Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Karena emosi


__ADS_3

“Terimakasih atas penghinaanmu Tuan”Kataku dan berlalu


Ia mengejarku keluar dari kamar, tubuhku hanya dibalut Bat robes.


“Kamu mau kemana?” teriaknya yang melihat tubuhku hanya dibalut handuk.


“Bukanya kamu bilang tadi aku wanita murahan, sepertinya aku ingin membuktikannya” Kataku dengan kemarahan dan sedikit Gila,


“Apa yang ingin kamu lakukan dengan pakaian itu?” nada suaranya meninggi


Mengundang perhatian penghuni kamar yang di sebelah kami.


“Aku  seperti ini karena ulah siapa ?”  seharusnya aku sudah tidur dengan nyenyak tadi di pantiasuhan,tapi kamu datang membuat permasalahan ini semua,


kamu yang memintaku membantumu, bukan ucapan terimakasih yang aku dapat darimu, malah penghinaan yang aku terima. Baiklah aku ingin buktikan seperti apa wanita murahan itu” kataku dengan suara sedikit bergetar.


Air itu hampir tumpah membasahi bajuku, tapi aku keburu menyekanya dengan tanganku,  karena aku tidak pantas menangisi hal seperti itu,itu hal sangat memalukan buat ku,bagiku terlalu berharga air mataku untuk hal seperti ini.


Seorang bapak melihatku dengan iba, bukan iba sebenarnya, lebih tepatnya ia ingin mengajakku menginap dikamarnya,


Aku meninggalkan Felix yang masih mematung, mengucap kata maaf berat sepertinya untuknya. Ia hanya menatapku yang semakin menjauh dari hadapannya,hingga benar meninggalnya dari ruangan itu.


Aku menghampiri meja resepsionis Hotel  ingin meminjam telepon untuk menghubungi seseorang yang akan membantuku,berharap pada mba resepsionis bisa membantuku dengan bermurah hati memberiku pinjaman telepon.


Aku menjadi perhatian beberapa orang yang melintas, baru aja mba berbaju seragam itu ingin memberikan gagang telepon itu untukku,


Tapi ada seseorang yang memakaikan jaket pada Tubuhku, aku menoleh Felix si manusia dingin.


Aku menanggalkan Jaket itu dengan kasar merasa tak sudi memakainya dan tak sudi melihat wajahnya,


“Berhentilah mempermalukan dirimu sendiri” Kata Felix mencoba menarik sikut tanganku, tapi aku melepaskannya dengan kasar lagi


“Itu bukan urusanmu” Kataku tanpa peduli


Dan pertengkaran kami diluar kamar jadi perhatian salah seorang


Bandot tua, dia menatapku bagai sasaran empuk buatnya.


Ia mengikuti dari belakang dan menawarkan bantuan, dengan Penampilannya yang seperti itu membuatku sedikit merinding takut dan tidak nyaman,


Om -om tua yang sudah hampir bangkotan tapi masih aja menginginkan


Hal begituan


"Mau saya bantu neng ?" Dengan wajahnya yang pas -pasan dan


Senyum yang dibuat-buat


Otak gilaku mulai kambuh, dicap Wanita murahan oleh Felix membuatku semakin marah dan Bertindak nekat,


"Om mau bantu?"


"Iya dong manis, jangan panggil om lah panggil Mas apa Abang


Gitu”


aku, mendengarnya aku pengen muntah,bicara sedekat itu.Membuatku pengen muntah.bauh tembakau menyeruak dari Mulutnya. Rokok khas untuk orang tua itu membuatku sedikit


Pusing,


"Kamu mau perlu bantuan apa manis ?" Tangan kotornya ingin


Menyentuh daguku, tapi tiba tiba ada tangan yang menarik kasar

__ADS_1


Tanganku, membuat tubuhku mundur selangkah dari bapak bandot tua.


"Ayo pergi” Felix simanusia salju menarik tanganku.


"Kenapa ? apa urusanMu” Teriakku penuh emosi membuat kami


Sedikit jadi perhatian orang.


"Apa kau harus senekat ini?"


"Iya’apa urusan sama kamu, aku sama kamu tidak ada hubungan apa apa , jadi berhenti mengurusku”


"Aku yang membawa kamu kesini” Tapi tatapan matanya menatap lebih  sinis pada pria bandot yang masih berdiri diantara kami.


Felix seolah ingin mengatakan ia bagianku saat ini, tapi bapak tua


Seperti nya tidak menyadarinya.


"Aku sudah membayar kamu 3 kali lipat malam ini’ Kata Felix dengan


Nada ancaman melihat ke sibapak


Dan ia melemparkan kartu identitasnya dimeja kasir.


Menyadari Felix bukan tandingannya lebih tepatnya ia tidak ingin


Berurusan dengan Tentara.iya takut menjadi malah melebar,hingga ia diam tidak berbuat apa apa lagi.ia mundur teratur.


"Apa kamu bilang? Ingin memakaiku? Kamu menganggap ku Benar - benar wanita murahan?”


Felix diam, hatiku benar benar sakit. Baru kali ini aku benar benar


Sakit menerima penghinaan seperti itu. Kalau niatnya hanya ingin


Atau kekasihnya yang sedang bertengkar.


"Kamu yang memaksaku melakukan itu” Ia menyalahkan ku lagi.


Tubuhku gemetar mendengar kata- kata penghinaan yang keluar


dari mulutnya dari tadi.


"Dasar orang jahat, aku berakhir disini karena membantumu.  Walau aku wanita murahan seperti yang ku pikirkan.


Aku tidak akan sudi tidur dengan lelaki bermulut berbisa sepertimu


Kataku dengan emosi, Harusnya kamu belajar dari kesalahanmu.


"Apa katamu”  Wajahnya menyala bagai api dan menakutkan.


Mungkin satu kesalahan untukku membawa masalalunya yang menyangkut dengan mantannya,


Dia menyeret tanganku sangat kasar membawaku kembali kekamar


Yang kami sewa tadi, aku merasakan genggaman tangannya


Mencekam lenganku dengan sangat keras, semakin aku berontak melawan


Ia semakin kasar menariknya,


Rasa sakit yang teramat mengalir ke bahuku, ah aku meringis kesakitan


Tapi dia seperti tidak menghiraukannya,

__ADS_1


Tubuhku di lempar ke sofa yang ada dikamar,


"Apa kamu bilang?"


"Kamu  orang jahat seperti iblis yang pantas ditinggalkan" teriakku seperti tidak


mengenal rasa takut dan mungkin satu kesalahan lagi,


Satu pukulan kuat mengenai bibirku dan darah segar mengucur


Dari hidung dan bibirku, mewarnai bath robes warna putih yang


Aku kenakan,


Aku tidak pernah menyangka kemarahannya separah itu, aku memejamkan wajahku ke dalam sofa, jujur aku mulai sangat


takut bayangan masa kecilku terlintas di pikiranku, rasa sakit itu


dulu sering aku terima dari preman yang memelihara kami anak jalanan


Cambukan, tamparan akan kami terima, jika tidak membawa duit hasil


Mengamen.


Aku membiarkannya membisu,hingga suasananya


Menjadi hening,


"Fai !" Dia membalikan tubuhku yang telungkup di sofa, "FAI … maafkan aku, Iya aku emosi.” Ia panik melihat wajahku dipenuhi darah segar


Dengan sigap ia menopang tubuhku dan melarikan ke rumah sakit terdekat,


Mungkin karena rasa sakit menghinggapi tubuhku mata itu tertutup. Saat aku membuka mata, iya ampun


"Oh my” Mereka semua ada disana


"Frans, Mohan,Tiara, kakek,dan kakakku,dan mami dan Papi Frans mereka mengelilingi tubuhku dan dua orang polisi,


Apa yang terjadi? Aku takut membuka


Mataku,


l


Frans duduk menggenggam tanganku, Wajahnya sedih dan putus asa


Dan Felix duduk bersama polisi dan ditanyain sama kedua polisi suasana aneh aku belum memahami apa yang sedang terjadi.


"Bangunlah katakan apa yang terjadi.? Kuharap apa yang kudengar


Tidak benar.! Bisik Frans dengan sedih menusuk telingaku


Samar samar aku mendengar Felix dimarahin habis - habisan


Oleh Om sami dan Tante Mira,


"Kamu harus bertanggung jawab.! Jika sesuatu terjadi padanya.!


Kata Tante Mira dengan lantang..!


"Dasar bodoh !" Tentara kok begitu, mau jadi apa negara ini


Di tanganmu,! wanita lemah kamu perlakukan seperti itu..! Maki

__ADS_1


Om Sami pada Anaknya


__ADS_2