Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Membersihkan penipu


__ADS_3

~TOk ~TOK TOK~


‘Masuk’ suara kakek dari ruangannya” Ada apa Fai tumben kalian berdua menemui kakek sepagi ini,’ kata kakek


“Iya kek ingin serapan bersama kakek,” jawab Tari . soalnya serapan bareng kakek itu lebih sehat dan bergizi”


Kakek hanya tertawa ramah membiarkan dua wanita muda masuk dan menikmati serapan bersamanya.


Melihat wajah Tua kakek, seperti ini ada sedikit rasa bersalah, karena tidak pernah hidup bersama dengan kakek


,


Melihat Ruangan kakek tertata Rapi bersih dan luas . Aku berpikir akan lebih baik aku dan Tari tinggal bersama kakek


“Kek aku dan Tari ingin pindah disini saja “ Kataku, ‘Ini luas sekali sayang kalau cuman kakek yang menepatinya”


“Haa…!Kok kamu gak bilang-bilang Fai” kalau kita ada niat pindah kesini?” Tari menatapku.


“Ini bagus Tar, ada dapurnya,kamarnya masih ada yang kosong,”


Tari menatapku tamba curiga dan seolah protes.


“ Kenapa tiba-tiba sayang “tanya Kakek.


“Aku ingin tinggal bersama kakek disini luas. Sekalian aku bisa melihat kakek tiap hari aku ingin bekerja mulai hari ini di dapur Restoran Hotel”


Kakek protes dan tidak setuju awalnya. Ia ingin membawaku sebagai seorang yang bisa mengantikan posisinya di Hotel . Aku menolak kakek, aku ingin memulai dari Nol dulu untuk melangkah keatas


“Kakek tidak ingin kamu menganggu bagian dapur,” kata kakek, karena kokinya tidak ingin ada orang lain mencampuri pekerjaannya.


“Aku tidak ingin mencampuri masak- memasaknya kek, aku hanya ingin mengawasi prosesnya,” berusaha meyakinkan kakekku.


Mengawasi belanjanya, mengawasi cara kerjanya dan apakah semuanya sudah sesuai aturan.


Aku ingin jadi pengawas dapur yang akan mengawasi dapur Jangan katakan kalau aku cucumu”


“Tapi ada beberapa pekerja Hotel sudah ada yang tahu kata kakek “katakan pada mereka agar aku tidak diungkapkan sebagai cucu pemilik Hotel ini,” kataku lagi.


Kakek menatapku dengan dalam sepertinya ia bisa membaca isi dari pikiranku.


“Baiklah” katanya kemudian.


Hari pertama bekerja di Hotel kakek. Akhirnya aku dan Tari mulai bekerja. Diantar salah seorang Supervisor Hotel, aku di perkenalkan sebagai pengawas dapur dan Tari pembukuan perbelanjaan dapur.


Kami disambut dengan tatapan sinis dari mereka semua.

__ADS_1


Apalagi bagian dapur. Seperti kata kakek mereka tidak ingin diusik pekerjaannya.


Tapi bukanya pekerjaannya di usik, tapi lahan duit mereka.


Koki yang berbadan tambun itu memanggilku ke dapurnya , dengan gayanya yang tidak sopan dan terlihat seperti gaya preman pasar. Ia terkenal dengan masakannya yang enak


.


“Sini kamu,” katanya dengan tatapan mata mengintimidasi


“Iya pak” kataku dengan tenang, sedangkan Tari terlihat ketakutan.


“Kamu tau gak peraturan Dapur saya?”


Ia bertanya padaku. “Tidak pak, aku tidak tau karena aku baru disini ” kataku, tangannya memukul-mukul kepalaku dengan sendok penggorengan bergagang kayu.


“Kamu harus paham iya, tidak ada yang sembarangan masuk ke dapurku ini, dengan sembarangan, baik seorang pengawas baru sepertimu “ katanya. Bagiku” Dapurku ini istana bagiku dan aku Rajanya.


“Baik sikakek tua Bangka itu juga, tidak pernah berani masuk ke tempat ini ” katanya tangannya masih memukul-mukul keningku dengan sendok penggorengan itu. Kamu paham” katanya dengan gayanya yang seperti preman yang tiba tiba terusik karena lahannya ada yang mengawasi.


“Baik pak aku akan mengingatnya” kataku.


Dalam dapur, ada beberapa asisten koki dan ada wanita dan laki-laki. Mereka menertawakan aksi bosnya yang mengintimidasi kami berdua.


Tadinya aku akan berjalan pelan untuk mengurusnya, Tapi setelah aku masuk kedalamnya ,aku kaget Hotel mewah berbintang seperi ini, memiliki manusia-manusia yang tidak bermoral di dalamnya.


Aku sadar ternyata kakekku hanya sebagai pajangan di Hotel itu, ada orang yang sudah memanfaatkan kelemahan kakekku selama ini.


Aku berjalan menuju ruangan kakek, seperti biasanya. Ia hanya bisa duduk dalam ruangan itu, semakin hari tubuhnya semakin tidak berdaya lagi.


“Ada apa Fai apa hari pertamamu begitu berat ?” kata kakek aku tiba-tiba merasa bersalah pada kakek, aku memeluknya dengan erat dan ada rasa sesak didadaku.


“Aku minta maaf kek ” kataku terisak isak.


“Ada apa sayang ? apa ada yang menyakitimu?


“Tidak ada kek” aku hanya rindu saja sama kakek” kataku


.


“Katakan, apa yang bisa aku perbuat untukmu sayang ?” kata kakek. Itu yang aku salut sama kakek, seolah Ia bisa membaca pikiranku.


“Berikan aku hak sepenuhnya kepimpinan Hotel dan Restoran ini sekarang kakek,aku akan membersihkan kecoak-kecoak busuk di dapur itu”


Ia hanya menimang ucapanku sebentar dan tangan mengetuk –etuk sisi meja.

__ADS_1


“Baiklah” katanya kemudian.


Aku tidak ingin , memberikan Vidio yang aku ambil dan semua bukti yang aku kumpulkan , dari kemarin takut kakek kepikiran .


“Aku juga ingin mengganti perawat yang merawat kakek juga kataku.


Mata kakek serius menatapku tanpa Protes


“Baiklah” kata kakek kemudian dan Berikan aku nomor kakak Hendra aku menghubunginya. Orang tua itu hanya menurut tanpa protes sedikitpun.


“Hati- hati sayang” kata kakek dari situ aku paham mungkin kakek sudah tau semua . Tapi Ia tidak punya tenaga lagi untuk melakukanya.


Aku merasa bersalah dan sekarang mengerti kenapa kakek begitu ingin kami berdua mengikuti jejak bisnisnya, tapi sayang aku dan kakak membiarkan kakek sendirian.


Tidak menunggu lama setelah aku memeriksa semuanya dengan pelan- pelan dalam kerja mengawasi, aku mulai menemukan titik masalahnya. Malamnya aku membawa kakek keluar dari ruangan yang biasa ia ditempati.


“Apa kakek tidak bertanya padaku “apa yang terjadi ?” kataku penasaran.


“Aku percaya pada cucuku ” kata kakekku dengan senyum yakin


“Maafkan aku kek” kataku kembali.


Aku membawa kakek ke salah satu rumah sakit. Ia hanya bersandar lemah dalam sandaran kursi mobil itu. Tari panik dan belum mengerti dengan situasi yang terjadi


“Terimakasih “kataku pada supir taksi yang membawa kami.


“Glen, aku menugaskan mu untuk menjaga kakekku” kataku pada Glen lelaki tampan yang sudah mengetahui identitasku, dan Rosa orang kedua yang mengetahuinya,


Kedua karyawan hotel itu aku suruh bertugas menjaga dan mengawasi kakekku.


“Siapapun yang menanyakan keberadaan Direktur jagan beri tahu”Kataku pada keduanya.


Aku menggertak mereka berdua jika memberi tahu keberadaan kakek.


“Baik mba Fail “kata Glen tegas.


Aku memberikan satu ponsel pada Glen, agar aku bisa menghubunginya.


“Kamu bisa menghubungi orang ini, jika kamu butuh bantuan kata kakek. Memberikan nomor Polisi temannya padaku.


“Aku tidak mau kerja lagi Fai, aku takut pada berandalan itu “kata Tari.


“JIka kamu ingin aku sendirian di sana kamu boleh tidak ikut,” kataku


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2