Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Pernikahan


__ADS_3

“Aku tau kamu seorang Dokter!


“Darimana kamu tau? Apa yang sudah tau tentang hidupku.? Apa ibu dan bapak sudah memberitahukan mu?


“Itu tidak penting arvin aku hanya ingin pamit padamu, aku akan menikah lagi. Selamat tinggal maaf bila ada salah,” aku berdiri hanya diam saat aku menolak untuk tinggal bersama.


Setelah berbaikan dengan mereka berdua, aku pulang kembali ke hotel menenangkan pikiran dulu, Frans mengerti apa yang aku rasakan, saat aku meminta izin untuk menemui Felix dan  Arvind  dia tidak puas, ia tahu kalau pilihan yang aku pilih bukanlah pilihan yang mudah. Aku juga bisa melihat ada rasa kecewa di matanya saat ia tidak bisa memiliki kedua anak kembar kami. Tetapi aku yakin suatu saat anak-anak akan mengerti pilihan kedua orang tua mereka meninggalkan   keduanya di rumah Kak Hendra.


Aku yakin anak kembar ku akan tahu, kalau ibu dan ayah mereka sangat mencintai mereka berdua,dan berusaha memberikan yang terbaik bagi mereka, aku yakin suatu saat mereka akan mencari kami berdua. Setelah menenangkan pikiran beberapa hari aku menelepon Frans.


“Iya Fai …”


“Frans , ayo kita menikah kembali,’ ucapku dengan yakin.


“Apa kamu mau?” Suara Frans terdengar bersemangat di ujung telepon.


“Tapi Frans, aku tidak mau sayang mewah-mewah aku hanya ingin beberapa prang saja yang hadir  untuk pernikahan kita”


“Baik Fai, aku mengerti. Kita akan bicara nanti saja tunggu aku disana,” ujar Frans.


                            *


Tidak lama kemudian lelaki berwajah tampan itu datang ke hotel untuk menemui ku.


“Fai, terimakasih karena mau menerimaku kembali,” ujar Frans dengan tangisan. Ia memeluk tubuhku dengan erat.


“Tapi Maaf anak-anak aku tidak bisa membawa anak-anak kita untuk ikut,” ujarku dengan suara bergetar.


“Tidak apa-apa yang penting mereka sehat dan baik-baik saja,” ujar Frans, ia mengerti rasa sedih yang aku rasakan.


“Aku ingin kita menikah di Bali dan tinggal di sana memulai hidup di sana,” ujarku saat itu pada Frans.


Tidak ada bantahan atau sikap ragu dari wajah Frans atas sikapku.


“Baiklah, ayo kita lakukan”


“Baik kita lakukan pernikahan besok”


“Kamu yakin besok?”


“Iya besok saja. Lakukan pemberkatan  saja”


Frans menatapku dengan senyuman


“Apa kamu mau?” Suara Frans terdengar bersemangat di ujung telepon.


“Tapi Frans, aku tidak mau sayang mewah-mewah aku hanya ingin beberapa prang saja yang hadir  untuk pernikahan kita”


“Baik Fai, aku mengerti. Kita akan bicara nanti saja tunggu aku disana,” ujar Frans.

__ADS_1


                            *


Tidak lama kemudian lelaki berwajah tampan itu datang ke hotel untuk menemui ku.


“Fai, terimakasih karena mau menerimaku kembali,” ujar Frans dengan tangisan. Ia memeluk tubuhku dengan erat.


“Tapi Maaf anak-anak aku tidak bisa membawa anak-anak kita untuk ikut,” ujarku dengan suara bergetar.


“Tidak apa-apa yang penting mereka sehat dan baik-baik saja,” ujar Frans, ia mengerti rasa sedih yang aku rasakan.


“Aku ingin kita menikah di Bali dan tinggal di sana memulai hidup di sana,” ujarku saat itu pada Frans.


Tidak ada bantahan atau sikap ragu dari wajah Frans atas sikapku.


“Baiklah, ayo kita lakukan”


“Baik kita lakukan pernikahan besok”


“Kamu yakin besok?”


“Iya besok saja. Lakukan pemberkatan  saja”


Frans menatapku dengan senyuman.


“Baiklah Fai mari kita ke rumahku saja nanti kita akan bicara dengan keluarga”


“Tapi apa kata orang Frans kalau aku datang lagi ke rumah kita akan gunjingan orang nanti,” ujarku menolak ke rumah Frans.


“Baiklah”


Aku setuju, walau hati ini masih sakit hati pada Mami tetapi wanita itu tetaplah ibu Frans dan Mami juga pernah menjadi  seperti ibu bagiku, aku memilih memaafkan beliau.


Setelah bicara dengan keluarga Frans akhirnya kami sepakat menikah lusa di Bali. Awalnya keluarga Frans tidak mendukung pernikahan kami yang mendadak dan buru-buru karena keluarga Frans keluarga besar tetapi kami harus tetap melakukannya.


“Fai, apa kamu sudah yakin?” Tanya Frans lagi saat ia mengantarku kembali ke hotel.


“Iya”


“Lalu kenapa kamu ingin buru-buru?’ Tanya Frans


“Aku hamil Frans ….”


Dreeet ….


Tiba-tiba saja Frans mengerem mendadak hampir saja kami mendapat masalah.


“A-Apa?” Wajah Frans kaget.


“Aku hamil Frans, kalau kita tidak menikah  cepat-cepat keburu perut ini membesar,” ujarku antara malu dan senang bercampur jadi satu.

__ADS_1


“Fai, kenapa kamu tidak bilang kalau kamu hamil,” ujar Frans dengan wajah bahagia.


“Aku malu Frans, aku malu hamil di luar nikah dengan mantan suamiku,” ujarku berbisik.


Frans tertawa bahagia.


“Baiklah, mari kita menikah”


“Tapi jangan bilang siapa-siapa aku  hamil,” ujarku lagi.


“Baiklah Tuan putri”


                                 *


Pernikahan kami akhirnya terlaksana di sebuah hotel di Bali.walau hanya sebuah pernikahan sederhana tapi sangat berkesan,ini pernikahan yang begitu bahagia untukku karena berjalan lancar tidak ada halangan yang berarti yang di hadiri beberapa tamu undangan dari pihak Frans. Tetapi kebahagian kami dan Frans sangat luar biasa. Ternyata kakak Hendra dan Tari dan kedua anak kembar kami datang.menambah kebahagiaanku makin komplit,melihat mereka datang membuat hatiku senang,mereka adalah bahagian dari jiwa ku penyemangat ku.


“Mommy!”


“Haaa! Anakku Kakak!” Aku histeris melihat kedatangan orang -orang yang paling berharga dalam hidupku.


“Maafkan kakaa Fai karena sempat menolak pernikahanmu. Kamu adik satu-satunya,” ujarnya memelukku.


Aku tahu Tari sahabatku pasti membujuk kakakku.


Si kembar jadi rebutan keluarga Frans mereka berdua akhirnya bisa berkumpul dengan keluarga dari ayahnya.


“Terimakasih sahabatku,” ujarku memeluk Tari.


“Aku mengancam akan meninggalkannya dia sendirian,” ujarnya sembari tertawa.” Fai … aku hamil,” bisiknya lagi.


“Apa kamu hamil? “ Kami berdua histeris kegirangan akhirnya Tari hamil juga.


“Aku memberitahukannya ini aku ingin membuat kejutan di disini,” ujar Tari.


Tari memberikan kado ulang tahun untuk kakak Hendro yang kebetulan ulang tahun di hari itu juga,ini begitu momen yang sangat spesial.


Segala rintangan bisa kami lalui bersama keluargaku berkumpul kembali dan keluarga Frans bersatu kembali , kedua orang tua Frans memutuskan untuk saling memaafkan  mami mereka dan berkumpul kembali.


Tamat...


Terima kasih ya sudah membaca cerita ku sampai tamat,terima kasih atas dukungannya.


Bantu Vote iya kakak untuk karya  ini karena ikut lomba , tolong tekan like dan tanda hati iya kakak.  Jangan lupa kasih komentar terbaik kalian juga di karya ini dan karya yang lain juga.


Baca  juga karyaku yang lain.


-Cinta untuk sang pelakor. (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-Bintang Kecil  Faila(ongoing}


__ADS_2