
Rasa lelah menyeret tubuhku tidak berdaya, tapi mata ini tertutup , tapi pikiranku masih teringat akan kejadian hari ini.
Suara ketukan di pintu kamarku beberapa kali membangunkan aku. Badan terasa sangat lelah, berdiri membuka daun pintu sedikit, mengusap -usap beberapa kali mataku memastikan orang yang berdiri.
Frans berdiri di depan p pintu.
Celana pendek dan kaos katun ketat memperlihatkan setiap lekuk tubuhnya dan tonjolan otot keras menyembul di balik kaos yang ia pakai, ia dia sudah mandi karena wangi sabun mandi menyegarkan hidungku.
“Uda tidur?”
“Sudah tadi, sebelum kamu bangunkan, ada apa?” Alisnya sedikit terangkat, melihat sikapku yang sedikit berbeda malam ini, karena biasanya, aku sudah berlari ke kamarnya, tidak pernah memanggilku datang aku sendiri yang biasanya datang ke kamarnya.
Tapi kali ini ada sedikit yang berbeda, tangan ku masih memegang daun pintu
“Kamu tidak apa apa?” melihatku tidak bersemangat kali ini
“Tidak, hanya mengantuk saja,” jawabku dengan malas..
“Tadinya, aku ingin mengajak kamu jalan-jalan malam ini”
“Gak, aku sangat mengantuk,” ucapku menguap
“Baiklah, kalau kamu tidak mau, apa kamu mau tidur di kamarku?” Untuk pertama kali nya dia menawarkan ku tidur di kamarnya. Biasanya dia selalu mengusirku atau dia akan mengunci kamar nya dari dalam, ini pertama kalinya juga aku menolak ajakan dia jalan jalan dengan motor gede miliknya, biasanya aku langsung kesenangan setengah mati, kalau di ajakin naik mogenya, dunia ini hanya milik kami berdua. Tapi kali ini aku tidak menginginkannya.
Bang Niko membuatku sangat cemburu bang Niko menelepon tadi dan bilang;
“Fai, kamu tau gak kenapa dia marah dan pelampiasannya ke kita tadi” kata Banga Niko saat meneleponku.
__ADS_1
“Gak bang, kenapa?”
“ Dia cemburu dengan wanita.” Suara bang Niko sangat jelas di ujung telepon tadi.
“Cemburu? sama siapa?” tanyaku penasaran
“Adelia si bintang kampus, ia melihat postingan Instagram adelia bersama Mohan,” kata bang Niko.
Aku mengingat kembali. Adelia gadis cantik idola para lelaki di kampus, dia bunga kampus, mahasiswa kedokteran dengan body yang aduhai dan sering kali di pamerkan, ia di gila para cowok -cowok di kampus. Ia selalu memakai pakaian terbuka
Mohan salah satu pesaing berat Frans, begitulah kabar angin yang aku dengar tapi, aku selalu menghiraukan nya.
Mohan, musuh bebuyutan Frans sejak duduk di bangku menengah Atas . Mereka selalu bersaing memperebutkan juara kelas,
pertandingan olahraga, bahkan wanita,
Dia tampan dan anak basket juga, hanya beda tim sama Frans. Katanya wanita yang di sukai frans, di sukai sama Mohan itulah penyebabnya dia marah dan uring - uringan hari ini dan pelampiasannya kepada kami dan Bang Niko. Demi jambut merli Monro, ini tidak adil buatku.
Aku terdiam cukup lama, mencoba mencerna, mengingat kejadian hari ini.
“ Fai kamu masih dengar ,aku kan?”
jentikan tangan Frans membangukanku dari lamunan.
“Iya” jawap terkaget “Aku, tidur di sini saja, aku belum mandi,” jawabku.
“Baiklah” Ia meninggalkanku masuk kekamanya kembali.
__ADS_1
Tidak tau pastinya, kapan aku mulai menutup mata, yang pasti satu malam aku tertidur,
Pukul 06:00
“Fai …”Ketukan di pintu kabar membangukanku, aku melirik jam menunjukkan di angka jam enam pagi.
“ini kan hari Sabtu, Mi,” kataku, dengan mata masih tertutup. “Aku mau tidur dulu,” kataku pada Mami, Mami mengajakku olahraga pagi keliling taman.
“Kamu,kan uda janji sama Mami sayang, ayo buruan,” kata si Nyonya besar Maminya Frans.
Wanita cantik yang selalu tampil modis kemanapun pergi.
Umurnya sudah memasuki Angka 50 tapi wajah nya masih fresh dan cantik seperti umur Tigapuluh, an,
Aku wanita yang paling malas olahraga, ia menarik selimutnya dan memaksaku ikut, mendorongku kekamar mandi. Ia mendukung agar bisa memiliki body seksi katanya agar Frans mau jadi kekasihku.
Bersambung ….
Bantu Vote iya kakak untuk karya keempatku, tolonng tekan like dan tanda hati iya kakak. Baca juga karyaku yang lain.
-Berawal dari cinta yang salah. (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
-The Cursed King(ongoing)
__ADS_1
-Bintang Kecil Untuk Faila(ongoing)