Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Jika hati tersakiti


__ADS_3

“Baik ayo kita selesaikan. Biar semuanya tuntas kata kakak.


“Baiklah . Urus saja kak. Terserah kakak saja!


Tari menatapku dengan heran, melihatku putus asa dan menyerah .


“Baiklah kalau itu putusanmu.serahkan semua pada Kakak Kata Hendro. Terlihat tegas


Hampir sebulan sejak kejadian itu. Aku menyibukkan diri dikantor dan mengurus pekerjaan.


Kami tengelam dalam dunia kami masing-masing.


Jurang pemisah diantara kami semakin dalam .Akhirnya yang aku takutkan itu terjadi juga kak Hendro akhirnya tau kejadian dirumah Frans. Ia marah dan hampir ingin memperkarakan kejadian itu. Ia ingin memenjarakan Maminya Frans.


Tapi aku melarangnya berjanji, akan meninggalkan kelurga itu dan melupakan cinta pertamaku itu. Berat rasanya harus di paksa berpisah walau saling mencintai.


Aku akui , dari Franslah aku mengenal bagai mana rasanya mencintai. Dari keluarganya dulu, aku belajar kalau keluarga Harmonis itu seperti apa . Walau semua sekarang tinggal kenangan.


Keluarga Frans juga terkena masalah, Orang tua Frans akhirnya berpisah dimasa tua mereka. Dimana saat mereka harusnya duduk saling berpengan tangan sekarang saling melepas bahkan saling membenci. Tidak adalagi kemesraan yang selalu mereka rasakan. Dulu. Tapi kini mereka saling membenci dan tidak mengenal satu sama lain


“Apa cinta sejati itu memeng tidaka ada?


Apakah berubah tangga memang sesulit itu, aku membatin. Walau aku sering mendengar petuah –petuah tentang berumahtangga seperti :


Sekolah yang tidak lulus atau sekolah yang tidak tamat adalah membina rumah tangga, akan terus belajar dan belajar lagi,


Aku yang belum merasakan bagaimana rasanya sebuah rumah tangga. Tapi mimpi akan tinggal mimpi, aku merasa sudah jatuh , sebelum melangkah. Kalau sudah menyangkut perasaan putus asa bakal berat obatnya.


Aku memilih memikirkan Masa depan anak-anakku, dari pada sibuk meratapi nasib sendiri , rasanya egois karena saat ini sudah ada anak-anak yan g harus dipikirkan,


Penyemangat hidup. Mereka membuatku hari lebih indah, hari esok akan ada harapan


Satu bulan itu juga aku tidak pernah melihat Frans lagi.


Aku merebahkan tubuhku diatas kasur, bergelut seharian dengan lembar-lembar kertas dan bertemu dengan orang banyak membuat lututku terasa kebas. Aku mencoba memejamkan mata dan melupakan semua.


Hanya melepas sepatu dan membaringkan tubuh yang terasa tidak berdaya lagi.


Tok


Tok


Ketukan dari pintu kamarku membagunkanku


“Masuk” sahutku dari dalam kamar, memposisikan tubuhku bersandar di sangahan tempat tidur.

__ADS_1


Tari masuk dengan wajah terlihat cemas ia mengusap-usap perutnya yang sudah mulai terlihat mulai membesar


“ Uda makan? Aku menayakinin wajah itu menyimpan sesuatu. Aku sudah paham pada Tari sahabatku, bagaimana Ia marah, bagaimana Ia menyimpan sesuatu , bagaimana Ia ingin memberitahukan sesuatu yang penting kali ini, aku bisa tebak Ia ingin menanyakan sesuatu


“ Aku uda makan tadi di Hotel” Kenapa Tar?


“ Kamu sudah bicara pada kakakmu?


“Belum.Ada apa?


“Keluarga Frans meminta hak asuh anak-anak


‘Hmmm. Rasanya lucu mendengarnya hal itu, setelah apa yang mereka lakukan pada Arden kataku.


“Tapi Fai , mereka mengandeng KPA( Komisi Perlindungan Anak)


Karena kakakmu melarang merek menemui anak-anak


“Biarkan saja Tar. jika Ia masih meneruskan hal itu yang ada akan kupastikan . Ia kehilangan haknya jadi seorang Ayah sekaligus, kupastikan itu kataku!” berpikir ingin berbuat kejam juga.


“Itu semua terjadi karena Kakakmu menyuruh Frans menceraikanmu !


“Itu lebih baik” kataku tidak perduli lagi. Hatiku sudah terlanjur sakit untuk kesekian kalinya .


“Aku lelah. Mungkin kami memang ditakdirkan tidak bersama”


Aku memutuskan Pengacara yang mengurus semuanya.


Walau terdengar egois. Memang egois kalau di pikir-pikir


Aku memutuskan sejak Ia membela Adella didepanku, saat itu juga aku memutuskan aku membencinya.


“Bagaimana Ia bilang kalau Adella tidak bersalah padaku


Padahal hidupku hancur karena fitnahnya dulu.


Kakekku meninggal, karena berita bohong yang Ia ciptakan. Aku putus kuliah karena Ia juga. Aku menandatangi tanda Tangan kontrak pernikahan karena Ia juga.


Pantaskah Ia bilang tidak ada kesalahannya. Hatiku benar-benar terluka.


Sejak saat itu, aku dan Frans tidak pernah bertemu lagi. Walau Ia sering datang kekantor dan kerumah tapi aku tidak ingin menemuinya.


Kata Tari itu terlalu kejam, tidak memberinya kesempatan. Bukanya tidak memberinya kesempatan . Tapi karan sudah terlalu banyak kesempatan yang ku berikan kesempatan padanya. Hingga kesannya aku yang terlalu lembek.


“Fai aku selalu mendukungmu, apapun keputusannmu. Aku percaya padamu” kata Tari.

__ADS_1


Ia pergi kekamarnya , meninggalkanku merenung sendirian, “Aneh mataku tidak bisa tidur lagi.Pikiranku benar-benar berantakan.


Akhirnya hari yang berat itu datang juga . Setelah hampir dua bulan sejak Masalah itu. Sejak Ia membela wanita lain dihadapanku yang tak lain wanita yang paling aku benci di muka Bumi ini.Wajar aku marah” Sekarang makan itu Adella “Batinku memaki


Sidang perceraian kami yang sesungguhnya di gelar di pengadilan Jakarta Selatan. Sesuai berdomisili kami. Aku memilih tidak menghadiri. Frans menunjuk Bang NIko jadi pengacaranya.


Mereka menuntut hak asuh anak-anak .Sidang kami berjalan sangat alot.Tentu saja mereka tidak berhak sedikitpun untuk memilikinya.


Sidang pertama sidang kedua sidang ketiga aku tidak pernah datang,


Karena selama sidang perceraian itu, aku ada di Belgia dalam urusan mengurus Bisnis . Aku menyerahkan semuanya pada kakak dan pengacara.


Tapi saya tidak tahu kalau sampai i perceraian kami akan se alot ini. Menurut Tari Frans tidak ingin bercerai Ia ingin rujuk dan berbicara langsung padaku. Tapi aku ingin menemuinya Ia sudah ratusan kali menghubungi segala cara, Ia lakukan untuk bicara padaku tapi hati ini , sudah tertutup rapat.


Hari itu disalah satu Hotel di Belgia Tari menelepon ku kalau sebelumnya aku selalu mematikan ponselku dan fokus menjalankan kerja sama dengan satu Hotel yang ternama di Negara itu.


Kriiiing


Kriiiing


Tari menelepon . karena sebelumnya aku sengaja mematikan ponselku.


“Kenapa Tar?


“Fai” Kamu harus balik ke Indonesia. Ini semakin tidak terkendali.


“Apa.yang terkendali.


“Frans balik menyerang.Ia bilang kalau kakakmu menyembuyikanmu.


Ia menyewa pengacara kondang untuk melawan.Ini sidang keberpa Fai.


Ia mau bercerai tapi Hak asuh di berikan padanya.


Kakakmu terlalu menyepelekan orang. Ia sepertinya akan kalah datanglah Fai.Ini sudah sidang yang keberapa. Orang sampai bosan mengikuti persidangan ini .


Ini sudah terlalu lama . Kamu serius tidak gak, sih mau berpisah dengan Frans ?


“Seriuslah Tar” masa main-main” Pada hal hatiku masih ragu. Makanya aku memilih menjauh. Hatiku gampang bimbanga!


Baiklah aku akan menyelesaikannya . Tunggu saja Tar aku akan membungkam mereka semua..!


baca juga ceritaku yang lain


Follow IG @sonatha

__ADS_1


__ADS_2