Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Rasa cinta yang mulai pudar


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan Jam 10 . Frans terlihat masih duduk di Balkon kamarnya. Saya pikir jika aku belum pulang tadi. Ia akan khawatir dan meneleponku, padahal sejak duduk dikafe itu, aku berharap ponselku berbunyi dan berharap satu panggilan untukku darinya, menenangkannya pulang jam berapa,apa perlu dijemput, atau mengingatkannya jangan pulang terlalu malam. Atau menelpon , hanya sekedar memarahi juga tidak apa-apa .aku menatap ponselku berbunyi dari tadi


Melihatnya duduk tenang di Balkon kamar itu membuatku benar –benar marah . Rasanya tidak ingin naik keatas dan melihatnya


Keluarga Frans sudah tidur. Hanya Frans yang belum tidur.


Rasa kesal di hatiku sepertinya ingin meledak. Tidak bisakah Ia memberi perhatian sedikit seperti dulu” kataku dalam hati


Masuk kekamar mandi hal yang tepat saat ini, menguyur tubuh dibawah shower itu, untuk meredakan panas kepala dan panas di hati


“Apakah cinta yang dulu sudah pudar, atau kamu menyimpannya jauh di lubuk dasar hatimu “ aku bermonolog sendiri


JIka memang masih cinta tidak mungkin Ia tega melihat orang yang di cintai menangis atau bersedih tapi .


Aku membiarkan siraman Air menyusuri setiap jengkal kulitku.


Sayang dikamar Mandi Frans tidak ada bathtub. mungkin kalau ada aku mungkin sudah berendam sampai besok pagi,


Tok Tok TOk


Aku mematikan airnya karena suara ketukan, Frans dari pintu.


“ Kamu ngapain di Kamar mandi lama bangat “ Tanya Frans setelah aku keluar. Matanya menyelidiki.


“Aku mandi “ jawabku tanganku membungkus rambut yang basah. Aku sengaja berpakaian dari kamar mandi tidak ingin ia berpikir aku menggodanya.


“ Ini sudah jam 11 malam Faila !” Kata Frans.


“Terus kalau jam 11 memang tidak boleh mandi? Kata mencoba membalas.


“ Kenapa kamu jadi marah Faila? Tanya Frans menatapku.


“Frans! Apa kamu begitu membenciku ?kataku berdiri didepannya.


“Fai jangan membahasnya lagi tolong.! Kata Frans terlihat wajahnya frustasi.”


“Kamu hanya perlu menjawabnya Frans


“Apa , yang kamu inginkan Faila.! Kita sudah sepakat Faila.


“Aku hanya butuh kejujuran darimu. Apakah kamu tidak mencintaiku lagi? katakana sesuatu, agar aku tidak bingung ! kataku.


Frans sepertinya berpikir Ia menatapku.


“Beri aku waktu berpikir” kata Frans mencoba mengalihkan pandangannya dari aku.


“Frans kita bukan baru sebulan atau seminggu bertemu , kita sudah mengenal 4 tahun. Aku sudah selama itu mengejarmu Frans!

__ADS_1


Apa selama itu, kau tidak memiliki perasaan untukku? Maksudku kau pernah bilang bahwa kamu mencintaiku !. Apakah masih ada sampai saat ini?’


“Fai “apa setelah semua yang terjadi apa masih yakin menanyakan hal itu padaku,? Tanya Frans tapi raut wajahnya tidak bisa aku baca , ada luka hati yang Ia coba sembuhkan.


“Frans !” aku hanya bertanya, aku ingin memastikan” kataku


“ Harusnya” kamu sudah tau jawabannya. Faila.?


“ Aku hanya mencintaimu Frans !”kataku


Mata Frans langsung melotot tajam menatapku. Ia mendekat. Mata Coklatnya menyala bagai sebuah percikan api.


“Berhentilah mengatakan Itu , saat ini padaku Fai suaranya meninggi dan meninju dinding kamar itu dengan sangat keras tangannya terluka.


Aku terkejut tidak mengira Ia Semarah itu.


“Kamu harus menjelaskan dimana letak kesalahanku Frans “agar aku bisa memperbaikinya kataku.


“Dengar! Sudah terlambat ! kata Frans dan Ia ingin meninggalkanku , tapi aku sungguh tidak bisa menahan perasanku. Aku ada bersama orang yang aku sayang. Tapi kenapa seolah ada Jurang pemisah diantara kami. Aku tidak bisa menahan perasaanku. Aku memeluknya dari belakang


“Jangan Tinggalkan aku Frans !aku sangat mencintaimu! kataku mengemis.


‘”Jangan katakana itu, lagi padaku Faila” Aku sangat membenci kau mengatakan itu! kata Frans melepaskan tanganku dari pelukannya.


“ Tapi kenapa Frans !” kataku masih sedikit memelas.


‘Benarkah! Itu yang kamu rasakan padaku selama aku datang kesini?” Harusnya kamu mengatakannya Frans !kataku.


“Aku sudah mengatakannya Faila” sebelum pernikahan, dan hari Naas di kamar mandi itu, seharunya kamu sudah paham itu” kata Frans.


“Iya kamu benar, Aku sudah tau kamu membenciku Frans tapi aku tidak bisa membencimu!.


“Kamu harus melakukannya Faila!” kamu harus membenciku JIka kamu tidak ingin tersakiti” Tidak ada lagi Cinta yang aku harus berikan padamu” .Yang ada rasa kebencian dalam hati. Kata Frans dengan wajah murung


“Benci aku sebanyak-banyaknya dan lupakan kata Frans.


“Apa ada cinta yang lain Frans di hatimu!” bagaimana dengannya Frans , apa kau mencintai Adella kataku


“Aku tidak tau , aku cinta apa tidak Faila, tapi waktu kamu memutuskan akan menikah dengan Felix. Kami punya hubungan kata Frans..


“Begitu ternyata” jadi benar kalian punya hubungan” saya pikir, berita bohongan” kataku.jadi benar aku yang merebut Frans. Aku Menahan Air itu agar tidak tumpah


“Jadi aku berharap kamu mengerti posisiku Faila” Aku tidak punya masa depan lagi yang aku bisa banggakan. Karena itu aku memohon padamu agar kamu jagan mengharapkan aku lagi.


Ayah adella ingin memberikan Proyek itu padaku. Aku sangat senang karena ini akan jadi awal yang baik pada karir saya. Saya berharap kamu bisa membantuku kata Frans.


Kamu boleh melakukan apa saja, berhubungan dengan siapa saja termasuk Felix. Asal kamu mengabariku, agar aku bisa menjawab keluargaku. Dan kamu bisa menjaga rahasia dari keluargaku . Aku tidak masalah Faila” kata Frans.

__ADS_1


“Baiklah Frans kataku. Menahan guncangan dalam dadaku,


Hatiku rasanya bagai dibakar dan ditusuk


Tapi aku sudah melakukan apa yang bisa aku lakukan.Manusia tidak pernah luput dari kesalahan. Apa yang terjadi saat ini, itu di Mulai dari karena aku terlalu mencintaimu.


Ada saatnya, kita tak punya pilihan lain


Selain terdiam dan mencoba menerimanya.


Aku pasti bisa, Sama saat aku membenci keluarga bertahun lamanya, karena trauma yang ku alami, menyalahkan mereka membenci mereka. Semakin aku membenci keluarga semakin penyakitku sering kambuh dan aku tersiksa . Tapi pada saat aku mulai memaafkan mereka dan memahami mereka.Penyakitku semakin sembuh dan tidak pernah lagi kambuh.


Kali ini aku akan berdamai dengan diri sendiri dan harus melupakan Frans dan tidak akan membencinya.


“Fai maaf” kata Frans Ia menatapku yang duduk terdiam setelah mendengar pernyataan pahit itu,


“Tidak apa –apa Frans mungkin aku harus belajar menerima kenyataan kataku.


‘Iya’ Kamu harus bahagia Faila” kata Frans


Aku tidak tau harus berkata apa lagi, saya pikir selama ini Frans cemburu padaku ternyata tidak,


“IYa” biarkan kau mengobati lukamu “kataku pada Frans.


“Tidak usah Fai, Biar aku yang mengobatinya”kata Frans


“Anggap saja aku temanmu Frans, mulai saat ini kita harus berteman .Teman satu kamar kataku”


“Mudah-mudahan aku kuat” bisik dalam dalam hati.


Mencoba menerima kenyataan itu ,Walau rasanya begitu sakit , Tapi hidup tetap berjalan .perjalanan masih Panjang, mencoba tidak membenci Frans .


Luka Hati awal dari dendam .setelah dendam baru ada niat membalasnya. Aku tidak ingin Rantai Bom waktu itu dalam hidupku. Intinya aku berdamai dengan diriku dan mencoba memahami posisi Frans.


Sebulan sudah sejak pengakuan Frans dan aku masih hidup bernafas, pada saat ini. Frans jarang pulang selama sebulan itu kerumah keluarganya. Ia memilih tidur Apartemennya. Mami masih dengan sikapnya dinginnya padaku.


Tapi papinya Frans memperlakukanku dengan sangat baik seperti anak sendiri seperti dulu. Arjun kembali kerumah yang tadinya Ia tinggal di Asrama sekolahnya. Regi sejak putus degan Kaila adik Dari Frans Ia membenciku. Tapi saat ini Kami sudah berbaikan. kak Dion manusia dingin kedua yang aku kenal. Tidak sedingin dulu lagi.


Neneknya Frans tepat sebulan kemarin , setelah pernikahan kami yang tidak direstui. Ia kembali ke India dan berjanji akan datang sebulan lagi.


Benar setelah sebulan Ia datang lagi , Ia masih tetap dengan pendapatnya. Untuk mengadakan Resepsi pernikahan untuk kami..


Seperti biasa rumah tidak akan tenang jika ada neneknya Frans. Sebagai menantu maminya Frans tidak pernah luput dari ocehanya.


Begitu juga dengan aku. Aku juga kena ocehannya. Tapi memilih mencoba mengerti dan memahaminya.


Orang tua yang cerewet menasehati anak-anaknya sesungguhnya Itu orang tua yang peduli. Aku menganggapnya sebagai rasa pedulinya padaku. Aku menuruti semua kemauan Ami dengan senang hati. Tapi siapa dia malah menyayangiku.

__ADS_1


__ADS_2