
KEMARAHAN PAPI
Mami percaya pada omongannya, dan ingin menjodohkan Frans padanya? karena mereka orang kaya” Mi? dan menganggap Frans lebih cocok padanya ?” Aku masih istrinya Frans saat ini “ Mi” suka apa tidak,” kataku membalas
“Aku bilang diam Faila! “
“Paaaaaaaak
Satu tamparan keras dari tangan Mami, mengenai wajahku. Aku kaget. Bukan karena rasa sakitnya. Sakitnya tidak seberapa . Tapi rasa malu yang aku alami didepan Papi ,Arjun,Dion,Nenek,
Tanganku masih memegang wajahku, yang kena tampar. Aku melihat Mami sangat berbeda sekarang. Ia dulu wanita yang lemah lembut dan aku sangat mengaguminya. Kali ini hilang seketika rasa empati ku padanya.
“Mami” Papinya Frans melongo. Ini pertama kalinya Ia menyaksikan Istrinya semarah semua terpaku.
“Ada apa?” kata Neneknya Frans menarik tanganku, membawaku kerumah.
“Ada apa ?” tanya Papi. Ia juga menarik Istrinya agar duduk. Ia juga bisa tegas juga pada Istrinya.
Aku tidak ingin kesalahpahaman berkepanjangan. Aku menelepon Mohan . Kebaikan masih berpihak padaku. Ia mau datang dan menjelaskan semuanya.
“Fai, kamu tadi bilang, Frans mau dijodohkan pada Adella?”
Mami langsung memotong, dan sepertinya tidak senang kalau perbuatan mereka dibelakangku, aku ketahui semuanya. Karena aku pikir hanya 6bulan dan sisa 1 bulan di rumah ini , maka tidak ingin memperpanjang.
“Fai jangan bicara macam-macam.” kata Mami sedikit panik
“Ini aku harus menjelaskan semuanya saat ini, agar tidak ada lagi salah paham” kataku. Apa yang kau alami selama ini, itu semua fitnah dari Adella.
Ia menyukai Frans sudah sangat lama Mami. Ia melakukan cara agar kami berpisah, Mami mempercayai semua yang Ia katakan dan apa yang kalian lakukan selama ini saya juga tau Mi, saat saya berusaha menjadi Istri baik , patuh pada nasehat orang tua. Mami ingin menjodohkan mereka karena Ayahnya Adella memberi proyek pada Frans.
Aku tau Mami. Ia kehilangan segalanya karena Aku. Tapi apa Mami tau siapa yang membuat ini semakin gaduh adalah Adella sendiri. Ia menjadikan hidupku batu pijakannya untuk mendapatkan Frans. Akulah yang jadi korbannya disini Mami”
“Jangan menuduh orang sembarangan Faila,” kata mami.
“Lihat Mami setiap apa yang kalian lakukan diluar sana ia mengirimnya Padaku . Ia memanas- manasiku agar Aku pergi dari rumah ini. Ini, lihat semuanya ada di ponselku,”
Tidak tahan dengan semuanya, Aku menyerahkan semua bukti segala ancaman yang diberikan Padaku segala Foto-foto bersama Frans dan video setiap percakapan dengan Adella sengaja aku rekam agar suatu saat bisa jadi bukti.
Papi melihatnya ,
wajah sangat marah, sekarang Mami yang terlihat panik.
__ADS_1
“Mami apa semua benar? “ tanya Papi wajahnya sangat mengeras menahan emosinya.
“Itu tidak benar Pi” Kata Mami terlihat gugup
Tapi tiba-tiba Mohan datang . Ia juga menjelaskan, kalau Ia dan Saya tadi dijebak dan tidak tau siapa yang melakukanya. Ia juga membantuku kalau aku dan Mohan tidak ada hubungan apa-apa yang disukai Mohan bukanlah Aku, melainkan sahabatku Ku Tari. Akhirnya pria ini mengakui juga kalau ia menyukai Tari. Walau sudah terlambat. Karena sahabatku sudah menemukan dambaan hatinya iya itu kakakku sendiri.
“Mohan, tolong ceritakan sama Mami betapa tergila-gila Adella pada Frans”
“Iya sangat menyukainya, hanya itu yang bisa kau jelaskan Fai ,” kata Mohan tidak ingin memberi penjelasan yang lebih dalam.
Tapi bagi saya penjelasan Mohan sangat membantu
“Aku tau juga Mi, kalian sering bertemu dengannya Adella dan orang tuanya. Bahkan terakhir , kalian makan bersama dan Frans ada, saya juga tau itu mi, Ia memberitahukan semua padaku apa yang Mami rencanakan . Ia ingin membuatku cemburu , Tapi saya tidak terpancing Mi”
“Apa, apa benar ada hal semacam itu selama ini” kata Papi bingung.
“Kenapa tidak memberitahu semuanya pada kami” kata Nenek Frans.
“Aku diam karena , saya pikir tidak ada guna Ami, Mami ingin saya pergi dari rumah ini, Frans juga tidak menyukai saya. Jadi saya pikir lebih baik saya diam. Daripada membuat keributan. Karena ada orang Tua yang di luar sana yang tersakiti perasaanya. jika saya membuat keributan. Jika Mami dan Frans ingin aku pergi aku akan pergi Mami, percayalah “ kataku.
Aku hanya kakek tidak mengetahui semua ini, aku ingin ia berpikir aku baik-baik saja, itu yang membuat saya diam. Kalau Mami bilang saya tidak punya aturan dan tidak pernah dapat didikan , Aku sadar itu MI. Aku tidak punya orang Tua, Mamilah selama ini yang mengajariku, dan hanya dari Mami aku mendapatkan kasih seorang ibu. Mami tau itukan, Aku yatim piatu.”
“Apa benar Mami melakukan semua ini dibelakangku?” tanya papi terlihat sangat marah. Neneknya Frans hanya Diam wajahnya sangat murung. Aku tidak tau apa yang dipikirkan orang tua itu,
“Aku tidak melakukannya” kata Mami mengelak
“Iya apa yang kamu lakukan padaku, Pantas Hendra begitu marah padaku di pesta perayaan restoran itu. Mungkin Ia melihat kalian berbuat curang pada adiknya. Aku merasa bersalah ini,” kata kakak Frans
Papi mengeluarkan ponselnya dengan raut kemarahan
“Frans” kamu dimana? Ambil tiket dan pulang sekarang,”Kata Papi tegas sedikit menakutkan, kami masih duduk terdiam.
“Ini udah malam Pi” mana ada Tiket malam-malam seperti ini, memang penting iya?’tidak bisa besok lusa, besok lusa aku disuruh mami pulang” Kata Frans diujung telepon
“Kamu pulang sekarang, tinggalkan pekerjaan terkutuk itu, atau kamu tidak melihat Papi hingga besok,” kata Papi mengancam wajah Mami Panik.
“Baik, baik ,Aku pulang.”kata Frans
Papi menutup teleponnya terlihat wajahnya masih sangat marah, kami diam.
“Kenapa Mami melakukanya, kamu seorang Ibu” kata Papi, suaranya bergetar,
__ADS_1
Mami hanya diam , menunduk sepertinya kekuatan sihirnya sudah hilang, ia menyadari kesalahannya.
Ia meminta maaf pada Papi karena bertindak sendiri dibelakang Suaminya.
Tapi Papi sudah kehilangan simpati pada istrinya. Ia meninggalkan Mami yang masih duduk. Mami ikut menyusul dan pertengkaran tidak terhindarkan.
Nenek,Arjun,Dion masih diam dalam sofa, sesekali mata mereka menatapku dengan Iba, seolah aku mahluk yang pantas di kasihani.
“Kita tidur saja besok lagi kita bahas,” kata orang tua itu .wajahnya seperti memikul rasa bersalah
“Sekarang aku mengerti Fai, kenapa kamu bilang ingin mencari jodoh waktu itu,” kata Dion.
Sudah larut akhirnya Frans datang juga malam itu. Aku juga memilih tidak menyapanya memilih Tidur. Walau aku dengar Ia beberapa kali membangukanku,
Keesokan pagi saat aku mau turun, aku mendengar suara meninggi di ruang tamu. Terlihat Regi juga datang hari itu , itu artinya seluruh keluarga ini akan mengetahui semua masalah ini.
~Paaak~
Papi menampar Frans,
“Apa harga dirimu serendah itu? demi mendapatkan proyek itu kamu rela mengkhianati Faila”
“Papi sudah ,sudah,” kata mami terlihat panik
“Ini salahku Pi, Frans tidak tau apa-apa,” kata mami.
“Kamu rendahan sekali”
~Paaaak~
Papi menonjok hidung Frans dengan sangat keras hingga cairan merah keluar dari hidung Frans.
Neneknya Frans histeris menghentikan anaknya. Ternyata benar, Papi terlihat kalem, kalau sudah marah ternyata sangat menakutkan.
“Ia gadis yatim piatu Frans” kamu tau Itu. kenapa kamu tega”
“Papi tolong berhentilah. Aku yang salah Frans tidak tau apa-apa Pi” kata Mami mencoba menahan suaminya
“Diam, diam aku sangat kecewa sekali padamu, dulu saja kamu yang selalu memaksa Faila jadi menantumu sekarang kamu yang ingin menendangnya keluar. Ada apa dengan kalian? apa uang lebih berharga ?” tanya lelaki paru baya itu dengan suara meninggi.
~Bersambung~
__ADS_1