Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Merasa sepi


__ADS_3

“Baik”Mantan suami anda kata Hakim


Dalam catatannya anda dikatakan mengalami trauma masalah psikologis. Kalo ini aku menatap bang Niko dengan sangat tajam penuh kemarahan apakah ini namanya temanya jadi musuh?


Ia membongkar masa laluku yang menyakitkan itu


“Aku pernah mengalaminya yang mulia. Tapi berkat kakakku aku sembuh?


“Tapi menurut mereka Kakak anda yang menyakiti anda?


“Itu, tidak benar yang mulia” anggota keluarga tidak akan menyakiti kekeluargaan. Mataku menatap Maminya Frans Ia menunduk.


Disini anda juga dikatan masih sering depresi, makanya hak asuhnya di ambil oleh kakak anda?


“Tidak benar yang mulia. Kakakku memberi kasih sayang seperti seorang ayah. Agar mereka bisa merasakan kasih sayang dari seorang ayah. Karena sejak mereka dalam kandungan Ayah mereka sudah tidak ada


Tapi itu dulu yang mulia. Tapi sekarang kami akan memulai hidup baru. Suami saya akan memberi mereka perhatian juga sama seperti yang diberikan kakakku kataku.


“Itu artinya anda sudah menikah?


“Iya. yang mulia’


“Suami saya adalah ayah anak-anak saya yang mulia .


Tanganku menunjuk Felix yang duduk dengan kak Hendro dan Tari,


Sebab itu yang mulia saya ingin menegaskan lagi disidang ini saya dan penuntut tidak ada hubungan . baik Anak-anak saya secara hukum mereka tidak punya hubungan.


Saya berharap mereka tidak menggangu anak-anak saya lagi dan jika mereka menggangu atau menemui anak-anak saya. Saya akan tuntut mereka .


Mohon yang mulia memutuskan dengan segala bukti yang akan saya berikan .Haris berjalan cepat memberi amplop berwarna coklat itu. Jaksa dan Hakim melihat kertas itu dengan tatapan Mata serius .Itu bukti yang aku siapkan sebagai amunisi terakhir.


Mata Frans menatap dengan sangat tajam. Melihat Felix dalam ruangan itu.


Akhirnya suara palu itu menggema dalam ruangan sidang . tuntutan saya dipenuhi,


Haris membawa kami keluar dari rungan khusus, aku sengaja tidak ingin bertemu dengan mereka apa lagi dengan Wartawan

__ADS_1


Saya sudah bilang jagan mulai mengusikku atau kamu tidak akan bisa melihat mereka selamanya,


Selamat menikmati kekalahanmu. Bukan hanya kalah mendapatkan Hak asuh si kembar bahkan Ia tidak punya hak baik hanya melihatnya. Dalam hukum Ia tidak dapat hak apa-apa


Saya sudah bilang hentikan, Tapi Ia tidak mau mendengar.


Makan itu penyesalan! Aku menggerutu kesal


“Bagaimana mungkin kamu bisa meyakinkan mereka .Kak Hendro menatapku dengan kagum Ia berterimakasih padaku karena aku datang.k


“Terimakasih” Kataku pada Felix yang mau membantuku.


“Iya aku senang bisa membantumu Fai. Tapi sekaligus Tragis tidak menyangka kalian akan berpisah dengan cara yang takut menyakitkan seperti ini memperebutkan hak kepemilikan anak


“Lupakan tentang kami’ semoga pernikahanmu berjalan lancar


“Sama-sama Fai !


Setelah semua tuntutan yang diberikan Frans dan keluarganya padaku,


Saat itu aku menghubungi meminta bantuannya menjadi suami pinjaman demi mendapatkan hak asuh anak sekaligus mematahkan tuntutan mereka


Tapi kali ini semuanya akan berubah aku Resmi menjadi Ibu tunggal


Tapi siapa yang menyangka. Semua orang menginginkan kebahagian tapi tidak mudah untuk mendapatkan itu.


Aku tepaksa membuang kartu ponsel lamaku karena Frans meneror ku siang malam. Ia menelepon , mengirim pesan. Ia ingin bicara.


“Entah apa yang ia mau ia katakana lagi”


Tapi bagiku Ia adalah bagian perjalan hidupku dari masa lalu.


Aku tidak tau apa yang Ia rasakan setelah gagal mendapatkan hak asuh anak-anak.


Tapi sekali lagi pikiranku selalu salah dengan berbagai hal.Ketika aku berpikir semua berakhir sampai disini. Aku mengabaikan Frans hampir berminggu-minggu ia datang mengemis didepan pintu rumah kakak, Ia merendahkan dirinya supaya di beri kesempatan minta maaf padaku dan diberi kesempatan menemui anak-anaknya


Tapi sekali hati tersakiti susah untuk menyembuhkannya, aku bahkan tidak ingin melihatnya. Aku tidak ingin seperti Faila yan g dulu dimana aku yang mengemis padanya mengejar tapi kali ini. Apa itu disebut hati yang hampa? Rasanya kosong dan Hambar.

__ADS_1


Hidup tanpa Cinta kata kata orang itu seperti sayur tanpa garam. Rasanya sepi Hinga pikiran gila itu datang,


“Apa kamu ingin menemaniku, malam ini . Wajah Haris terlihat tenang tapi sedikit bingung. Tatapan menyelidiki, membuatku menyesali apa yang aku katakana sendiri.


Jujur , Aku sangat menginginkannya, baru sekali aku merasakannya, Saat aku berharap dan bermimpi akan melakukanya lagi dengan Frans.Tapi ia seolah melemparkannya sangat jauh,Aku kesepian sekarang”


“Kenapa Tidak. Mana ada orang menolak wanita cantik seperti mbak kata Haris . aku anggap sebagai gombal.


“Iiiiihh. apa baru saja aku merayu pegawaiku untuk meniduri ku? Bisikku membatin.


Tiba-tiba merasa jijik pada diri sendiri, Itu hanya permintaan sesaat saya pada Haris . Ia juga mengerti kalau saya hanya wanita dewasa ya ng kesepian,


“Apa aku perlu mencari seseorang menemani mbak? kata Haris degan baiknya


“Haaa tidak perlu aku hanya bercanda” kataku simpul. Ia masih memandangiku dengan begitu banyak pertanyaan.


Dua bulan sejak perceraian itu mungkin ini hari terberat juga dalam hidupku, Saya pikir mencari angin sendirian tidak apa apa. Ataupun terlalu nekat aku menyusuri jalan setapak. Sudah hampir larut malam . suasana sudah sepi tiba –tiba aku merasa bulu kudukku merasa merinding mendengar suara ******* dai bali tembok tepatnya gang sempit yang aku lewati.


******* itu membuatku menggerutu kesal”emang tidak ada tempat lain yang mereka bisa dapat untuk melakukan itu decitku kesal.


Tidak ada jalan selain jalan itu aku semakin dekat ingin melewati mereka yang melakukannya sambil berdiri, ******* wanita semakin terdengar .sampai-sampai aku tidak berani menoleh wanita itu hingga aku sadar bukan hanya satu melakukanya pada wanita itu. Ada dua orang yang mengarapnya sekaligus satu sedang asik dibawah diantara kakinya dan satu baju di gang itu dari depan memainkan bagian depannya,dan celananya di melorotkan sedikit. Menunjukkan sedikit bagian belakang Aku menyadari nyawa wanita itu terancam karena saat itu benda tajam menempel di lehernya.Ia mendesah dibawah todongan benda tajam yang mengkilat.


“Tolong katanya lirih..!


saat aku mau melewati mereka. Dan para bajingan itu belum menyadari kehadirannya dari belakangan karena terlalu asik menikmati permainannya.


Beberapa kaki aku melihat ia memajukan kaki


“Woi ada orang” suara itu membuatku berlari semakin kencang. Ia megejarku seperti buruan selanjutnya


Buak.


Batu besar itu membuatku terjatuh karena gang nya terlalu gelap dan sepi.


Ia seseorang bertubuh tambun dengan rambut kriting kulit gelap mendekat dengan tawa puas dari balik mulutnya.


Ia lelaki yang bermain dibawah paha wanita tadi, sepertinya menggilir korban bersama-sama

__ADS_1


Aku memang menginginkannya tapi bukan seperti ini bisikku Pilu.


“Wah ini bidadari surga! guwaunya.Ia semakin mendekat aku mundur dengan cara mengesot kebelakang.


__ADS_2