Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Brondong tampan


__ADS_3

Selalu banyak jalan ke Roma mungkin ungkapkan itu benar adanya, Frans yang tidak di perbolehkan Kak Hendra untuk menemu anak-anaknya , karena rasa cinta Frans untuk anak-anaknya ia rela jadi seorang guru paud di sekolah si kembar demi kedua anaknya,


Jadi menurut kepala sekolah itu Frans sudah menjadi guru pengajar disana selama 2 bulan terakhir, tadinya kepala sekolahnya menolak Frans karena yang di butuhkan tenaga pengajar untuk usia dini seperti mereka adalah wanita yang punya n kesabaran tinggi, tapi setelah Frans menjelaskan alasannya kenapa ia ingin menjadi tenaga pendidik di sekolah TK, wanita itu bisa menerima dan Frans diterima di sana sebagi garu Paud. Ia tidak butuh uang Frans hanya ingin dekat dengan anak-anaknya.


Ia melakukan itu kedua anak-anaknya, agar bisa bertemu mereka dan bermain dengan kedua anak kembarnya, orang tua manapun tidak akan rela dipisahkan dengan darah dagingnya sendiri,


Hatiku sangat sedih, tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Frans, bagiamana kalau aku di posisinya, mungkin aku tidak sanggup melakukannya, tapi ia tabah dan kuat, tidak sedikit ia menunjukkan kemarahannya dan kecewaanya padaku, Frans ikhlas menerimanya.


Aku memuji kekuatan hati pria tampan itu, aku berharap Frans mendapat kebahagian walau aku masih mencintainya, tapi aku memilih tidak ingin bersamanya, mungkin kami tidak ditakdirkan untuk bersama.


Kakiku berat untuk melangkah ,aku meninggalkan sekolah si kembar dengan


Serba salah, tidak seharusnya Frans mendapat perlakuan seperti dari keluarga kami, tapi untuk saat ini itulah yang terjadi dulu.


**


Saat jalan pulang, ponselku bergetar di dalam tas,


“Iya kak”


“Apa kamu sudah mengantar anak-anak sekolah?” tanya kakak di ujung telepon.


“Sudah kak, jangan kawatirkan anak-anak, fokus saja sama Tari kak,” ucapku meyakinkan kakak.


“Baiklah, tap aku mau bilang tolong bawa lagi baju ganti untuk tari,” suara kakak terdengar putus asa dari telepon.


“ Apa ada yang salah?”


“ Tari sudah bangun tapi mentalnya terguncang ia seperti depresi ia berteriak-teriak”


“Baiklah aku datang kesana”

__ADS_1


Dari sekolah si kembar menuju rumah, tapi sebelumnya sudah mengabari mbak Mirna untuk mempersiapkan pakaian untuk ganti Tari selama di rumah sakit.


*


Mbak Mirna sudah membereskan baju-baju Tari aku datang tinggal mengangkut dan dengan langkah buru melaju menuju rumah sakit Tari.


Terpaksa aku membagi tugas agar semuanya bisa berjalan bersama, Haris yang memimpin rapat dewan hari ini, itu mungkin sangat mengecewakan para petinggi dan pemegang saham di Group Kirana dan Dion terpaksa yang mengawasi restauran saat ini .


Beruntung mempunyai dua orang yang bisa diandalkan agar bisa semuanya terkontrol dengan baik, kalau hanya aku memegang semuanya aku tidak akan mampu.


Hari ini Haris dan pengacara menjalankan pekerjaan, mengantikan aku, Kakekku ternyata memilki saham di rumah sakit di tempat Tari di rawat, jadi rumah sakit mewah itu, kami punya hak atas rumah asa.


Kakakku karena seorang Dokter juga diangkat jadi wakil kepala rumah sakit, dan namaku pemilik sebagian deri rumah sakit tersebut .


Pemilik rumah sakit menjual sebagian sahamnya karena harus mengobati anaknya yang mengalami kecelakaan, karena aku pikir akan jadi bisnis bagus, aku membeli sebagian saham rumah sakit, jadi sahamku dan pemilik rumah sakit hampir sama, jadi keluargaku sudah memiliki rumah sakit,


Sedih melihat keadaan Tari yang mengalami depresi karena kehilangan anak yang sudah dinanti-nantikan, mengalami depresi berat, ia suka berontak jadi luka dalam perutnya mengalami pendarahan.


“Kamu Dokter kenapa tidak bisa menyelamatkannya” ucapnya dengan tangisan.


Kak Hendra hanya bisa diam, dan mencoba menenangkan Tari, ia juga pasti merasakan kesedihan yang sama dengan Tari


Suster tepaksa memberinya obat penenang, aku sungguh tidak tahan melihatnya.


Aku lebih kasihan melihat kakakku yang begitu terpuruk, beberapa Dokter bergantian memberinya semangat. Semua dokter sangat menghormati kakak karena ia wakil direktur di rumah sakit tersebut, sekaligus adiknya yang jadi pemilik rumah sakit, tentu semua pegawai rumah sakit menghormati kakak dan Tari.


Belum ada yang mengenal aku di rumah sakit, sebagi pemilik rumah sakit, karena belum ada pengumuman resmi, harusnya hari ini, tapi karena aku memilih menemani kakak, jadi Haris yang menggantikan ku


Lelah dengan semua yang terjadi, kemalangan selalu datang silih berganti untuk keluargaku, uang bukanlah jadi masalah untuk kami tapi aku hanya tidak pernah merasa bahagia, aku merasa otak penuh dan merasa sumpek,


*

__ADS_1


Aku duduk sendirian di kursi taman rumah sakit, niatku duduk ingin sekali bekerja, karena pikir, sebagai pemilik rumah sakit, saya punya ide untuk merombak taman rumah sakitnya agar taman bunga-bunga yang tinggi agar di potong saja diganti dengan bunga-bunga yang baru dan lebih berpariasi, karena bunga-bunga tinggi dan pohon –pohon tinggi, saya berpikir sedikit horor.


“Faila…!”


Suara itu mengalihkan perhatianku, seorang Dokter muda berwajah tampan mendekat dengan senyuman yang menawan, bahkan orang yang ia lewati melihatnya dengan tatapan kagum dengan ketampanannya.


“Arvind.”


“Apa yang kamu lakukan di rumah sakit saya?” tanya Arvind dengan alis terangkat.


“ Rumah sakit Kamu?”


“Iya,kan aku memakai ini,” ia menunjuk jubah dokter yang berwarna putih itu.


“Oh… benar juga, saya di sini, karena ada keluarga yang masuk kerumah sakit kamu, ini.”


“Oh iya Fai… kenapa kamu tidak pernah menerima panggilan saya?” Tanya arvind dengan mata yang alis yang diangkat sebelah.


“Aku sangat sibuk, aku seorang ibu dua orang anak jadi kau sibuk mengurus mereka”


Sebenarnya tidak ingin bertemu dengan Arvind, hidupku sudah di pusingkan karena banyak masalah, jadi tidak ada waktu memikirkan Arvind si brondong,


yang datang tiba tiba ke dalam hidupku,walau tak bisa di pungkiri dia penyelamat ku.


“Apa kamu mau menemaniku makan siang di kantin rumah sakit?”


“Aku khawatir nanti ada teman-temanmu di sana dan menertawakan mu karena kamu makan ditemani tante-tante,”kilahku, bercanda,


“Ah tidak apa-apa,” jawab Arvind ia membawaku makan di kantin yang di dikhususkan untuk Dokter, benar saja, aku sama Arvind menjadi perhatian semua orang yang ada di sana,


Arvin idola para dokter muda dan perawat di rumah sakit, ia tampan dan muda, ia juga cucu dari pemilik rumah sakit, itu artinya jabatan ayahnya sebagi pemilik perusaan sama denganku aku dan Ayah Arvind memiliki nilai saham yang sama.

__ADS_1


Aku sendiri baru tahu setelah Haris menceritakannya padaku, karena ia dan pengacara dan asistenku yang mengikuti pertemuan pergantian pemimpi rumah sakit.


__ADS_2