Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Rencana melarikan diri


__ADS_3

Aku aku takut mengingat diriku suatu saat nanti tidak bisa melihat dan tidak bisa bicara lagi.


Nanti malam,  pengajian di rumah tante Mira. Untuk sekaligus membicarakan rencana pernikahan kami dengan para saudara dan tetangga,


Iya rencana pernikahan kami memang sangat mendadak, justru membuat orang penasaran pada calon mempelai wanitanya,  karena aku memilih tidur dikamar daripada turun dan ikut acara perkenalan walau serasa aneh tapi aku punya alasan yang kuat yang ku  berikan pada Tante Mira. Ia mengerti karena tante Mira tau  tubuhku bisa tiba tiba merasa pusing dan lemas tidak berdaya.


Tapi aku heran. Kenapa tante Mira dan Om Sami  masih setuju  dengan pernikahan kami yang jelas –jelas mereka tau, aku tidak bisa membahagiakan anak mereka nantinya. Tidaklah mereka merasa kasihan pada si Felix-Felix itu,bisikku dalam hati.


Ketukan dipintu kamar membangunkanku dari lamunan panjang


Felix datang,  membawa wajah bengisnya, sepertinya ia sudah pulang dari tugas Negara. Sebab tadi pagi  tante Mira mengingatkannya untuk pulang lebih cepat karena ada pengajian dirumahnya. Ia memakai baju koko berwarna abu –abu lengkap dengan topi kopiahnya sekilas ia terlihat berbeda dari biasanya ,


Kalau biasanya ia akan memakai kaos ketat memperlihatkan ototnya yang terbentuk. Kali ini ia seperti pak Haji yang baru pulang dari Mushola.


“Kenapa gak turun ?” wajahnya sinis melihatku


“Aku tidak paham,”  kataku cuek dan mungkin salah memberi jawaban saat ini.


“Makanya turun biar kamu mengerti,” suaranya meninggi dan matanya melotot menatapku


“Tadi kata Ibu, kamu sakit sekarang kamu jawabannya tidak mengerti” katanya lagi mengintimidasi


“Iya tadinya begitu, tapi sekarang tidak lagi kataku tanpa menoleh masih memegang majalah yang aku baca.


“Kamu benar-benar, iya” Tangannya melempar majalah yang aku pegang.


Aku menatap matanya dengan kemarahan” Hatiku ingin berteriak dan memaki saat itu,


Hai manusia es!,aku juga tidak ada niat menikahimu aku hanya menjadikanmu pelarian dan memanfaatkan mu jadi berhentilah berpikir aku mengejar-ejar mu ingin kukatakan seperti itu, tapi sudahlah nanti masalahnya semakin melebar.sabar aja mungkin lebih baik.


“Kenapa kau menatapku seperti itu?Itu menjengkelkan,” katanya lagi.

__ADS_1


Wajahnya memerah menahan kemarahan ,mungkin ia jengkel melihat sikapku yang mengacuhkannya,


“Sebenarnya yang menginginkan pernikahan ini siapa sih? sebenarnya apa maumu? Kamu yeng mengotot ingin menikah denganku, tapi kenapa kamu bersikap acuh seolah tidak peduli,” kata Felix seakan ia ingin menelanku hidup-hidup.


Aku diam emang benar, apa yang dikatakannya aku sendiri belum mengerti apa yang sudah benar apa tidak dengan pilihan yang aku buat. Aku ingin menikah dengan si Manusia kutub utara ini, tapi hatiku berada ditempat lain atau orang lain aku sangat merindukan Frans, tapi aku tidak ingin menikah dengannya, karena tidak ingin melihatnya menderita nantinya


ini suatu pilihan yang sangat sulit bagiku,tapi aku harus memilihnya karena banyak pertimbangan.dan inilah menurutku pilihan yang terbaik,untuk aku dan Frans.


Iya benar  apa semua ini? aku membatin


“Kamu mendengarku tidak?”  Katanya dengan suaranya yang menggema ke dinding kamar, sekaligus mengagetkanku. Berhentilah bersikap jual mahal.  Sikap jual mahal itu untuk orang murahan yang tidak punya pendidikan dan tidak didik orang tua dengan benar. Aku sangat membenci wanita yang seperti itu.” katanya penuh dengan emosi.


Mendengar kata- kata itu seolah membagunkanku dari tidur panjangku. Sekaligus muak dengan sikapnya yang merasa dirinya orang yang paling  benar,


“Iya, kamu benar, aku murahan dan aku munafik, tapi berhentilah seolah aku hanya mengejarmu. Aku sangat membencimu maka itu aku ingin menikah denganmu. Ingin menyiksamu dengan sikap sombongmu. Aku tidak pernah memiliki rasa cinta sedikitpun  untukmu aku membencimu dari kita kecil, sampai saat ini,” kataku dengan emosi,


“Tapi hari ini, aku  tidak peduli lagi mari kita berhenti sampai disini,” kataku dengan marah


“Iya,aku  tidak ingin lagi  menikah denganmu” kataku dengan tegas. “Jadi berhentilah untuk menghinaku.” kataku


Wajahnya panik dan memerah. Pertengkaran kami membuat semuanya jadi berantakan rencana pernikahan kami sudah berjalan seperempat jalan . Tapi karena keduanya emosi semuanya jadi kacau


“Iya benar kata kamu aku tidak seharusnya menikah dengan kamu, kamu terlalu sempurna untukku ,hingga aku tidak kuat lagi mendengar penghinaan yang kamu berikan terus menerus padaku aku juga manusia biasa yang punya hati dan perasaan,” kataku dengan dada bergemuruh.


“Kamu serius ingin membatalkan pernikahan ini?”


“ IYA “ jawabku tidak peduli lagi, kemarahan telah mengelapkan mataku, Karena manusia batas kesabaran , tadinya aku ingin mengacuhkan semua kelakuannya, dan ingin tetap melakukan pernikahan. Tapi dihina dan rendahkan teru menerus rasanya hati ini benar benar muak juga,


“Baik” katanya dengan enteng. “Ayo kita akhiri sampai


Disini,” katanya lagi

__ADS_1


“Ok”Jawabku dan memasukkan barang barangku kedalam tas jing-jing yang aku bawa, matanya masih mengawasiku.


Setelah setelah selesai pengajian dirumah tadi. Tante mira dan Om Sami pergi ada urusan yang akan mereka urus. Tapi Kaila dan  Adek laki- lakinya  ada dibawah dan sepertinya mendengar pertengkaran kami,tapi tidak ingin ikut campur. Mereka lebih memilih menonton Telivisi.


Aku menenteng Tasku Turun kebawah, jam sudah menunjukkan 21:15 Lelaki itu ikut kebawah juga tapi tidak mengatakan apa apa .


Kaila dan adeknya menatapku dengan panik, karena tiba- tiba ingin  seperti ingin kabur, ditengah rencana pernikahan kami.


“Apa ini? Apa yang terjadi pada kalian ? Kamu mau kemana  Fai,” kata Kaila dengan wajah panik begitu juga dengan adik laki-lakinya, ditambah si bibi asisten rumah yang tiba –tiba datang lebih panik dari mereka semua.


“Jangan Non  jangan seperti ini tidak bagus ” kata wanita  paru baya itu membujukku. “Kita baru saja ada pengajian  tadi .untuk kalian tadi, apa kata orang nanti jika non pergi begitu aja” Kata wanita itu dengan lembut  terlihat seperti ibu penyabar.


“Iya Fai,Jangan seperti ini setidaknya Ibu dan Ayah disini dulu,” kata Kaila.


Tapi manusia kutub utara itu bersikap biasa saja seolah ia sangat senang jika aku pergi, sepertinya itu yang diharapkan.


“Baiklah !”  kataku membatin,


“Kakak, katakan sesuatu agar ia tidak pergi kata Kaila mengingatkan kakek laki lakinya. Tapi ia cuek malah duduk disofa menatapku dengan tatapan menantang.


Seolah ia ingin mengatakan pergilah kalau kamu kamu berani, ia berpikir kalau aku emang mengejar dirinya,


“Najis !” makiku. menatap mata sinisnya


Makin membuatku makin jengkel, satu alisnya diangkat , dengan kode mengusir, dengan gaya tangan dilipat didadanya dalam hatinya dia tidak takut apapun.


Bersambung


JANGAN LUPA!!! …  VOTE DAN LIKE , KASIH HADIAH JUGA IYA  AGAR AUTOR SEMANGAT


, Makasih, kakak semua”

__ADS_1


__ADS_2