
“Terimakasih atas penghinaanmu Tuan”Kataku dan berlalu
Ia mengejarku keluar dari kamar, tubuhku hanya dibalut Bat robes.
“Kamu mau kemana?” teriaknya yang melihat tubuhku hanya dibalut handuk.
“Bukanya kamu bilang tadi aku wanita murahan, sepertinya aku ingin membuktikannya” Kataku dengan kemarahan dan sedikit Gila,
“Apa yang ingin kamu lakukan dengan pakaian itu?” nada suaranya meninggi
Mengundang perhatian penghuni kamar yang di sebelah kami.
“Aku seperti ini karena ulah siapa ?” seharusnya aku sudah tidur dengan nyenyak tadi di pantiasuhan,tapi kamu datang membuat permasalahan ini semua,
kamu yang memintaku membantumu, bukan ucapan terimakasih yang aku dapat darimu, malah penghinaan yang aku terima. Baiklah aku ingin buktikan seperti apa wanita murahan itu” kataku dengan suara sedikit bergetar.
Air itu hampir tumpah membasahi bajuku, tapi aku keburu menyekanya dengan tanganku, karena aku tidak pantas menangisi hal seperti itu,itu hal sangat memalukan buat ku,bagiku terlalu berharga air mataku untuk hal seperti ini.
Seorang bapak melihatku dengan iba, bukan iba sebenarnya, lebih tepatnya ia ingin mengajakku menginap dikamarnya,
Aku meninggalkan Felix yang masih mematung, mengucap kata maaf berat sepertinya untuknya. Ia hanya menatapku yang semakin menjauh dari hadapannya,hingga benar meninggalnya dari ruangan itu.
Aku menghampiri meja resepsionis Hotel ingin meminjam telepon untuk menghubungi seseorang yang akan membantuku,berharap pada mba resepsionis bisa membantuku dengan bermurah hati memberiku pinjaman telepon.
Aku menjadi perhatian beberapa orang yang melintas, baru aja mba berbaju seragam itu ingin memberikan gagang telepon itu untukku,
Tapi ada seseorang yang memakaikan jaket pada Tubuhku, aku menoleh Felix si manusia dingin.
Aku menanggalkan Jaket itu dengan kasar merasa tak sudi memakainya dan tak sudi melihat wajahnya,
“Berhentilah mempermalukan dirimu sendiri” Kata Felix mencoba menarik sikut tanganku, tapi aku melepaskannya dengan kasar lagi
“Itu bukan urusanmu” Kataku tanpa peduli
Dan pertengkaran kami diluar kamar jadi perhatian salah seorang
Bandot tua, dia menatapku bagai sasaran empuk buatnya.
Ia mengikuti dari belakang dan menawarkan bantuan, dengan Penampilannya yang seperti itu membuatku sedikit merinding takut dan tidak nyaman,
Om -om tua yang sudah hampir bangkotan tapi masih aja menginginkan
Hal begituan
"Mau saya bantu neng ?" Dengan wajahnya yang pas -pasan dan
Senyum yang dibuat-buat
Otak gilaku mulai kambuh, dicap Wanita murahan oleh Felix membuatku semakin marah dan Bertindak nekat,
"Om mau bantu?"
"Iya dong manis, jangan panggil om lah panggil Mas apa Abang
Gitu”
aku, mendengarnya aku pengen muntah,bicara sedekat itu.Membuatku pengen muntah.bauh tembakau menyeruak dari Mulutnya. Rokok khas untuk orang tua itu membuatku sedikit
Pusing,
"Kamu mau perlu bantuan apa manis ?" Tangan kotornya ingin
Menyentuh daguku, tapi tiba tiba ada tangan yang menarik kasar
__ADS_1
Tanganku, membuat tubuhku mundur selangkah dari bapak bandot tua.
"Ayo pergi” Felix simanusia salju menarik tanganku.
"Kenapa ? apa urusanMu” Teriakku penuh emosi membuat kami
Sedikit jadi perhatian orang.
"Apa kau harus senekat ini?"
"Iya’apa urusan sama kamu, aku sama kamu tidak ada hubungan apa apa , jadi berhenti mengurusku”
"Aku yang membawa kamu kesini” Tapi tatapan matanya menatap lebih sinis pada pria bandot yang masih berdiri diantara kami.
Felix seolah ingin mengatakan ia bagianku saat ini, tapi bapak tua
Seperti nya tidak menyadarinya.
"Aku sudah membayar kamu 3 kali lipat malam ini’ Kata Felix dengan
Nada ancaman melihat ke sibapak
Dan ia melemparkan kartu identitasnya dimeja kasir.
Menyadari Felix bukan tandingannya lebih tepatnya ia tidak ingin
Berurusan dengan Tentara.iya takut menjadi malah melebar,hingga ia diam tidak berbuat apa apa lagi.ia mundur teratur.
"Apa kamu bilang? Ingin memakaiku? Kamu menganggap ku Benar - benar wanita murahan?”
Felix diam, hatiku benar benar sakit. Baru kali ini aku benar benar
Sakit menerima penghinaan seperti itu. Kalau niatnya hanya ingin
Atau kekasihnya yang sedang bertengkar.
"Kamu yang memaksaku melakukan itu” Ia menyalahkan ku lagi.
Tubuhku gemetar mendengar kata- kata penghinaan yang keluar
dari mulutnya dari tadi.
"Dasar orang jahat, aku berakhir disini karena membantumu. Walau aku wanita murahan seperti yang ku pikirkan.
Aku tidak akan sudi tidur dengan lelaki bermulut berbisa sepertimu
Kataku dengan emosi, Harusnya kamu belajar dari kesalahanmu.
"Apa katamu” Wajahnya menyala bagai api dan menakutkan.
Mungkin satu kesalahan untukku membawa masalalunya yang menyangkut dengan mantannya,
Dia menyeret tanganku sangat kasar membawaku kembali kekamar
Yang kami sewa tadi, aku merasakan genggaman tangannya
Mencekam lenganku dengan sangat keras, semakin aku berontak melawan
Ia semakin kasar menariknya,
Rasa sakit yang teramat mengalir ke bahuku, ah aku meringis kesakitan
Tapi dia seperti tidak menghiraukannya,
__ADS_1
Tubuhku di lempar ke sofa yang ada dikamar,
"Apa kamu bilang?"
"Kamu orang jahat seperti iblis yang pantas ditinggalkan" teriakku seperti tidak
mengenal rasa takut dan mungkin satu kesalahan lagi,
Satu pukulan kuat mengenai bibirku dan darah segar mengucur
Dari hidung dan bibirku, mewarnai bath robes warna putih yang
Aku kenakan,
Aku tidak pernah menyangka kemarahannya separah itu, aku memejamkan wajahku ke dalam sofa, jujur aku mulai sangat
takut bayangan masa kecilku terlintas di pikiranku, rasa sakit itu
dulu sering aku terima dari preman yang memelihara kami anak jalanan
Cambukan, tamparan akan kami terima, jika tidak membawa duit hasil
Mengamen.
Aku membiarkannya membisu,hingga suasananya
Menjadi hening,
"Fai !" Dia membalikan tubuhku yang telungkup di sofa, "FAI … maafkan aku, Iya aku emosi.” Ia panik melihat wajahku dipenuhi darah segar
Dengan sigap ia menopang tubuhku dan melarikan ke rumah sakit terdekat,
Mungkin karena rasa sakit menghinggapi tubuhku mata itu tertutup. Saat aku membuka mata, iya ampun
"Oh my” Mereka semua ada disana
"Frans, Mohan,Tiara, kakek,dan kakakku,dan mami dan Papi Frans mereka mengelilingi tubuhku dan dua orang polisi,
Apa yang terjadi? Aku takut membuka
Mataku,
l
Frans duduk menggenggam tanganku, Wajahnya sedih dan putus asa
Dan Felix duduk bersama polisi dan ditanyain sama kedua polisi suasana aneh aku belum memahami apa yang sedang terjadi.
"Bangunlah katakan apa yang terjadi.? Kuharap apa yang kudengar
Tidak benar.! Bisik Frans dengan sedih menusuk telingaku
Samar samar aku mendengar Felix dimarahin habis - habisan
Oleh Om sami dan Tante Mira,
"Kamu harus bertanggung jawab.! Jika sesuatu terjadi padanya.!
Kata Tante Mira dengan lantang..!
"Dasar bodoh !" Tentara kok begitu, mau jadi apa negara ini
Di tanganmu,! wanita lemah kamu perlakukan seperti itu..! Maki
__ADS_1
Om Sami pada Anaknya