BAB TIAP HARI
DAN AUTHORNYA
Baca juga;
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
__ADS_1
-Bintang kecil untuk Faila (ongoing)