Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Tiba tiba datang


__ADS_3

CLUBBING


~Kriiiiing~


~Kriiiiiing~


“Halo” aku menjawab telepon, tapi dimatiin


“Halo kalau kamu hanya ingin main –main silahkan saja, nomormu kamu aku simpan,” Kataku.


“Par!” aku memanggil pengawal kakek yang mengawalku saat ini, badannya tegap layaknya tentara.


“Iya mbak”


“Selidiki nomor ini dan seret orangnya kesini” kataku dengan suara lantang di depan koki-koki yang membantuku sedikit gertakan. Biar dianggap tegas oleh mereka.


Sepertinya ada yang mulai mengusikku, Tapi biarkan saja biar Parhan yang mengurusnya.


Itu tugasnya untuk menjagaku dan menyingkirkan orang- orang yang ingin mengusikku dan Tari.


Aku mencoba fokus pada dapur


Pengalaman adalah guru terbaik, aku bukan dari


lulusan dari sekolah Perhotelan atau dari sekolah memasak.


Tapi hobby dan pengalamanku, salah satu bekal untukku dan pernah juga menekuni sekolah memasak beberapa lama.


Karena cita-cita sebenarnya ingin Koki yang handal.


Teknik memasak jadi seorang kepala koki jangan menunjukkan kelemahanmu pada bawahan, dengan sikap ragu- ragu di depan mereka. Lakukan seolah sudah sering melakukannya,


Benar saja , karena mereka sudah mempunyai bidang masing-masing dalam satu menu masakan.


Menu sepesial hari ini berjalan lancar, tidak ada masalah walau mungkin ada sedikit perbedaaan tampilan dari yang biasanya yang ditampilkan Billi , tapi menurut rekaman yang aku lihat . Ia yang memberi perintah dari setiap menu, tapi kali ini aku ingin memberikan kesempatan biarkan mereka yang memberikan kreatif dalam menu. Karena setiap kreasi dan kemampuan orang berbeda- beda. Justru mereka lebih senang seperti itu, merasa dipercaya.


Hari yang sibuk didapur saat ini, entah kenapa hari ini lebih ramai, tidak seperti biasanya .Mungkin karena kabar penangkapan pegawai Hotel sudah masuk berita.


Dapur hari ini berjalan seperti yang aku bayangkan. Tidak ada suara berisik, bercanda gurau. Tidak ada yang duduk berganti lagi, tidak ada yang menolak pesanan ketika mereka merasa malas melayani atau kurang bersemangat.


Melihat rekaman video mereka selama ini Di Restoran kakek, sangat di sayangkan. Restoran semewah itu hampir tidak menghasilkan duit.


Hanya cukup untuk operasionalnya saja. Karena sudah dipotong dari atas sampai kebawah, Mulai dari atasan sampai penjaga gudang semua korupsi.


Makanya, restoran kakek hampir tidak menghasilkan uang setahun belakangan ini. Seiring kesehatan kakek yang semakin menurun


Untuk bisa tetap berjalan kakek mengunakan pendapatan dari usaha yang lain untuk menutupi ke Restorannya.


Sayang sekali, kakek mati-matian berusaha untuk mempertahankannya, tapi merek semua . Semua tidak ada yang perduli.


Pengecekan buku tahunan hampir tiap bulan kakek mengeluarkan uang dari saku sendiri untuk operasionalnya


Terus… untuk apa kakek bertahan ‘kataku heran melihat pembukuan


“Menunggu kamu”agar bisa mengembalikan nya Fai” kata Tari. Menatapku.


Hari yang sangat melelahkan untukku. Akhirnya restauran , waktunya akan tutup,Semua berjalan dengan baik tanpa ada kendala, mereka semua berganti pakaian bersiap dengan begitu sopan dan patuh. Satu-satu berpamitan meninggalkan dapur.


Sampai akhirnya benar-benar sepi. Aku juga dan Tari berjalan menuju Hotel karena Restoran di sebelah Hotel. Kami tinggal saat ini disalah satu kamar Hotel bersama Tari


“Bagaimana Fai hari pertama bekerjanya?” Tanya Tari dan menenteng buku tebal aku bisa tebak Itu pembukuan yang sudah di periksa Tari


.


“Sangat melelahkan sampai aku menahan kekamar mandi saking ramainya”kataku.


“Besok masih kuat gak?” Tanya Tari melihat wajahku yang kelelahan.


“Iya kuat dong. Tapi baru kali ini, aku merasakan benar-benar seorang koki sejati, biar capek tapi sangat menyenangkan”


Kami berdua sambil mengobrol melewati loby Hotel dan dalam ruangan tunggu Hotel . Tari menarik tanganku menunjuk

__ADS_1


Mereka ada duduk santai sepertinya melihat kami dari tadi . Bang Niko ,kakakku,Mohan,Frans, dan tidak ada wanitanya,


“Kamu tidak apa-apa Tar?” aku bertanya, Ia hanya diam .


“Aku naik saja iya, Fai “ kata Tari sepertinya tidak ingin bertemu Mohan Lelaki yang memberinya Luka.


“Jangan Tar, kamu harus tunjukkan padanya bahwa kamu baik-baik saja tanpa dirinya,” kataku.


“Aku merasa kurang enak badan Fai” kata Tari. Aku bisa tebak itu hanya untuk mencari alasan untuk menghindari Mohan lelaki kurang ajar .orang yang sudah menidurinya, tapi malah meninggalkannya.


Tapi pas aku lihat wajahnya. Ia benar-benar pucat mungkin karena pekerjaan kami hari ini benar-benar menguras tenaga dan pikiran.


“Fai, sini,” panggil Mohan dengan lambaian tangan.


“Iya udah kamu duluan saja nanti aku menyusul” kataku. Tari mengangguk dan pergi.


“Wah duduk sini Fai, ini Bos baru Hotel kita,” kata Bang NIko dengan tepukan tangan yang tidak bersuara


“Wah aku tadi melihat semuanya Fai kau keren sekali, Layak seorang bos muda,” kata Mohan memuji


Frans hanya diam menatapku , seolah aku begitu asing dimatanya, tatapan matanya susah dijabarkan,Tapi tatapan Mata itu .Ia menatapku dengan tatapan menyelidiki menurutku.


“Kenapa Tari langsung pergi?”Tanya kak Hendra.Tapi mendengar kata Tari Mohan langsung diam


“Capek kak, kami begitu sibuk hari ini”


Baru juga duduk. Tapi melihat mereka datang juga, membuatku ingin kabur.


Adella dan Tiara datang ikut bergabung.


Setelah semuanya duduk dengan tenang, Tiara seolah memberi kode pada Bang Niko.


“Jadi ,Begini Fai” kata Bang Niko, aku sudah berdiskusi dengan kakak Hendra juga dan pengacara keluarga Tiara, ia ingin kamu mencabut laporan tentang Billi dan yang paling penting jangan menggugat Restoran miliknya.


“APA ??”


Tiba tiba aku merasa sangat marah, untuk pertama kalinya pada Bang Niko. Orang yang selama ini yang sudah aku anggap sebagai abang sendiri untukku.


“Apa kalian pikir aku akan melepaskannya. Kalian tidak tau apa yang dilakukan padaku dengan Tari. Ia melecehkan kami berdua. Jadi kalau abang Niko memanggilku karena membahas hal itu lagi .Jangan harap aku mau bicara lagi” kataku Emosi


“Fai.. Fai.! tunggu pelecehan bagaimana Maksudnya, kita tidak tau itu, dan kamu juga tidak menyebutnya dalam laporannya,” kata Bang Niko wajah tegang menatapku.


Aku menarik nafas panjang kak Hendro terlihat wajahnya mengeras.


“Ia memperlakukan kami sangat Buruk di dapur.Terlebih Tari. Ia dilecehkan, aku akan membalas mereka semua. Jadi jangan coba-coba menghentikanku.


“Bukannya itu sungguh keterlaluan, kamu menghukum kakakku karena kamu tidak suka denganku?” kata Tiara.


“HAAAA??”


Memang kamu pikir kamu siapa ? ini tidak sangkut pautnya denganmu Nona Tiara . Jadi berhentilah menjadikan dirimu sok penting untukku. Ini semua real karena kesalahan kakakmu ,cobalah untuk berpikir secara logika. Ia mencuri di Restoran kami dan membawa barang curiannya ke Restoran miliknya, bukanya hanya itu. Ia korupsi bahan bahan untuk restoran menaikkan harganya dua kali lipat, jadi keutungan tahun ini di pastikan minus tidak mendapat apa-apa. Kelakuan bar-barnya yang membuatku geram padanya


Harusnya kamu malu kelakuan kakakmu seperti itu, yang katanya anak pejabat dan jangan lupakan vidioa terakhir yanga aku putar. Jika kamu dan keluarga sombongmu, masi berani mendekatiku dan Tari, aku pastikan Rekaman itu ,aku berikan ke media. Kamu bisa bayangkan betapa terkenalnya nanti keluargamu,” kataku penuh Emosi


“Kamu mengancamku? kata Tiara seolah tidak ada takutnya.


“Aku tidak mengancammu. Tapi berhentilah muncul dihadapanku, Jangan coba sekali mengganggu Tari atau kamu akan tamat dan keluargamu”


Aku juga berdiri di depannya, kami sama- sama menatap satu sama lain seperti dua banteng yang siap bertarung, dan akhirnya ia mengalah dan membuang muka dan menjatuhkan punggungnya dengan kesal.


Aku pergi meninggalkan mereka.


“Fai,kenapa kamu jadi marah begitu ?”kata Bang Niko yang aku lambaikan tangan dari atas kepala sambil berlalu.


Aku merasakan panas dalam dadaku, Jantungku belum stabil berdetak, aku marah pada bang Nikolas dan marah pada mereka semua. Bagaimana Ia menyuruhku menghentikan tuntutan pada orang seperti Billi, Orang yang bersikap sombong dan kelakuannya yang merendahkan martabat wanita dan kami dengan Tari. Aku ingin melampiaskan kekesalanku,


Dalam kamar tari sudah selesai mandi dan rapi .


Melihat wajah polosnya yang selalu menerima Hinaan dari keluarga Tiara,


Bagaimana mungkin aku membiarkan begitu saja, apa yang sudah mereka perbuat untuk sahabat malangku, kataku dalam hati.

__ADS_1


“Ada apa Fai? kenapa mukamu seperti itu, apa ada masalah?” Tanya Tari tangannya menyodorkan coklat hangat ketanganku.


“Aku kesal pada mereka” kataku ber api-api Tiara ada dibawah. Ia ingin aku menarik tuntutanku pada kakaknya”


“Terus ,apa kau menurutinya?” Tanya tari


“Gaklah, gak bakalan. Ia perlu menerima ganjaran atas perbuatanya,” kataku.


“Ayo kita clubbing,” aku mengajak Tari.


“Apa kamu yakin Apa tidak capek?” Tanya


“Tidak” kataku dan berlari kemar mandi untuk membersihkan diri


Aku menghubungi Glen karyawan Hotel yang berwajah tampan, katanya ahli dalam ala hiburan malam.


“OK” baik mbak kata Glen sigap.


Ingin bersenang senang tentu butuh tumpangan yang keren .Aku memberikan kunci pada Glen untuk mengeluarkan mobil pemberian kakek, aku sengaja parkir di basemen parkiran Hotel


“Ayo “kataku pada Tar,i Ia menatapku seperti kurang yakin. Karena terus terang ini baru pertama untuk kami berdua. Karena selama ini kami berdua hanyalah dua orang gadis remaja yang culun dan kuper.


Dulu aku sering ingin ikut sama Frans dan teman-temannya .Tapi ia tidak mau membawaku, karena alasan ada banyak laki-laki jahat di dalam club.


“Apa kita hanya berdua aja ni? tapi aku takut Fai” kata tari


“Bagaimana kalau telepon Repina dan Adira?”


“Boleh” kata tari sedikit bersemangat.


Ketepatan Adira dan Repina mau lewat dari hotel kami, tadinya tidak mau ikut karena sudah lelah. Baru pulang menonton konser.


Tapi kalau yang namanya ditraktir dan di bayarin, Kedua cewek jangan harap akan menolak.


“Tunggu 5 menit lagi iya Glen ada teman, mau ikut,” kataku pada sitampan itu


“Baik mbak Faila”balasnya dengan senyum simpul


Tidak mengapa menurutku kalau menunggu sebentar lagi, karena mungkin Frans dn kawan-kawannya takutnya masih duduk dilantai bawah,


Akhirnya Tari dan Adira tiba juga, kedua wanita itu masih menunggu kami di lobby, utama


~Ting~ notif ponselku


“Oi… Kalian dimana ? Kami dibawah ini ,Dilihattin ama cowok tampan Pesan dari Adira.


“Haha rayu saja, sayang dibiarin balasku bercanda. Padahal aku sudah tau yang mereka maksud pasti Glen yang menungu di loby juga.


“Makanya buruan, biar kenalan kita,” balas Repina


“Tolong lihat diruang tunggu masih ada Frans sama bang Niko gak?” tanyaku


“Sebentar,Oh gak lagi” Repina membalas pesanku dengan Emot hati berdebar –debar.


“OK baik”segera meluncur, jawabku singkat


Ketemu didepan Hotel cipika –cipiki sebentar.


“Itu cowok tampannya kata Adira menunjuk Glen , aku tertawa ,


“Glen sini kataku, ini kenalan teman-temanku” kataku


“Kamu kenal?” wajah Tari sumringah.


“Ini ahlinya, Ia yang akan menemani kita malam ini sampai pagi, Huui…!” Tangan diatas joget-joget kecil ajap—ajap


“Ayo” kata Tari sedikit bersemangat


“Fai mau kemana..? suara itu mengagetkanku


kaget bukan kepalang dan menutup bagian dadaku ,karena tiba tiba merasa malu. Baru saja Ia ingin menikmati malam bersenang –senang itu

__ADS_1


“HAAA?”


__ADS_2