Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Hari pertama jadi koki


__ADS_3

Waktu itu aku masih labil dan dipenuhi dendam makanya. Aku memilih tinggal bersama orang lain, dan bekerja dengan orang lain , daripada ikut bersama kakek


KIni menyesalpun tidak ada guna.Tapi yang harus dilakukan memperbaiki semuanya.


Frans menatapku , aku membuang muka tidak peduli. Walau hatiku sebenarnya sakit, karena Ia dan adel begitu lengket.


Setelah semuanya diangkut kekantor polisi, Aku bisa baru bernafas sedikit lega.


“Boleh kita bicara ?”


“Aku menoleh suara itu, dan tiba tiba jantung berdenyut Lebih cepat.


“Ada apa Frans?”


Wajah itu, tatapan itu, tatapan matanya yang dapat menghangatkan jiwaku yang begitu merindukannya, tapi tidak bisa memeluknya, Lelaki yang dulu aku kejar-kejar hampir bertahun –tahun. Tapi Saat ini aku merasa ada jarak yang terlalu jauh yang. Ia dilakukan padaku,


Aku tidak suka, caranya menatapku seperti itu, aku membatin


Aku melirik arloji yang melingkar ditanganku, saatnya dapur restoran akan dibuka. Karena aku berpikir saat ini aku yang mengambil alih dan bertanggung jawab.


“Maaf Frans sepertinya belum waktu yang tepat. Tapi kalau semua ini beres kita bisa bicara nanti “ kataku


‘Baiklah,”kata Frans dan meninggalkanku.


Aku menatap punggungnya membelakangiku, Ingin aku rasanya aku memeluknya dari belakang tapi’ Iya sudalah’ bisikku lirih


~Hari pertama memegang Dapur~


Dalam dapur restauran , suasana kali ini lebih tenang karena personilnya sudah diganti. Tidak semua orang dalam dapur itu ditangkap polisi


Kesalahan mereka mungkin hanya mengikuti perintah dari atasannya


Tari sudah tidak merasa ketakutan lagi. Ia sudah berani mengangkat dagunya, memelototi wanita bertato yang merendahkannya.


Seakan Ia ingin melakukan pembalasan.


“Ok” saya perkenalkan diri lagi buat teman teman semua” Kataku. “Saya Faila ,saya mengambil alih bagian dapur mulai saat ini”


Mata mereka saling menatap, Karena tiba- tiba pemilik Hotel, memegang bagian dapur saja.


Mungkin kalian belum sepenuhnya mengenal dia. Aku memangil Tari semakin dekat.


“Halo aku Tari, Mohon kerja samanya teman-teman,” kata Tari sangat rama dan pembawaannya yang hangat, Ia menundukkan kepalanya 180 derajat .

__ADS_1


“Dia yang akan memegang pengawasan di bagian dapur, Ia juga nanti yang akan mengawasi kita semua,”kataku “Jadi kalau yang penting, lapor padanya”


Tari mengangkat satu alisnya, tanda protes karena tiba-tiba aku memberi tugas berat padanya,


Dalam dapur masih ada 7 orang bagian masak memasak ditambah aku jadi 8 delapan orang , dan di bagian waiters ada 4 orang, bagian cuci piring ada dua orang, dan bagian gudang makanan dan perbelanjaan ada dua orang Termasuk wanita yang bertato yang melecehkan Tari, aku membiarkannya tetap bekerja biar Tari yang akan mengurusnya kalau Ia bisa bertahan.


Aku tidak memecatnya, walau aku tau ia juga menikmati hasil dari pencuriannya.


Hampi semua mereka yang di dapur tau sama tau dan kong kali kong. Tapi aku menarik dari satu sisi. Jika aku mengeluarkan semua sekaligus bisa dipastikan dapur atau Restoran itu akan tutup. Tapi aku memberi penekanan pada mereka dan memberi mereka ketegasan dan kesempatan itu lebih baik


“Aku sudah tau dan menyelidiki kalian semua, jadi kalian semua sudah tau, apa kesalahan masing-masing. Tapi aku ingin memberi kalian sekali kesempatan, manfaatkan kesempatan itu dan jangan diulangi melakukan lagi, tapi tingkatkan pekerjaan kalian, Jika kalian macam-macam , Aku tidak akan segan-segan memberi kalian pelajaran” kataku sok tegas dan sok berani, “Kalian belum tau seperti apa saya, kakek saya selalu bilang aku wanita gila . jadi kegilaanku jangan sampai terjadi, jadi tolang kerja samanya” kataku sengaja mengajak mereka berbicara dan sekaligus menegaskan pada mereka, jika aku aku lebih tegas daripada kakekku.


“Apa kalian sudah paham?”


“Iya bu” wajah mereka serentak, Tari juga ikut berdiri bersama mereka.


Sahabatku wanita yang keren. Ketika aku ingin memperlakukannya dengan berbeda dari yang lainya, maksudnya seperti teman bersikap biasa saja. Tapi dia justru tidak mau,


“Fai perlakukan aku seperti karyawan seperti biasanya” pintanya padaku


“Emang kenapa, ada yang Protes ?” Alisku menyengit bingung.


“Tidak Faila, itu namanya, kamu tidak tegas kesannya , kamu bisa membedakan antara kerja dan di luar kerja. Jika aku diluar kerja, aku adalah sahabatmu tapi jika dalam pekerjaan aku tetaplah karyawan mu,” kata Tari.


Kamu keren teman, bisikku dalam hati


‘Baiklah Tar,kalau kau memang mau seperti itu, akan aku lakukan”


“Iya Fai, mari kita kerja semangat,” kata Tari dengan tangan gaya cayooo


10:15WIB


Melangkah dengan yakin. Menuju dapur. Mereka semua sudah berdiri di posisi masing-masing .dengan pakaian yang aku anjurkan sebelumnya, atribut yang mereka gunakan harus lengkap layaknya seorang pekerja dapur.


Dalam restoran yang dibutuhkan bukan hanya sekedar makanan enak, seperti yang mereka pikirkan selama ini. Dibawa pimpinan koki bili yang menyamakan restauran kakek, layaknya warteg.


Dalam pikirannya yang penting masak. Tapi satu hal yang mereka lewatkan dalam dapur dibutukan seorang pengawas dapur, yang menyampaikan setiap informasi dari dalam dapur.


Restoran kami sudah terlambat 1 satu jam untuk buka, tapi tidak mengapa bagiku. Lebih baik di beri penataan dari sekarang, agar bisa berjalan sesuai jalurnya.


“Aku juga punya aturan dalam dapurku” Saya butuh kerapian. Kedisiplinan, dan kepatuhan, dan dan paling utama kebersihan. Sebelum Restoran ini buka pastikan atribut kalian semua lengkap,Hat cook,nick tie, breasted,apron dll. Setelah itu sudah rapi baru kalian layak memegang dapurku, aku tidak mau dapurku ada suara selain suara perabotan. Ini bukan pasar atau tempat makan kaki Lima, pastikan setiap peralatan dapur punya masing masing, baik pisau, dan lain lainya. Jika perlu beri label nama masing-masing” Pintaku tegas.


“Kalian paham” kataku

__ADS_1


“Paham chef ” jawab mereka serempak


Menjadi chef dadakan menjadi tantangan yang berat. Karena sejak tadi, Restauran belum buka sudah beberapa orang sudah menunggu


Restoran memang dapur utama, tapi khusus untuk menyediakan serapan untuk para tamu Hotel. Masih ada dapur di dalam Hotel.


Setelah semua dianggap rapih, berdiri di posisi masing masing, baru aku memberi aba-aba baca doa,sebelum bekerja.


Aku Berperan Executive chef berperan layaknya kepala tentara yang siap memberi perintah untuk anak buahnya.


“Team siap bekerja ?” dengan telapak tangan ditindi


“Siap chef haaaaa !” suara mereka serentak


Mulai bergelut dengan peralatan dapur .Hari itu hari Rabu menu spesial yang mereka sajikan biasa masakan ala Masakan Perancis .Beef tenderloin.


Melihat menu Mahal itu, aku sempat ragu. Karena aku pernah memasaknya di Restauran milik Frans. Tapi itu sudah cukup lama.


Aku mencoba mengingat caranya dan resepnya.


“Saya bisa bantu Chef. salah seorang dari barisan itu menawarkan bantuan.wajahnya kebarat-barattan


Saya tersenyum simpul. “saya bisa” Mereka saling menatap satu sama lain , sepertinya ragu.


Karena menu itu yang paling di tunggu sebagian orang kalau dihari rabu. Billi mengolanya dengan sangat baik dan menjadi menu favorit di Restoran itu setiap Hari rabu.


Untungnya di Restoran frans, saya pernah mencobanya dengan bantuan papinya Frans.


Pengalaman adalah guru terbaik, Aku bukan dari lulusan dari sekolah Perhotelan atau dari sekolah memasak .


Tapi hobby dan pengalaman saya salah satu bekal untukku dan pernah juga menekuni sekolah memasak beberapa lama.


~Kriiiiing


Kriiiiiing


“Halo” aku menjawab telepon itu tapi dimatiin


Halo kalau kamu hanya ingin main –main silahkan saja. Nomormu aku simpan. Kataku.


“Par..! “aku memanggil pengawal kakek yang mengawalku saat ini .badannya tegap layaknya tentara.


“Iya mbak”

__ADS_1


“Selidiki nomor ini, dan seret orangnya kesini,” kataku dengan suara lantang di depan koki-koki yang membantuku sedikit gertakan. Biar dianggap tegas.


“iya mbak”


__ADS_2