
"Bangunlah katakan apa yang terjadi.? Kuharap apa yang kudengar
Tidak benar” Bisik Frans dengan sedih menggema di telingaku
Samar samar aku mendengar Felix dimarahin habis - habisan
Oleh Om sami dan Tante Mira,
"Kamu harus bertanggung jawab, Jika sesuatu terjadi padanya”
Kata Tante Mira dengan lantang.
"Dasar bodoh Tentara kok begitu, mau jadi apa negara ini wanita lemah kamu perlakukan seperti itu” Maki
Om Sami pada Anaknya.
Otakku benar-benar tumpul dan belum bisa memahami situasi,
Aku mencoba mengingat apa yang terjadi di Hotel tadi malam
Iya Felix menganiaya dengan sangat kasar dan aku tertidur dan berakhir
Di ranjang tempat tidur rumah sakit dan habis itu aku tidak bisa mengingat lagi.
"Bangun dong Fai" jangan membuatku takut lagi kali ini, aku tidak tahan melihatmu
Menderita terus menerus tangisan Tari sedikit mengusikku ingin rasanya aku memeluk
sahabatku terbaikku tersebut.
Lagi lagi mami Frans ikut mewek menangisiku yang pura- pura tutup mata.
aku tidak punya keberanian. Bertemu orang orang itu,
Tapi aku merasakan dada sebelah kananku mulai terasa sakit, aku meringis memegang dadaku
“Dokter !" Mohan memanggil Dokter
tapi rasa didadaku semakin sakit.
"Ah sakit” aku terduduk memegang dadaku Rasanya seperti dibakar panas dan sesak.
“Benturannya megenai didaerah penyambungan dan sedikit terlepas dan sungguh ini sangat
Berbahaya kata seorang dokter yang berperawakan sudah mulai Tua. Kita akan melakukan tindakan operasi” kata Dokter
"Ah apa yang sudah terlewatkan sih "bisikku mulai kesal
Lagi suasana makin panik, wajah Felix tidak kalah pucat, ditambah sikap orang tuanya
Yang selalu menekannya,
Akhirnya aku mengetahui letak masalahnya, akibat didorong ke sofa, penyangga
Sofa mengenai dadaku, kedatangan kedua polisi akibat laporan orang menyaksikan
Penganiayaan yang dilakukan Felix terhadapku, sebenarnya bukan penganiayaan sih
Bisa dibilang bukan salah FeLix seutuhnya sih, salahnya karena ia tidak bisa mengontrol
Emosinya,
Kata- kataku yang menghinanya karena aku ingin membalas kata -kata penghinaan
Padaku,
Jadi menurutku, pemukulan itu bukan penganiayaan melainkan tindakan tidak sengaja
hanya apes saja hidung dan bibirku berdarah Karena sofa.
Kali ini aku akan di Operasi ?" OH no tidak lagi tubuhku didorong kemeja operasi,tapi aku tidak ingin lagi,hal yang
tepat untuk menghindari semua ini kembali.
"Kita tidak bisa melakukan tindakan operasi,
jika pasien tidak sadarkan diri’ kata para Dokter
Aku merasa pernyataan Dokter terlalu menakut-nakuti terkadang. Hal ini bukan
Yang pertama kurasakan dan hampir sering terjadi. Apa lagi jika aku dalam
ketakutan, Mengingat jantungku bukan jantung original lagi, jantungku hasil
__ADS_1
pinjaman jadi hal ini akan sering terjadi pada tubuhku,
"Aku ingin pulang saja Mi" bisikku pada mami yang giliran menjagaku saat itu,
"Fai kamu sudah sadar " ia berdiri ingin memanggil Dokter
"Jangan Mi ,Aku tidak ingin Operasi lagi,tempat inilah yang membuatku
Tidak bisa bernapas"
"Terus apa yang kita ingin lakukan ?"
"Bawa aku pulang Mi, dari tempat ini"
Permintaanku sepertinya sangat berat buat mami, membawaku pergi
Dari ruangan itu akan sangat sulit, Kakekku ada disana,
Mami seperti tidak ingin mengambil Resiko membawaku kabur dari
Tempat mengerikan itu.
Mengetahui aku sudah siuman, kali ini mereka semua dalam ruangan.
Membentuk lingkaran mengelilingi ranjang ku.
"Aku tidak mau di operasi "
"Faila ini demi kebaikanmu !" Kata kakekku wajahnya tuanya kali ini terlihat jelas di depanku, hampir 6 bulan aku main kucing-kucingan sama kakek, wajahnya terlihat lelah dan dibalut kesedihan.
" Aku yang tau apa yang terbaik untuk hidupku dan diriku" Kataku masih dengan sikap ngeyel seperti biasanya,
"Boleh aku bicara berdua dengan pasien " kata Dokter yang terlihat lebih tua dari
Dokter lainya,
Kali ini hanya aku dan Dokter senior berada dalam ruangan itu, wajahnya senyum dan
Sabar memandangku,
"Aku senior mama kamu dulu", kita sama -sama Dokter bagian jantung !"
"Oh " Kataku seadanya tidak ingin mendengar yang lain, hanya ingin langsung
"Kamu mirip sekali dengannya"
"HA " Aku mengangguk
"Begini Faila " Tangannya memegang kertas hasil kesehata ku. Entah kenapa aku
Tidak merasa khawatir, atau merasa degdegan, mungkin karena sudah biasa mendapat kabar mengejutkan dalam hidupku,
"Kamu harus di operasi, jika tidak jantungmu benar benar akan rusak” kata Dokter,
Penerima jantung harusnya melakukan pemeriksaan rutin untuk mengawasi
Mereka, takut ada yang bocor atau urat sarafnya yang terputus,
Masalahnya mereka itu sambungan bukan asli lagi,
"Kau paham kan ?.
"Iya kataku"ini bukan pertama lagi aku mendengarnya, justru dulu sebelum
Bertemu keluarga Frans aku , aku sering berharap uratnya putus kalau tidak,
Jangan berfungsi sekalian,
Dokter sepertinya melihat sikapku yang tidak begitu peduli,ataupun panik atau kwartir
"Kau akan lumpuh !"
Ucapan Dokter membuatku terkejut,
"Apa..?"
"Iya " kejang-kejang yang sering kau alami, sepertinya lambat lain merusak fungsi
Beberapa syarat penting dalam tubuhmu
"Apa kau pernah merasa jarimu mati rasa atau sering kesemutan ?"
"Iya" bahkan belakangan ini lebih sering,
__ADS_1
"Iya mungkin beberapa bulan lagi mereka tidak berfungsi lagi, di mulai dari kakimu tidak
Bisa berjalan, dan diikuti yang lainnya, pita suaramu,dan kebutaan, dan berakhir lumpuh
Permanen.
"Apa..?"
"Iya " kejang-kejang yang sering kau alami, sepertinya lambat laun merusak fungsi organ dalammu dan
Beberapa syaraf penting dalam tubuhmu
"Apa kau pernah merasa jarimu mati rasa atau sering kesemutan ?"
"Iya" bahkan belakangan ini lebih sering,
"Iya mungkin beberapa bulan lagi mereka tidak berfungsi lagi.!” di mulai dari kakimu tidak
Bisa berjalan, dan diikuti yang lainnya, pita suaramu,dan kebutaan, dan berakhir lumpuh Permanen.
Duniaku benar benar runtuh , terasa gelap pandangan mataku, Lumpuh, buta, dan bisu, akan hanya sebuah tulang dan daging yang bernyawa, “ Dan tidak berguna lagi untuk hidup,
Tidak bisa mengurus dirinya sendiri akan merepotkan orang lain,
Dibenakku muncul Frans orang yang sangat aku cintai,
Bagaimana aku bisa menghadapinya bagaiman aku menceritakannya,
“Faila kita akan menghadapinya, saya dan ibumu dulu sudah memikirkan Obatnya, bahkan ibumu dulu tidak pernah menyerah untukmu,
“Apa..?” Penyakitku apakah ibuku sudah mengetahuinya..?
“Iya..! Ibumu bahkan sudah memprediksi saat itu, kalau umurmu hanya bertahan 10 tahun, itu juga alasan ibumu mendonorkan sebagain jantungnya,
“Bukan karena kecelakaan..! tanyaku dengan nada Heran
“Itu hanya sebagian kecil dari masalahmu.!’ Sebenarnya kita sudah mengetahui kamu mengalami kelainan jantung sejak dari kecil, Ibu berusaha keras mencari solusi untuk kesembuhanmu,
Bahkan dulu ibumu, bukan Dokter Jantung tapi karena kamu, ia harus belajar keras dan menjadi seorang Dokter ahli Jantung ,
“Benarkah..! ibuku sengaja membunuh dirinya demi mendonorkan jantungnya padaku,
“Kita sudah lama mencari pendonor Jantung untukmu tapi tidak ada yang cocok, Hingga kecelakaan Terjadi yang mengakibatkan Ayahmu meninggal.
“Bagaimana ibuku mengakhiri hidupnya Dokter ?”
“ Merasa Depresi karena tidak bisa menyelamatkanmu dan harus kehilangan suami tercintanya,
“Ia mengalami kecelakaan kerja, terlalu banyak menghirup asap Karbon di dalam ruangan pemeriksaan Laboratorium. Menurut saksi mata yang melihatnya ia sengaja membakarnya,
“Kalian sudah tau ibuku ingin membunuh dirinya sendiri tapi kalian tidak mencegahnya ?”
“Faila kematian seseorang tidak ada yang tau ! kejadiannya malam hari, dijam praktek para Dokter sudah Tutup,
Hanya aku dan dokter Mira yang mengetahuinya, surat wasiatnya yang ditujukan pada Dokter Mira, itu awalnya
kami mengetahui semua ini Kata Dokter Santosa membela diri
Kami sudah lama mencarimu Faila..! Tapi kakekmu tidak memperbolehkan kami untuk menemuimu Kata Dokter Santosa wajahnya penuh kesabaran
“Apakah kakeku mengetahui semua ini..? tanyaku penasaran dan mungkin sudah” mengingat rasa benci yang ditunjukan selama ini padaku,
“Saya meragukan itu.! Kalau kakekmu sudah mengetahui aksi nekat Mama kamu. Karena seluruh Rumah sakit sampai sekarang belum mengetahui kejadian sebenarnya,
Aku dan Dokter Mira langsung membawanya Kerumah sakit waktu itu, dan kami berdua yang menemukan ibu’
Jadi kejadian itu sepertinya saya tidak yakin. Alasan ia membencimu kemungkinan karena rasa kehilangan pada anaknya dan anak satu satu yang dimiliki.
“Berapa besar kemungkinan aku akan sembuh ..?”
Tapi sayang Dokter Santos sepertinya ragu untuk kemungkinanku Untuk sembuh,
JIka harus tetap akan menjadi lumpuh untuk apa aku harus dioperasi.. Aku membatin putus asa,
Dokter santos meninggalkan aku sendirian, menyuruh memikirkannya,
Tapi yang terpikirkan olehku hanya satu Frans tidak ingin lelaki itu mengetahui tentang diriku,
“Fai” Dokter ngomong apa Tanya Tari penasaran, Ah sayang sekali saat ini begitu banyak orang yang peduli padaku.! Bisikku dalam hati,
“Aku hanya butuh perawatan lagi Tar.!
“Kita akan mengobatinya dan aku akan merawatmu Frans tiba-tiba datang dari Pintu
__ADS_1
“Tidak Frans !” ia tetap akan disini tante Mira tiba-tiba datang memotong pembicaraan kami